Anda di halaman 1dari 3

I.

Pengertian
Indikator Momentum adalah indikator teknikal yang dibuat dari kalkulasi
sederhana dengan mengukur selisih harga close hari ini dibanding harga close
beberapa hari sebelumnya. Indikator momentum bertujuan untuk mengukur
kecepatan dan besarnya perubahan harga dalam periode waktu tertentu. Pada
umumnya indikator momentum akan naik ketika arah trend sedang kuat, dan
sebaliknya akan turun ketika trend sedang melemah. Indikator ini merupakan
salah satu oscillator tertua yang pernah ditemukan, kadang-kadang disebut juga
sebagai Rate of Change (ROC). Momentum diukur pada suatu periode waktu
tertentu dengan formula:

Momentum pada periode waktu n = (harga penutupan saat ini / harga


penutupan pada periode n) x 100

*Periode waktu n secara default yang sering digunakan adalah 14.

II. Kegunaan
Kegunaan Indikator Momentum adalah
1. Sebagai trend-following oscillator, hampir sama dengan Moving Average
Convergence/Divergence MACD. Sebuah signal untuk buy ketika
indikator Momentum membentuk lembah dan akan terus naik. Signal sell
terjadi ketika indikator Momentum membentuk puncak dan berbalik arah
kebawah. Untuk perhitungan lebih tepat digunakan short moving
average.Kelanjutan dari kecenderungan ini ditentukan jika indikator
Momentum berada diposisi paling tinggi atau sangat rendah. Jika indikator
ini menyentuh nilai tertinggi dan kemudian berbalik arah kebawah,
diprediksi harga akan naik. Tapi, dalam hal apapun, jangan terburu-buru
untuk membuka posisi (/menutup) hingga pergerakan harga dibuktikan
dengan signal indikator.
2. Sebagai indikator lending. Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa
fase akhir dari uptrend biasanya disertai dengan kenaikan harga yang
tinggi (karena semua orang percaya pada kelanjutannya) dan penyelesaian
pasar bullish dengan jatuhnya harga yang cepat (karena semua orang
mencoba untuk meninggalkan pasar). Ketika pasar ditutup diatas dengan
disertai break yang cepat dari indikator Momentum. Lalu indikator mulai
jatuh sementara harga terus naik dan bergerak horizontal. Dan pada saat
kondisi pasar berada di bottom, jatuhnya Momentum tiba-tiba, kemudian
berbalik arah keatas sebelum harga mulai naik. Dua keadaan ini
menyebabkan terjadinya perbedaan antara indikator dan harga.

III. Cara Penggunaan


Pada umumnya ada 3 cara dalam menggunakan indikator momentum, yaitu:
sebagai trend following indicator, sebagai indikator pembalikan trend (trend
reversal) dan sebagai leading indicator dengan isyarat divergensi yang terjadi.
1. Menentukan arah trend dengan indikator momentum
Dalam platform trading Metatrader, indikator momentum menggunakan level 100
sebagai acuan.Ketika indikator bergerak ke atas garis 100, itu mengindikasikan
harga akan mulai bergerak meninggi karena harga saat ini sudah bergerak di atas
harga saat N periode yang lalu. Sedangkan bila indikator jatuh di bawah garis
100, itu mengindikasikan harga kini sudah jauh di bawah harga saat N periode
yang lalu, sehingga harga akan terus terperosok.
2. Sebagai indikator penerusan arah trend atau pembalikan arah trend
Indikator momentum bisa menunjukkan level overbought dan oversold seperti
halnya RSI atau stochastic, tetapi karena zona level overbought dan oversold tidak
bisa ditentukan (relatif), maka kita mesti memperhatikan kondisi ekstrem dengan
asumsi tertentu. Jika indikator momentum mencapai level tertinggi atau terendah
(relatif), kita harus mengasumsikan arah trend masih akan berlanjut seperti
sebelumnya hingga pergerakan harga berubah. Sebagai contoh jika indikator
momentum mencapai level tertinggi dan kemudian turun maka kita asumsikan
harga masih akan naik, dan kita hanya akan entry sell bila harga telah benar-benar
turun. Untuk amannya bisa juga dikonfirmasikan dengan indikator moving
average.
3. Melihat isyarat dari divergensi antara pergerakan harga dan arah
pergerakan indikator momentum
 Divergensi bullish
 Mengisyaratkan pembalikan arah trend (dari bearish ke bullish)
adalah jika pergerakan harga menunjukkan level low yang lebih
rendah dari sebelumnya (lower low), sementara indikator
momentum menunjukkan level low yang lebih tinggi dari level low
sebelumnya (higher low).
 Divergensi bearish
 Mengisyaratkan pembalikan arah trend (dari bullish ke bearish)
adalah jika pergerakan harga menunjukkan level high yang lebih
tinggi dari sebelumnya (higher high), sementara indikator
momentum menunjukkan level high yang lebih rendah dari level
high sebelumnya (lower high).