Anda di halaman 1dari 3

Nama : Resky.

NIM. : A31115025

kasus 16-34

1. Identifikasilah faktor-faktor utama yang mempengaruhi risiko bisnis klien dan risiko audit
yang dapat diterima dalam audit ini?
Menurut saya faktor utama yang dapat mempengaruhi risiko bisnis klien adalah
terdapat pada internal manajemen perusahan itu sendiri, karena dalam kasus ini,
kita dapat lihat bahwa perusahan tersebut adalah sebuah rumah sakit dimana
kurangnya manajemen internal yang baik. Yang terlihat dari tidak dilakukannya
verifikasi internal dan kinerja yang cermat mengenai catatan pembukuan yang
dikarenakan kurangnya personel akuntansi di dalam rumah sakit tersebut.
Adapun risiko audit yang dapat diterima dalam audit ini adalah risiko
pengendalian perusahaan karena dalam mengaudit perusahan ini auditor tidak
begitu yakin dengan kesalahan yang tidak disengaja dalam penagihan,
pencatatan penjualan, penerimaaan kas piutang usaha dan piutang tak tertagih,
pencatatan di perusahan ini dilakukan kurang baik karena kurangnya personel
akuntansi dan ini tidak diatasi dengan kebijakan pihak internal manajemen
sehingga struktur pengendalian internal perusahaan sangat minim dan memiliki
risiko pengendalian yang lebih tinggi

2. Risiko inheren apa yang anda khawatikan?


Jawab :
Suatu ukuran penilaian auditor atas kemungkinan terdapat salah saji material dalam saldo
akun, sebelum mempertimbangkan efektifitas pengendalian intern. Risiko inheren yang
dikhawatirkan yaitu kekurangan pegawai pada departemen akuntansi. Kekurangan
pegawai pda dapartemen akuntansi atau bisa saja kurangnya pengetahuan pada akuntansi
bisa merupakan indikasi dari kurangnya perhatian manajemen terhadap pelaporan yang
berkualitas, atau bahkan adanya minat yang positif terhadap pelaporan yang berkualitas
buruk

3. Dalam audit terdapat siklus penjualan dan penagihan jenis pengujian apa yang paling
mungkin anda tekankan?

Jawab :

Tujuan keseluruhan dari audit siklus penjualan dan penagihan adalah mengevaluasi
apakah saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus tersebut telah disajikan secara benar
sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yang diterima umum. maka pengujian yang
dilakukan lebih ditekankan pada pengujian substantif, karna dalam siklus penjualan dan
penagihan kas terdapat 5 kelas transaksi yang mempengaruhi laporani keuangan yaitu
penjualan baik tunai maupun kredit, penerimaan kas, retur danpengurangan penjualan,
penghapusan pitang tak tertagih, dan estimasi beban piutang tak tertagih, untuk
mengaudit/mencocokan saldo pada siklus penjualan auditor melakukan pengujian dengan
memilih sampel faktur penjualan dan melacak setiap faktur tersebut apakah saldo sesuai
dengan yang dicatat kedalam jurnal sedangkan untuk mencocokan saldo pada piutang
dilakukan dengan melukan konfirmasi baik negatif ataupun positif sesuai dengan besarnya
risiko pihak ketiga

4. Untuk setiap hal berikut, jelaskan apakah anda berencana untuk menggunakan pengujian
tersebut berikan alasannya?

Jawab :

 Pengujian pengendalian. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui suatu


desain/operasi pengendalian intern terutama bagi perusahaan nirlaba khususnya
rumahsakit ini, pengujian pengendalian digunakan maka sesuai dengan permasalah
yang ada dirumahsakit itu sendiri dimana mereka tidak melukan verivikasi dan kinerja
yang cermat dalam mencatat laporan keuangan khususnya penyajian penagihan dan
penerimaan kas yang dikarenakan kurangnya personel akuntansi diperusahaan nirlaba
tersebut. Di lihat pada jawaban nomoer 3 bahwa rumah sakit ini tidak memiliki
kebijakan dan prosedur yang efektif , sehinnga penekan dalam pengujian
pengendalian perlu untuk dilakukan
 Pengujian susbtantif atas transaksi. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan apakah
transaksi akuntansi klien telah dicatat dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar
dan dipostingkebukubesar dan buku tambahan dengna benar. Dalam kasus diatas
auditor tidak begitu yakin dengan kesalahan yang tidak disengaja dalam penagihan,
pencatatan penjualan, penerimaan kas, piutang tak tertagih, ini sangat berpengaruh
pada saldo buku besar sehingga pengujian substantif atas transaksi perlu ditekankan
untuk mengetahui dan mengecek kesalah yang terjadi dalam pencatatan saldo setelah
terjadinya transaksi dengan mengotorisasi kembali bukti transaksi apakah telah sesuai
dengan yang tertera pada saldo.
 Prosedur analitis. Prosedur analitis dilakukan dalam tiga kesempatan selama
penugasan audit yakni saat perencanaan, pengujian dan penyelesaian audit, jika
pengujian ditekankan pada prosedur analitis maka banyak keuntungan yang akan
diperoleh auditor jika dalam melakukan prosedur analitiktelah sesuai dengan yang
diharapkan yaitu sifat arsersi, kelayakan dan kemampuan memprediksi suatu
hubungan, tersedianya keandalan data, dan ketpatan harapan maka auditor tidak perlu
lagi menggunakan pengujian terhadap transaksi asatu saldo akun rinci, sehingga biaya
yang dikeluarkan relatif lebih rendah
 Pengujian atas rincian saldo. Pengujian ini difokuskan untuk memperoleh secara
langsung tentang suatu saldo akun, pengujian ini memerlukan konfirmasi langsung
oleh auditor dengan meminta konfirmasi saldo kas klien kepada pihak ke-3, namu
dalam kaus 16-34 pengujian atas rincian saldo sulit dilakukan karna tingkat respon
permintaan konfirmasi sangat rendah,koresponden tidak mengetahui tujuan
konfirmasi ini dan juga tidak mengetahui saldo beredar klien .