Anda di halaman 1dari 30

BAB V

RAPID SURVEY

5.1 Latar Belakang


Survei cepat merupakan salah satu bentuk survei alternative yang banyak
digunakan karena timbulnya pertanyaan mendasar di lapangan yang perlu jawaban
segera namun tetap mempunyai validitas yang tinggi. Survei cepat adalah salah satu
metode survei yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang suatu masalah
dalam jangka waktu yang relatif pendek, dengan biaya yang murah dan hasil yang
optimal.
Dari data rapid survei, dapat diperoleh masalah kesehatan yang ada pada
masyarakan dan apa penyebabnya. Hal tersebut dapat mempermudah untuk
melakukan promosi kesehatan yang sesuai dengan masalah yang terjadi di tengah
masyarakat.Sehingga promosi yang dilakukan tepat guna dan tepat sasaran.
Promosi kesehatan adalah semua upaya yang menekankan pada perubahan
sosial, pengembangan lingkungan, pengembangan kemampuan individu dan
kesempatan dalam masyarakat, dan merubah perilaku individu, organisasi dan sosial
untuk meningkatkan status kesehatan individu dan masyarakat. (Keleher,et.al, 2007).
Promosi kesehatan memberikan pencegahan primer (primary prevention)
terhadap penyakit dengan cara memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan
agar individu atau sasaran lebih memiliki pemahaman terhadap konsep yang
disampaikan. Untuk mencapai tujuan promosi kesehatan dipengaruhi oleh beberapa
faktor diantaranya adalah ketepatan memilih metode dan teknik yang
digunakan.Metode dan teknik promosi kesehatan berdasarkan sasarannya dibagi
menjadi tiga kelompok yaitu individual, kelompok, dan massal.
Kesehatan gigi dan mulut penting untuk diperhatikan dan merupakan bagian
integral dari kesehatan secara keseluruhan yang memerlukan penanganan segera
sebelum terlambat dan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Perihal
kesehatan gigi dan mulut perlu dibudidayakan di seluruh lingkungan keluarga dan
masyarakat (Ilyas, 2001).
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal khususnya kesehatan gigi
dan mulut bagi setiap orang menurut Undang Undang Kesehatan Nomor 23 Tahun
1992 Pasal 10 dilakukan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dihasilkan secara menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan (Istalia, 2007). Serta upaya pelayanan kesehatan yang terencana,
berkesinambungan dan ditujukan pada kelompok tertentu. Adapun yang dimaksud
dengan kelompok tertentu adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan
mulut Penyakit gigi dan mulut menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit yang
dikeluhkan oleh masyakarat Indonesia (Data Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 2010) dan menempati urutan keempat pengobatan penyakit termahal
(International Dental Journal, 2008).2,3 Survei dari Kementerian Pendidikan
Nasional dalam Health Professional Education Quality (HPEQ) Project tahun 2010
menyatakan bahwa 10 besar penyakit gigi dan mulut di Puskesmas, antara lain
kelainan pulpa dan periapikal, kelainan gusi dan periodontal, karies gigi, persistensi
gigi sulung, stomatitis, kelainan dentofacial (maloklusi), oral abses, kehilangan gigi,
gangren pulpa dan fraktur gigi dan rahang.
Karies tidak dapat dipisahkan dari penyakit pulpa karena penyakit pulpa salah
satu penyebabnya berasal dari karies. Tindakan pencegahan terhadap penyakit gigi
dan mulut perlu dilakukan agar tidak terjadi gangguan fungsi, aktivitas dan penurunan
produktivitas kerja yang tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup (Depkes RI,
1999)
Prinsip tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan mengintervensi faktor
penyebab penyakit melalui pelayanan pencegahan primer (Sariyono, 2005).
Pemerintah telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan derajat
kesehatan gigi dan mulut, salah satunya adalah melaksanakan upaya pelayanan
kesehatan gigi pencegahan yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Puskesmas
(Depkes Rim 1997).
Menurut Depkes RI (2000), upaya kesehatan gigi Puskesmas sampai saat ini
belum dapat berjalan dengan optimal oleh karena adanya berbagai kendala, antara lain
: keterbatasan tenaga, sarana, biaya operasional maupun kondisi sosial dan ekonomi
masyarakat. Mengingat kendala tersebut telah dikembangkan suatu model pelayanan
berupa pelayanan berlapis (Level of Care) seusai sumber daya yang ada, dalam bentuk
Primary Health Care (PHC). Salah satu model pelayanan berlapis kesehatan gigi dan
mulut melalui pendekatan PHC adalah pelayanan yang bersifat pencegahan
(preventive care), pelayanan ini terdiri dari pelayanan pencegahan yang ditujukan
kepada komunitas, pelayanan pencegahan yang ditujukan kepada kelompok
masyarakat dan pelayanan pencegahan yang dilakukan pada individu, Pelayanan
preventive care dapat dilakukan oleh daerah yang sudah memiliki fasilitas balai
pengobatan gigi di Puskesmas, dan bila sudah ada tenaga perawat gigi maka
pelayanan preventive care yang ditujukan kepada individu (pasien) harus dilakukan.
Berdasarkan hal di atas, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut kejadian
penyakit pulpa yang terjadi pada masyarakat dan hubungannya dengan pengetahuan,
sikap dan pemeliharaan pasien terhadap kesehatan gigi dan mulut serta keinginan
pasien untuk mendapatkan pengobatan terhadap penyakit pulpa tersebut di
puskesmas. Untuk itu peneliti melakukan survei cepat pada kelurahan yang berada di
wilayah kerja puskesmas Ambacang.

5.2 Rumusan Masalah


1. Apakah faktor penyebab dari tingginya kejadian penyakit pulpa masyarakat di
daerah wilayah kerja puskesmas Ambacang?

5.3 Tujuan Penelitian


5.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui faktor yang menyebabkan tingginya kejadian penyakit
pulpa masyarakat di daerah wilayah kerja puskesmas Ambacang tahun 2016

5.3.2 Tujuan Khusus


1. Mengetahui gambaran kesehatan gigi masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas Ambacang
2. Berbagi informasi kesehatan gigi kepada masyarakat.
3. Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit pulpa.

5.4 Manfaat Penelitian


1. Bagi Puskesmas Ambacang
Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang faktor-faktor
yang menyebabkan tingginya kejadian pulpa pada masyarakat di wilayah kerja
puskesmas sehingga dapat menjadikan acuan untuk menindakan lanjuti
masalah yang terjadi.
2. Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk
meningkatkan pengetahuan mereka tentang penyakit pulpa dan cara
mengatasinya.
3. Bagi Mahasiswa
Kegiatan Rapid Survey ini dapat menambah pengetahuan dan
kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan menganlisis permasalahan di
Puskesmas dan menambah pengetahuan tentang program di poli gigi.
Penelitian ini juga digunakan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi salah
satu requirement pada modul problem solving, promotif dan preventif
dentistry kegiatan klinik.

5.5 Ruang Lingkup Penelitian


Penelitian dilakukan pada responden yaitu wanita usia subur yang berusia 15-
70 tahun dengan memberikan kuisioner kepada responden di empat keluarahan di
cakupan wilayah kerja Puskesmas Ambacang pada tanggal 9 - 10 Januari 2016.

5.6 Pelaksanaan Survey


a. Sasaran Survey
Yang menjadi sasaran survey cepat adalah masyarakat pada wilayah kerja
Puskesmas Ambacang pada kelurahan :
1. Pasar Ambacang
2. Ampang
3. Anduring
4. Lubuk Lintah

b. Instrumen yang digunakan dalam melakukan survey cepat yaitu


Instrumen : kuesioner (pengetahuan,sikap dan pemeliharaan)

c. Teknik Sampling
Menggunakan sample minimal dengan wilayah kerja puskesmas Ambacang
terdiri dari empat kelurahan.
Satu kelurahan 15 orang sampel
Jadi 4 x 15 = 60 orang sampel

d. Pengumpulan Data
Survei dilakukan pada pada tanggal 9 - 10 Januari 2016 di keempat kelurahan
puskesmas Ambacang.
e. Metode
Survei cepat dilakukan dengan alat bantu kuesioner. Tiap sampel diberi kuesioner
yang berisi 27 pertanyaan mengenai kesehatan gigi dan mulut.
f. Analisa data survei dan penyajian data
Pengetahuan:
1. Perlukah melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi pada anak sejak dini
a. Tidak perlu karena masih ada gigi penggantinya
b. Perlu jika anak mengeluh sakit gigi
c. Perlu agar gigi permanen tumbuh dengan baik

2. Yang tidak termasuk gejala gigi berlubang :


a. Sakit
b. Bengkak
c. Menular

3. Gigi berlubang dapat terjadi karena :


a. Makanan yang mengandung gula
b. Makanan yang asam
c. Makanan yang asin

4. Jenis makan yang tidak mudah merusak gigi :


a. Makanan yang manis
b. Makanan yang berserat
c. Makanan yang bersifat lengket

5. Proses terjadinya lubang gigi dimulai dari :


a. Lapisan email ( lapisan yang melindungi disekitar gigi )
b. Lapisan dentin ( lapisanantara email dengan bagian dalam gigi )
c. Lapisan dalam gigi

6. Apakah menurut anda bakteri pada gigi berlubang dapat meneyebar ke organ
lain?
a. Iya
b. Tidak
c. Tidak tahu

7. Apakah anda suka mengkonsumsi minuman bersoda?


a. Iya
b. Tidak
c. Kadang-kadang
8. Apakah menurut anda minuman bersoda dapat merusak gigi?
a. iya
b. tidak
c. tidak tahu
9. Apakah anda tau makanan yang menyehatkan gigi?
a. Tahu
b. Tidak tahu
c. Kurang tahu
10. Apakah menurut anda sering makan buah dan sayur membuat gigi berlubang?
a. Iya
b. Tidak
c. Tidak tahu
11. Apakah menurut anda susu mempengaruhi kekuatan gigi?
a. Iya
b. Tidak
c. Tidak tahu

Sikap :
1. Apa alasan anda pergi ke dokter gigi?
a. Jika gigi terasa sakit
b. Jika gigi goyang
c. Memeriksa gigi secara rutin

2. Apa yang anda lakukan saat sakit gigi ?


a. Minum obat yang dibeli di warung
b. Dibiarkan saja
c. Diperiksakan ke dokter gigi

3. Jika gigi berlubang masih sedikit, rencana apa yang anda lakukan?
a. Menambal gigi
b. Mencabut gigi
c. Dibiarkan sampai lubang membesar

4. Menurut anda apa akibat gigi berlubang dibiarkan terus tanpa dirawat?
a. Gigi habis dengan sendirinya
b. Sembuh sendirinya jika dibiarkan
c. Menyebabkan penyakit jantung,nyeri mata dan sakit kepala

5. Jika salah satu anggota keluarga anda ada yang sakit gigi, saran apa yang
akan anda berikan?
a. Minum obat yang dibeli di warung
b. Dibiarkan saja
c. Diperiksakan ke dokter gigi

6. Apakah menurut anda bekumur dengan air garam ketika sakit gigi
tindakan yang benar dilakukan?
a. Iya
b. Tidak
c. Tidak tahu

7. Apakah menurut anda sakit gigi bisa hanya dengandiobati dengan obat-
obatan tradisional tanpa perlu ke dokter gigi?
a. Bisa
b. Tidak bisa
c. Tidak tahu
8. Apakah menurut anda sakit gigi bisa sembuh sendiri?
a. Bisa
b. Tidak
c. Tidak tahu

9. Kapan anda biasanya melakukan pemeriksaan gigi?


a. Sekali setahun
b. Jika mengeluh sakit gigi saja
c. Setiap 6 bulan sekali
Pemeliharaan :
1. Kapan saja anda menyikat gigi ?
a. 1 kali sehari sebelum tidur atau saat bangun
b. 2 kali sehari setelah mandi pagi dan sore
c. 2 kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur

2. Bagaimana cara anda untuk memilih sikat gigi ?


a. Yang paling murah
b. Yang bentuknya paling bagus
c. Yang bulu sikatnya halus dan permukaan sikatnya ramping

3. Pasta gigi yang baik digunakan adalah:


a. Berbusa banyak
b. pasta gigi yang mengandung flour
c. bermerk terkenal

4. Permukaan gigi yang harus disikat :


a. Bagian sebelah depan saja
b. Bagian depan dan dalam
c. Seluruh permukaan gigi yaitu bagian depan, dalam dan atas gigi

5. Bagaimana cara anda menyikat gigi?


a. Gigi depan gerakan menyamping gigi belakang gerakan atas bawah
b. Gigi depan gerakan atas bawah gigi belakang gerakan membulat
c. Gigi depan dan atas sama-sama gerakan menyamping

6. Berapa lama pemakaian sikat gigi anda mengganti sikat gigi?


a. 3-6 bulan
b. 6-12 bulan
c. Jika bulunya sudah rusak

7. Flour dapat mencegah gigi berlubang karena :


a. Gigi tahan terhadapa serangan asam yang berasal dari plak (sisa
makanan)
b. Gigi mudah terasa ngilu
c. Gigi tidak mudah patah

5.7 Analisa Data


Total sampel adalah 60 orang
Hasil rapid survey:
1. Perlunya melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi pada anak sejak dini

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan


sebanyak 60% dan 40% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa pengetahuan responden tentang perlunya melakukan pemeriksaan dan
perawatan gigi pada anak sejak dini masih kurang.

2. Proses terjadinya lubang gigi

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan


sebanyak 50% dan 50% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa pengetahuan responden tentang proses terjadinya lubang gigi belum
tinggi.

3. Tentang minumam merusak gigi


Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan
sebanyak 55% dan 45% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa responden masih belum mengetahui tentang minuman yang merusak
gigi.

4. Tentang makanan yang bagus untuk gigi

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan


sebanyak 42% dan 58% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa masih banyak responden yang belum mengetahui tentang makanan
yang bagus untuk gigi.

5. Tentang minuman yang menguatkan gigi


Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan
sebanyak 68% dan 32% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa masih banyak responden yang belum mengetahui tentang minuman
yang menguatkan gigi.

6. Akibat gigi berlubang

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan


sebanyak 74% dan 26% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa masih banyak responden yang belum mengetahui tentang akibat gigi
berlubang.

7. Alasan ke dokter gigi 71%

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab benar pertanyaan


sebanyak 29% dan 71% yang lain menjawab salah. Maka dapat diketahuilah
bahwa alasan responden ke dokter gigi tidak benar.

8. Yang dilakukan jika sakit gigi 85%


Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan
sebanyak 85% dan 15% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa sikap responden tentang perlakuan jika sakit gigi masih rendah.

9. Melakukan pemeriksaan gigi 50%

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan


sebanyak 70% dan 30% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa sikap responden tentang pemeriksaan gigi secara rutin masih salah.

10. Waktu penyikatan gigi 86%

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan


sebanyak 86% dan 14% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa pengetahuan tentang pemeliharaan gigi responden sudah cukup tinggi.

11. Pemilihan pasta gigi 68%


Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan sebanyak
68% dan 32% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah bahwa alasan
responden tentang pemilihan pasta gigi masih rendah.

12. Cara menyikat gigi 55%

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan sebanyak

45% dan 55% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah bahwa alasan

responden tentang cara menyikat gigi sudah cukup baik.

13. Mengganti sikat gigi 65%

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan


sebanyak 65% dan 35% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah
bahwa pengetahuan tentang pemeliharaan gigi responden tentang mengganti
sikat gigi masih rendah.

14. Tentang fluor 55%

Dari hasil survey didapatkan responden yang menjawab salah pertanyaan

sebanyak 85% dan 15% yang lain menjawab benar. Maka dapat diketahuilah

bahwa pengetahuan responden tentang fluor masih rendah.

Dari seluruh jawaban kuisioner diketahui jumlah sampel yang menjawab

jawaban benar dan memiliki pengetahuan dan sikap yang benar yaitu 42%

sedangkan yang menjawab dengan jawaban salah 58%. Dari analisa data 14

pertanyaan yang diberikan kepada responden ternyata 85% menjawab salah dari

pertanyaan no 8 mengenai apa yang dilakukan jika gigi terasa sakit, sebagian

responden menjawab membeli obat penghilang rasa sakit. Hal itulah yang

menyebabkan tingginya prevalensi penyakit pulpa diwilayah kerja puskesmas

ambacang tahun 2016. Karna dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit

hanya mehilangkan rasa sakit pasien, sementara proses karies akan terus berlanjut

sehingga menjadi penyakit pulpa. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa

masyarakat masih banyak yang memiliki pengetahuan yang kurang tentang

kesehatan gigi dan mulut serta masih banyak sikap dan pemeliharaan masyarakat
yang salah dalam menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut. Untuk itu

perlu dilakukan promosi mengenai kesehatan gigi dan mulut khususnya penyakit

pulpa melalui kegiatan penyuluhan.

5.8.1 Perencanaan
5.8.1.1 UKGMD : Membuat silabus pendidikan
SILABUS 1
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatangigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (8 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu Kayu Gadang
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

SILABUS 2
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (8 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu Anggrek
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

SILABUS 3
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.
9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (9 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu Ketaping II
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

SILABUS 4
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (9 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu jalan tunggang
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

SILABUS 5
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (9 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu Cubadak Ampo
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

SILABUS 6
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (10 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu Cubadak Air
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi
SILABUS 7
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (10 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu Surau Balai
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

SILABUS 8
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (10 Desember 2016)
12. Tempat : Posyandu Lubuk Lintah
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

SILABUS 9
1. Kegiatan : UKMD (Penyuluhan)
2. Tema : “Gigiku sehat”
3. Topik : Pencegahan dan Pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan Kebersihan Gigi dan Mulut
5. Sasaran : Masyarakat di Posyandu
6. Tujuan umum :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi dan mulut
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga
dan
Merawat kesehatan gigi dan mulut.

7. Tujuan Khusus : 1. Agar masyarakat mengetahui tentang akibat gigi


berlubang
2.Agar masyarakat mengetahui cara mencegah gigi
berlubang.
3.Agar masyarakat melakukan perawatan jika telah
terjadi penyakit gigi dan mulut

8. Materi : 1. Penyuluhan mengenai pencegahan gigi berlubang


2. Penyuluhan mengenai cara menjaga kebersihan gigi
dan mulut.

9. SDM yang dibutuhkan: Mahasiswa FKG UNAND , dokter gigi dan perawat
10. Alat bantu : Phantom, poster, Sikat gigi
11. Waktu : 09.00 WIB (7 juanuari 2017)
12. Tempat : Aulia Puskesmas Ambacang
13. Evaluasi : Tanya jawab diakhir evaluasi

5.8.1.1 UKGS : Membuat silabus pendidikan


 PENGERTIAN UKGS
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) adalah upaya kesehatan masyarakat yang
ditujukan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seluruh peserta
didik di sekolah binaan yang ditunjang dengan upaya kesehatan perorangan berupa
upaya kuratif bagi individu (peserta didik) yang memerlukan perawatan kesehatan
gigi dan mulut.
Upaya Kesehatan Masyarakat pada UKGS berupa kegiatan yarg terencana, terarah
dan berkesinambungan.
a. Intervensi perilaku yaitu:
1) Penggerakan guru, dokter kecil, orang tua murid melalui
lokakarya/pelatihan.
2) Pendidikan kesehatan gigi oleh guru, sikat gigi bersama, penilaian
kebersihan mulut oleh guru / dokter kecil.
3) Pembinaan oleh tenaga kesehatan.
b. lntervensi lingkungan
1) Fluoridasi air minum (bila diperlukan)
2) Pembinaan kerjasama lintas program/lintas sektor melalui TP UKS.
Upaya kesehatan perorangan pada UKGS berupa intervensi individu pada
peserta didik yang membutuhkan perawatan kesehatan gigi dan mulut meliputi
kegiatan skeling, penambalan, pencabutan, fissure sealent/ fissure protective, aplikasi
fluor atau kumur-kumur dengan larutan yang mengandung fluor, bisadilaksanakan di
sekolah, di klinik gigi Puskesmas atau di praktek dokter gigi perorangan/dokter gigi
keluarga.

 TUJUAN

Tujuan Umum:
Tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut peserta didik yang optimal.
Tujuan Khusus:
1) Meningkatnya pengetahuan, sikap dan tindakan peserta didalam
memelihara kesehatan gigi dan mulut.
2) Meningkatnya peran serta guru, dokter kecil, orang tua dalam upaya
promotif-preventif.
3)Terpenuhinya kebutuhan pelayanan medik gigi dan mulut bagi peserta didik
yang memerlukan.

 SASARAN

Sasaran pelaksanaan dan pembinaan UKGS meliputi:


a. Sasaran primer: peserta didik (murid sekolah) TK-SD.
b. Sasaran sekunder: guru, petugas kesehatan, pengelola pendidikan, orang tua
murid serta TP UKS disetiap jenjang.
c. Sasaian tertier:
1) Iembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah sampai pada sekolah
lanjutan tingkat atas, termasuk perguruan agama serta pondok pesantren
beserta Iingkungannya.
2) Sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
3) Lingkungan, yang meliputi:
a) Lingkungan sekolah
b) Lingkungan keluarga
c) Lingkungan masyarakat
 RUANG LINGKUP

Ruang lingkup program UKGS sesuai dengan Tiga Program Pokok Usaha
Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS) yarg meliputi; pendidikan kesehatan, pelayanan
kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat maka ruang lingkup
UKGS yaitu:
a. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan gigi dan mulut yang meliputi:
1) Pemberian pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut
2) Latihan atau demonstrasi cara memelihara kebersihan dan kesehatan
gigi dan mulut.
3) Penanaman kebiasaal pola hidup sehat dan bersih agar dapat di
implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,
b. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk:
1) Pemeriksaan dan penjaringan kesehatan gigi dan mulut peserta
didik;
2) Pen]'uluhan kesehatan gigi dan mulut perorangan
3) Pencegahan penyakit gigi dan mulut
4) Perawatan kesehatan gigi dan mulut
5) Rujukan kesehatan gigi dan mulut.
c. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah kerjasama antara masyarakat
sekolah (guru, murid, pegawai sekolah, orang tua murid, dan masyarakat).
 KEBIJAKAN

a. Untuk mencapai derajat kesehatan gigi dan mulut anak sekolah yang
optimal, Usaha Kesehatan Gigi Sekolah harus diutamakan pada upaya
meningkatkan kemampuan self care (pelihara diri) melalui kegiatan UKGS.
b. Upaya kesehatan masyarakat berupa upaya promotif - preventif
dilaksanakan oleh tenaga non-professional terutama oleh guru / dokter kecil
sebagai bagian integral dari UKS.
c. Upaya kesehatan perorangan dilaksanakaan oleh tenaga profesional (dokter
gigi, terapis gigi dan mulut).
d. UKGS diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta, di bawah binaan
puskesmas dan TP UKS.
 STRATEGI DAN LANGKAH-LANGKAH

1. STRATEGI
Untuk pemerataan jangkauan UKGS dan adanya target kesehatan gigi dan
mulut tahun 2010 yang harus dicapai maka diterapkan strategi pentahapan UKGS
yang disesuaikan dengan paket-paket UKS sebagai berikut:
a. UKGS TAHAP I (SATU) / Paket minimal UKGS
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk murid SD dan MI yang
belum terjangkau oleh tenaga dan fasilitas kesehatan gigi, Tim Pelaksana
UKS di SD dan MI melaksanakan kegiatan yaitu :
1) Pelatihan kepada guru Pembina UKS dan dokter kecil tentang
pengetahuan kesehatan gigi dar mulut secara terintegrasi. Pelatihan
dilaksanakan oleh dinas pendidikan dengan nara sumber tenaga
kesehatan gigi.
2) Pendidikan dan penyuluhan kesehatan gigi dilaksanakan oleh guru
penjaskes / guru pembina UKS/ dokter kecit sesuai dengan kurikulum
yang berlaku .(Buku Pendidikan Olahraga dan Kesehatan ) untuk
semua murid kelas 1-6, dilaksanakan minimal satu kali tiap bulan
3) Pencegahan penyakit gigi dan mulut dengan melaksanakan kegiatan
sikat gigi bersama minimal untuk kelas I, II, dan III dibimbing oleh
guru dengan memakai pasta gigi yang mengandung fluor minimal satu
kali seminggu.

b. UKGS TAHAP II (DUA)/Paket Standar UKGS


Pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk murid SD dan MI sudah
terjalgkau oleh tenaga dan fasilitas kesehatan gigi yang terbatas ,
kegiatannya adalah;
l) Pelatihan kepada guru Pembina UKS dan dokter kecil tentang
pengetahuan kesehatan gigi dan mulut secara terintegrasi. Pelatihan
dilaksanakan oleh dinas pendidikan dengan nara sumber tenaga kesehatan
gigi.
2) Pendidikan dan penlmluhan kesehatan gigi dilaksanakan oleh guru
penjaskes / guru pembina UKS/ dokter kecil sesuai dengan kurikulum
yang berlaku (Buku Pendidikan Olahraga dan Kesehatan ) untuk semua
murid kelas 1-6, dilaksanakan minimal satu kali tiap bulan
3) Pencegahan penyakit grg dart mulut dengan melaksanakan kegiatan
sikat gigi bersama minimal untuk kelas I, lI, dan III dibimbing oleh guru
dengan memakai pasta gigi yang mengandung fluor minimal satu kali tiap
minggu.
4) Pengobatan darurat untuk menghilangkan rasa sakit oleh guru.
5) Penjaringan kesehatan gigi dan mulut untuk kelas I pada awal tahun
ajaran diikuti dengan pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya
tanggal, dengan persetujuan tertulis (informed consent) dari orang tua dan
tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan gigi.
6) Fissure sealant atau surface protection pada gigi molar (murid yang
membutuhkan dilakukan di sekolah atau dirujuk sesuai kemampuan bila
pada penjaringan murid kelas 1 dijumpai murid dengan gigi tetap ada
yang karies atau bila gigi susu karies lebih dari 8 gigi.
7) Rujukan bagi yang memerlukan.
c. UKGS Tahap III / Paket Optimal UKGS
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk murid yang sudah terjangkau
tenaga dan fasilitas kesehatan gigi yang sudah memadai
1) Pendidikan dan penyuluha! kesehatan gigi dilaksanakan oleh guru
penjaskes / guru pembina UKS/ dokter kecil sesuai dengan kurikulum
yang berlaku (Buku Pendidikan Olahraga dan Kesehatan ) untuk semua
murid kelas l-6, dilaksaaakan minimal satu kali tiap bulan.
2) Pencegahan penyakit gigi dan mulut dengan melaksanakan kegiatan
sikat gigi bersama minimaluntuk kelas l, lI, dan Ill dibimbing oleh guru
dengan memakai pasta gigi yang mengandung fluoride minimal satu kali
tiap minggu.
3) Pengobatan darurat untuk menghilargkan rasa sakit oleh guru.
4) Penjaringan kesehatan gigi dan mulut untuk kelas I pada awal tahun
ajaran diikuti dengan pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya
tanggal, dengan persetujuan tertulis (informed consent) dari orang tua dan
tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan gigi.
5) Surface protection atau Surface protection pada gigi molar tetap yang
sedang tumbuh pada murid kelas I dan 2
6) Pelayanan medik gigi dasar atas permintaan pada murid kelas I sampai
dengan kelas VI (care on demand)
7) Rujukan bagi yang memerlukan.
2. LANGKAH-LANGKAH
a. Persiapan
Kegiatan dijalankan dalam rangka mempersiapakan suasana yang mendukung
kelancaran program, mencakup:
1) Pengarahan dan forum komunikasi berjenjang, dengan unit-unit
lintas program dan lintas sektoral yang ada kaitannya dengan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut di SD dan MI, diselenggarakan di
bawah koordinasi atau koordinator kesehatan gigi dan mulut di Tingkat
Pusat, Dinas Kesehatan Propinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
2) Pada tingkat Puskesmas
a) Penjelasan dan pengarahan kepada pimpinan Puskesmas serta staf
pelaksanaan teknis, oleh koordinator kesehatan gigi da! mulut Dinas
Kesehatan Kabupaten/ Kota.
b) Penjelasan kepada unit Diknas dan unit Komite Sekolah Kecamatan
oleh Pimpinan Puskesmas/ Pelaksanaan Teknis.
c) Perencalaan bersama menentukan SD dan MI sasaran operasional.
d) Pendekatan kepada para guru SD dan MI sebagai sasaran
operasional, karena guru merupakal orang yang berpengaruh (key
person) dalam proses merubah perilaku murid. Karena itu hubungan
baik dengan para guru harus dibina terlebih dahulu oleh pelaksana
teknis.
e) Penjelasan kepada orang tua murid/Komite Sekolah melalui Kepala
Sekolah dan atau guru kelas.
b. Pelaksalaan Lapangan Pelaksanaan lapangan mencakup perangkat kegiatan
yang dilaksanakan pada tingkat Puskesmas, yang terdiri atas:
1) Pengumpulan data
a) Data dasar untuk keperluan perencanaan operasional, meliputi:
o Jumlah SD dan MI, murid dan guru
o Data tentang situasi pelaksanaan UKS berdasarkan paket
UKS
o Data tentang situasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut di
SD dan MI khususnya sehubungan dengan persentase sekolah
menurut pentahapan UKGS.
b) Data untuk evaluasi dampak program terhadap profil kesehatan gigi
dan mulut murid
o Oleh tenaga kesehatan
o Oleh guru
2) Intervensi perilaku
a) Penggerakan peran serta guru melalui lokakarya/pelatihan
b) Penyuluhan kepada murid berupa:
o Latihan menggosok gigi
o Pengajaran formal tentang kesehatan gigi dan mulut
o Penilaian kebersihan mulut oleh guru, melalui pemeriksaan rutin
o Penyuluhan oleh tenaga kesehatan secara insidental.
3) Intervensi medis teknis/perorangan
a) Pembuangan karang gigi
b) Pemeriksaan mulut, pengobatan sementara
c) Aplikasi fluor
o Melalui pasta gigi yang memenuhi persyaratan
o Untuk daerah khusus intensifikasi melalui kumurkumur dengan
larutan yang mengandung fluor aktif atau pemberian tablet fluor.

d) Penambalan, pencabutan, rujukan


4) Manajemen
a) Supervisi dan bimbingan teknis
o Kunjungan pembinaan ke SD dart MI, minimal 1X sebulan
o Kunjungan supervisi dan pembinaan ke Puskesmas oleh koordinator
kesehatan gigi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau kunjungan supervisi
oleh penanggung jawab program kesehatan gigi dan mulut Dinas
Kesehatan Propinsi ke Kabupaten/Kota minimal lx dalam 1 triwulan, dan
supervisi dari penanggung jawab program kesehatan gigi dart mulut pusat
ke daerah minimal 1x 1 tahun.
b) Pelaporan
c) Penilaian (Evaluasi)
Penilaian (evaluasi) UKGS ini dilaksanakan beberapa komponen:
o Komponen kegiatan (Proses) Meliputi penilaiai tentang pelaksanaan
lapangan, antara lain frekuensi pelaksanaan intervensi perilaku,
frekuensi pelaksanaan supervisi dan bimbingan teknis per minggu
(bulan).
o Komponen karya cipta loutrytl Meliputi penilaian volume pelayanan
antara lain jumlah murid yang diberi pelayanan medik gigi, jumlah
murid yang diberi peny,rluhan, per minggu (bulan)
o Komponen hasil antara (Outcome)
Meliputi penilaian tentang perubahan sikap dan perilaku antara lain
jumlah murid yang melakukan sikat gigi dengan benar, jumlah
murid memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut
sesuai kebutuhan.
o Komponen dampak (Impact) Meliputi penilaian survei perubahan
dalam status kesehatan gigi dan mulut murid.
a) Kebersihan gigi dan mulut murid (OHIS)
b) Pengalaman karies gigi (DMF-T)
c) Kondisi gusi

d) Pembinaan
Pembinaan mencakup:
l. Pembinaan untuk mempertahankan dan perbaikan status kesehatan
gigi dan mulut yang telah dicapai, kegiatan berupa:
o Penjaringan lscreeningl oleh gum dan atau tenaga kesehatan
gigi atau pelaksana UKS untuk menentukan jumlah murid yang
perlu perawatan.
o Kegiatan menggosok gigi di sekolah dilakukan secara teratur
di bawah koordinasi guru,
o Kegiatan perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi murid
yang memerlukan.
2. Pembinaan peran serta melalui forum komunikasi tatap muka,
latihan ketrampilan guru
Pelaksanaan ukgs tahap ii
SILABUS
1. Kegiatan : UKGS (penyuluhan dan sikat gigi masal)
2. Tema : “Gigi sehat senyum cemerlang”
3. Topik : Pengethuan tentang gigi, pencegahan gigi berlobang dan
pemeliharaan gigi
4. Sub Topik : Kesehatan dan kebersihan gigi
5. Sasaran : Murid SD
6. Tujuan :
1) Menambah pengetahuan murid tentang gigi
2) Menambah pengetahuan murid tentang pencegahan gigi
berlubang
3) Meningkatkan pemahaman murid tentang pemeliharan gigi
seperti cara menyikat gigi yang baik dan benar.
7. Materi :
 Penyuluhan mengenai gigi :
 Jenis beserta fungsi gigi
 Bagian-bagian gigi
 Jumlah gigi anak dan dewasa
 Akibat gigi tidak dijaga
 Penyebab gigi berlubang
 Cara pencegahan gigi berlubang
 Cara menyikat gigi yang baik dan benar
8. SDM yang dibutuhkan : Mahasiswa Coass dan Dokter gigi
9. Alat bantu : Phantom gigi, Poster, Sikat gigi, Hadiah
10. Waktu dan tempat
Waktu/Tanggal : 08.30 wib/19-23 Desember 2016
Tempat : - SD Negri 21 Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji
- SD N 30 Sidomuncul
- SD N 01 Ampang
- SD N 19 Pasar Ambacang
- SD N 26 Pasar Ambacang

11. Evaluasi : Tanya jawab diakhir penyuluhan

A. SD N 21 Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji, Padang.


Tanggal pelaksanaan : 19 Desember 2016
Kegiatan : Memberikan penyuluhan
a. Kelas : I
b. Jumlah murid : 103
c. Materi penyuluhan
1) Menjelaskan jenis dan fungsi gigi serta jumlah gigi anak-anak
dan dewasa
2) Menjelaskan bagian-bagian gigi beserta fungsi nya
3) Menjelaskan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut
dan akibat tidak dijaga
4) Menjelaskan tentang pemeliharaan kesehatan gigi yaitu cara
menyikat gigi yang baik dan benar dengan menampilkan
video
5) Menjelaskan waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan
memberitahukan agar penting memeriksakan gigi ke dokter
gigi setiap 6 bulan sekali
d. Tenaga pelaksana : 3 orang
e. Hambatan :
Pada saat dilakukannya penyuluhan ruangan yang
digunakan tidak kondusif dengan jumlah murid kelas I yang
banyak dikarenakan seluruh ruangan di gunakan untuk class
metting. Akibatnya ada beberapa murid yang tidak dapat kursi
berakibat kurang fokus dengan apa yang disampaikan oleh
pemateri.

B. SD N 30 Sidomuncul, Padang.
Tanggal pelaksanaan : 20 Desember 2016
Kegiatan :
 Memberikan penyuluhan
a. Kelas : I sampai V
b. Jumlah murid : kelas I = 20 murid
kelas II = 19 murid
kelas III = 17 murid
kelas IV = 22 murid
kelas V = 22 murid
c. Materi penyuluhan
a) Menjelaskan jenis dan fungsi gigi serta jumlah gigi anak-anak
dan dewasa
b) Menjelaskan bagian-bagian gigi beserta fungsi nya
c) Menjelaskan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut
dan akibat tidak dijaga
d) Menjelaskan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dengan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
e) Menjelaskan waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan
memberitahukan agar penting memeriksakan gigi ke dokter
gigi setiap 6 bulan sekali
d. Tenaga pelaksana : 3 orang
e. Hambatan :
Pada saat penyuluhan tidak terjadi hambatan yang berarti.
Semua murid tampak tenang mendengarkan materi penyuluhan
dan sangat antusias saat pemateri mempraktekkan cara
menyikat gigi dengan menggunakan phantom dan sikat gigi.

 Sikat gigi masal


a. Kelas : I
b. Jumlah murid : 20 orang
c. Tenaga pelaksana : 3 orang
d. Hambatan :
Tidak ada kendala yang cukup berarti saat dilakukannya
sikat gigi masal. Meskipun keadaan saat itu hujan murid-murid
yang berpartisipasi dalam kegiakan sikat gigi masal sangat
tertib dan antusias setelah dilakukan demo cara sikat gigi yang
baik dan benar oleh pemateri.

C. SD N 01 Ampang, Padang.
Tanggal pelaksanaan : 21 Desember 2016
Kegiatan :
 Memberikan penyuluhan
a. Kelas : I sampai V
b. Jumlah murid : kelas I = 34 murid
kelas II = 24 murid
kelas III = 30 murid
kelas IV = 34 murid
kelas V = 32 murid
c. Materi penyuluhan
f) Menjelaskan jenis dan fungsi gigi serta jumlah gigi anak-anak
dan dewasa
g) Menjelaskan bagian-bagian gigi beserta fungsi nya
h) Menjelaskan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut
dan akibat tidak dijaga
i) Menjelaskan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dengan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
j) Menjelaskan waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan
memberitahukan agar penting memeriksakan gigi ke dokter
gigi setiap 6 bulan sekali
d. Tenaga pelaksana : 3 orang
e. Hambatan :
Pada saat penyuluhan tidak terjadi hambatan yang berarti.
Semua murid tampak tenang mendengarkan materi penyuluhan
dan sangat antusias saat pemateri mempraktekkan cara
menyikat gigi dengan menggunakan phantom dan sikat gigi.

 Sikat gigi masal


e. Kelas : I
f. Jumlah murid : 34 orang
g. Tenaga pelaksana : 3 orang
h. Hambatan :

Tidak ada kendala saat dilakukannya sikat gigi masal.


Murid-murid yang berpartisipasi dalam kegiakan sikat gigi
masal sangat tertib setelah dilakukan demo cara sikat gigi yang
baik dan benar oleh pemateri.
D. SD N 19 Pasar Ambacang, Padang.
Tanggal pelaksanaan : 22 Desember 2016
Kegiatan : Memberikan penyuluhan
a. Kelas : I
b. Jumlah murid : kelas I = 15 murid
kelas II = 19 murid
kelas III = 22 murid
kelas IV = 12 murid
kelas V = 19 murid
c. Materi penyuluhan
1) Menjelaskan jenis dan fungsi gigi serta jumlah gigi anak-anak
dan dewasa
2) Menjelaskan bagian-bagian gigi beserta fungsi nya
3) Menjelaskan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut
dan akibat tidak dijaga
4) Menjelaskan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dengan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
5) Menjelaskan waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan
memberitahukan agar penting memeriksakan gigi ke dokter gigi
setiap 6 bulan sekali
d. Tenaga pelaksana : 3 orang
e. Hambatan :
Pada saat penyuluhan tidak terjadi hambatan yang berarti.
Semua murid tampak tenang mendengarkan materi penyuluhan
dan sangat antusias saat pemateri mempraktekkan cara
menyikat gigi dengan menggunakan phantom dan sikat gigi.

E. SD N 26 Pasar Ambacang, Padang.


Tanggal pelaksanaan : 23 Desember 2016
Kegiatan :
 Memberikan penyuluhan
a. Kelas : I sampai V
b. Jumlah murid : kelas I = 30 murid
kelas II = 23 murid
kelas III = 25 murid
kelas IV = 26 murid
kelas V = 22 murid
c. Materi penyuluhan
a) Menjelaskan jenis dan fungsi gigi serta jumlah gigi anak-anak
dan dewasa
b) Menjelaskan bagian-bagian gigi beserta fungsi nya
c) Menjelaskan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut
dan akibat tidak dijaga
d) Menjelaskan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dengan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
e) Menjelaskan waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan
memberitahukan agar penting memeriksakan gigi ke dokter
gigi setiap 6 bulan sekali
d. Tenaga pelaksana : 3 orang
e. Hambatan :
Pada saat penyuluhan tidak terjadi hambatan yang berarti.
Semua murid tampak tenang mendengarkan materi penyuluhan
dan sangat antusias saat pemateri mempraktekkan cara
menyikat gigi dengan menggunakan phantom dan sikat gigi.

 Sikat gigi masal


a. Kelas : I dan II
b. Jumlah murid : 35 orang
c. Tenaga pelaksana : 3 orang
d. Hambatan :
Tidak ada kendala saat dilakukannya sikat gigi masal.
Murid-murid yang berpartisipasi dalam kegiakan sikat gigi
masal sangat tertib setelah dilakukan demo cara sikat gigi yang
baik dan benar oleh pemateri.