Anda di halaman 1dari 19

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................... 1


BUSINESS PLAN ........................................................................................................... 2
I. Executive Summary ........................................................................................................ 2
II. Latar Belakang ........................................................................................................... 3
1. Identitas Perusahaan .............................................................................................................. 3
2. Biodata................................................................................................................................... 3
3. Struktur Organisasi ................................................................................................................ 4
III. Analisis Pasar dan Pemasaran .................................................................................... 6
1. Produk yang dihasilkan ......................................................................................................... 6
2. Gambaran Pasar ..................................................................................................................... 6
3. Target/Segmen Pasar ............................................................................................................. 6
4. Trend Perkembangan Pasar ................................................................................................... 7
5. Strategi Pemasaran ................................................................................................................ 7
6. Analisa Pesaing ..................................................................................................................... 8
7. Saluran Distribusi .................................................................................................................. 9
IV. Analisis Produksi ...................................................................................................... 10
1. Proses Produksi ................................................................................................................... 10
2. Bahan Baku dan Penggunaannya ........................................................................................ 10
3. Kapasitas Produksi .............................................................................................................. 11
4. Rencana Pengembangan ...................................................................................................... 11
V. Analisis Sumber Daya Manusia .................................................................................... 12
1. Analisis Kompetensi Suber Daya Manusia ......................................................................... 12
2. Analisis Kebutuhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ........................................ 12
3. Rencana Kebutuhan Pengembangan Sumber Daya Manusia .............................................. 12
VI. Rencana Pengembangan Usaha ................................................................................ 13
VII. Analisis Keuangan .................................................................................................... 14
LAMPIRAN .................................................................................................................. 18

1
BUSINESS PLAN

I. Executive Summary

Sate Nufus merupakan produk yang menyajikan olahan seafood dengan ciri khas menyerupai
seafood berukuran minimalis. Selain itu, produk memiliki variasi saus yang bermacam-macam,
sehingga membuat ketagihan akan cita rasa yang diciptakan. Produk ini dijajakan oleh 5
mahasiswi. Peluang produk olahan seafood ini akan terbuka lebar karena harga jual yang
ditawarkan sangat terjangkau sesuai keuangan mahasiswa. Di samping itu, produk ini memiliki
nilai gizi yang tinggi. Nilai gizi yang terdapat pada produk ini juga relatif sama dengan olahan
seafood pada umumnya. Penggunaan bahan-bahan yang mudah diperoleh dapat menekan
modal yang diperlukan untuk memperoleh bahan baku. Dengan demikian, dapat memberikan
kesempatan pada konsumen untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Banyaknya
penggemar seafood akan memperluas lingkup konsumen.

Visi
Menjadikan Sate Nufus sebagai jajanan Seafood yang enak, terjangkau, dan bergizi.

Misi
1. Membuat cita rasa yang bervariasi pada saus
2. Membuat sate seafood dengan harga yang terjangkau

2
II. Latar Belakang

1. Identitas Perusahaan

Nama Perusahaan: Noofoos


Didirikan: Yogyakarta, 26 April 2017
Alamat Perusahaan: Jalan Kaliurang Km. 5, Gang Sitisonyo No. 63, Sleman
No. Telpon: 081293654341
Email: nofoos.food@gmail.com
Jenis Usaha: Jajanan
Pemilik: Audira, Ardiana, Anida, Nabila, dan Salwa
Motto: Kini Seafood dalam Genggamanmu

2. Biodata
Usaha ini terdiri dari lima (5) orang mahasiswi yang tergabung dalam satu fakultas
yaitu:

1. Nama : Audira Wirifdah Armanitya


Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 27 Desember 1997
Alamat Domisili : Jalan Kaliurang Km. 5, Gang Sitisonyo No. 63, Sleman
No. HP : 081293654341

2. Nama : Anida Dieni


Tempat, Tanggal Lahir : Wonosobo, 2 Oktober 1997
Alamat Domisili : Blok D10A, Karangmalang, Catur Tunggal Depok
Sleman
No. HP : 082242619258
3. Nama : Ardiana S.
Tempat, Tanggal Lahir : Ngawi, 4 November 1996
Alamat Domisili : Jalan Gambir no. 142A, Deresan, Caturtunggal, Depok,
Sleman, Yogyakarta
No. HP : 081332634155
4. Nama : Nabila A
Tempat, Tanggal Lahir : Pekanbaru, 3 April 1998

3
Alamat : Jl. Swakarya gg. Kebogiro (kaliurang km 4,5)
No. HP : 081270343857
5. Nama : Salwa Raihana
Tempat, Tanggal Lahir : Tangerang, 29 Juni 1997
Alamat :Pogung Kidul No 2 RT 03 RW 49 Sinduadi Mlati
Sleman
No. HP : 082113354985

3. Struktur Organisasi

CEO/Staff

Finance/Staff Marketing/Staff Production/Staff

Job Description
1. CEO/Staff
a) Pencetus ide pertama usaha
b) Memberikan keputusan mengenai penambahan atau pengurangan variasi rasa
produk
c) Memberikan ide kreatif, motivasi satu sama lain
d) Ikut serta dalam kegiatan pengembangan usaha
2. Finance/Staff
a) Mengatur keuangan baik itu pengeluaran maupun pemasukan dalam usaha
b) Mengatur perizinan dan berkas perusahaan
c) Melakukan inventaris terhadap barang-barang perusahaan
d) Ikut serta dalam kegiatan pengembangan usaha
3. Marketing/Staff
a) Bertanggung jawab atas penjualan produk
b) Melakukan analisa pasar
c) Memasarkan produk dengan efektif dan inovatif
d) Berhubungan dengan konsumen
e) Ikut serta dalam kegiatan pengembangan usaha

4
4. Production/Staff
a) Bertanggung jawab atas kualitas dan konsistensi produk
b) Mempertahankan dan meningkatkan jumlah produksi
c) Memanfaatkan bahan baku dengan efektif
d) Ikut serta dalam kegiatan pengembangan usaha

CEO: Audira Wirifdah Armanitya


Finance: Ardiana S
Production: Nabila Aprilia
Anida Dieni
Marketing: Salwa Raihana

5
III. Analisis Pasar dan Pemasaran

1. Produk yang dihasilkan

Jenis produk yang dipasarakan adalah Sate Nufus, Sate Nufus merupakan jajanan yang
memiliki kandungan gizi yang baik. Sate Nufus yang dihasilkan adalah sate seafood yang
pembuatannya menggunakan bahan baku terbaik. Sate Nufus yang dibentuk seperti seafood
asli yang dapat dijadikan makanan selingan atau jajanan dengan perpaduan saus yang
bervariasi. Saus yang bervariasi dapat dipilih oleh konsumen sesuai dengan selera. Sate Nufus
banyak digemari semua kalangan, terutama mahasiswa.
Produk yang dihasilkan memiliki berbagai keistimewaan, keistimewaan Sate Nufus
diantaranya yaitu:
a. Bahan baku yang berkualitas
b. Tekstur olahan yang lembut
c. Rempah-rempah atau saus yang memiliki rasa khas
d. Tanpa bahan pengawet atau bahan kimia berbahaya
e. Hidangan yang bergizi
f. Harga relatif terjangkau oleh semua lapisan masyarakat terutama mahasiswa
g. Disajakan dengan berbagai bentuk dan saus yang bervariasi

2. Gambaran Pasar

Gambaran pada sektor pasar yaitu dengan memberikan sampel dari bentuk Sate Nufus kepada
para calon pelanggan, hal ini mengakibatkan naiknya jumlah pesanan produksi. Selain itu,
diberikan bermacam variasi saus untuk dipadukan dengan Sate Nufus. Penawaran produk
difokuskan kepada para mahasiswa sebagai tahap awal promosi. Tujuannya untuk mengetahui
mengenai bagaimana produk yang kami tawarkan berupa pendapat dan saran yang
dikemukakan konsumen. Dengan demikian dapat menyediakan produk sesuai dengan
permintaan konsumen.
3. Target/Segmen Pasar

Target atau segmen pasar dibagi menjadi dua yaitu :


a. Geografi

Wilayah distribusi produk atau lokasi yang menjadi target promosi penjualan dan
pemasaran produk Sate Nufus meliputi seluruh wilayah Universitas Gadjah Mada. Alasan
memilih wilayah ini karena terdapat banyak konsumen terutama mahasiswa.

6
b. Demografi

Berdasarkan demografi, secara pasar kami bertuju pada kalangan mahasiswa dan sekitaran
warga di wilayah Universitas Gadjah Mada, dengan membuka booth atau stand di sekitaran
wilayah kampus untuk mempermudah memperoleh informasi pasar.
Pertimbangan dengan membuka booth atau stand di wilayah kampus dipikirkan terlebih
dahulu karena berdasarkan analisa pasar yang ada, daerah sekitar kampus merupakan
tempat yang paling cocok untuk membuka suatu usaha atau bisnis baru. Karena para
mahasiswa, baik remaja maupun dewasa biasanya menyukai makanan yang berbentuk unik
dan rasanya tetap enak serta dipadukan dengan saus yang bervariasi sebagai makanan
jajanan namun tetap memiliki kandungan gizi yang baik.
Peluang yang diberikan dari usaha Sate Nufus “Noofos” ini cukup menjanjikan, karena
peminatnya yang hampir merata dan siapa saja dapat menikmatinya. Segmen pasar yang
dipilih dalam usaha ini adalah kalangan masyarakat menengah bawah maupun menengah
atas. Harga produk yang ditawarkan sangat terjangkau sesuai dengan target pasarannya.

4. Trend Perkembangan Pasar

Trend pasar saat ini dilihat dari banyaknya permintaan konsumen pada makanan terutama
camilan. Produk sate noofoos cocok untuk dijadikan cemilan. Produk ini merupakan camilan
yang mengandung protein karena merupakan produk olahan hasil perikanan. Konsumen saat
ini akan lebih tertarik pada produk yang memberikan pilihan variasi. Di wilayah UGM dan
sekitarnya mayoritas mahasiswa gemar mengonsumsi camilan di sela-sela kegiatannya.

5. Strategi Pemasaran

a. Perkenalan bisnis
Produk yang kami tawarkan merupakan camilan hasil olahan perikanan yang lezat dan
bergizi yang bernama “Sate Noofoos”.
b. Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat mendukung bisnis
Produk Sate Noofoos memiliki bahan baku produk olahan hasil perikanan seperti crab
stick, bakso ikan, dumpling ikan, dsb. Sehingga kami akan bekerjasama dengan unit
usaha produk olahan hasil perikanan.
c. Kualitas pelayanan

7
Menggunakan produk olahan hasil perikanan dengan kualitas terbaik dan menggunakan
sistem pengantaran produk kepada pembeli.
d. Media pemasaran
Kami akan menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk kami seperti
instagram, line, twitter, dan media sosial lainnya serta promosi langsung dengan orang-
orang di sekitar kami.

6. Analisa Pesaing

Setiap kegiatan untuk memulai usaha harus diukur kemampuan usaha terhadap
lingkungan dan pesaing melalui analisis SWOT:
1. Strength (Kekuatan)
Kekuatan dari produk Noofoos adalah menghadirkan produk olahan ikan yang
selama ini dicap “makanan mahal” dengan harga ekonomis serta memiliki variasi
saus yang unik untuk menemani produk olahan ikan itu sendiri. Noofoos sendiri
adalah jajanan dalam bentuk yang tidak begitu besar sehingga memudahkan
konsumen untuk mengkonsumsinya dimanapun.
2. Weakness (Kelemahan)
Seperti yang diketahui, produk olahan ikan tidak dapat tahan lama karena bahannya
yang highly-perishable. Produk seafood pun tidak cocok untuk semua orang karena
banyak orang yang memiliki alergi terhadap olahan ikan.
3. Opportunity (Peluang)
Jenis makanan yang sesuai dengan keinginan target pasar yaitu murah dan
bervariasi. Tidak hanya jenis makanan, sektor produk olahan ikan pun sedang naik
daun sehingga mampu menarik perhatian konsumen. Dengan media sosial, produk
dapat dengan mudah dikenali masyarakat jika kualitasnya baik.
4. Threat (Ancaman)
Sate Nufus belum terlalu dikenal masyarakat sehingga lebih sulit memperkenalkan
produknya. Stok bahan baku produk ini yaitu ikan dan udang sulit diprediksi karena
hasil tangkapan yang sulit diprediksi sehingga dapat terjadi kelangkaan bahan baku.

8
7. Saluran Distribusi

Saluran distribusi produk atau lokasi yang menjadi target promosi penjualan
dan pemasaran produk Noofos meliputi mahasiswa di wilayah kampus Universitas
Gadjah Mada khususnya Kluster Agro sebagai target lokasi pertama. Lokasi akan
bertambah apabila omzet dan minat konsumen sudah mencapai target.

9
IV. Analisis Produksi

1. Proses Produksi

Pada pembuatan produk Sate Nufus, dilakukan beberapa tahapan proses produksi yang
sangat mudah, antara lain sebagai berikut:

a) Pertama, bahan baku berupa surimi disusun pada tusuk sate sesuai jenis dengan
jumlah 2-3 surimi/tusuk, tergantung ukuran
b) Sate kemudian dikukus selama ± 7 menit pada panic pengukus/dandang, tiriskan
c) Selanjutnya, dibuat saus pelengkap untuk menemani Sate Nufus. Terdapat 3 jenis
saus; saus barbeque, saus keju, dan saus teriyaki
d) Untuk saus barbeque: Bawang bombai dan bawang putih yand telah dicincang
ditumis kemudian dimasukan brown sauce, garam, merica, lada. Saus tomat
ditambahkan secukupnya, masak sampai meletup-letup. Kompor dimatikan, saus
dihaluskan (diblender)
e) Untuk saus keju: Susu dan keju hingga keju hancur dicampurkan, kemudian diaduk
di atas api kecil. Dimasukkan tepung maizena, margarin, dan bumbu keju.
Selanjutnya telur yang sudah dikocok sebelumnya dicampurkan, kemudian
ditambahkan gula dan garam sesuai selera. Tunggu adonan mendidih, kemudian
angkat. Biarkan hingga adonan dingin, kemudian pindahkan ke wadah tertutup
f) Untuk saus teriyaki: Kecap manis, tepung maizena, bawang putih dan jahe bubuk
dicampurkan di atas panci. Panaskan semua bahan dengan api besar, diaduk hingga
masak dan mengental.
g) Sate Nufus kemudian dikemas dengan saus pilihan

2. Bahan Baku dan Penggunaannya

Bahan baku yang digunakan untuk Sate Nufus adalah produk Surimi yang
cukup mudah didapat dengan harga yang terjangkau; bawang bombai dan bawang putih
sebagai bahan pembuatan saus barbeque beserta dengan brown sauce dan saus tomat;
susu dan keju sebagai bahan pembuatan saus keju beserta dengan tepung maizena,
margarin, bumbu keju, dan telur; kecap manis dan tepung maizena sebagai bahan
pembuatan saus teriyaki beserta bawang putih dan jahe bubuk; garam dan lada sebagai
penyedap; air sebagai bagian dari proses pengukusan

10
3. Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi dalam sebulan kami dapat memproduksi sebanyak 8 kali


produksi dalam sebulan (2 kali dalam seminggu) dengan hasil produksi 50 tusuk dan 3
wadah saus setiap produksi. Produksi sendiri juga bergantung pada pemesanan dengan
sistem Pre-Order di mana produk setelah terdapat pemesanan pada kurun waktu
tertentu (3-4 hari). Produksi dilakukan di sela-sela aktivitas kuliah dan organisasi
dengan minimal 2 orang bergantian.

4. Rencana Pengembangan

Untuk pengembangan usaha sate nufus ini, kami berencana untuk menyediakan
peralatan memasak yang lebih besar agar dapat memproduksi sate nufus dalam jumlah
yang lebih besar dan waktu yang singkat. Selain itu, kami juga membutuhkan stok
surimi yang lebih banyak, sehingga kami akan mencari pemasok tetap agar suplai bahan
baku lancer. Kami berencana menambah tambahan varian rasa baru. Kemudian, produk
diperkenalkan dan dipasarkan di area Yogyakarta terutama di lingkungan
sekolah/kampus terlebih dahulu dengan sosial media dan booth/outlet di
bazaar/pameran makanan.

11
V. Analisis Sumber Daya Manusia

1. Analisis Kompetensi Suber Daya Manusia

Tingkat Pendidikan Jumlah


Tidak Lulus SD 0
SD 0
SMP 0
SMA 5
D1 0
D3 0
Sarjana 0
Total 5

Bagian Departemen Jumlah


Manajemen 1
Bagian Produksi 1
Bagian Pemasaran 2
Bagian Administrasi 1
Total 5

2. Analisis Kebutuhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Jabatan Tingkat Pendidikan Keterangan


Bagian Manajemen SMA Mengatur organisasi
Bagian Produksi SMA Menyuplai produk
Bagian Pemasaran SMA Memasarkan produk
Bagian Administrasi SMA Pembukuan

3. Rencana Kebutuhan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Jabatan Jumlah Tenaga yang Tenaga yang


Kebutuhan Tersedia Harus Direkrut
Bagian Produksi 2 1 1
Bagian Tranportasi 1 0 1

12
VI. Rencana Pengembangan Usaha

Dalam pengembangan usaha Sate Nufus ini, kami merencanakan untuk membuka usaha dalam
skala besar. Selain itu, kami juga membutuhkan stock sate seafood yang lebih banyak, sehingga
produksi akan meningkat. Pemasaran produk ini masih dalam lingkup Yogyakarta dan
sekitarnya, sehingga kami dapat memasok kebutuhan gizi hewani dalam olahan seafood
terbaharukan dengan mudah. Selanjutnya akan ditambahkan sasaran tujuan kota di luar
Yogyakarta dan sekitarnya agar dapat mengembangkan produk seafood dengan lebih baik.
Selain itu juga dapat memasok ebutuhan gizi hewani pelangan dengan baik. Kami juga akan
mengembangkan usaha melalui sosial media dengan pmsanan secara online agar memudahkan
interaksi jual-beli dan transaksi antara konsumen dengan produsen.

13
VII. Analisis Keuangan

A. Kebutuhan Dana Awal


1. Investasi
No Nama Jumlah Harga Nilai Umur Penyusutan
(unit) (Rp/unit) (Rp) (bulan) (Rp/bulan)
1 Wajan Teflon 1 110.000 110.000 36 3.055,556
2 Baskom 3 15.000 45.000 34 1.323,529
3 Tabung gas 1 155.000 155.000 - -
4 Sothil 1 10.000 10.000 12 833,333
5 Pisau 2 10.000 20.000 6 3.333,333
6 Talenan 1 15.000 15.000 36 416,667
7 Pengukus 1 50.000 50.000 36 1.388,889
8 Gelas Ukur 1 25.000 25.000 12 2.083,333
9 Penjepit 1 5.000 5.000 6 833,333
10 Pengaduk 1 5.000 5.000 6 833,333
11 Sendok 6 2.500 15.000 12 1.250
Makan
12 Sendok Teh 2 1.500 3.000 12 250
13 Kompor 200.000 200.000 60 3.333,333
Total 478.000 15.934,639
Dari tabel di atas, biaya investasi awal sebesar RP. 478.000, dengan penyusutan
tiap bulan sebesar Rp. 15.934,639.
2. Biaya Variabel (Rp/bulan)
No Nama Jumlah (unit) Harga Nilai (Rp)
(Rp/unit)
Sate Noofoos
Surimi 400 buah 1.500 600.000
Saus
Saus BBQ
Bawang Putih 1/4 kg 30.000 7.500
Bawang Bombay 12 buah 2.500 30.000
Lada Bubuk ½ botol 12.500 6.250

14
Saus Tomat 8 bungkus 4.500 36.000
Kecap Inggris 2 botol 9.000 18.000
Saus Keju
Keju 4 batang 12.000 48.000
Bubuk Keju 2 bungkus 4.000 8.000
Susu Full Cream 4 buah 7.000 28.000
Telur ¾ kg 18.000 12.000
Tepung Maizena 1 box 6.500 6.500
Saus Teriyaki
Tepung Maizena 1 box 6.500 6.500
Bawang Putih 1/4 kg 30.000 7.500
Kecap Manis 3 botol 6.500 19.500
Jahe Bubuk ¼ bungkus 22.000 5.500
Proses pengolahan
Margarin 3 bungkus 6.500 19.500
Garam 1 bungkus 3.000 3.000
Gas 1 tabung 20.000 20.000
Listrik 20.000 20.000
Pengemasan
Mika 133 buah 600 79.800
Plastik klip (Ziplock) 133 buah 300 39.900
Tusuk sate 400 tusuk 100 40.000
Total 1.041.550
Dari tabel diatas, maka biaya variabel sebesar Rp. 1.041.550.
Biaya variabel di atas untuk 400 tusuk dalam 133 paket dimana 1 paket terdiri dari
3 tusuk sate dan 1 varian saus.
Jadi, biaya variabel untuk setiap paket dengan saus BBQ sebesar Rp. 8.394; biaya
variabel untuk setiap paket dengan saus keju sebesar Rp. 8.502; dan biaya variabel
untuk setiap paket dengan saus teriyaki sebesar Rp. 7.059.
3. Modal Kerja (Rp/bulan)
- Biaya tetap = Rp. 15.934,639
- Biaya variabel = Rp. 1.041.550
Jumlah = Rp. 1.057.484,639

15
4. Kebutuhan Modal Awal
Kebutuhan Modal Awal = investasi + biaya variabel
= Rp. 478.000+ Rp. 1.041.550
= Rp. 1.519.550.
B. Kelayakan Usaha
1. Biaya
Harga 1 unit (paket) (P)
A. Saus BBQ = Rp. 10.000
B. Saus Keju = Rp. 10.000
C. Saus Teriyaki = Rp. 10.000
a. Biaya tetap (FC) = Rp. 15.934,639
b. Biaya variabel (VC) = Rp. 1.256.000
c. Total biaya (TC) = Rp. 1.271.934,639
a. Saus BBQ = Rp.
b. Saus Keju = Rp.
c. Saus Teriyaki = Rp.
d. Biaya variabel per unit (paket) (V)
A. Saus BBQ = Rp. 8.394
B. Saus Keju = Rp. 8.502
C. Saus Teriyaki = Rp. 7.059
2. Analisis BEP
I. Saus BBQ
a. BEP unit
𝐹𝐶
BEP (unit) = 𝑃−𝑉 = .... unit
𝐹𝐶 15.934,639
BEP (unit) = 𝑃−𝑉 = 10.000−8.394 = 9,9 unit ~10 unit

BEP per unit dari usaha yang dilakukan sebanyak 10 unit (paket)
b. BEP Penerimaan
𝐹𝐶
BEP Penerimaan = 1−𝑉/𝑃
15.934,639
BEP Penerimaan = 1−8.394/10.000

BEP Penerimaan = Rp. 99.219,420


BEP Penerimaan per bulan dari usaha yang dilakukan yaitu Rp. 99.219,420.
c. BEP Harga

16
𝑇𝐶
BEP Harga = 𝑄
1.314.500
BEP Harga = 44

BEP Harga = 29.875


II. Saus Keju
d. BEP unit
𝐹𝐶
BEP (unit) = 𝑃−𝑉 = .... unit
𝐹𝐶 15.934,639
BEP (unit) = 𝑃−𝑉 = 10.000−8.502 = 10,63 unit ~11 unit

BEP per unit dari usaha yang dilakukan sebanyak 11unit (paket)
e. BEP Penerimaan
𝐹𝐶
BEP Penerimaan = 1−𝑉/𝑃
15.934,639
BEP Penerimaan = 1−8.502/10.000

BEP Penerimaan = Rp. 106.372,75


BEP Penerimaan per bulan dari usaha yang dilakukan yaitu Rp. 106.372,75.
f. BEP Harga
𝑇𝐶
BEP Harga = 𝑄
1.319.250
BEP Harga = 44

BEP Harga = 29.982,95


III. Saus Teriyaki
g. BEP unit
𝐹𝐶
BEP (unit) = 𝑃−𝑉 = .... unit
𝐹𝐶 15.934,639
BEP (unit) = 𝑃−𝑉 = 10.000−7.059 = 5,41unit ~5 unit

BEP per unit dari usaha yang dilakukan sebanyak 5 unit (paket)
h. BEP Penerimaan
𝐹𝐶
BEP Penerimaan = 1−𝑉/𝑃
15.934,639
BEP Penerimaan = 1−7.059/10.000

BEP Penerimaan = Rp. 54.181,02


BEP Penerimaan per bulan dari usaha yang dilakukan yaitu Rp. 54.181,02.
i. BEP Harga
𝑇𝐶
BEP Harga = 𝑄

17
1.255.750
BEP Harga = 44

BEP Harga = 28.539,77

3. Analisis Efisiensi
Diketahui:
- Saus BBQ
o R = 44 x Rp. 10.000 = Rp. 440.000
o π = Rp. 440.000– Rp. 1.041.550 = Rp. 1.119.065,36
- Saus Keju
o R = 44 x Rp. 10.000 = Rp. 440.000
o π = Rp. 440.000 – Rp. Rp. 1.041.550 = Rp. 1.119.065,36
- Saus Teriyaki
o R = 44 x Rp. 10.000 = Rp. 440.000
o π = Rp. 440.000 – Rp. Rp. 1.041.550 = Rp. 1.119.065,36
- TC = Rp. 124.934,64 + Rp. 1.256.000 = Rp. 1.380.934,64
- Rasio R/C = Rp. 2.500.000/ Rp. 1.380.934,64 = 1,81
Dari rasio R/C didapat yaitu 1,81 yang diketahui bahwa rasio R/C lebih dari 1
maka usaha layak dilakukan.
- Rasio π/C x 100%= Rp. 1.119.065,36 / Rp. 1.380.934,64 x 100% = 81%
Dari rasio π/C yang didapat, yaitu 81% dimana rasio π/C > dari bunga bank
sehingga usaha dapat dikatakan layak.

LAMPIRAN

18
19