Anda di halaman 1dari 3

1.

Tuan x 65 tahun datang ke UGD dengan keluahan sesak napas, badan lemas, batuk, kaki
bengkak, wajah sembab, tidak bisa tidur terlentang, kalau tidur sesak meningkat saat di Tanya
keluarga tuan x menderita hipertensi sejak 12 tahun yang laluh dan tidak di obati secara teratur
semangkin hari keluhan tuan x semangkin berat bahkan mandi sajah sudah sesak napas,
berdasarkan kasus di atas maka:

1.penyakit apa yang di derita tuan x dan jelaskan alasan nya

2.pemeriksaan fisik apa yang anda lakukan dan apa kemungkinan hasilnya kenapa demikian

3.pemeriksaan dianostik apa yang anda harus kaloborasikan dan apa kemungkinan hasil nya

dan napa demikian hasil nya

4.berdasarkan kesimpulan pada nomor 12,dan3 maka:

a.apa tindakan keperawatan yang anda lakukan,dan apa rasional nya

b.apa tindakan kaloborasi yang anda lakukan dan apa rasional nya

1 Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh:

1. Kelainan otot jantung Gagal jantung sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung,
disebabkan menurunnya kontraktilitas jantung. Kondisi yang mendasari penyebab
kelainan fungsi otot mencakup ateriosklerosis koroner, hiprtensi arterial, dan penyakit
degeneratif atau inflamasi.
2. Aterosklerosis koroner mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran
darah ke otot jantung. Terjadi hipoksia dan asidosis (akibat penumpuikan asam laktat).
Infark miokardium (kematian sel jantung) biasanya mendahului terjadinya gagal jantung.
Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif, berhubungan dengan gagal jantung
karena kondisi yang secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan
kontraktilitaas menurun.
3. Hipertensi sistemik atau pulmonal (peningkatan afterload) meningkatkan beban kerja
jantung dan pada gilirannya mngakibatkan hipertrofi serabut otot jantung.
4. Peradangan dan penyakit myocardium degeneratif, berhubungan dengan gagal jantung
karena kondisi ini secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas
menurun.
5. Penyakit jantung lain. Gagal jantung dapat terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang
sebenarnya, yang ssecara langsung mempengaruhi jantung. Mekanisme biasanya terlibat
mencakup gangguan aliran darah yang masuk jantung (stenosis katup semiluner), ketidak
mampuan jantung untuk mengisi darah (tamponade, perikardium, perikarditif konstriktif,
atau stenosis AV), peningkatan mendadak afteer load
6. Faktor sistemik. Terdapat sejumlah besar faktor yang berperan dalam perkembangan dan
beratnya gagal jantung. Meningkatnya laju metabolisme (mis : demam, tirotoksikosis ),
hipoksia dan anemia peperlukan peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan
oksigen sistemik. Hipoksia dan anemia juga dapat menurunkan suplai oksigen ke jantung.
Asidosis respiratorik atau metabolik dan abnormalitas elekttronik dapat menurunkan
kontraktilitas jantung

Grade gagal jantung menurut New york Heart Association Terbagi menjadi 4 kelainan
fungsional :

1. Timbul gejala sesak pada aktifitas fisik berat


2. Timbul gejala sesak pada aktifitas fisik sedang
3. Timbul gejala sesak pada aktifitas ringan
4. Timbul gejala sesak pada aktifitas sangat ringan / istirahat

MANIFESTASI KLINIS GAGAL JANTUNG KONGESTIF.

1. Tanda dominan : Meningkatnya volume intravaskuler. Kongestif jaringan akibat tekanan


arteri dan vena meningkat akibat penurunan curah jantungManifestasi kongesti dapat
berbeda tergantung pada kegagalan ventrikel mana yang terjadi.
2. Gagal jantung kiri : Kongesti paru menonjol pada gagal ventrikel kiri karena ventrikel
kiri tidak mampu memompa darah yang datang dari paru. Manifestasi klinis yang terjadi
yaitu :
1. Dispneu : Terjadi akibat penimbunan cairan dalam alveoli dan mengganggu
pertukaran gas. Dapat terjadi ortopnu. Bebrapa pasien dapat mengalami ortopneu
pada malam hari yang dinamakan Paroksimal Nokturnal Dispnea (PND)
2. Batuk :bisa menghasil kan sputum berbusa dalam jumlah banyak yang kadang
bisa disertai bercak darah
3. Mudah lelah : Terjadi karena curah jantung yang kurang yang menghambat
jaringan dari sirkulasi normal dan oksigen serta menurunnya pembuangan sisa
hasil katabolisme. Juga terjadi karena meningkatnya energi yang digunakan untuk
bernafas dan insomnia yang terjadi karena distress pernafasan dan batuk.
4. Kegelisahan dan kecemasan. Terjadi akibat gangguan oksigenasi jaringan, stress
akibat kesakitan bernafas dan pengetahuan bahwa jantung tidak berfungsi dengan
baik.
3. Gagal jantung kanan
1. Kongestif jaringan perifer dan viseral.
2. Edema ekstrimitas bawah (edema dependen), biasanya edema pitting,
penambahan berat badan dan terjadi pembengkaan
3. Hepatomegali dan nyeri tekan pada kuadran kanan atas abdomen terjadi akibat
pembesaran vena di hepar
4. Anorexia dan mual. Terjadi akibat pembesaran vena dan statis vena dalam rongga
abdomen.
5. Nokturia :rasa ingin kencing pada malam hari terjadi karna perfusi renal didukung
oleh posisi penderita pada saat berbaring diuristerjadi paling sering pada malam
hari.karena curah jantung akan membalik dengan istirahat
6. Lemah: yang menyertai gagal jantung sisi kanan disebabkan karna menurun nya
curah jantung.