Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Danau Maninjau merupakan salah satu danau yang menjadi prioritas dari lima belas
danau di Indonesia yang perlu diselamatkan berlandaskan pada kerusakan danau
yang terjadi maupun dari aspek pemanfaatan danau (Kementrian Lingkungan
Hidup, 2015). Dewasa ini, tekanan terhadap lingkungan perairan Danau Maninjau
tidak hanya disebabkan oleh semakin berkembangnya budidaya perikanan, namun
juga meluasnya pemanfaatan lahan di sekitar danau untuk pemukiman, alih fungsi
sawah menjadi kolam ikan dan peruntukkan lainnya seperti sebagai tempat wisata
dan PLTA untuk pembangunan infrastruktur (Kabupaten Agam dalam Angka,
2012).

Sejak tahun 1992 Danau Maninjau telah dimanfaatkan sebagai lahan


pengembangan budidaya ikan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) dengan
perkembangan yang pesat (Syandri, dkk., 2013). KJA memberikan kontribusi
beban pencemaran terbesar terhadap Danau Maninjau, yaitu sebesar 95,37%.
Berdasarkan Data Status Lingkungan Hidup Kabupaten Agam tahun (2015) laju
perubahan jumlah produksi KJA di Danau Maninjau dari tahun 2010 sampai
dengan tahun 2015 telah mencapai 44,03% dengan jumlah produksi KJA pada
tahun 2015 sebesar 52.500 ton/hari. Sedangkan berdasarkan hasil pengendalian dan
penanganan sedimen Danau Maninjau Pemerintah Kabupaten Agam (2018) terjadi
peningkatan 392% jumlah keramba selama 15 tahun dari tahun 2001-2016 dimana
pada tahun 2016 jumlah KJA telah mencapai 17.226 petak.

Selain KJA, kualitas air Danau Maninjau juga mengalami penurunan akibat adanya
aktivitas penduduk di sekeliling Danau Maninjau. Hal ini dapat dilihat dari
penelitian kualias air danau pada thaun 2007 oleh Marganof dimana kualitas Danau
Maninjau termasuk klasifikasi baku mutu air kelas 1 berdasarkan PP RI No. 82
Tahun 2001 untuk parameter TSS, COD, BOD5, nitrit dan fosfat serta termasuk
kualitas sedang atau tercemar ringan menurut Indeks Mutu Lingkungan Perairan
(IMLP). Sementara itu, pada tahun 2013, penelitian Prima memperlihatkan bahwa
kualitas Danau Maninjau sudah tidak memenuhi klasifikasi baku mutu air kelas 3
untuk parameter BOD5 dan COD akibat konstribusi pencemar organik dari aktifitas
keramba jaring apung yang mencapai 253.125 ton/tahun di samping aktivitas
lainnya seperti pemukiman, peternakan, perhotelan dan rumah makan. Selanjutnya,
berdasarkan dari Data Status Lingkungan Hidup Kabupaten Agam tahun (2015)
laju perubahan jumlah beban pencemar BOD dan COD seiring dengan
pertambahan jumlah produksi KJA pada tahun 2015 masing-masing telah mencapai
44,03% dimana dengan kadar tertinggi pada tahun 2015 yaitu sebesar 13.894,52
kg/hari untuk BOD dan 20.841,78 kg/hari untuk COD. Selain itu, berdasarkan
perhitungan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (2017),
sebanyak 47.518 kg beban pencemar organik yaitu BOD dan COD masuk ke dalam
perairan Danau Maninjau setiap harinya atau sebesar 17.344 ton/tahun.
Berdasarkan perhitungan ini maka diperkirakan selama tahun 1991-2017 terdapat
450.499 ton beban pencemar organik dari aktivitas KJA yang masuk ke perairan
danau.

Banyaknya beban pencemar yang masuk dapat mempengaruhi kemampuan self


purificstion danau tersebut. Menurut Prima (2013) Danau Maninjau masih
memiliki kemampuan untuk mendagradasi beban pencemar secara alamiah (self
purificstion) dilihat dari nilai rasio purifikasi (k2/k1) melebihi 1 yaitu berkisar antara
1,282-7,242 yang menunjukkan bahwa Danau Maninjau masih mempunyai daya
dukung yang lebih besar terhadap pencemar-pencemar organik yang masuk ke
danau. Walaupun demikian, peningkatan sumber pencemar yang ada telah
menambah beban organik yang terdapat di Danau Maninjau, sementara danau
memiliki kemampuan terbatas dalam melaukan self purification terhadap beban
pencemar. Oleh karena itu, dengan adanya beban pecemar pada tahun 2018 ini
peneliti melakukan penelitian terhadap konstanta purifikasi pencemar organik
dimana nantinya akan diketahui kemampuan self purification Danau Maninjau
melalui parameter BOD dan COD dengan pengukuran berbagai kedalaman dan
memperhitungkan sumber pencemar.

Ikrima Nazhifa (1410942008) I-2


1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud penelitian dari tugas akhir ini adalah mengetahui kemampuan purifikasi
pencemar organik Danau Maninjau ditinjau dari parameter BOD dan COD.

Tujuan penelitian ini antara lain adalah:


1. Menentukan konsentrasi/kadar beban pencemar organik BOD dan COD di
Danau Maninjau pada berbagai stratifikasi kedalaman dengan mengukur
parameter lingkungan (DO, pH, suhu dan kecepatan angina);
2. Menentukan konstanta purifikasi pencemar organik BOD dan COD yang
terdapat pada Danau Maninjau dan menganalis kemampuan purifikasi Danau
Maninjau terhadap beban pencemar organik BOD dan COD.

1.3 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai pedoman bagi pemerintah dalam upaya
pemeliharaan dan peningkatan kualitas air Danau Maninjau serta pengendalian
terhadap pencemaran perairan Danau Maninjau.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah pada tugas akhir ini adalah:


1. Sampel yang digunakan adalah sampel air Danau Maninjau yang mengacu
kepada SNI 6989.57:2008 tentang Metoda Pengambilan Contoh Air Permukaan
dengan mempertimbangkan lokasi sampling terhadap pemanfaatan danau
(pemukiman, perikanan, keramba dan PLTA), aliran sungai yang masuk dan
keluar danau, serta pada sisi tengah danau dengan frekuensi 3 kali pengambilan
sampel;
2. Beban pencemar organik yang diteliti adalah parameter BOD dan COD dengan
parameter pendukung pH, DO, suhu dan kecepatan angin;
3. Kemampuan self purification Danau Maninjau ditentukan melalui nilai
koefisien deoksigenasi (k1), koefisien reaerasi (k2) dan rasio purifikasi;
4. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi tidak hujan dengan tidak
mempetimbangkan faktor pengenceran dari air hujan.

1.5 Sistematika Penulisan

Ikrima Nazhifa (1410942008) I-3


Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang, maksud dan tujuan penelitian,
manfaat penelitian, batasan masalah penelitian dan sistematika
penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Bab ini membahas tentang kualitas air danau, parameter pencemar
air danau dan metode purifikasi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


Bab ini menjelaskan tahapan penelitian yang dilakukan, metode
analisis di laboratorium, serta lokasi dan waktu penelitian.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


Bab ini berisikan hasil penelitian disertai dengan pembahasannya.

BAB V PENUTUP
Bab ini berisikan simpulan dan saran berdasarkan pembahasan yang
telah diuraikan.

Ikrima Nazhifa (1410942008) I-4