Anda di halaman 1dari 3

69

BAB V
KESIMPULAN

1. GEA
Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada
anak di negara berkembang. Diare akut adalah buang air besar lebih dari 3kali
dalam 24 jam dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 1 minggu.
etologi diare akut dibagi atas 4 penyebab: bakteri, virus, parasit dan non-infektif.
Secara umum diare disebabkan oleh 2 hal, yaitu gangguan pada proses absorpsi
atau sekresi. Bila penderita telah kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka
gejala dehidrasi mulai tampak, berat badan turun, turgor kulit berkurang, mata dan
ubun-ubun besar menjadi cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak
kering.
Depkes menetapkan lima pilar penatalaksanaan diare bagi semua kasus
diare yang diderita anak balita baik yang dirawat di rumah maupun sedang
dirawat di rumah sakit, yaitu: 1) Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru ; 2)
Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut; 3) ASI dan makanan tetap
diteruskan; 4) Antibiotik selektif; 5) Nasihat kepada orang tua Ensefalopati
hipoksik iskemik adalah suatu sindroma yang ditandai dengan adanya kelainan
klinis dan laboratorium yang timbul karena adanya cedera pada otak akut yang
disebabkan karena asfiksia dan merupakan penyebab penting kerusakan permanen
sel-sel pada susunan saraf pusat (SSP).
2. HipoksiaIskemik Ensefalopati
Angka kejadian ensefalopati hipoksik iskemik berkisar antara 0,3 - 1,8%
di negara-negara maju, sedangkan di Indonesia belum ada catatan yang cukup
valid. Kesadaran letargik, tonus otot flaksid, adanya mioklonus, sering kejang,
dan lemahnya refleks moro merupakan tanda utama ensefalopati hipoksik
iskemik. Selain itu pucat, sianosis, apnea, bradikardia dan tidak adanya respon
terhadap stimulasi juga merupakan tanda lain terjadinya ensefalopati hipoksik
iskemik.
Terapi bersifat suportif dan berhubungan langsung dengan manifestasi
kelainan sistem organ. Tetapi hingga saat ini, tidak ada terapi yang terbukti efektif
70

untuk mengatasi cedera jaringan otak, walaupun banyak obat dan prosedur telah
dilakukan. Prognosis tergantung pada adanya komplikasi baik metabolik dan
kardiopulmoner yang dapat diterapi, usia kehamilan dan beratnya derajat
ensefalopati hipoksik iskemik.
3. Ensefalitis
Ensefalitis adalah penyakit disfungsi akut sistem saraf pusat, ditandai
dengan terjadinya infeksi dan inflamasi parenkim otak yang dibuktikan dengan
pemeriksaan radiologik maupun histopatologik
Pada umumnya virus ensefalitis masuk melalui sistem limfatik, baik
berasal dari menelan enterovirus akibat gigitan nyamuk atau serangga lain.
Didalam sistem limfatik ini terjadi perkembangbiakan dan penyebaran ke dalam
aliran darah yang mengakibatkan infeksi pada beberapa organ.
Secara umum, gejalanya berupa trias ensefalitis, yaitu demam, kejang dan
kesadaran menurun. Penanganan ensefalitis biasanya tidak spesifik, tujuan dari
penanganan tersebut adalah mempertahankan fungsi organ, yaitu mengusahakan
jalan nafas tetap terbuka, pemberian makanan secara enteral atau parenteral,
menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, koreksi terhadap gangguan
keseimbangan asam basa darah
4. TOF
ToF merupakan penyakit jantung bawaan sianotik yang terdiri dari empat
kelainan anatomi yaitu VSD, stenosis pulmonal, hipertrofi ventrikel kanan, dan
overriding aorta. Empat kelainan ini menyebabkan perbedaan sirkulasi darah
penderita ToF.
Deteksi dini ToF dapat dilakukan sejak usia dini. Anamnesis atau
alloanamnesis, pemeriksaan fi sik, dan pemeriksaan penunjang yang tepat mampu
menegakkan diagnosis ToF. Penegakan diagnosis yang tepat memudahkan
penanganan. Tata laksana yang baik bagi penderita ToF adalah dengan melakukan
bedah kuratif. Selain itu, komplikasi pada penderita ToF juga perlu diantisipasi.
Komplikasi yang perlu diwaspadai adalah abses serebri, gagal jantung,
endokarditis, dan polisitemia. Penderita ToF dengan komplikasi perlu diberi tata
laksana yang sesuai.
71

5. Sepsis
Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam kehidupan (life-
threatening organ dysfunction) yang disebabkan oleh disregulasi imun terhadap
infeksi. Insiden sepsis lebih tinggi pada kelompok neonatus dan bayi
<1tahun dibandingkan dengan usia >1-18 tahun. Sepsis disebabkan oleh
respon imun yang dipicu oleh infeksi. Bakteri, merupakan penyebab infeksi
yang paling sering, tetapi dapat pula berasal dari jamur, virus, atau parasite.
Diagnosis sepsis ditegakkan berdasarkan adanya: (1) Infeksi, meliputi
(a) faktor predisposisi infeksi, (b) tanda atau bukti infeksi yang sedang
berlangsung, (c) respon inflamasi; dan (2) tanda disfungsi/gagal organ.