Anda di halaman 1dari 25

ASIDIMETRI DAN ALKALIMETRI

(LaporanPraktikumDasar-Dasar Kimia Analitik)

Oleh

Pratiwi Purnaning Wulandari

1513023007

LABORATORIUM PEMBELAJARAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2017
JudulPercobaan : Penentuan Air Kristal Prusi (CuSO4 . XH2O)

TanggalPercobaan : 20April 2017

TempatPercobaan : LaboratoriumPembelajaran Kimia

Nama : Pratiwi Purnaning Wulandari

NPM : 1513023007

Fakultas : KeguruandanIlmuPendidikan

Jurusan : PendidikanMatematikadanIlmuPengathuanAlam

Program Studi : Pendidikan Kimia

Kelompok : 1 (satu)

Bandarlampung,20 April 2017

Maisaroh
NPM. 1413023034
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam praktikum kimia, setiap mahasiswa pasti pernah melakukan titrasi.


Suatu hal atau kegiatan yang biasa dilakukan di dalam percobaan kimia.
Titrasi biasanya dilakukan dengan meneteskan tetes demi tetes titran
kedalam titrat hingga mencapai mencapai titik ekuivalen titrasi dimana
mol asam sama dengan mol basa. Dan titik ekuivalen biasanya berada
disekitar asam basa. Pada saat titrasi, ada yang dinamakan larutan baku
standar , yaitu larutan yang telah diketahui konsentrasinya dengan pasti.

Apabila pada suatu titrasi asam basa, yang menjadi larutan standarnya
berupa asam maka disebut dengan asidimetri dan apabila yang menjadi
larutan standarnya berupa basa maka disebut dengan alkalimetri. Pada
asidimetri, serta alkalimetri biasanya sangat identik dengan analisis
kuantitatif secara volumetrik. Pada titrasi ini reaksi harus sederhana, reaksi
yang berlangsung harus cepat dan titik akhir titrasi harus mudah ditentukan
dengan pengamatan secara langsung. Untuk menegtahui lebih jelas maka
dilakukanlah percobaan kali ini yang berjudul asidimetr dan alkalimetri.

1.2 Tujuan Percobaan

Adapuan tujuan dari percobaan ini adaalah sebagai berikut:


1. Memahami prinsip dasar titrasi asam basa dalam analisis volumetri
2. Membuat larutan standar asam klorida (HCl)
II. TINJAUAN PUSTAKA

Kadang-kadangkitaperlumengetahuitidakhanyaatausekedar pH,
akantetapiperlukitaketahuijugaberapabanyakasamataubasayangterdapatdidalamsa
mpel. Sebagaicontoh,
seorangahlikimialingkunganmempelajarisuatudanaudimanaikan-
ikannyamati.Diaharusmengetahuisecarapastiseberapabanyakasam yang
terkandungdalamsuatusampel air danautersebut.Titrasimelibatkansuatu proses
penambahansuatularutan yang disebuttirantdariburetkesuatu flask yang
berisisampeldandisebutanalit. Berhasilnyatitrasiasam-
basatergantungpadaseberapaakuratkitadapatmendeteksititikstoikiometri.Padatitikt
ersebut, jumlahmoldari H3O+dan OH- yang ditambahkansebagai titrant
adlahsamadenganjumlahmoldari OH- atau H3O+ yang terdapatdalamanalit.
Padatitikstoikiometri, larutanterdiridarigaramdan
air.Larutantersebutadalahasamapabila ion asam yang terkandungdidalamnya,
danbasaapabila ion basa yang terkandungdidalamnya (Atkins, 1997 ).

Seperti yang telahdiketahuisebelumnya, dalamstoikiometrititrasi,


titikekivalendarireaksinetralisasiadalahtitikpadareaksidimanaasamdanbasakeduan
yasetara, yaitudimanakeduanyatidakada yang berlebihan.Dalamtitrasi,
suatularutan yang akandinetralkan, misalasam, ditempatkan di dalam flask
bersamaandenganbeberapatetesindikatorasambasa. Kemudianlarutanlainnya
(misalbasa) yang terdapatdidalamburet, ditambahkankeasam.Pertama-tama
ditambahkancukupbanyak,
kemudiandengantetesanhinggatitikekivalen.Titikekivalenterjadipadasaatterjadinya
perubahanwarnaindikator.Titikpadatitrasidimanaindikatorwarnanyaberubahdisebu
ttitikakhir (Petrucci, 1997 ).

Proses titrasidigunakandalampenentuananalitisbanyak,
termasukmelibatkanreaksiasam-basa. Indikatoradalahzat yang
digunakanuntuksinyalketikatitrasitiba di titikdimanareaktankimiasama, seperti
yang didefinisikanolehpersamaanreaksi.
Larutanstandaradalahlarutandengankonsentrasitepatditentukan.Awalnyakonsentra
silarutanstandarditentukandarijumlah yang ditimbangdarisebuahstandar primer,
bahkankimiareferensi yang
sangatdimurnikan.Larutanstandardapatdibuatdarisalahsatudariduacara;
1. Standar primer yang ditimbangdenganhati-hati, dilarutkan,
dandiencerkanakuratuntuk volume yang diketahui.
Konsentrasidapatdihitungdari data.
2. Larutandibuatuntukperkiraankonsentrasidankemudiandibakukanolehtitrasi
kuantitasakuratditimbangdaristandar primer (Weiner, 2010).

Titrasiadalahpenambahan yang sangathati-hatidarisatularutanke yang lain


dengancaraburet. Buretsecaraakuratmengukur volume larutan yang
dibutuhkanuntukbereaksidenganjumlah yang secarahati-hatidiukurdarizatlain
yang terlarut. Ketika volume yang tepattelahtercapai,
indikatorperubahanwarnadan operator
menghentikanalirandariburettersebut.Fenolftaleinadalahindikatorkhasuntuktitrasia
sam-basa, tidakberwarnadalamlarutanasamdanmerahmudadalamlarutanbasa
(Peters, 1990).

Titrasiasam-basaseringdisebutaidimetri-alkalimetri,
sedanguntuktitrasiataupengukuran lain-lain seringjugadipakaiakhiran –
ometrimenggantikan –imetri. Kata metriberasaldaribahasaYunanidanberartiilmu,
proses atausenimengukur; i dan o dalamhubungandenganmetriberartisamasaja,
yaitudenganataudari (with atau of) akhiran -i berasaldaribahasa Latin da -o
daribahasaYunani.
Jadiasidimetridiartikanpengukuranjumlahasamataupunpengukurandenganasam
(yang diukurjumlahasamataugaram).Tentusajainimembingungkan,
namunusahauntukmenetapkanartimana yang
harusdipakaitidakberasil.Makaasidimetridanalkalimetrisebaliknyadiartikanumums
aja, yaitutitrasi yang menyangkutasamdanbasa (Harjadi, 1990).
Titrimetriatauanalisisvolumetriadalahsalahsatucarapemeriksaanjumlahzatkimia
yang luasdalampemakainannya. Hal
inidisebabkankarenaolehbeberapaalasan.Misalnyayaitucarainimenguntungkankare
napelaksanaannyamudahdancepat,
ketelitiandanketetapancukuptinggidancarainidapatdigunakanuntukmenentukankad
arbeberapazat yang mempunyaisifat yang berbeda.

Padadasarnyacaratitrimetriiniterdiridaripengukuran volume larutanperaksi yang


dibutuhkanuntukbereaksisecarastoikiometridenganzat yang akanditentukan.
Larutanpereaksibiasanyadiketahuikepekaannyadenganpasti,
disebutpeniterataularutanbaku. Sedangkan proses
penambahanpenitertersebutkedalamlarutanzat yang akanditentukandisebuttitrasi.
Dalam proses inibagian-bagianpeniterbditambahkankedalamlarutanzat yang
akanditentukandenganbantuanalat yang disebutburetsampaitercapaititikkesetaraan.
Titikkesetaraanadalahtitikpadasaatpereaksidanzat yang
ditentukanbereaksisempurnasecarastoikimetri (Rivai, 1995).

Asidimetriadalahanalisisvolumetrik yang
menggunakanlarutanbakuasamuntukmenentukanjumlahbasa yang ada.
Alkalimetriadalahanalisisvolumetrik yang
menggunakanlarutanbakubasauntukmenentukanjumlahasam yang ada (Daintith,
1997).
III. METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 AlatdanBahan

Adapunperalatan yang
digunakanpadapercobaaniniadalahsebuahneracaanalitik, sebuahlabuukur 250
mL, sebuah pipet gondok 25 mL, sebuah Erlenmeyer, sebuahburet 50 mL,
dansebuahstatiflengkap.

Adapunbahan-bahan yang digunakanpadapercobaaniniadalah Kristal borak,


indikatormetil orange, HCl, danaquades.

3.2 Diagram Alir

Adapun diagram alirdaripercobaaaniniadalahsebagaiberikut.


A. ProsedurKerjaPembuatanLarutanStandarHCl 0,1 N
Labu Ukur 250 mL
- Dipipet 2 mL HClpekatdengan pipet volume
- Ditambahkan aquades sampai tanda batas
- Dikocok campuran tersebut dalam keadaan labu
tertutup

Hasil Pengamatan

B. StandarisasiLarutanHCl

Labu Takar

- Ditimbang 1,0 gram kristakborak


(Na2B4O7.10H2O)
- Dilarutkanmenjadi 250 mL
- Ditambahkan 2 mL air

Erlenmeyer

- Diambil 25 mL larutanborakdengan pipet gondok


- Ditambah 2-3 tetesindikator MO
- DititrasidenganHClstandarsampaiterjadiperubahan
warna
- Dicatat volume titran

Erlenmeyer

- Diulangilangkahdiatassebanyak 3 kali
- Dihitung rata-rata volume titran yang digunakan
- DihitungkonsentrasiHCl

HasilPengamatan
IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan dari percobaan yang dilakukan adalah sebagai


berikut:

1. Pembuatan Larutan Standar HCl 0.1 N


NO Perlakuan Hasil Pengamatan

1. Memasukan akuades sedikit HCl pekat berwarna kuning


kedalam labu ukur 100 ml,
lalu Mengambil 1 ml HCl
pekat dengan pipet volume
dan dimasukan kedalam labu
ukur yang berisi akuades
2. Menambahkan akuades Larutan menjadi tidak berwarna
sampai tanda batas dan kocok
hingga homogen

2. Prosedur Standarisasi
N Perlakuan Hasil Pengamatan
o
1. Menimbang 0,407 gram Mula-mulakristalborakberwarnaputih,
kristalborak setelahdilarutkandenganaquadestmenja
(Na2B4O7.10H2O) ditakberwarna
dandilarutkaknkedalam 100
ml labutakar
2. Mengambil 25 ml Setelah ditambahkan metil orange
larutanborakuntukdimasukk (MO)larutanborakmenjadiberwarna
ankedalam Erlenmeyer orange
danmenambahkan 3
tetesmetil orange (MO)
3. MemasukkanlarutanHClpek LarutanHCltetaptakberwarna
at yang
telahdiencerkankedalambur
et
4. Menitrasilarutanborak yang Larutanborakmenjadimerah, volume
telahditetesidengan HCl yang digunakan sampai terjadi
indicator MO sampai terjadi perubahan warna yaitu 8,5 ml
perubahan warna

4.2 Perhitungan

Adapun perhitungan yang di peroleh dari percobaan yang dilakukan adalah


sebagai berikut:
Diketahui: ReaksiHCldanBorakadalahsebagaiberikut
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
massaborak = 0,407 gram
Mrborak = 381,9gram.mol-
Vborak = 25 ml
Vtitrasi= 8,5 ml
Ditanya: [HCl]
Penyelesaian
𝑚 𝑏𝑜𝑟𝑎𝑘
nborak(100 ml) = 𝑀𝑟 𝑏𝑜𝑟𝑎𝑘
0,407 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 𝑔𝑟𝑎𝑚
381
𝑚𝑜𝑙

=0,001 mol

𝑉 𝑏𝑜𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛


nborak (25 ml) = × 𝑛 𝑏𝑜𝑟𝑎𝑘
𝑀𝑟 𝑏𝑜𝑟𝑎𝑘𝑉 𝑏𝑜𝑟𝑎𝑘 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
25 𝑚𝑙
= 100 𝑚𝑙 × 0,001 𝑚𝑜𝑙

= 0,00025mol
𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐻𝐶𝑙
nHCl =𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐵𝑜𝑟𝑎𝑘 × 𝑛 𝑏𝑜𝑟𝑎𝑘(25 𝑚𝑙)
2
=1 × 0,00025 mol

= 0,0005mol

1
MolekuivalenHCl = molHCl× 1

=0,0005mol× 1
= 0,0005mol

𝑚𝑜𝑙 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛 𝐻𝐶𝑙


[HCl] = 𝑉 𝑡𝑖𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝐻𝐶𝑙
0,0005 𝑚𝑜𝑙
= 0,0085 𝐿

= 0,058 mol/ L
= 0,058 N
Jadi, konsentrasiHCl yang digunakansebesar5,8 N

4.3 Pembahasan

Padapercobaan kali ini yang berjudulasidimetridanalkalimetri bertujuan agar


memahami prinsip dasar titrasi asam basa dalam analisis volumetri. Adapun
langkah percobaan yang dilakukan yang pertama. Mula-
mulamembuatlarutanstandarHCl 0,1 N yang akandigunakansebagaititran,
PadapembuatanlarutanstandarHCl 0,1 N langkahpertama yang dilakukanyaitu
memasukan akuades sedikit kedalam labuukur 100 ml, kemudian mengambil
1 ml HClpekatberwarnakuningdalamlemariasam, dan dimasukan dalam labu
ukur yang berisi akuades tadi. Setelah
itumenambahkanaquadestsampaitandabatas (pengenceran). Dan kocok hingga
homogen dalam keadaan labu ukur
tertutup.PadasaatpengenceranterjadiperubahanwarnaHCldarikuningpekatmenj
adilarutantakberwarna.
Langkahselanjutnyaadalahprosedurstandarisasi.Prossedurinidilakukankarenal
arutanHClmerupakanlarutanstandarsekunder,
makaperludistandarisasidenganlarutanstandar
primer.Adapunstandarisasipadapercobaaninidenganmenggunakanboraks.Mul
a-mulapraktikanmenimbang 0,407 gram kristalboraks (Na2B4O7.10H2O),
kristal borak berwarna putih. Lalu melarutkannyamenjadi 100 ml
dalamlabutakar. Kristal
borakawalnyaberwarnaputihsetelahdilarutkanmenjaditakberwarna.Kemudian
mengambil 25 ml larutankristalborak dimasukankedalam Erlenmeyer
danmenambahkan 3 tetes indicator metiljingga/ metil orange (MO).
Setelahlarutanditambahkanmetiljinggaterjadi perubahan
warnadarilarutantakberwarnamenjadi orange/jingga.Setelahitu,
memasukkanHCl 0,1 N yang
telahdiencerkantadikedalamburetdandijepitdenganmenggunakanstatifuntukme
mpermudahmelakukantitrasi. Lalu, menitrasilarutanboraksdalam Erlenmeyer
denganmengguunkanHCl 0,1 N sampai terjadi perubahan warna.Volume
yang digunakansampai terjadiperubahanwarnadarijingga/orange
menjadimerahsebanyak8,5 ml.

Pada percobaan ini merupakan percobaan alkalimetri karena titrasi mengguna


kanlarutanborak (Na2B4O7.10H2O). Alkalimetri itu sendiri adalah titrasi
yang menggunakan larutan baku basa. Sedangkan larutan borak (Na2B4O7.10
H2O) merupakan larutan baku basa. Sehingga pada percobaan ini
menggunakan titrasi alkalimetri karena menggunakan larutan baku asam.

Titrasi asam basa dikenal dengan titrasi asidimetri alkalimetri. Asidimetri


adalah analisis volumetrik yang menggunakan larutan baku asam untuk
menentukan jumlah basa yang ada. Alkalimetri adalah analisis volumetrik
yang menggunakan larutan baku basa untuk menentukan jumlah asam yang
ada.
Suatularutanstandaradalahlarutan yang mengandungeagensiadenganbobot
yang diketahuidalamsuatu volume tertentusuatularutan.Larutanstandar primer
adalahsuatularutan yang
konsentrasinyadapatlangsungditentukandariberatbahansangatmurni yang
dilarutkandan volume yang terjadi, suatuzatstandar primer
harusmemenuhipersyaratan, yaitusebagaiberikut:
1. Zatharusmudahdiperoleh, mudahdimurnikandanjugamudahdikeringkan
(sebaiknyapadasuhu 1100 ± 1200C).
2. Zatharustidakberubahdalamudaraselamapenimbangan. Kondisi-
kondisiinimengisyaratkanbahwazattidakbolehhigroskopis, tidak pula
dioksidasiudaraataudipengaruhikarbondioksida. Standarinijugaharusdijaga
agar komposisinyatidakberubahsaatpenyimpanan.
3. Zatharusdapatdiujiterhadapzatpengotordenganuji-ujikualitatifatauuji-uji
lain yang kepekaannyadiketahui (jumlah total zat-zatpengotor,
umumnyatidakbolehmelebihi 0, 01-0, 02 ).
4. Zatharusmempunyaiekivalen yang tinggi,
sehinggasesatanpenimbangandapatdiabaikan.
5. Zatharusmudahlarutpadakondisi-kondisidalammanaiadigunakan.\
6. Reaksidenganlarutanstandarituharussoikiometridanpraktissekejap.
Sesatantitrasiharusdapatdiabaikanataumudahditetapkandengancermatdeng
aneksperimen.

Adapunreaksi yang
terjadipadaboraksdenganHCldalampercobaaniniadalahsebagaiberikut.
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O

Sedangkanreaksiboraksdenganmetiljingga/ metil orange


dalampercobaaniniadalahsebagaiberikut.
Na2B4O7.10H2O + C14H14N3NaO3S 3NaNO3S + 4H3BO3 + 2H2O +
8CO2
Metiljingga/ metil orange iniberupapadatan (serbuk) berwarnajingga/orange
memilikistrukturkimiaC14H14N3NaO3S denganmassa molar327,33 gram mol-.
Metiljinggajugamemilikidensitas 1,28 gram/cm3titikdidihnya> 300oC
sedangkantitikleburnyaterdekomposisi, memilikikelarutan 0,5 gram/100 ml
namunmetiljingga /metil orange initidaklarutdalamdietileter.Tidakseperti
indicator universal, meetiljinggatidakmemiliki spectrum perubahanwarna yang
lengkap, tetapimemilikititikakhir yang
tajam.Dalamkondisiasamberwarnamerahdandalamkeadaanbasabewarnakuning
.Adapun struktur dari metil orange (MO) adalah:

Adapungrafikhasilperhitungandangrafikhubungan volume HCldengan pH


apabiladiketahuiHCl 2 M, kristal borak 0,01 M dan volume borak 25 mldengan
volume HClberturut-turutdalam (ml) adalah 0; 0,05; 0,1; 0,15; 0,2; 0,22; 0,23;
0,24; 0,25 ; 0,3; 0,4 dan 0,5 adalahsebagaiberikut.
V. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan yang dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Titrasi asam basa dikenal dengan titrasi asidimetri dan alkalimetri.
2. Pada percobaan yang dilakukan menggunakan titrasi alkalimetri.
3. Kristal borak berwarna putih setelah di encer kan menjadi tidak berwarna.
4. Indikator yang digunakan dalam percobaan ini yaitu indikator metil orange
(MO).
5. Saat titrasi terjadi peerubahan warna pada larutan borak yang awalnya
berwarna orange setelah di tambahkan indikator metil orange (MO)
menjadi merah.
6. Volume HCl yang digunakan untuk titrasi sampai terjadi perubahan warna
adalah 8,5 ml.
7. Hasil perhitungan yag diperoleh yaitu konsentrasiHCl yang
digunakansebesar5,8 N
DAFTAR PUSTAKA

Atkins, Peter and Jones Lorette. 1997. Chemistry Molecules and Canges. New
York: W. H. Freeman and Company

Daintith, J. 1997. Kamus Lengkap Kimia. Jakarta: Erlangga

Harjadi, W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar.Jakarta: Gramedia

Peters, Edward I. 1990. Introduction to Chemical Principles. USA: Saunders


College Publishing

Petrucci, Ralph H and Willias S. Harwood. 1997. General Chemistry. New Jersey:
Prentice Hall

Rivai, H. 1995. Asas Pemeriksaan Kimia. Jakarta: UI Press

Weiner, Susan A. 2010. Introduction to Chemical Principles. USA: Cengage


Learning
LAMPIRAN
PERTANYAAN

1. Jelaskanpadatitrasiasidimetrialkalimetripengamatantitikakhirtitrasiharusmengg
unakan indicator
2. Jelaskankapantitrasiharusdihentikan
3. Jelaskankenapatitrasiharusdihentikan
4. Jelaskan, bisakahlaarutanHCldigunakansebagailarutanstandar.

Jawab:

1. Padatitrasiasidimetridanalkalimetriharusmenggunakan indicator,
halinidilakukansupayapraktikantahukapantitrasiharusdihentikansehinggakonse
ntrasizatterlarutdenganpelarutitusama. Dan
memudahkandalammelakukanperhitungan.
2. Titrasihaarusdihentikanapabilatelahterjadiperubahanwarnapadazatpelaryutatau
zat yang dijadikansebagaisampel.
3. Titrasiharusdihentikankarenajikatitrasitidakdihentikanmakahaasilperhitungand
engankonsentrasi yang adatidaksingkron.
4. LarutanHCldapatdigunakanlarutanstandar. Tapilarutanstandarsekunderbukan
primer.
PERHUTUNGAN

Diketahui:
V Na2B4O7.10H2O = 25 ml
[Na2B4O7.10H2O] = 0,01 M
[HCl] = 2M

Ditanya:
pH HClsaat [HCl] secaraberurutanadalahsebagaiberikut 0 ml; 0,05 ml; 0,1ml;
0,15ml; 0,2ml; 0,22ml; 0,23ml; 0,24ml; 0,25ml; 0,3ml; 0,4ml dan 0,5ml.

Penyelesaian :
MolNa2B4O7.10H2O = [Na2B4O7.10H2O]. V Na2B4O7.10H2O
= 0,01 M . 25 ml
= 0,25mmol
MolHCl (V=0 ml) = [HCl] . V HCl
= 2 M . 0 ml
= 0 mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0 mmol
r : 0 mmol 0 mmol 0 mmol 0 mmol 0 mmol
s : 0,25 mmol - - - -

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = =0
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0
=0

MolHCl (V=0,05 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,05 ml
= 0,1mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,1 mmol
r : -0,1 mmol -0,1 mmol +0,1 mmol +0,1 mmol +0,1
mmol
s : 0,15 mmol - +0,1 mmol +0,1 mmol +0,1 mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = =25,05 𝑚𝑙= 0
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0
=0

MolHCl (V=0,1 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,1 ml
= 0,2mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,2 mmol
r : -0,2 mmol -0,2 mmol +0,2 mmol +0,2 mmol +0,2
mmol
s : 0,05 mmol - +0,2 mmol +0,2 mmol +0,2 mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = 25,1 𝑚𝑙 = 0
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0
=0

MolHCl (V=0,15 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,15 ml
= 0,3mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,3 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,05 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0,05 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = = 0,002 = 2.10-3
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,15 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= -log 2.10-3
= 2,6

MolHCl (V=0,2 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,2 ml
= 0,4mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,4 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,15 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0,15 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = = 0,0059
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,2 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0,0059
= 2,2
MolHCl (V=0,22 ml) = [HCl] . V HCl
= 2 M . 0,22 ml
= 0,44mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,44 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,19 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0,19 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = = 0,0075
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,22 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0,0075
= 2,12

MolHCl (V=0,23 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,23 ml
= 0,46mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,46 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,21 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0,21 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = = 0,0083
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,23 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0,0083
= 2,08

MolHCl (V=0,24 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,24 ml
= 0,48mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,48 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,23 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0,23 𝑚𝑚𝑜𝑙
[HCl] = = = 0,0092
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,24 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0,0092
= 2,04

MolHCl (V=0,25 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,25 ml
= 0,5mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,5 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0 ,25 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = = 0,0099
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,25 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0,0099
= 2,004

MolHCl (V=0,3 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,3 ml
= 0,6mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,6 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,35 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0,35 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = 𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
= 25,3 𝑚𝑙
= 0,013
pH = -log [HCl]
= - log 0,013
= 1,86

MolHCl (V=0,4 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,4 ml
= 0,8mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 0,8 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,55 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0,55 𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = = 0,022
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,4 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0,022
= 1,66

MolHCl (V=0,5 ml) = [HCl] . V HCl


= 2 M . 0,5 ml
= 1 mmol
Na2B4O7.10H2O + 2HCl 2NaCl + 4H3BO3 + 5H2O
m: 0,25 mmol 1 mmol
r : -0,25 mmol -0,25 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol
s : - 0,75 mmol +0,25 mmol +0,25 mmol +0,25
mmol

𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑙 0 ,75𝑚𝑚𝑜𝑙


[HCl] = = = 0,03
𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 25,5 𝑚𝑙

pH = -log [HCl]
= - log 0,03
= 1,52
Jadi, besarnya pH yang diperolehjikaditulismenggunakan table
adalahsebagaiberikut:
V HCl (ml) Ph

0 0

0,05 0

0,1 0

0,15 2,6

0,2 2,2

0,22 2,11

0,23 2,08

0,24 2,04

0,25 2

0,3 1,85

0,4 1,66

0,5 1,52