Anda di halaman 1dari 11

IV.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan dari praktikum kali ini adalah sebagia berikut.

1. Penentuan normalitas larutan AgNO3 ( cara Mohr )

No. Perlakuan Hasil


Membuat 100 ml larutan standar Sudah dilakukan oleh asesiten
1. NaCl 0,1 N dalam labu ukur 25 praktikum. Larutan NaCl tidak
ml berwarna
2. 10 ml NaCl 0,1 N yang sudah Larutan NaCl tidak berwarna dan
dibuat + 1 ml indikator K2CrO4 K2CrO4 berwarna kuning
Larutan menjadi berwarna kuning
setelah dicampurkan
3. Dititrasi dengan AgNO3 sampai Setelah dititrasi terbentuk endapan
terbentuk endapan merah dan warna putih. Volume
AgNO3 yang digunakan yaitu 7,2
ml
3. Menentukan normalitas larutan 0,139 N
AgNO3

2. Penentuan kadar tiosianat ( cara Volhard )

No. Perlakuan Hasil


1. Membuat 100 ml larutan Sudah dibuat oleh asisten praktikum.
KSCN 0,1 standarisasi dengan Warna larutan tidak berwarna
larutan AgNO3
1. 10 ml NaCl + 5 ml HNO3 + Larutan NaCl dan HNO3 tidak
23,8 ml AgNO3 berwarna. Setelah becampur larutan
menjadi keruh lalu terbentuk
endapan putih.
2. Endapannya disaring Endapan dan filtratnya terpisah.
kemudian dibuang. Filtratnya Endapan nya berwarna putih.
diambil, filtrat ini yang akan Fitratnya tidak berwarna.
digunakan.
3. Filtrat + 1 ml FeCl3 FeCl3 berwarna kuning dan setelah
dicampur dengan filtrat larutannya
berwarna putih
4. Dititrasi kelebihan AgNO3 Setelah larutan dititrasi dengan
dengan larutan KSCN yang KSCN larutan berubah menjadi
telah dibuat berwarna jingga dan ada endapan
putih.
Volume KSCN yang dibutuhkan
untuk titrasi yaitu 0,8 ml
5. Menghitung kadar tiosianat Setelah dihitung didapatkan
kadar tiosianat yaitu 4,784 %

4.2 Perhitungan

Adapun perhitungan pada percobaan ini adalah

1. Penentuan normalitas larutan AgNO3 (cara Mohr )

Diketahui : Volume NaCl = 10 ml

[NaCl] = 0,1 N

Volume AgNO3 = 7,2 ml

Penyelesaian :

𝑉 𝑁𝑎𝐶𝑙 . 𝑁 𝑁𝑎𝐶𝑙
N AgNO3 = 𝑉 AgNO3 titrasi
10 𝑚𝑙 .0,1 𝑁
N AgNO3 = 7,2 𝑚𝑙

N AgNO3 =0,139 N

2. Penentuan kadar tiosianat ( cara Volhard )

Diketahui : berat sampel 0,97 gram

Volume SCN-= 0,8 ml

Normalitas KSCN = 0,1 N= 0,1 M

KSCN(aq)  K+(aq) + SCN-(aq)


0,1 M 0,1 M 0,1 M

Penyelesaian :

mmol SCN- = V x M

= 0,8 ml x 0,1 M

= 0,08 mmol

𝑚𝑚𝑜𝑙 SCN− x Mm SCN−


% SCN- =
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙

0,08 mmol x 58 gram/mol


% SCN- = 0,97 𝑔𝑟𝑎𝑚

% SCN- = 4,784 %

4.3 Pembahasan

Telah dilakukan percobaan tentang argentometri dengan tujuan memahami


prinsip dasar titrasi argentometri cara Mohr, Volhard dan fajans serta
menentukan kadar klorida dengan cara argentometri. Pada praktikum kali
melakukan 2 percobaan yaitu percobaan menentukan normalitas larutan
AgNO3 dengan cara Mohr dan percobaan menentukan kadar tiosianat dengan
cara volhard. Pertama praktikan menentukan normalitas larutan AgNO3 cara
Mohr. Langkah yang pertama yaitu membuat 100 ml larutan standal NaCl 0,1
N dalam labu ukur 25 ml. Langkah awal ini sudah dilakukan oleh asisten
praktikum. Lalu mengambil 10 ml NaCl 0,1 N yang sudah dibuat oleh asisten
kemudian memasukannya kedalam erlrnmeyer dan menambahkan 1 ml
indikator larutan K2CrO4 ke dalam labu erlenmeyer yang berisi 10 ml NaCl
0,1 N . Warna NaCl yaitu tidak berwarna. Warna K2CrO4 yaitu kuning.
Campuran NaCl dan K2CrO4 menghasilkan larutan berwarna kuning. Lalu
menitrasi larutan tersebut dengan AgNO3 sampai terbentuk endapan. Setelah
dititrasi terbentuk endapan merah dan endapan putih. Volume AgNO3 yang
dibutukan untuk titrasi yaitu 7,2 ml.

Pada larutan tersebut NaCl terionisasi menjadi Na+ dan Cl-, ion Cl- akan
bereaksi dengan AgNO3 membentuk endapan AgCl yang berwarna putih.
Reaksinya adalah sebagai berikut:

NaCl(aq) + AgNO3(aq) AgCl(aq) + NaNO3(aq)


(endapan
Putih)

Karena pada percobaan ini AgNO3 ditambah terus-menerus maka akan ada
kelebihan ion Ag+ yang akan bereaksi dengan K2CrO4 membentuk endapan
merah. Reaksinya adalah sebagai berikut:

2Ag+(aq) + CrO42-(aq) Ag2CrO4(s)


(endapan merah)

Pada penentuan normalitas AgNO3 cara Mohr digunakan reagen yaitu


K2CrO4 yang berfungsi sebagai indikator dan untuk mendeteksi adanya
kelebihan Ag+.

Didapatlah normalitas AgNO3 dari perhitungan percobaan pertama yaitu


0,139 N dengan menggunakan larutan NaCl.
Percobaan yang kedua praktikan menentukan kadar tiosianat dengan cara
Volhard. Langkah pertama yang dilakukan yaitu membuat 100 ml larutan
KSCN 0,1 N standarisasi dengan larutan AgNO3, tetapi larutan ini sudah
dibuat oleh asisten praktikum. Lalu memasukkan 10 ml NaCl 0,1 N kedalam
erlenmeyer, kemudian menambahkan secara berturut-turut 5 ml HNO3 dan
23,8 ml AgNO3 ke dalam labu erlenmeyer yang berisi 10 ml NaCl 0,1 N.
Setelah tercampur larutan menjadi keruh lama kelamaan terbentuk endapan
putih. Kemudian saring endapan menggunkan kertas saring dan tampung
filtrat dalam labu erlenmeyer yang lain. Endapan yang dihasikan dibuang
karena tidak digunakan sedangkan filtrat yang diperoleh ditambahkan dengan
1 ml FeCl3. Warna filtrat yang mulanya tidak berwarna berubah menjadi
putih setelah penambahan FeCl3. Lalu menitrasi larutan tersebut dengan
larutan KSCN. Setelah dititrasi dengan KSCN warna larutan menjadi jingga
dan terbentuk endapan putih. Volume KSCN yang digunakan untuk titrasi
yaitu 0,8 ml.

Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah sebagai berikut:


NaCl(aq) + AgNO3(aq) AgCl(s) + NaNO3(aq)
(endapan putih)

Pada percobaan ini endapan disaring karena apabila endapan putih yaitu
berupa AgCl tidak saring maka endapan tersebut akan bereaksi dengan SCN-
dan akan menghasilkan ion Cl-. Reaksinya adalah sebagai berikut:
AgCl(s) + SCN-(aq) AgSCN(aq) + Cl-(aq)

Karena disaring maka reaksi ini tidak terjadi. Kemudian karena AgNO3 yang
ditambahkan lebih banyak dari NaCl maka terdapat kelebihan Ag+ yang akan
bereaksi dengan SCN- sehingga terbentuk endapan putih. Reaksinya adalah
sebagai berikut:

Ag+(aq) + SCN-(aq) AgSCN(s)


(endapan putih)
Karena KSCN ditambahkan terus-menerus maka akan ada kelebihan SCN-
yang akan bereaksi dengan Fe3+ dari FeCl3 sehingga larutan berubah menjadi
berwarna kuning atau jingga. Reaksinya adalah sebagai berikut:
Fe3+(aq) + SCN-(aq) FeSCN2+(aq)
(Kuning)

Adapun fungsi reagen pada percobaan penentuan kadar tiosulfat dengan cara
Volhard adalah sebaga berikut. Fungsi HNO3 yaitu untuk memberikan
suasana asam. Fungsi KSCN yaitu untuk mendeteksi adanya kelebihan ion
Ag+. Fungsi FeCl3 yaitu untuk mendeteksi adanya kelebihan SCN-. Fungsi
AgNO3 yaitu untuk bereaksi dengan ion klorida membentuk AgCl. Dan pada
percobaan ini dilakukan penyaringan endapan, penyaringan ini dilakukan
karena jika AgCl di tambahkan dengan SCN- akan membentuk ion Cl- dan ion
Cl- ini akan mempengaruhi hasil percobaan.

Berdasarkan perhitungan kedua penentuan kadar tiosianat dengan cara


Volhard diperoleh %SCN- yaitu 4,784 %.
V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pada percobaan pertama dengan cara Mohr, campuran NaCl dan

K2CrO4 warna larutan yang mulanya berwarna kuning setelah dititrasi

dengan AgNO3 terbentuk endapan merah dan ada endapan putih.

2. Volume AgNO3 yang dibutuhkan untuk titrasi yaitu 7,2 ml.

3. Berdasarkan perhitungan diperoleh normalitas AgNO3 yaitu 0,139 N.

4. K2CrO4 berfungsi sebagai indikator dan untuk mendeteksi adanya

kelebihan Ag+.

5. Pada percobaan kedua dengan cara Volhard, campuran filtrat dan

FeCl3 setelah dititrasi dengan KSCN terbentuk endapan putih dan

warna larutan menjadi jingga.

6. Volume KSCN yang dibutuhkan untuk titrasi yaitu 0,8 ml.

7. Berdasarkan perhitungan diperoleh %SCN- yaitu 4,784 %.

8. AgNO3 berfungsi untuk bereaksi dengan ion klorida membentuk AgCl.

9. HNO3 berfungsi untuk memberikan suasana asam.

10. FeCl3 berfungsi untuk mendeteksi adanya kelebihan SCN-.

11. KSCN berfungsi untuk mendeteksi adanya kelebihan ion Ag+.


DAFTAR PUSTAKA

Day, RA. Jr dan Al Underwood. 1992. Analisis Kimia Kuantitatif edisi kelima.
Jakarta: Erlangga

Hardjadi. 1990. Ilmu Kima Analitik Dasar. Jakarta: PT Gramedia

Isnawati,R. 2010. Standarisasi Larutan.Jakarta: Erlangga

J. Basset. 1994. Teknik Analisis Kuantitatif. Jakarta: Erlangga

Khopkar, S. M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas


Indonesia

Petrucci, Ralph.1989. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta:


Erlangga
LAMPIRAN
PERTANYAAN

1. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada percobaan di atas.

Jawab :

NaCl(aq) + AgNO3(aq) AgCl(aq) + NaNO3(aq)

2Ag+(aq) + CrO42-(aq) Ag2CrO4(s)

NaCl(aq) + AgNO3(aq) AgCl(s) + NaNO3(aq)

Ag+(aq) + SCN-(aq) AgSCN(s)

Fe3+(aq) + SCN-(aq) FeSCN2+(aq)

2. Jelaskan fungsi penambahan nitro benzen pada titrasi volhard

Jawab:

3. Pada cara volhard, AgCl yang terbentuk ada kemungkinan bereaksi

dengan ion SCN- sebelum ion bereaksi dengan Fe3+.

AgCl + SCN- AgSCN + Cl-

Usaha apa yang perlu dilakukan agar reaksi tersebut tidak terjadi.

Jawab:

Usaha yang perlu dilakukan yaitu dengan cara memisahkan filtrat

dengan endapan AgCl, kemudan filtrat itulah yang digunakan untuk

percobaan sedangkan endapannya tidak digunakan.

4. Jelaskan sumber kesalahan yang mungkin terjadi dalam titrasi

argentometri.

Jawab:
Pengendapan yang terjadi tidak sempurna sehingga zat yang tidak

diinginkan masih terkandung dalam sampel.