Anda di halaman 1dari 20

BUKU SKILLS LAB

PEMERIKSAAN FISIK ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA
SURABAYA
SEMESTER III TAHUN 2014
BUKU SKILLS LAB

PEMERIKSAAN FISIK ANAK

TIM PENYUSUN:
dr. Dini Andriani, Sp A
dr. Lisa Pangemanan, M. Kes, Sp A

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA
SURABAYA
SEMESTER III TAHUN 2014
KATA PENGANTAR

Pembelajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia telah diberikan


pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya sejak
semester I. Buku skills lab pediatrik ini disusun untuk memberikan informasi tentang
tatacara pemeriksaan fisik pada anak.
Dengan selesainya penyusunan buku ini, kami mengucap syukur atas berkah dan
rahmat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kami juga menghaturkan terima kasih yang setinggi-
tingginya bagi semua pihak yang membantu penyusunan buku Skills Lab Pemeriksaan
Fisik pada Anak ini. Kami sadar bahwa pembuatan buku ini tidak luput dari berbagai
kekurangan dan keterbatasan, untuk itu kami mohon kritik dan saran demi perbaikan mutu
proses pembelajaran Skills Lab Pediatri.

Surabaya, Juli 2014

Tim Penyusun

iii
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
iii

DAFTAR ISI
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
iv
Deskripsi
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
1
Tujuan Pembelajaran
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
1
Standar Kompetensi
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
1
Isi Skills Lab
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
2
Buku Acuan
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
15
1. Deskripsi Skills Lab Pediatri iv
Dalam Skills Lab Pediatri mahasiswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok
belajar yang masing-masing kelompok akan dipandu oleh seorang tutor. Tutor akan
memberikan pengarahan tentang tatacara pemeriksaan fisik pada anak sehat meliputi :
- Anamnesa (history taking) pada penderita anak
- Pemeriksaan fisik pada bayi dan anak yang lebih besar
- Pemeriksaan tumbuh kembang anak
- Pemberian gizi bayi dan anak sehat
Skills Lab Pediatri pada mahasiswa semester III ini akan dibatasi pada lingkup
pemeriksaan fisik anak sehat.

2. Tujuan Pembelajaran
2.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti Skills Lab Pediatri mahasiswa semester III diharapkan mampu
memahami tatacara rangkaian pemeriksaan fisik pada bayi dan anak sehat.

2.2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah menyelesaikan Skills Lab Pediatri mahasiswa diharapkan mampu :
1. Melakukan anamnesa untuk penderita anak yang diambil baik dari penderita
sendiri ataupun dari pihak ke tiga untuk bayi atau anak yang lebih kecil.
2. Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi dan anak sehat
3. Melakukan pemeriksaan tumbuh kembang sederhana pada bayi dan anak sehat
4. Menjelaskan kebutuhan gizi pada bayi sehat.

3. Standar Kompetensi
Setelah menyelesaikan Skills Lab Pediatri, mahasiswa diharapkan akan dapat mencapai
kompetensi sebagai mana digariskan dalam buku Standar Kompetensi Dokter Indonesia,
yaitu :
1. Memahami dan mampu melakukan pemeriksaan fisik pada bayi dan anak sehat
untuk menunjang keterampilan klinis, memperoleh dan mengelola informasi
yang akurat untudapa mengembangkan managemen penatalaksaan dalam
masalah kesehatanan serta mengembangkan etika dan moral. 1

2. Mampu mencari dan menganalisis informasi ilmiah yang didapat dari anamnesa
dan pemeriksaan fisik sebagai dasar untuk memecahkan masalah kedokteran.
3. Menerapkan kemampuan mawas diri dengan pola piker ilmiah terkait dengan
hasil pemeriksaan fisik pada anak.

4. ISI SKILLS LAB PEDIATRI


4.1. ANAMNESA (HISTORY TAKING)
Anamnesa atau riwayat penderita didapat dengan cara menanyakan kepada
penderita anak yang sudah agak besar, ataupun hetero anamnesa kepada keluarga atau ibu
penderita bagi bayi atau anak yang masih kecil. Tujuan anamnesa adalah mendapatkan data
yang mengarah pada penegakan diagnosa. Dalam pendekatan anamnesa dan pemeriksaan
fisik perlu mengingat kelompok umur anak :
- Neonatus 0 – 4 minggu
- Bayi tahun pertama
- Pra sekolah 1 - 6 tahun
- Usia sekolah 6 – 15 tahun
Anamnesa pada anak sehat meliputi :
- Umur, tanggal lahir
- Jenis kelamin
- Riwayat kehamilan dan kelahiran
- Pertumbuhan dan perkembangan
- Kegiatan sehari-hari
- Riwayat imunisasi

2
Gambar 1. Jadwal imunisasi dasar

- Riwayat penyakit dahulu


- Riwayat keluarga
- Makanan
ASI eksklusif diberikan sampai usia 6 bulan.
Makanan pendamping ASI mulai diberikan usia 6 bulan berupa sari buah serta bubur
susu. Pada umur 7 – 9 bulan bayi mulai diberikan tim saring yang dilanjutkan dengan tim
kasar pada usia 9 bulan. Pada umur 1 tahun anak sudah dapat diberi makanan keluarga
yang tidak berbumbu keras/ pedas.

4
Gambar 2. Contoh jadwal makanan bayi

4.2. PEMERIKSAAN FISIK


Observasi sebaiknya telah dilakukan sejak permulaan anak memasuki ruangan.
Pemeriksaan keadaan umum meliputi antara lain kesadaran, reaksi terhadap sekitar,
aktifitas, sesak nafas dan ekspresi.
a. Pengukuran-pengukuran
- Pengukuran suhu tubuh
Untuk usia 0 – 1 tahun suhu diukur melalui rectum selama 1 – 3 menit, suhu rektal ini
lebih kurang 0,5° C lebih tinggi daripada pengukuran suhu melalui mulut atau aksila.
Suhu normal bayi 36,5 – 37,5° C, suhu normal anak 36 – 37,2° C
- Denyut nadi
Pengukuran denyut nadi dengan menggunakan ujung jari telunjuk dan jari tengah untuk
meraba dengan lokasi perabaan pada nadi radial di pergelangan tangan dan nadi arteri
femoralis di pelipatan paha. Pada anak sehat denyut nadinya kuat dengan frekuensi :
 Usia < 1 tahun = 110 – 160 x per menit
 Usia 1 – 5 tahun = 95 – 140 x per menit
 Usia 5 – 12 tahun = 80 – 120 x per menit
 Usia > 12 tahun = 60 – 100 x per menit

5
- Frekuensi nafas
Frekuensi nafas dapat ditentukan dengan inspeksi, palpasi atau auskultasi. Frekuensi
nafas dipengaruhi umur, aktifitas, emosi dan penyakit. Frekuensi nafas normal pada anak
 Usia < 1 tahun = 30 – 50 x per menit
 Usia 1 – 5 tahun = 25 – 30 x per menit
 Usia 5 – 12 tahun = 20 – 25 x per menit
 Usia > 12 tahun = 15 – 20 x per menit
- Berat badan
Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan timbangan elektronik, timbangan
bayi, dacin, maupun timbangan injak yang ditera teratur. Penimbangan bayi dilakukan
dalam keadaan telanjang sedangkan pada anak dengan memakai baju dalam saja.
- Tinggi badan
Pengukuran tinggi badan pada anak sampai dengan usia 2 tahun dengan berbaring
menggunakan infantometer. Bagian atas infantometer menempel pada ubun-ubun bayi
sedangkan bagian bawah menempel pada telapak kaki bayi setelah tungkai bayi
diluruskan. Anak usia di atas 2 tahun diukur dengan berdiri menggunakan alat
stadiometer yang mengukur tinggi badan dari telapak kaki sampai permukaan puncak
kepala.

A B

Gambar 3. Pengukuran panjang badan (A) dan tinggi badan (B)

6
A B

Gambar 4. Grafik berat badan dan panjang/tinggi badan WHO/NCHS anak laki-laki dan
perempuan

- Indeks masa tubuh ( Body Mass Index )


Pengukuran indeks massa tubuh didapatkan dari data berat badan dan tiggi badan. Dapat
dihitung dengan rumus : BB (kg) / TB2 (m)

A B

Gambar 5. Grafik BMI anak laki-laki (A) dan perempuan (B)

7
- Lingkar kepala
Lingkar kepala diukur dengan cara mengukur lingkaran oksipitofrontal. Standar Nellhaus
untuk lingkar kepala anak laki-laki dan perempuan sejak lahir hingga usia 18 tahun
dipakai secara internasional.

Gambar 6. Pengukuran lingkar kepala

A B

Gambar 7. Lingkar kepala anak laki-laki (A) dan perempuan (B)

b. Kulit
Pemeriksaan kulit anak yang sehat tidak tampak pucat (anemis), kuning (ikterus),
atau kebiruan (sianosis). Permukaan kulit cukup halus tanpa adanya tanda-tanda
perlukaan, perdarahan (petekie, purpura, ekimosis) dengan pigmentasi yang normal

8
(tidak hipo atau hiper pigmentasi), tidak didapatkan adanya pembengkakan (edema) serta
turgor kulit yang normal.
Cara memeriksa turgor dengan mencubit kulit di bagian perut beberapa waktu
kemudian dilepaskan kembali. Pada turgor yang normal kulit akan segera kembali pada
keadaan semula, akan tetapi bila turgor berkurang maka kulit tidak segera kembali akan
tetapi memerlukan beberapa waktu.
Pemeriksaan adanya pembengkakan (edema) dengan menekan kulit beberapa waktu
maka kulit akan cekung untuk kemudian kembali perlahan-lahan. Pemeriksaan dilakukan
pada tungkai bawah daerah tibia, dorsum pedis, dan pada daerah sacrum. Juga dapat
dilihat pada muka, pipi dan palpebra mata.

Gambar 8. Pemeriksaan turgor kulit (A) dan edema (B)

c. Kepala dan Leher


- Inspeksi adanya kelainan pada kepala misalnya caput succedaneum, cephal hematom,
kelainan kongenital seperti hidrosefalus dan mikrosefali
- Fontanela pada bayi menutup bervariasi. Fontanela posterior menutup antara 4 minggu -
4 bulan, sedangkan fontanela anterior pada usia 8 – 18 bulan.
- Inspeksi pada muka dilihat apakah simetris, adanya hipertolerisme maupun mongoloid
face
- Mata diperiksa adanya nystagmus, keradangan mata, strabismus, warna sclera serta visus
atau penglihatan. Kebanyakan bayi baru lahir dapat mengikuti secara horisontal pada
hal-hal tertentu misalnya muka orang. Mula-mula gerakan mata tidak terarah dan

9
kadang-kadang seperti juling. Pada usia 6 minggu kedua mata bergerak bersama apabila
mengikuti sumber cahaya.
- Hidung diperhatikan bentuknya, sekret, dan gerakan cuping hidung.
- Pemeriksaaan mulut meliputi warna bibir, luka pada mulut, gusi, gigi geligi, mukosa
mulut, palatum, lidah, uvula, dinding faring dan tonsil.
- Telinga diperhatikan adanya sekret, perlukaan dan respon terhadap suara.
- Pemeriksaan pembesaran kelenjar getah bening pada leher dan belakang kepala.

d. Thoraks/ Dada
- Pada bayi thoraks berbentuk bulat (sirkular) atau barrel chest, sedang pada anak besar
berbentuk elips. Bentuk seperti corong atau funnel chest dengan mencekungnya sternum
kemungkinan karena kelainan kongenital demikian juga pada pigeon chest.

A B

Gambar 9. Barrel chest (A), pigeon chest (B) dan funnel chest (C)

- Pada inspeksi dinding dada dicari adanya tarikan dinding dada ke dalam serta inspeksi
periode inspirasi dan ekspirasi
- Diperhatikan pola nafas, antara lain pernafasan Cheyne Stokes dan pernafasan
Kussmaul. Pernafasan Kussmaul ditandai dengan pola nafas yang cepat dan dalam
sedangkan pernafasan Cheyne Stokes ditandai dengan periode pernafasan dalam dan
cepat diselingi oleh periode lambat dan dangkal atau periode apnea.

10
e. Abdomen/ Perut
- Pada inspeksi diperhatikan bentuk perut, distensi abdomen serta umbilikus pada bayi.
- Pada perabaan / palpasi dicari adanya ketegangan dinding perut, nyeri tekan, benjolan
atau tumor serta perabaan hati dan limpa.
- Menentukan pembesaran hati dengan cara Blankheart dengan batas yang diukur dari
jarak prosesus, xiphoideus – umbilikus dan jarak garis tengah klavikula yang
berpotongan dengan costa terbawah hingga umbilikus. Atau dengan mengukur berapa
sentimeter di bawah arcus costa kanan. Normal akan teraba 1 – 2 cm di bawah arcus
costa.
- Menentukan besar limpa dengan metode Schuffner dengan gradasi 1 – 8 yang diukut
dengan perabaan di bawah arcus costa kiri ke arah SIAS kontra lateral. Pembesaran
limpa S4 perabaan sampai umbilikus, S8 pada SIAS kontra lateral.

Hepar
Limpa

Gambar 10. Pemeriksaan hepar dan limpa

f. Genitalia
- Pada anak laki-laki diperhatikan orificium urethra, hipospadia, epispadia, hidrokel dan
hernia.

11
- Pada anak perempuan dilihat adanya sekret, sekret vagina keputihan hingga hemoragis
pada bayi pada umumnya normal sampai usia 4 minggu.
A

B C

Gambar 11. Hipospadia dan epispadia (A), hydrocele (B), hernia (C)

g. Rectum dan Anus


- Dilihat adanya iritasi, fisura, prolapsus, atresia ani ataupun anus imperforate.

h. Ekstremitas
- Pemeriksaan umum adanya deformitas, kelumpuhan, edema dan cara berjalan.
- Pemeriksaan sendi-sendi.
- Pemeriksaan jari-jari, dilihat adanya kelainan bawaan seperti polidaktili, sindaktili, serta
clubbing finger atau jari tabuh.

i. Pemeriksaan refleks pada bayi


- Sucking reflex, sebagai respon menyusu terhadap puting maupun jari pemeriksa pada
mulut bayi.
- Rooting reflex, kepala bayi akan berpaling ke arah muka yang disentuh.
- Traction response, bayi dalam posisi berbaring kemudian ditarik kedua tangannya ke
posisi duduk. Respon mula-mula kepala terkulai ke belakang kemudian berusaha
menegakkan kepala sesaat.

12
- Palmar grasp reflex, dengan cara meletakkan jari pemeriksa pada telapak tangan bayi
maka bayi akan menggenggam.
- Vertical suspension positioning, pada bayi normal kepala tetap berada di garis tengah,
fleksi pada semua anggota gerak untuk menahan gaya berat.
- Moro reflex, bayi dalam posisi telentang kemudian kepalanya dibiarkan jatuh beberapa
senti dengan cepat dan hati-hati ke tangan pemeriksa maka bayi akan kaget dengan
lengan direntangkan dalam posisi abduksi ekstensi dan tangan terbuka disusul dengan
gerakan lengan adduksi dan fleksi.
- Tonic neck reflex, bayi dalam posisi telentang kepala di garis tengah dan anggota gerak
dalam posisi fleksi kemudian kepala ditolehkan ke kanan maka akan terjadi ekstensi
anggota gerak kanan.
- Snout, bayi diketuk pelan pada daerah midline di atas bibir, bibir bayi akan “meniup”
- Stepping, bayi disangga kepalanya dalam posisi berdiri, disentuhkan ke alas, bayi akan
otomatis berjalan
- Parachute, bayi diletakkan tengkurap, tangan dan kaki akan terentang untuk menyangga
- Landau, bayi diletakkan tengkurap disangga 2 tangan, kepala dan kaki bayi akan ekstensi
A B C

Gambar 13. Reflex rooting (A), Palmar grasp (B), Moro (C), Tonic neck (D)
4.3. PEMANTAUAN PERKEMBANGAN BALITA
a. Gerak Motorik Dasar
- Umur 1 bulan : tangan dan kaki aktif bergerak.
- Umur 2 bulan : menahan kepala dan mengangkat kepala ketika ditengkurapkan.
- Umur 3 bulan ; kepala tegak ketika didudukkan.
- Umur 4 – 5 bulan : tengkurap dan telentang sendiri.
13
- Umur 6 – 7 bulan : dapat didudukkan dengan menahan badan dengan kedua tangan.
- Umur 7 – 8 bulan : dapat didudukkan tanpa berpegangan.
- Umur 8 – 9 bulan : dapat duduk sendiri.
- Umur 9 – 11 bulan : berdiri berpegangan.
- Umur 12 – 15 bulan : berdiri tanpa berpegangan.
- Umur 15 bulan : berjalan.
- Umur 18 bulan : naik tangga.
- Umur 24 bulan : menendang bola.
b. Gerak Motorik Halus
- Umur 1 – 2 bulan : kepala menoleh ke samping kanan dan kiri.
- Umur 3 – 4 bulan : memegang mainan.
- Umur 5 – 6 bulan : meraih, menggapai.
- Umur 7 – 8 bulan : mengambil mainan dengan tangan kanan dan kiri.
- Umur 9 bulan : menjimpit.
- Umur 10 – 11 bulan : memukulkan mainan di kedua tangan.
- Umur 12 bulan : memasukkan mainan ke cangkir.
- Umur 15 bulan : mencoret-coret.
- Umur 18 bulan : menumpuk 2 mainan.
- Umur 24 bulan : menumpuk 4 mainan.

c. Komunikasi dan Berbicara


- Umur 2 bulan : bersuara
- Umur 3 – 4 bulan : tertawa
- Umur 5 – 6 bulan : menoleh ke arah suara
- Umur 7 – 8 bulan : mengoceh
- Umur 11 – 14 bulan : memanggil mama, papa.
- Umur 15 – 18 bulan : berbicara 2 kata.
- Umur 18 – 2 tahun : berbicara beberapa kata / kalimat.
- Umur 2 tahun : mampu menunjuk gambar
14

d. Sosial dan Kemandirian


- Umur 1 – 2 bulan : menatap wajah ibu atau pengasuhnya.
- Umur 2 – 3 bulan : tersenyum spontan
- Umur 3 – 4 bulan : memandang tangannya.
- Umur 5 – 6 bulan : meraih mainan.
- Umur 6 – 8 bulan : memasukkan biscuit ke mulut.
- Umur 9 bulan : melambaikan tangan.
- Umur 10 bulan : bertepuk tangan.
- Umur 11 – 12 bulan : menunjuk, meminta.
- Umur 12 – 15 bulan : bermain dengan orang lain.
- Umur 15 bulan : minum dari gelas.
- Umur 18 bulan : menyuapi boneka dengan sendok.
- Umur 24 bulan : melepas pakaian dan memakai pakaian.

5. BUKU ACUAN
a. Lange Current Diagnosis and Treatment in Pediatrics. 18th Edition. William W.
Hay et al. McGraw-Hill, 2007.
b. Nelson Text Book of Pediatrics. 17th Edition. Richard E. Behrman et al.
Saunders, Philadelphia, 2004.
c. Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Edisi Pertama. Editor
Mursintowarti B. Narendra, dkk. IDAI Jakarta 2002.
d. Buku Ajar Neurologi Anak. Editor Taslim S. Sutomenggolo, Sofyan Ismael.
IDAI Jakarta, 1999.

15