Anda di halaman 1dari 4

Nama : Resky.

NIM : A31115022

Kuliah : Pengauditan II

Materi : Audit Siklus Pendapatan : Pengujian Pengendalian (Materi 1)

Tugas : Rangkuman Materi Kuliah

AUDIT SIKLUS PENDAPATAN : PENGUJIAN PENGENDALIAN

1. Mampu Memahami Sifat Pendapatan

Siklus pendapatan (revenue cycle) perusahaan terdiri dari aktivitas – aktivitas yang
berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatan
dalam bentuk kas. Perusahaan yang berbeda juga memiliki sumber pendapatan yang
berbeda. Sebagai contoh, perusahaan barang dagang dan pabrikasi yang melakukan penjualan;
dokter, pengacara, akuntan publik yang menerima uang jasa (fee); serta bioskop, bank serta
lembaga keuangan yang menerima bunga dan deviden. Untuk itu, diperlukannya audit yang
memiliki tujuan berkaitan dengan bukti kompeten yang cukup mengenai setiap asersi laporan
keuangan yang signifikan menyangkut saldo serta transaksi siklus pendapatan. Untuk
mengurangi risiko salah saji dalam melaporkan laporan keuangan. Untuk itu, diperlukannya
pemahaman mengenai bisnis dan industry klien.

2. Mampu Memahami Aktivitas Pengendalian Transaksi Penjualan Kredit

Seiring berkembangnya teknologi, penjualan tidak lagi hanya dilakukan dengan


bertatap langsung dengan sang pelanggan. Namun kini, penjualan dapat dilakukan secara over
the counter, seperti melalui telepon, surat, fax, atau pun pemesanan secara online. Dimana
dalam hal ini, transaksi penjualan dicatat melalui media elektronik seperti computer yang dapat
menyesuaikan data penjualan sesuai dengan situasi. Penggunaan aplikasi pendukung sangat
dibutuhkan untuk ini. Sehingga akan mengurangi risiko salah saji dalam laporan keuangan yang
berhubungan dengan penjualan.

Namun, jika pengendalian secara umum tidak berjalan dengan baik atau dinilai tidak
efektif maka kepercayaan terhadap penggunaan aplikasi tersebut akan berkurang bahkan tidak
digunakan lagi. Dokumen dan catatan yang digunakan dalam pemrosesan transaksi penjualan
secara kredit seringkali mencakup hal – hal sebagai berikut:

 Pesanan pelanggan
 Pesanan penjualan
 Dokumen pengiriman
 Faktur penjualan
 Daftar harga yang terotorisasi
 File transaksi penjualan
 Jurnal penjaulan
 File induk pelanggan
 File induk piutang usaha
 Laporan bulanan pelanggan

Pemrosesan transaksi pendapatan mencakup fungsi – fungsi pendapatan sebagai berikut:

 Memprakarsai penjualan
Permintaan dari sebuah perusahaan untuk melakukan transaksi penjualan dengan
perusahaan lain, meliputi hal berikut:
 Penerimaan pesanan pelanggan
 Persetujuan kredit
 Pengiriman barang dan jasa
Pengiriman fisik pemesanan barang dan jasa meliputi:
 Pemenuhan pesanan penjualan
 Pengiriman pesanan penjualan
 Pengakuan secara formal terhadap pendapatan oleh perusahaan, meliputi:
 Penagihan penjualan
 Pencatatan penjualan

3. Mampu Memahami Aktivitas Pengendalian Transaksi Penerimaan Kas

Penerimaan kas merupakan hasil dari berbagai aktivitas. Seperti kas yang diterima dari
tansaksi penjulan, pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang, penerbitan modal,
maupun penjualan sekuritas, investasi jangka panjang, serta aktiva lainnya.
Dokumen yang digunakan dalam proses penerimaan kas adalah sebagai berikut ini:

 Bukti penerimaan uang


 Pradaftar
 Lembar Perhitungan Kas
 Ikhtisar Kas Harian

 Slip Deposit yang Disahkan

 File Transaksi Penerimaan Kas

 Jurnal Penerimaan Kas

Fungsi penrimaan kas, meliputi pemrosesan penerimaan dari penjualan tunai dan
kredit, termasuk sub fungsi berikut:

 Penerimaan Kas
 Menyetorkan Kas ke Bank
 Mencatat Penerimaan Kas

4. Mampu Memahami Transaksi Penyesuaian Penjualan

Transaksi penyesuaian penjualan meliputi:

 Pemberian potongan tunai

 Pembrian retur penjualan dan pengurangan harga

 Penentuan piutang tak tertagih

Dalam banyak perusahaan, jumlah dan nilai uang dari transaksi di atas tidaklah
material. Namun, berbeda untuk beberapa perusahaan, potensi salah saji yang diakibatkan oleh
kesalahan dan penyelewengan dalam pemrosesan transaksi di atas perlu dipertimbangkan. Pada
umumnya perhatian tertuju pada kemungkinan pencatatan transaksi penyesuaian penjualan
fiktif untuk menyembunyikan penyelewengan yang dilakukan dengan menghapus akun
pelanggan terhadap penyisihan piutang tak tertagih.

Penggelapan kas juga dapat ditutupi dengan menyatakan bahwa diskon tunai atau retur
penjualan terlalu tinggi. Oleh karena itu, aktivitas penegndalian bermanfaat dalam mengurangi
risiko penyelewengan yang berfokus pada penetapan validitas, atau eksistensi atau kejadian.
transaksi tersebut mencakup hal – hal berikut:

 Otorisasi yang tepat atas seluruh transaksi penyesuaian penjualan.


 Perhitungan independen atas barang – barang yang diretur.

 Penggunaan dokumen dan catatan yang tepat, terutama penggunaan memo kredit
yang telah disetujui untuk pemberian kredit atas barang – barang yang
dikembaliak atau rusak, serta memo otorisasi penghapusan untuk menghapus
piutang tak tertagih pelanggan. Disamping itu, manajemen juga bertanggung
jawab atas jumlah seluruh kredit seperti itu dan dampaknya terhadap pendapatan
serta margin kotor.

 Pemisahan tugas untuk mengotorisasi transaksi penyesuaian penjualan dan


penanganan serta pencatatan penerimaan kas. Diamana baisanya manajemenlah
yang bertanggung jawab atas hasil keuangan dalam suatu departemen yang
memiliki tanggung jawab mengotorisasi transaksi penyesuaian penjualan.

Apabila terdapat potensi salah saji yang material dari transaksi penyesuaian penjualan,
maka auditor harus memperoleh pemahaman atas seluruh aspek yang relevan dari seluruh
komponen struktur pengendalian internal dan mempertimbangkan factor – factor yang
memperngaruhi risiko salah saji semacam itu. Banyak perusahaan menggunakan computer
untuk menghitung kembali diskon tunai berdasarkan termin pada faktur penjualan dan tanggal
penrimaan kas.

Biasanya manajemen mengandalkan pengendalin atas tanggung jawab tingkat manajer


yang lebih rendah untuk mengendalikan tingkat retur penjualan dan penghapusan piutang tak
tertagih. Namun, apabila transaksi tersebut bersifat material, maka auditor harus menginspeksi
laporan manajerial penting dan melakukan tanya jawab serta observasi mengenai tindakan
apakah yang akan diambil atas laporan tersebut. Auditor juga dapat mempertimbangkan untuk
menginspeksi:

 Momerandum kredit atas retu penjualan sebagai:


 Indikasi persetujuan yang lengkap
 Penyertaan laporan penerimaan yang membuktikan retur barang actual
 Penulisan otorisasi atas penghapusan piutang usaha dan dokumentasi pendukung,
seperti korespondensi dengan pelanggan atau penagih.