Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia dan investasi untuk keberhasilan

pembangunan bangsa ( UUD 1945 pasal 28 H ayat I ). Untuk itu perlu diselenggarakan

pembangunan kesehatan secara menyeluruh agar terwujud masyarakat yang sehat,

mandiri dan berkeadilan. Dalam pasal 34 disebutkan bahwa negara bertanggung jawab

atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak

yang salah satunya diwujudkan dengan pembangunan Puskesmas dan jaringannya.

Dalam Pasal 22 ayat I UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial

Nasional, manfaat jaminan kesehataan bersifat pelayanan perseorangan berupa

pelayanan kesehatan yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan

rehabilitatif, termasuk obat dan bahan medis habis pakai yang diperlukan. Dalam pasal

yang sama pada ayat 3 disebutkan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

mengembangkan system pelayanan kesehatan, system kendali mutu pelayanan, dan

system pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Puskesmas dan jaringannya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terdepan

tanggung jawab dalam upaya meningkatkan status kesehatan peserta BPJS yang

terdaftar di wilayahnya dengan cara memberikan pelayanan paripurna.

Namun pada pelaksanaaannya menemukan beberapa permasalahan yaitu :

1. Risiko penyakit peserta terdaftar di BPJS kesehatan tidak diketahui

2. Peningkatan kelompok usia lanjut

3. Meningkatnya trend penyakit degeneratif

4. Pembiayaan tinggi pada penyakit kronis ( Kanker, DM, Kardiovaskular)

5. Risiko terjadinya adverse selection pada awal pelaksanaan JKN

1
Untuk mengatasi permasalahan diatas maka dilaksanakan program pelayanan

penyakit kronis (Prolanis), yaitu suatu system pelayanan kesehatan dan pendekatan

proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas

kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta

BPJS kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang

efektif dan efisien. Adapun sasaran dari program ini adalah penderita diabetes melitus

tipe 2 dan hipertensi,

Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit

orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal setiap

orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda. Diabetes adalah kondisi yang

kronis, dimana tubuh tidak dapat mengubah makanan menjadi energi sebagaimana

harusnya. Hal ini berasosiasi dengan komplikasi yang terjadi dalam jangka waktu yang

cukup lama yang kemudian mempengaruhi hampir seluruh bahagian tubuh.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun

2007, dari 24417 responden berusia >15 tahun, 10,2% mengalami Toleransi Glukosa

Terganggu (kadar glukosa 140-200 mg/dl setelah puasa selama 14 jam dan diberi

glukosa oral 75 gram). Sebanyak 1,5% mengalami Diabetes Melitus yang terdiagnosis

dan 4,2% mengalami Diabetes Melitus yang tidak terdiagnosis. Baik DM maupun TGT

lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria, dan lebih sering pada golongan

dengan tingkat pendidikan dan status sosial rendah. Daerah dengan angka penderita DM

paling tinggi yaitu Kalimantan Barat dan Maluku Utara yaitu 11,1 %, sedangkan

kelompok usia penderita DM terbanyak adalah 55-64 tahun yaitu 13,5%. Beberapa hal

yang dihubungkan dengan risiko terkena DM adalah obesitas (sentral), hipertensi,

kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi sayur-buah kurang dari 5 porsi perhari.

2
Peningkatan jumlah diabetes disebabkan keterlambatan penegakan diagnosis

penyakit tersebut. Pasien sudah meninggal akibat kompikasi sebelum adanya

penegakan diagnosis (Sudoyo et al, 2006). Penyebab keterlambatan penegakan

diagnosis tersebut adalah banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap pilihan-

pilihan yang ada atau beragamnya variabel.

Puskesmas Kecamatan Pulogadung merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang

letaknya strategis, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat yang tinggal di

Kecamatan Pulogadung. Masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya secara

berkala melalui pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas Kecamatan

Pulogadung. Puskesmas Kecamatan Pulogadung juga merupakan salah satu

puskesmas yang menjalankan program pelayananan penyakit kronis (prolanis),

sehingga Puskesmas Kecamatan Pulogadung merupakan salah satu lokasi yang tepat

dalam kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat dalam program pelayananan penyakit

kronis (prolanis).

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dari itu penulis ingin mengambil judul

Praktik Kesehatan Masyarakat Penatalaksanaan Program Pelayanan Penyakit Kronis

(PROLANIS) Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kecamatan

Pulogadung Jakarta Timur Tahun 2018.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Mendapat pengetahuan dan pengalaman tentang program pelayananan penyakit

kronis (prolanis) di puskesmas kecamatan Pulogadung Jakarta Timur tahun 2018.

1.2.2 Tujuan Khusus

a. Mengetahui gambaran umum kegiatan program pelayananan penyakit kronis

(prolanis) di Puskesmas Kecamatan Pulogadung.

b. Mengetahui struktur organisasi di Puskesmas Kecamatan Pulogadung.

3
c. Mengidentifikasi masalah program pelayananan penyakit kronis (prolanis) di

Puskesmas Kecamatan Pulogadung tahun 2018.

d. Memberikan alternatif pemecahan masalah yang ditemukan dalam program

pelayananan penyakit kronis (prolanis) di Puskesmas Kecamatan Pulogadung

1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi mahasiswa
a. Mendapatkan pengalaman dan keterampilan di bidang teknis dan

manajemen pelayanan kesehatan.

b. Dapat membandingkan antara teori dan praktek di lapangan.

c. Mendapatkan pengalaman menggunakan metode analisis masalah yang

tepat terhadap permasalahan manajemen pelayanan kesehatan.

d. Mendapat bahan untuk penulisan karya ilmiah di institusi pelayanan

kesehatan.

1.3.2 Bagi institusi Puskesmas Kecamatan Pulogadung


a. Institusi dapat memanfaatkan tenaga terdidik dalam membantu penyelesaian

tugas-tugas di unit kerja masing-masing.

b. Institusi mendapat alternatif calon karyawan yang telah dikenal mutu dan

kredibilitasnya.

c. Menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan dan bermanfaat antara

institusi tempat PKM dengan FIKes URINDO.

1.3.3 Bagi Program Studi Kesehatan Masyarakat

a. Laporan PKM dapat menjadi salah satu audit internal kualitas pembelajaran.

b. Memperkenalkan program studi kepada industri pelayanan kesehatan.

c. Mendapatkan masukan bagi pengembangan program studi.

d. Terbinanya jaringan kerja sama dengan institusi tempat PKM dalam upaya

peningkatan keterkaitan dan kesepadanan antara sumber daya substansi

akademik dengan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi sesuai

kebutuhan.
4
e. Peningkatan mutu sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam

pembangunan kesehatan masyarakat.

5
BAB II
RENCANA KEGIATAN

2.1 Waktu pelaksanaan praktik


Waktu pelaksanaan praktik dimulai pada tanggal 6 Maret 2018 – 6 April 2018 dengan

waktu kerja dari hari Senin sampai Kamis pukul 07.30-16.00 WIB dan Jumat pukul 07.30-

16.30 WIB.

2.2 Lokasi Praktik Kesehatan Masyarakat


Tempat pelaksanaan praktik kesehatan masyarakat dilaksanakan di Puskesmas

Kecamatan Pulogadung yang beralamat di Jalan Kayu Putih Selatan III No.2B,

RT.8/RW.5, Pulo Gadung, RT.8/RW.5, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus

Ibukota Jakarta 13260.

2.3 Metode yang digunakan


Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode yaitu :

a. Learning by doing, yaitu belajar dan mengaplikasikan ilmu secara bersamaan.

Sesuai dengan tujuan dan latar belakang diadakannya praktik kesehatan

masyarakat yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui situasi di pelayanan

kesehatan dan dapat mengaplikasikan teori yang telah didapat selama di

perkuliahan.

b. Observasi pelaksanaan program pelayananan penyakit kronis (prolanis).

Pengamatan dilakukan dengan observasi kegiatan program pelayananan

penyakit kronis (prolanis) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Pulogadung.

c. Wawancara yaitu melakukan wawancara pembimbing lapangan dan

penanggung jawab pelaksanaan program pelayananan penyakit kronis

(prolanis) di Puskesmas Kecamatan Pulogadung.

6
d. Studi dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan dokumen dan bukti akurat dari

pencatatan sumber informasi khusus data puskesmas, seperti profil puskesmas,

visi dan misi, struktur organisasi di Puskesmas Kecamatan Pulogadung.

7
8