Anda di halaman 1dari 42

AKUNTANSI TRANSAKSI

DALAM MATA UANG ASING

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

akl 2 1
TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING
transaksi yang nilainya dinyatakan dalam satuan mata
uang asing

MATA UANG ASING


mata uang selain mata uang pencatatan dan pelaporan

DI INDONESIA
● Mata uang pencatatan dan pelaporan : Rupiah
● Mata uang asing : selain Rupiah

akl 2 2
Untuk tujuan pencatatan dan pelaporan, seluruh
transaksi dalam mata uang asing harus dijabarkan
ke dalam mata uang RUPIAH berdasarkan KURS
tertentu

KURS adalah nilai tukar suatu mata uang


terhadap mata uang lainnya pada waktu
tertentu

akl 2 3
MACAM-MACAM KURS
( berdasarkan waktu terjadinya )

 KURS SPOT (Spot Rate) : kurs yang berlaku atau disepa-


kati pada saat transaksi terjadi.

 KURS SEKARANG (Current Rate) : kurs yang berlaku pa-


da saat ini. (Istilah “kurs sekarang” umumnya digunakan
untuk menunjuk kurs yang berlaku pada tanggal neraca)

 KURS HISTORIS (Historical Rate) : kurs yang berlaku pa-


da tanggal tertentu di masa lalu, saat terjadinya suatu
transaksi.

 KURS MASA DEPAN (Forward Rate) : kurs yang berlaku


dimasa mendatang yang disepakati sekarang
akl 2 4
PRINSIP PENJABARAN TRANSAKSI
DALAM MATA UANG ASING

 Transaksi dalam MUA harus dijabarkan ke dalam Rupiah


dengan menggunakan kurs spot (spot rate)

 Pada tanggal neraca, akun-akun neraca dalam MUA ha-


rus dinyatakan kembali (disesuaikan) ke Rupiah dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut
(kurs sekarang atau current rate)

 Laba/rugi yang timbul akibat perubahan kurs harus


dilaporkan dalam laporan laba-rugi untuk periode yang
bersangkutan.

akl 2 5
Contoh:
TRANSAKSI PEMBELIAN YANG DINYATAKAN DALAM
MATA UANG ASING

1 Desember 2009 : PT Abuba (Indonesia) membeli barang


dagangan dari Malaysia seharga 10.000 Ringgit. Spot rate
Rp 770.

Pembelian ..................................Rp 7.700.000


Utang dagang – MYR ......... Rp 7.700.000

akl 2 6
31 Desember 2009 : PT Abuba menutup buku. Kurs untuk
Ringgit pada tanggal ini (current rate) adalah Rp 765.
Utang dagang – MYR ............................ Rp 50.000
Laba/rugi selisih kurs ...................... Rp 50.000
(menyesuaikan akun utang dagang karena perubahan kurs akhir tahun)

30 Januari 2010 : PT Abuba melunasi seluruh utang


dagang. Spot rate Rp 775.

Utang dagang – MYR ................... Rp 7.650.000


Laba/rugi selisih kurs ..................... 100.000
Kas .......................................... Rp 7.750.000

akl 2 7
Contoh:
TRANSAKSI PENJUALAN YANG DINYATAKAN DALAM
MATA UANG ASING

16 Desember 2009 : PT Abuba (Indonesia) menjual produk


ke Malaysia seharga 20.000 Ringgit. Spot rate Rp 760.

Piutang dagang – MYR ..........Rp 15.200.000


Penjualan .......................... Rp 15.200.000

akl 2 8
31 Desember 2009 : PT Abuba menutup buku. Current rate
untuk Ringgit adalah Rp 765.

Piutang dagang – MYR ..................Rp 100.000


Laba/rugi selisih kurs ............... Rp 100.000
(menyesuaikan akun piutang dagang karena perubahan kurs akhir tahun)

15 Januari 2010 : PT Abuba menerima pembayaran piutang


dagang sebesar 20.000 Ringgit. Spot rate Rp 770.

Kas – MYR ............................ Rp 15.400.000


Piutang dagang – MYR .... Rp 15.300.000
Laba/rugi selisih kurs ...... 100.000

akl 2 9
KONTRAK BERJANGKA
( FORWARD CONTRACT )

KONTRAK BERJANGKA : perjanjian untuk melakukan pertu-


karan (pembelian atau penjualan) mata uang yang berbe-
da pada waktu tertentu di masa yang akan datang, berda-
sarkan kurs masa mendatang yang di-sepakati sekarang
(disebut forward rate)

TUJUAN / MOTIVASI:
(1) Spekulasi dalam menghadapi pergerakan kurs.
(2) Hedging atas utang / piutang MUA yang masih terbuka
(3) Hedging atas komitmen dalam MUA.

akl 2 10
AKUNTANSI KONTRAK BERJANGKA
UNTUK TUJUAN SPEKULASI

 Kontrak berjangka untuk tujuan spekulasi harus dinilai


pada forward rate yang dipakai sepanjang masa kontrak.

 Laba/rugi selisih kurs dari kontrak berjangka spekulasi di-


laporkan dalam laporan laba-rugi pada periode di mana
forward rate mengalami perubahan

akl 2 11
CONTOH:
2 Nopember 2009 : PT Astra melakukan kontrak berjangka
90 hari untuk membeli Ringgit Malaysia sejumlah MYR
10.000. Forward rate pada 90 hari yang akan datang ada-
lah Rp 615. Spot rate tanggal 2 Nop 2009 adalah Rp 619

Piutang kontrak – MYR .............. Rp 6.150.000


Utang kontrak ........................ Rp 6.150.000

akl 2 12
31 Desember 2009 : PT Astra menutup buku. Kontrak
berjangka tinggal 30 hari lagi. Forward rate untuk 30 hari
yang akan datang adalah Rp 620. Current rate 31
Desember 2009 adalah Rp 625

Piutang kontrak – MYR ..................... Rp 50.000


Laba/rugi selisih kurs ................... Rp 50.000
(menyesuaikan akun piutang kontrak krn perubahan forward rate)

akl 2 13
30 Januari 2010 : PT Astra merealisasi kontrak, menerima
MYR 10.000 dan membayar Rp 6.150.000 sesuai perjan-
jian. Spot rate pada tanggal ini adalah Rp 628

Kas – MYR .................................Rp 6.280.000


Piutang dagang – MYR ....... Rp 6.200.000
Laba/rugi selisih kurs ......... 80.000
(mencatat penerimaan MYR 10.000 ketika kurs spot Rp 628)

Utang kontrak ...........................Rp 6.150.000


Kas ....................................... Rp 6.150.000
(mencatat pembayaran utang kontrak sesuai dengan perjanjian)

akl 2 14
KONTRAK BERJANGKA UNTUK TUJUAN
HEDGING UTANG/PIUTANG DALAM MATA
UANG ASING

HEDGING : adalah kontrak penjualan atau


pembelian MUA untuk menghindari risiko kerugian
karena menanggung utang atau memiliki piutang
dalam MUA

akl 2 15
HEDGING PIUTANG DALAM MATA UANG ASING

 Dilakukan oleh EKSPORTIR


 Strategi : melakukan kontrak berjangka untuk
MENJUAL MUA

HEDGING UTANG DALAM MATA UANG ASING

 Dilakukan oleh IMPORTIR


 Strategi : melakukan kontrak berjangka untuk
MEMBELI MUA

akl 2 16
AKUNTANSI UNTUK HEDGING
ATAS PIUTANG/UTANG DALAM MATA UANG ASING

Prosedur akuntansi untuk hedging atas piutang dalam MUA


dan utang dalam MUA

HEDGING ATAS PIUTANG MUA


Menimbulkan “Diskonto
Kontrak Berjangka”
Spot Rate  Forward Rate

HEDGING ATAS UTANG MUA


Menimbulkan “Premi Kontrak
Berjangka”
Spot Rate < Forward Rate

akl 2 17
Prosedur akuntansi untuk akhir periode berjalan

AMORTISASI DISKONTO
Beban yang harus dilaporkan
pada periode berjalan
AMORTISASI PREMI

JURNAL AMORTISASI DISKONTO :


(D). Amortisasi Diskonto Kontrak Berjangka
(K). Diskonto Kontrak Berjangka
(Jumlah diskonto dibagi jangka waktu kontrak)

JURNAL AMORTISASI PREMI :


(D). Amortisasi Premi Kontrak Berjangka
(K). Premi Kontrak Berjangka
(Jumlah premi dibagi jangka waktu kontrak)
akl 2 18
AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI HEDGING
ATAS PIUTANG DALAM MATA UANG ASING

Contoh:
1 Desember 2009 : PT Pertamina menjual minyak ke
Selandia Baru seharga NZD 150,000 (New Zealand Dollar),
pembayaran jatuh tempo 60 hari yaitu 30 Januari 2010.
Spot rate tanggal 1 Desember 2009 adalah Rp 1.015

Piutang dagang – NZD ......... Rp 152.250.000


Penjualan ......................... Rp 152.250.000

akl 2 19
Pada saat yang sama (1 Desember 2009) PT Pertamina
melakukan kontrak berjangka untuk menjual NZD 150,000
tsb. pada 60 hari yang akan datang. Forward rate untuk 60
hari yang akan datang adalah Rp 1.014

Piutang kontrak ...................... Rp 152.100.000


Diskonto kontrak berjangka .. Rp 150.000
Utang kontrak – NZD.... Rp 152.250.000

diskonto kontrak berjangka harus diamortisasi selama masa


kontrak

akl 2 20
31 Desember 2009 : PT Pertamina menutup buku. Current
rate Rp 1.014,80

Laba/rugi selisih kurs .................. Rp30.000


Piutang dagang – NZD …….. Rp 30.000
(menyesuaikan akun piutang dagang berdasarkan current rate)

Utang kontrak - NZD .................... Rp 30.000


Laba/rugi selisih kurs .............. Rp 30.000
(menyesuaikan akun utang kontrak berdasarkan current rate)

Amortisasi diskonto kontrak berjangka …Rp 75.000


Diskonto kontrak berjangka ............ Rp 75.000
(mencatat amortisasi diskonto : Rp 150.000 / 2)

akl 2 21
30 Januari 2010 : PT Pertamina menerima pembayaran
dari Selandia Baru sebesar NZD 150,000. Spot rate pada
tanggal ini adalah Rp 1.014,70

Kas – NZD ............................ Rp 152.205.000


Laba/rugi selisih kurs ............ 15.000
Piutang dagang – NZD .... Rp 152.220.000

akl 2 22
Pada tanggal yang sama (30 Januari 2010) PT Pertamina
menyerahkan NZD 150,000 kepada pedagang valas sesuai
kontrak. Pertamina juga menerima Rupiah sesuai kontrak

Utang kontrak – NZD ...... Rp 152.220.000


Kas - NZD ………… Rp 152.205.000
Laba/rugi selisihkurs ... 15.000
(mencatat penyerahan NZD 150,000 sesuai dengan kontrak)

akl 2 23
Kas ......................................... Rp 152.100.000
Piutang kontrak .............. Rp 152.100.000
(mencatat penerimaan kas sesuai dengan kontrak)

Amortisasi diskonto kontrak berjangka …..Rp 75.000


Diskonto kontrak berjangka ............... Rp 75.000
(mencatat amortisasi diskonto diakhir masa kontrak: Rp 150.000 / 2)

akl 2 24
AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI HEDGING
ATAS HUTANG DALAM MATA UANG ASING

Contoh:
1 Desember 2009 : PT Pertamina membeli minyak dari
Australia seharga AUD 10,000 (Australian Dollar),
pembayaran jatuh tempo 60 hari yaitu 30 Januari 2010.
Spot rate tanggal 1 Desember 2009 adalah Rp 1.560

Pembelian ........................... Rp 15.600.000


Utang dagang - AUD.... Rp 15.600.000

akl 2 25
CONTOH:
1 Desember 2009 : PT Pertamina melakukan kontrak ber-
jangka 60 hari untuk membeli AUD 10,000 (Australian
Dollar). Forward rate untuk 60 hari yang akan datang
adalah Rp 1.575. Spot rate pada tgl ini adalah Rp 1.560

Piutang kontrak - AUD ...........Rp. 15.600.000


Premi kontrak berjangka ......... 50.000
Utang kontrak ................... Rp.15.750.000

akl 2 26
31 Desember 2009 : PT Pertamina menutup buku. Current
rate Rp 1.570

Laba/rugi selisih kurs ............... Rp100.000


Utang dagang – AUD …….. Rp 100.000
(menyesuaikan akun piutang dagang berdasarkan current rate)

Piutang kontrak - AUD ............ Rp 100.000


Laba/rugi selisih kurs ......... Rp 100.000
(menyesuaikan akun utang kontrak berdasarkan current rate)

Amortisasi premi kontrak berjangka .Rp. 25.000


Premi kontrak berjangka …………. Rp. 25.000
(mencatat amortisasi premi : Rp. 50.000 /2)

akl 2 27
Pada tanggal 30 Januari 2010 PT Pertamina menerima
AUD 10,000 dari pedagang valas sesuai kontrak. Pertamina
juga menyerahkan Rupiah sesuai kontrak. Spot rate pada
tanggal ini adalah Rp. 1.580

Kas – AUD ........................ Rp 15.800.000


Piutang Kontrak - AUD Rp 15.700.000
Laba/rugi selisih kurs… Rp. 100.000
(mencatat penerimaan AUD 10,000 sesuai dengan kontrak)

akl 2 28
Utang kontrak..................... Rp 15.750.000
Kas ……………............... Rp 15.750.000
(mencatat pengeluaran kas sesuai dengan kontrak)

Amortisasi premi kontrak berjangka …Rp 25.000


Premi kontrak berjangka …............. Rp 25.000
(mencatat amortisasi premi diakhir masa kontrak: Rp 50.000 / 2)

akl 2 29
30 Januari 2010 : PT Pertamina melakukan pembayaran ke
Australia sebesar AUD 10,000. Spot rate pada tanggal ini
adalah Rp 1.580

Utang dagang –AUD ...... Rp 15.700.000


Laba/rugi selisih kurs …… Rp 100.000
Kas – AUD …………… Rp 15.800.000

akl 2 30
KONTRAK BERJANGKA UNTUK TUJUAN HEDGING
ATAS KOMITMEN DALAM MATA UANG ASING

KOMITMEN DALAM MATA UANG ASING


adalah perjanjian yang dibuat pada saat ini untuk mela-
kukan transaksi dalam MUA pada masa yang akan datang

Komitmen pembelian barang pada masa yang akan


datang, yang nilainya dinyatakan dalam MUA

Komitmen penjualan barang pada masa yang akan


datang, yang nilainya dinyatakan dalam MUA

Nilai MUA yang akan dibayarkan/diterima pada saat


komitmen direalisasi, dapat diproteksi melalui hedging

akl 2 31
AKUNTANSI TRANSAKSI HEDGING ATAS
KOMITMEN PEMBELIAN DALAM MATA UANG ASING

CONTOH:
2 Oktober 2009 : PT Elang melakukan kontrak dengan
Emerald Corp. di Qatar untuk membeli 1.000 peti minuman
dengan harga QAR 60.000 (Qatari Rial). Spot rate tanggal
2 Okt 2009 adalah Rp 750. Minuman tsb. akan dibeli dan
dibayar tgl 31 Maret 2010 (180 hari)

Tidak ada pencatatan untuk transaksi kontrak pembelian


ini, karena hanya merupakan suatu komitmen

akl 2 32
Pada saat yang sama (2 Oktober 2009) PT Elang melaku-
kan hedging atas komitmen tsb., yaitu dengan melakukan
kontrak berjangka 180 hari untuk membeli QAR 60.000.
Forward rate adalah Rp 775

Piutang kontrak - QAR ........Rp. 45.000.000


Premi kontrak berjangka ...... 1.500.000
Utang kontrak ................ Rp.46.500.000

Premi kontrak berjangka tidak diamortisasi, tetapi akan


diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap komitmen
pembelian yang terealisasi

akl 2 33
31 Desember 2009 : PT Elang menutup buku. Current rate
Rp 740

Laba/rugi selisih kurs ditangguhkan ..Rp.600.000


Piutang kontrak – QAR ............. Rp.600.000
(menyesuaikan akun piutang kontrak berdasarkan current rate)
31 Maret 2010 :
(1). PT Elang merealisasi pembelian minuman pada har-
ga sesuai komitmen yaitu QAR 60.000. Spot rate pa-
da tanggal ini Rp 730.

Pembelian.................................Rp.43.800.000
Utang dagang – QAR ..... Rp.43.800.000

akl 2 34
(2). PT Elang membayar Rp 46.500.000 kepada pialang
valas untuk memperoleh QAR 60.000 sesuai kontrak.

Utang kontrak .........................Rp.46.500.000


Kas ................................... Rp.46.500.000
(mencatat penyerahan Rupiah kepada pialang valas sesuai kontrak)

Kas – QAR ......................................Rp.43.800.000


Laba/rugi selisih kurs ditangguhkan .. 600.000
Piutang kontrak – QAR ............... Rp.44.400.000
(mencatat penerimaan uang QAR 60,000 sesuai dengan kontrak)

akl 2 35
(3). PT Elang melunasi utang atas pembelian minuman
kepada Eme-rald Corp. di Qatar sebesar QAR 60.000.

Utang dagang - QAR .................... 43.800.000


Kas - QAR ............................... 43.800.000

(4). Menyesuaikan akun “pembelian” karena adanya premi


kontrak berjangka dan selisih kurs ditangguhkan.

Pembelian .......................................Rp. 2.700.000


Premi kontrak berjangka ......... Rp.1.500.000
Laba/rugi selisih kurs ditangguhkan 1.200.000

akl 2 36
AKUNTANSI TRANSAKSI HEDGING ATAS
KOMITMEN PENJUALAN DALAM MATA UANG ASING

CONTOH:
2 Oktober 2009 : PT Elang melakukan kontrak dengan
Emerald Corp. di Qatar untuk menjual 1.000 peti minuman
dengan harga QAR 60.000 (Qatari Rial). Spot rate tanggal
2 Okt 2009 adalah Rp 775. Minuman tsb. akan dijual dan
dibayar tgl 31 Maret 2010 (180 hari)

Tidak ada pencatatan untuk transaksi kontrak penjualan


ini, karena hanya merupakan suatu komitmen

akl 2 37
Pada saat yang sama (2 Oktober 2009) PT Elang melaku-
kan hedging atas komitmen tsb., yaitu dengan melakukan
kontrak berjangka 180 hari untuk menjual QAR 60.000.
Forward rate adalah Rp 750

Piutang kontrak ………….........Rp. 45.000.000


Diskonto kontrak berjangka .... 1.500.000
Utang kontrak - QAR........ Rp.46.500.000

Diskonto kontrak berjangka tidak diamortisasi, tetapi akan


diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap komitmen
penjualan yang terealisasi

akl 2 38
31 Desember 2009 : PT Elang menutup buku. Current rate
Rp 785

Laba/rugi selisih kurs ditangguhkan ..Rp.600.000


Utang kontrak – QAR ............. Rp.600.000
(menyesuaikan akun utang kontrak berdasarkan current rate)

akl 2 39
Pada 31 Maret 2010 :
(1). PT Elang merealisasi penjualan minuman pada harga
sesuai komitmen yaitu QAR 60.000. Spot rate pada
tanggal ini Rp 775.
Piutang dagang - QAR...........Rp.46.500.000
Penjualan ………………..... Rp.46.500.000

(2). PT Elang menerima pelunasan piutang atas penjualan


minuman kepada Eme-rald Corp. di Qatar sebesar QAR
60.000.
Kas - QAR …………….................Rp 46.500.000
Piutang dagang - QAR ....... Rp 46.500.000

akl 2 40
(3). PT Elang menerima Rp 45.000.000 dari pialang valas
atas penyerahkan QAR 60.000 sesuai kontrak.

Kas......................................Rp.45.000.000
Piutang kontrak.......... Rp.45.000.000
(mencatat penerimaan Rupiah dari pialang valas sesuai kontrak)

Utang kontrak – QAR ... Rp.47.100.000


Kas – QAR …………… Rp 46.500.000
Laba/rugi selisih kurs ditangguhkan Rp 600.000
(mencatat pengeluaran uang QAR 60,000 sesuai dengan kontrak)

akl 2 41
(4). Menyesuaikan akun “penjualan” karena adanya diskonto
kontrak berjangka dan selisih kurs ditangguhkan.

Penjualan .......................................Rp. 1.500.000


Diskonto kontrak berjangka ...... Rp.1.500.000

akl 2 42