Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENGELOLAAN GIZI KELUARGA

A. Gambaran Umum

Setiap keluarga sangat memperhatikan menu makanan yang akan

disusun, akan tetapi dalam menysun menu juga harus memperhatikan

jumlah anggota keluarga, bahan yang akan kita pilih sebagai patokan

masakan dan asupan gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

jumlah anggota keluarga yang akan diamati berjumlah 4 orang terdiri dari

ayah, ibu, nenek, terletak di Jl. Peta Babakanmuncang No. 05 RT.03/01

Des. Karsamenak, Kec. Kawalu, Kota Tasikmalaya.

B. Penyusunan Menu

Dalam menyusun menu terkadang keluarga tidak ada penyusunan

menu, tetapi lebih ke fleksibilitas, karena keluarga menyesuaikan dengan

bahan-bahan makanan yang tersedia di warung-warung ataupun keluarga

membeli makanan lauk pauk ke pedagang keliling setiap harinya. Saat

saya bertanya tentang pengeloaan makanan kepada ibu saya tentang

penyusunan menu makan ibu saya tidak begitu megerti dalam menyusun

menu makan karena dia memasak dengan bahan yang ada dirumah, dan

kadang-kadang membeli bahan makan dari tukang sayur yang lewat.

Alasan utama responden tidak memperhatikan menu makan

karena responden sangat sibuk bekerja dari pagi (07:00) sampai siang

hari sekitar pukul (14:00) dan juga responden beralasan karena anggota

keluarga termasuk saya sendiri jarang ada dirumah, dan jika masak

1
hanya responden yang makan sendiri. Responden memasak menu

makanan hanya pada hari libur saja yaitu hari minggu dengan susunan

menu dari pagi sampai malam, menu pagi natara lain yaitu telur, lalapan,

ikan, sambal, dan nasi, pada siang hari responden memasak mie goreng

dan nasi dan pada malam hari responden memasak nasi goreng dan

telur. Menu tersebut sudah terbiasa menyajikan menu makanan pada hari

minggu saja.

C. Pendapatan Bahan Makananan

Bahan makanan perlu diperhatikan dan dipilih yang sebaik-

baiknya dilihat dari segi kebersihan, penampilan dan kesehatan .

Penjamah makanan dan meilih bahan yang diolah harus mengetahui

sumber-sumber makanan yang baik serta memperhatikan ciri-ciri bahan

yang baik

Bahan makanan yang didapat ibu selalu mempertimbangkan

kualitas dari bahan tersebut misal sayur harus segar, daging, dan yang

lainnya, tetapi ibu saya terkadang membeli bahan makanan dari warung,

tukang sayur keliling karena ibu saya sangat sibuk jadi ibu jarang pergi ke

pasar.

Selain itu ibu saya juga sangat memperhatikan kualitas rempah-

rempah karena kebanyakan rempah-rempah dipasar maupun diwarung

terkadang banyak sekali yang hampir busuk. Sikap ibu saya sangat apik

dalam hal memilih apapun karena itu ibu saya selalu berhati-hati dalam

melakukan apapun.

2
D. Pengelolaan Bahan Makanan

1. Bahan makanan seperti daging selalu dibersihkan dengan air dan

sedikit tambahan jeruk nipis agar bau amisnya hilang. Karena sikap

ibu saya yang sangat berhati-hati setelah dibersihkan juga selalu

dilihat kembali karena takut terkontaminasi oleh kotoran-kotoran yang

menyebabkan penyakit.

2. Bahan makanan seperti sayuran juga sering dibersihkan terlebih

dahulu dan di cek karena takut di dalam sayuran tersebut terdapat

ulat-ulat ataupun hewan lainya.

3. Ketika ibu saya memasak tidak pernah menggunakan celemek,

sarung tangan dan perlatan untuk kebutuhan memasak lainya dan

juga ibu saya tidak pernah melepaskan perhiasanya ketika memasak

ataupun ketika mengolah makanan. Akan tetapi ibu saya selalu

membersihakan tangan terlebih dahulu setelah atau sesudah

melakukan apapun.

E. Penyimpanan Makanan

Untuk penyimpanan makanan, ibu selalu menyimpan bahan

makanan di lemari es termasuk daging, sayuran, dan sebagainya

beralasan agar awet dan tidak cepat busuk. Kadang-kadang juga ibu

saya sering menyimpan telur di dapur karena ibu saya jarang masak

otomatis anggota keluarga hanya memasak telur sendiri dan itu pun

jarang dilakukan karena kebanyakan anggota keluarga saya yang bersifat

konsumtif.

3
Tetapi untuk penyimpanan rempah-rempah seperti bawang

merah, bawang putih,kencur, laja, jahe, ibu saya sering menyimpannya di

dapur berdekatan dengan beras beralasan agar awet dan tidak cepat

membusuk. Namun rempah-rempah seperti cabe merah dan cabe hijau

ibu saya tetap meyimpannya didalam lemari es.

F. Higine dan Sanitasi Makanan

Sebelum memasak, ibu saya selalu memperhatikan kebersihan

dirinya sebelum memasak seperti selalu mandi terlebih dahulu bahkan

mengecek kuku tangan dan kebersihan tangan. Namun sering

menggunakan perhiasan saat memasak. Selalu mencuci tangan sebelum

dan sesudah melakukan apapun saat mengolah makanan.

Kebersihan peralatan masak juga sangat diperhatikan

kebersihanya oleh ibu saya karena jika peralatan masak kotor dapat

menyebabkan masalah kesehatan yang akan timbul pada keluarga, maka

dari itu ibu saya sering mengecek terlebih dahulu kebersihan sanitasi

peralatan sebelum memasak. Selain itu juga ibu saya sangat

memperhatikan perlatan makan seperti sendok, piring, garpu, mngkuk

dan lain-lain karena itu alat yang akan digunakan keluarga untuk makan.

Maka dari itu ibu saya selalu mengelap dan membersihkan terlebih

dahulu alat makan dengan sabun tertentu agar keluarga tetap aman.

4
BAB II

ANALISIS

A. Penyusunan Menu

Dalam menyusun menu terkadang keluarga tidak ada penyusunan

menu, tetapi lebih ke fleksibilitas, karena keluarga menyesuaikan dengan

bahan-bahan makanan yang tersedia di warung-warung ataupun keluarga

membeli makanan lauk pauk ke pedagang keliling setiap harinya.

Suatu susunan beberapa macam hidangan yang disajikan pada

waktu tertentu. Menu dapat terdiri dari satu macam hidangan yang

lengkap atau tidak lengkap, juga dapat berupa hidangan untuk makan

atau sarapan pagi, untuk makan siang atau makan malam saja ataupun

hidangan makan untuk satu hari penuh dengan atau tanpa makan

selingan.

“Ibu saya tidak menggunakan penyusunan menu karena ibu saya

sibuk bekerja dari pagi samapai siang hari. Karena itu ibu saya merasa

cape dan hanya memasak hari minggu saja karena ibu saya hanya

mempunyai waktu luang di hari minggu saja dan semua keluarga yang

ada dirumah ikut berkumpu. Oleh karena itu sebagian keluarga saya lebih

sering membeli makanan berupa camilan atau membeli makan di warung

nasi saja.”

Manfaat peyusunan menu dapat meberikan variasi dan kombinasi

bahan makanan sehingga menhindari kebosanan, pada saat tertentu

dapat menghidangkan makanan kesuskaan anggota keluarga, makanan

5
dapat disajikan sesuai kondisi, menu dapat disusun seusai biaya yang

tersedia, dan dapat mengurangi beban mental.

“Dari pernyataan diatas sudah sangat jelas bahwa penyusunan

menu itu sangat bermanfaat bagi keluarga karena jika ada penyusunan

menu itu akan membuat keluarga lebih sering makan di rumah

dibandingkan di luar rumah. Tetapi kadang-kadang ibu saya hanya

menyediakan atau membeli makanan yang instan saja seperti mie, sosis,

bakso dan makanan instan lainnya untuk mengantisipasi kebingungan

yang ibu saya rasakan saat kehabisan bahan makanan tanpa

sepengetahuan ibu. Dan juga ibu saya hanya akan memasak dihari biasa

ketika salah satu keluarga dirumah meminta ibu untuk memasak.”

B. Pendapatan Bahan Makanan

Cara memilih bahan makanan berupa daging atau ikan dengan

kriteria yang segar dan sudah mendapat pengesahan kesehatan resmi

dari pemerintah. Pilihlah daging, ikan rendah lemak. Membeli atau

mengkonsumsi daging atau ikan segar langsung. Kalaupun harus

disimpan di lemari es, bungkus rapat dan jangan dicampur dengan bahan

makanan lain. Penyimpanan daging di freezer bisa bertahan sampai satu

bulan, tetapi bila disimpan dalam lemari es bersuhu menengah, tidak

boleh lebih dari sehari. Bahan makana berkualitas sangat baik biasanya

terbebas dari bakteri-bakteri penyebab penyaki.

“Pendapatan bahan makanan yang ibu saya dapatkan sudah

cukup memenuhi sayarat dan sesuai dengan pernytaan diatas karena ibu

6
saya selalu memilih daging, ikan dan sayur yang berkualtas dan tidak

terkontaminasi. Tetapi ibu saya tidak memperhitungkan pengesahan

kesehatan dari pemerintah. Kualitas pendapatan makanan yang ibu saya

dapatkan menurut analisis saya sudah sangat bagus karena ibu saya

sangat apik dalam memilih bahan-bahan makanan yang akan dibeli dan

juga ibu saya tidak pernah berganti pedagang daging itu kecuali

pedagang dagingnya sedang tidak dagang, jadi ibu saya selalu

berlangganan kepada tukang daging itu dengan alasan bisa bernegosiasi

harga dan juga daging-daging di pedagang tersebut memang menjanjikan

kualitasya.”

C. Pengelolaan Bahan Makanan

Pengolahan makanan yang baik selalu diawali dengan mencuci

bahan makanan terlebih dahulu agar bahan makanan terlihat bersih dan

masih segar, pengolahan makanan dengan benar terdiri dari merebus,

menggoreng, mengukus, dan mengetim. Banyak prosedur yang harus

diperhatikan mulai dari kebersihan diri orang yang memasak dan

kebersihan wilayang memasak. Cara memasak dengan merebus

makanan yang baik dengan menggunakan air yang secukupnya, bahan

makanan dimasukkan saat air sudah mendidih, merebus makanan jangan

terlalu lama agar kandungan vitamin nya tidak menghilang, dan merebus

bahan makanan dengan panci tertutup. Menggoreng makanan yang baik

dengan wajan yang berisi minyak yang mendidih, minyak yang

secukupnya agar makanan tidak mengandung tinggi lemak.

7
“Menurut pengamatan saya cara pengelolaan makanan yang ibu

saya lakukan sudah cukup baik. Tetapi ibu saya ketika memasak tidak

pernah menggunakan celemek, sarung tangan dan perlatan untuk masak

lainnya.”

“Namun untuk pengelolaan bahan makanan seperti sayuran,

daging dan bahan makanan lainnya ibu saya selalu membersihkan bahan

makanan tersebut terlebih dahulu karena takut anggota keluarga terkena

penyakit akibat bahan makanan yang sudah terontaminasi dan menurut

saya dalam tahap pengelolaan makanan, ibu saya sudah cukup baik.”

D. Penyimpanan Makanan

Konsumsi daging atau ikan segar kalaupun harus disimpan dalam

lemari es atau kulkas, bungkus rapat dan jangan dicampur dengan bahan

makanan lain, penyimpanan daging di freezer bisa bertahan sampai 1

bulan, tetapi apabila disimpan dilemari suhu menengah tidak boleh lebih

dari sehari.

1. Setiap makanan yang disimpan diatur ketebalannya, maksudnya agar

suhu dapat merata keseluruh bagian.

2. Setiap bahan makanan ditempatkan secara terpisah menurut janisnya

dalam wadah (container) masing-masing.

“Penyimpanan yang ibu saya lakukan sudah cukup sesuai dengan

pernyataan diatas karena ibu saya selalu menyimpan makanan dengan

ditutup dan disimpan di dapur, akan teapi untuk penyimpanan bahan

makanan seperti daging, ikan dan sayur tidak ditutup rapat melainkan

hanya menggunakan kantong keresek dan disimpan secara terpisah.”

8
E. Higine dan Sanitasi Makanan

Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang

menitik beratkan kegaitan dan tindakan yang perlu membebaskan

makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat mengganggu atau

memasak kesehatan mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama

dalam proses pengolahan, penyimapanan, pengakutan sampai saat

dimana makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan

kepada masyarakat atau konsumen.

Higiene dan sanitasi makanan adalah segala upaya untuk

menyediakan makanan yang berkualitas baik dan aman bagi kesehatan

orang yang memakannya. Meliputi Perilaku bersih perorangan, sanitasi

makanan, dan sanitasi peralatan dan tempat pengolahan makanan.

Perilaku kebersihan orang yang mengelola makanann harus

bersih badan, dan anggota tubuh lainnya seperti tangan, kuku, rambut

dan pakaian. Tidak menggunakan perhiasan saat memasak dan lainnya.

Mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh bahan makanan.

Sanitasi makanan meliputi pemilihan bahan makanan yang bermutu baik,

penanganan bahan makanan dengan baik, pengolahan masakan dengan

baik pula dan cara penyajian makanan yang baik.

“Menurut pengamatan saya pada higine dan sanitasi makanan

yang ibu saya sudah sangat cukup untuk memenuhi syarat pada

pernyataan diatas karena ibu saya selalu membersihkan diri terelbih

dahulu seperti membersihkan tangan, memeriksa kuku terlebih dahulu

sebelum masak maupun sesudah masak dan juga ibu saya selalu

9
memperhatikan kebersihan peralatan-peralatan masak maupun peralatan

makan seperti piring, sendok, garpu, dan lain-lain. Dan kebersihan pada

bahan makanan juga selalu diperhatikan mulai dari mencuci sampai

penyajian.”

10
BAB III

SARAN

1. Diharapkan ibu bisa membuat penyusunan menu makan setiap harinya

dan membuat menu yang beravariasi, karena menu makanan atau

penyusunan menu makanan begitu sangat bermanfaat untuk keluarga.

2. Diharapkan ibu bisa memasak bukan hanya di hari minggu saja.

3. Jika hanya bisa memasak pada hari minggu saja, diharapkan ibu bisa

mengganti menu makan dalam siang sampai malam hari dengan menu

yang berbeda agar keluarga tidak merasa bosan dan akan betah dirumah

dan juga bisa menghilangkan kebiasaan anggota keluarga yang

konsumtif (menghemat uang).

4. Ibu bisa lebih memperhatikan label kesehatan dari pemerintah dalam

pembelian bahan makanan agar lebih leluasa dan terjamin keamanannya.

5. Sebaiknya ibu menyimpan bahan makanan seperti daging, ikan dan

bahan makanan lainnya dengan cara tertutup rapat bukan hanya

menggunakan kantong keresek saja lalu disimpan dilemari es.

6. Sangat diharapkan sekali ibu lebih memperhatikan menu makan keluarga

dibandingkan untuk diri sendiri.

7. Diharapkan ibu bisa memasak ketika keluarga tidak meminta saja.

8. Dalam keadaan memasak diharapkan ibu menggunakan celemek dan

sarung tangan saat memasak.

9. Diharapkan ibu bisa melepas perhiasan- perhiasan seperti cincin dan

perhiasan lainnya demi keamanan keluarga.

11
10. Pada saat makanan sudah disajikan diharapkan ibu menyimpan makanan

tersebut dengan tertutup agar tidak terkontaminasi

11. Menyesuaikan waktu sebelum memasak agar tidak terlalu lama dan

terlalu matang.

12