Anda di halaman 1dari 4

Nama : Muhamad Andriynato Firdaus / 201510410311079

Kelas : farmasi B

1. Dari semua matakuliah yang telah anda pelajari , matakuliah apa yang paling anda sukai ?
FARMAKOLOGI
2. Materi atau masalah apa yang membuat anda tertarik ? obat anti inflamasi ,paraetamol
meiliki fungsi sebagai analgesik dan antipiretik , tetapi terkadang digunakan sebagai anti
inflamasi
3. Buatlah (1) pertanyaan terhadap materi /permasalahan pada poin 2
Apakah parasetamol memiliki efek sebagai anti inflamsi ?
cari jawaban pertanyaan poin 3 pada tiap tipe tipe sumber literatur
4. Dari literatur tersier
Tipe literatur : ensiklopedia

Judul : parasetamol

Memberikan informasi :
Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim
siklooksigenase (COX, cyclooxygenase), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat
ini lebih selektif menghambat COX-2. Meskipun mempunyai aktivitas antipiretik dan
analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah

5. Dari literatur sekunder


Tipe literatur : buku
Judul : at a glance farmakologi medis edisi V
Memberikan informasi :
Asetaminofen (paracetamol) bekerja paling tidak sebagian dengan mengurangi tonus
peroksida sitoplasmik : peroksida penting untuk mengaktivasi enzim hem menjadi bentuk
ferri. Pada daerah inflamsi daerah inflamsi akut , paracetamol tidak begitu efektif karena
neutrofil dan moosit menghasilkan menghasilkan kadar H2O2 dan peroksida lipid yang
tinggi ,yang mengalahkan kerja obat . (hal .71)

6. Dari literatur primer


Tipe literatur : journal
Judul : Different mechanisms underlie the analgesic actions of paracetamol and
dipyrone in a rat model of inflammatory pain
Memberikan informasi :
parasetamol adalah inhibitor lemah dari isoform siklooksigenase 1 atau 2 (COX-1, COX-2)
tetapi lebih kuat pada COX-3. Keduanya juga merupakan agen anti-inflamasi yang lemah,
relatif terhadap aktivitas analgesik dan antipiretiknya.
Dalam model nyeri inflamasi yang dimediasi oleh prostaglandin, senyawa tersebut bersifat
analgesik.
kebanyakan NSAID menunjukkan trias aktivitas terapeutik — anti-inflamasi, antipiretik,
dan analgesik. NSAID juga menurunkan biosintesis prostaglandin (PG) dengan
menghambat enzim siklooksigenase (COX), baik COX-1 atau COX-2 atau keduanya, dan ini
telah diterima sebagai cara kerja mereka selama lebih dari 30 tahun. parasetamol relatif
terhadap aktivitas antipiretik dan analgesiknya, agen anti-inflamasi lemah dan inhibitor
lemah, baik COX-1 atau COX-2.

7. Kesimpulan : parasetamol memiiki efek antiinflamsi lemah


Karena mekanisme parasetamol yaitu sebagi inhibitor lemah dari isoform siklooksigenase
1 atau 2 (COX-1, COX-2) tetapi lebih kuat pada COX-3. Hal ini dikarenakan Pada daerah
inflamsi daerah inflamsi akut , neutrofil dan moosit menghasilkan menghasilkan kadar
H2O2 dan peroksida lipid yang tinggi ,yang mengalahkan kerja obat. Sehingga disimpulkan
efek anti inflamsi paracetamol lemah .