Anda di halaman 1dari 2

SOP PROGRAM GIZI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SOP Tanggal Terbit Ditetapkan


PEMBINAAN KADARZI BERDASARKAN
HASIL PEMETAAN

Ka. Puskesmas
1. Pengertian KADARZI adalah suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan
mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya.
2. Tujuan Terbentuknya keluarga sadar gizi melalui proses pendampingan oleh petugas
dan kader, agar keluarga:
a. Membawa balitanya datang ke posyandu secara teratur setiap bulan
b. Membawa balita yang menderita gizi buruk, Bawah Garis Merah pada
Kartu Menuju Sehat atau yang tidak naik berat badannya 2 kali berturut-
turut (2T) serta balita sakit ke poskesdes/puskesmas untuk dirujuk
c. Memberikan ASI saja sampai bayi berusia 6 (enam) bulan.
d. Makan aneka ragam makanan.
e. Menggunakan garam beryodium.
f. Minum suplemen gizi bagi balita, ibu hamil dan ibu nifas sesuai anjuran
3. Kebijakan Pendampingan dilakukan setiap bulan bila ada :
1. Balita yang mengalami gizi buruk.
2. Balita gizi buruk pasca rawat inap.
3. Balita BGM dan 2T.
4. Balita yang tidak naik berat badannya 2 kali berturut-turut.
5. Ibu hamil yang sangat kurus atau Kurang Energi Kronis (KEK).
6. Ibu hamil yang mengalami gejala kurang darah (anemia) yaitu pucat,
lesu, cepat lelah dan mudah mengantuk.
7. Ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan.
4. Petugas Tenaga Pelaksana Gizi/Petugas Kesehatan lainnya
5. Peralatan 1. ATK
2. Peta KADARZI
3. Format pencatatan dan pelaporan.
4. Pedoman pendampingan.
5. Buku saku Formulir pencatatan pendampingan
6. Alat bantu penyuluhan dan nasehat gizi (leaflet dan lembar balik)
7. Data jumlah sasaran Informasi masalah gizi balita dan ibu Rencana
kunjungan rumah dan nasehat gizi
6. Prosedur A. Persiapan Pendampingan Tingkat Puskesmas
1. Menyelenggarakan pertemuan dengan bidan desa
2. Merencanakan dan menyiapkan pelatihan kader pendamping
B. Persiapan Tingkat Desa
1. Melakukan SMD untuk mengumpulkan data dasar masalah gizi
keluarga sasaran dengan menggunakan F/I/Kadarzi.
2. Hasil SMD lalu direkap di tingkat desa menggunakan F/II/Kadarzi
3. Melakukan MMD untuk memaparkan hasil SMD pada kepala desa
dan masyarakat desa
4. Memilih kader untuk dilatih sebagai kader pendamping KADARZI
C. Pelaksanaan Pendampingan
1. Membuat jadwal kunjungan rumah kepada keluarga sasaran
2. Melakukan kunjungan rumah. Mengidentifikasi dan mencatat
masalah gizi keluarga sasaran
3. Pengamatan terhadap balita sakit, kebersihan diri dan lingkungan
rumah serta pemanfaatan air bersih
4. Memberikan nasehat dan pemecahannya
7. Dokumen terkait  Kepmenkes No. 747/Menkes/SK/VI/2007
 Permenkes No. 23 Tahun 2014 Tentang Perbaikan Gizi
 Pedoman Pendampingan KADARZI
Bisa langsung ke point C Pelaksana pendamping harus oleh petugas kesehatan