Anda di halaman 1dari 46

BERKAS PASIEN

Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : UPTD Puskesmas Kampung Bali


No Berkas : 01/KedKomunitas/2017/FKIK/UNIB
No Rekam Medis : 286

Data Administrasi : Kamis, 21 Desember 2017


Diisi Oleh : Hardiyanti/Trinanda Choirunissa/Betty Astuti

Pasien Keterangan
Nama Tn. R Pasien
Umur / tgl. Lahir 61 tahun
Alamat Jl. Enggano RT 01, Kp. Bali
Jenis kelamin Laki-laki
Agama Islam
Pendidikan Tidak Sekolah
Pekerjaan Tidak Bekerja
Status perkawinan Kawin
Kedatangan yang ke 1

Telah diobati Sudah Amlodipin 10 mg


ssebelumnya tablet
Alergi obat Ya/tidak Bila ya /Macam
obatnya
Sistem pembayaran BPJS

1
DATA PELAYANAN
I. ANAMNESIS (subyektif)
(Dilakukan secara: autoanamnesis)
A. Alasan kedatangan/ keluhan utama
Alasan kedatangan : Sakit kepala sejak 1 hari yang lalu dengan riwayat
hipertensi sebelumnya
Kekhawatiran : Tekanan darah naik, serangan jantung, stroke, dan kematian.
Harapan : Penyakit yang dialami saat ini bisa sembuh dan tekanan
darah bisa normal
Persepsi : Menurut pasien penyakit ini tergolong penyakit yang berat

B. Keluhan lain /tambahan


Sulit tidur dan sering terbangun ketika tidur malam hari

C. Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang :


Pasien Tn R, laki-laki, usia 61 tahun datang dengan keluhan sakit kepala.
Sakit kepala dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Sakit kepala dirasakan hampir di
seluruh bagian kepala, dan terasa lebih berat di tengkuk. Sakit kepala dirasakan
seperti ditusuk-tusuk, tidak berat sebelah, dan tidak disertai pusing berputar. Sakit
kepala diakui sering kali terjadi dan muncul dengan tiba-tiba. Sakit kepala yang
dirasakan bertambah berat bila pasien melakukan aktivitas yang berat dan hanya
berkurang sedikit saat dibawa tidur. Sakit kepala tidak disertai dengan keluhan
penglihatan yang berkunang-kunang, tidak disertai demam, batuk, pilek, rasa sakit
menelan. Sakit kepala sering terjadi sehingga membuat pasien susah tidur pada
malam hari.
Pasien mengaku memiliki riwayat darah tinggi sejak 2 tahun yang lalu,
saat memeriksakan dirinya di Puskesmas Kampung Bali akibat kepala sering sakit
dan didiagnosis dengan darah tinggi. Sejak saat itu, pasien teratur kontrol dan
minum obat, tetapi bila pasien merasa sudah tidak ada keluhan sakit kepala pasien
tidak meminum obat tersebut. Pasien sering mengeluhkan susah tidur saat malam
hari dan sering makan makanan yang asin dan bersantan. Satu hari yang lalu

2
pasien mengaku sering sakit kepala dan tengkuk terasa berat serta susah tidur.
Akhirnya pasien kembali memeriksakan diri ke Puskesmas Kampung Bali dan
didapatkan hasil pengukuran tekanan darah pasien adalah 160/100 mmHg.
Selain itu sejak ± 2 tahun yang lalu penderita juga mengeluh mata kiri
terasa ada yang mengganjal, terlihat seperti adanya lemak pada mata sebelah kiri,
perih (+), berair (-).
Keluhan mata ini dirasakan semakin lama semakin mengganjal dan selaput
pada mata semakin melebar, keluhan kadang di sertai mata merah apabila mata
terkena debu dan sinar matahri. Keluhan tidak disertai dengan penurunan tajam
penglihatan.

D. Riwayat Penyakit Dahulu


 Riwayat darah tinggi (+) dengan pengobatan antihipertensi tidak teratur.
 Riwayat kencing manis (-)
 Riwayat stroke (-)
 Riwayat alergi (-)
 Riwayat asam urat (-)

E. Riwayat Penyakit Keluarga:


Tidak ada riwayat anggota keluarga yang memiliki keluhan yang sama
seperti pasien.

F. Riwayat Kebiasaan, Sosial, Ekonomi dan Lingkungan


 Riwayat merokok (+) berhenti merokok 20 tahun terakhir, konsumsi obat
jangka lama (-), konsumsi alkohol (-).
 Pasien memiliki kebiasaan sering mengonsumsi makanan yang asin dan
berlemak (tinggi garam dan tinggi lemak).
 Pasien jarang berolahraga.
 Pasien tinggal bersama anak terakhirnya di rumah pribadi. Lingkungan di
sekitar rumah padat penduduk. Pasien tinggal di rumah yang sederhana,
kebersihan rumah cukup, dinding rumah berupa beton, lantai

3
semen/keramik, ventilasi dan jumlah jendela rumah pasien cukup. Aliran
limbah bagus. Sumber air berupa air PAM, air tersebut digunakan untuk
mandi dan konsumsi sehari-hari.
 Aktivitas pasien sehari-hari yaitu membantu istri membersihkan rumah,
memasak, dan mencuci.
 Anak terakhir pasien berusia 22 tahun dan belum menikah. Saat ini sedang
menjalankan studi di Universitas Bengkulu. Ia sering pulang hingga larut
malam karena aktivitasnya sebagai mahasiswa dan sering berkumpul dengan
teman-temannya.
 Pasien berobat menggunakan BPJS. Jarak dari rumah pasien ke puskesmas
Kampung Bali sekitar 300 meter.

II. PEMERIKSAAN FISIK (obyektif)


1. Tanda Vital
a. Tekanan Darah (duduk) : 160/100 mmHg c. nadi : 86 x/menit
b. Pernafasan : 18x/ menit d. Suhu Badan : 36,8o C

2. Status Gizi
a. Tinggi Badan : 174 cm Berat Badan : 70 Kg Lingkar Perut : 95 cm STATUS GIZI : Gizi baik
b.Bentuk Badan Astenikus Atletikus Piknikus

3. Tingkat Kesadaran dan keadaan umum


Keterangan
a. Kesadaran : Compos Mentis Kesadaran menurun
b. Tampak kesakitan : Tidak Ya
c. Berjalan ada gangguan : Tidak  Ya

4. Kelenjar Getah Bening Jumlah, Ukuran, Perlekatan, Konsistensi


a. Leher : Normal Tidak Normal
b. Submandibula Normal Tidak Normal
c. Ketiak : Normal Tidak Normal
d. Inguinal Normal Tidak Normal

5. Mata Mata Kanan MataKiri Ket


a. Persepsi Warna Normal Buta Warna Parsial Normal Buta Warna Parsial
Buta Warna Total Buta Warna Total
b. Kelopak Mata Normal Edema periorbital Normal Edema periorbital

4
c. Konjungtiva Normal Hiperemis Sekret Normal Hiperemis Sekret
Pucat Pterigium Pucat Pterigium
d. Kesegarisan / gerak bola Normal Strabismus Normal Strabismus
mata
e. Sklera Normal Ikterik Normal Ikterik

f. Lensa mata tidak keruh Keruh Tidak keruh Keruh


g. Bulu Mata Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal

h. Penglihatan 3 dimensi Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal

6.Telinga Telinga kanan Telinga kiri


a. Daun Telinga Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
b. Liang Telinga Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
- Serumen Tidak ada Ada serumen Tidak ada Ada serumen
Menyumbat (prop) Menyumbat (prop)
c. Membrana Timpani Intak Tidak intak Intak Tidak intak
lainnya…… lainnya …..
d. Test berbisik (Tidak dilakukan)
e. Test Garpu tala (Tidak dilakukan)
f. Rinne (Tidak dilakukan)
g. Weber (Tidak dilakukan)
h. Swabach (Tidak dilakukan)

7. Hidung
a. Meatus Nasi Normal Tidak Normal
b. Septum Nasi Normal Deviasi ke ........
c. Konka Nasal Normal Udem lubang hidung ........
e. Nyeri Ketok Sinus maksilaris Normal Nyeri tekan positif di ……..
e. Penciuman : tidak dilakukan

8. Tenggorokan
a. Pharynx Normal Hiperemis Granulasi
b. Tonsil : Ukuran Kanan : Kiri :
To T1 T2 T3 To T1 T2 T3
Normal Hiperemis Normal Hiperemis

c. Palatum Normal Tidak Normal

9. Leher
a. Gerakan leher Normal Terbatas
b. Kelenjar Thyroid Normal Tidak Normal
c. Pulsasi Carotis Normal Bruit
d. Tekanan Vena Jugularis Normal Tidak Normal
e. Trachea Normal Deviasi
f. Lain-lain : …..

5
10. Dada Keterangan
a. Bentuk Simetris Asimetris
b. Lain – lain

11. Paru- Paru dan Jantung


Keterangan Kanan Kiri
a. Palpasi Normal Tidak Normal
b. Perkusi Sonor Redup Hipersonor Sonor Redup Hipersonor

Iktus Kordis : Normal Tidak Normal , sebutkan


.............
Batas Jantung : Normal Tidak Normal , sebutkan

c. Auskultasi : - bunyi napas Vesikular Bronchovesikular Vesikular Bronchovesikular


-Bunyi Napas tambahan Ronkhi Wheezing Ronkhi Wheezing

-Bunyi Jantung Normal Tidak Normal Sebutkan ....

12. Abdomen Keterangan


Tidak Normal (tampak
a. Inspeksi Normal
cembung)
b. Perkusi Timpani Redup, Shifting dullness (+)
c. Auskultasi: Bising Usus Normal Tidak Normal
d. Hati Normal Teraba…….jbpx ……jbac
e. Limpa Normal Teraba shcufner …..

Kanan : Normal Kiri : Normal


f. Ginjal
Tidak Normal Tidak Normal

Kanan : Normal Kiri : Normal


g. Ballotement
Tidak Normal Tidak Normal
Kanan : Normal Kiri : Normal
h. Nyeri costo vertebrae
Normal Tidak Normal

13. Genitourinaria Tidak diperiksa

14a.Tulang/Sendi Ekstremitas Atas


Kanan Kiri
- Gerakan Normal Tidak normal Normal Tidak normal
- Tulang Normal Tidak normal Normal Tidak normal
- Sensibilitas Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Oedema Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Varises Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Kekuatan otot 5/5/5/5 5/5/5/5
- Vaskularisasi Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Kelainan kuku jari Tidak ada Ada Tidak ada Ada

6
14b.Tulang/Sendi Ekstremitas Bawah Kanan Kiri

- Gerakan Normal tidak normal Normal Tidak normal


- Kekuatan otot 5/5/5/5 5/5/5/5
- Tulang Normal Tidak normal Normal Tidak normal
- Sensibilitas Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Oedema Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Varises Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Vaskularisasi Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Kelainan kuku jari Tidak ada Ada Tidak ada Ada

14c. Otot Motorik


Kanan Kiri
1. Trofi Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
2. Tonus Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
3. Kekuatan 5/5/5/5 5/5/5/5 Gerakan abnormal :
(Fs motorik) Tidak ada
Tic Ataxia Lainnya
..
14d. Refleks
Kanan Kiri
a. Refleks Fisiologis patella,
lainnya Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
b Refleks Patologis:
Babinsky Negatif Positif Negatif Positif
Chaddock Negatif Positif Negatif Positif
Oppenheim Negatif Positif Negatif Positif
Schaefer Negatif Positif Negatif Positif

15. Kulit
a. Kulit Normal Tidak Normal
b. Selaput Lendir Normal Tidak Normal
c. Kuku Normal Tidak Normal
d. Lain – lain ………

7
III. PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN

Keluhan : Pemeriksaan :
 Kepala terasa sakit  Usia 61 tahun
 Tengkuk terasa berat  TD: 160/100 mmHg
 Sulit tidur  Selaput di konjungtiva
 Mata kiri terasa ada bulbi
yang mengganjal

Tn R dengan
Hipertensi stage II dan
pterigium grade 2

FaktorInternal : Faktoreksternal :
1. Kebiasaan 1. Sedikitnya
mengonsumsi pengetahuan
makanan yang Alasan Pembinaan: keluarga terhadap
asin dan 1.Kurangnya penyakit yang
pengetahuan keluarga dialami pasien dan
berlemak (tinggi
terhadap penyakit pola diet yang
garam dan tinggi yang dialami pasien
lemak). diperbolehkan pada
dan pola diet yang pasien dengan
2. Kurang olahraga sesuai hipertensi.
2. Kepatuhan berobat, 2. Anak laki-laki
hipertensi merupakan pasien sering
penyakit yang pulang larut malam
memerlukan sehingga
pemantauan dan menimbulkan
pengobatan rutin kecemasan pada
3. Perlunya dukungan pasien.
keluarga.

8
IV. DIAGNOSIS HOLISTIK (assessment)
Aspek personal :
Alasan kedatangan : Sakit kepala sejak 1 hari yang lalu dengan riwayat
hipertensi sebelumnya
Kekhawatiran : Tekanan darah naik, serangan jantung, stroke, dan kematian.
Harapan : Penyakit yang dialami saat ini bisa sembuh dan tekanan
darah bisa normal
Persepsi : Menurut pasien penyakit ini tergolong penyakit yang berat

Aspek klinik :
- Kepala terasa sakit dan berat
- Tengkuk terasa berat
- Sulit tidur
- Tekanan darah 160/100 mmHg
- Selaput di konjungtiva bulbi kanan
Diagnosis kerja : Hipertensi stage II
Pterigium gr 2
Prognosis : Dubia ad Bonam

Aspek risiko internal :


Faktor Internal :
1. Pasien berumur 61 tahun yang merupakan kelompok usia risiko tinggi
munculnya penyakit hipertensi.
2. Pola makan pasien yang sering mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak
(tinggi garam dan tinggi lemak).
3. Pasien jarang berolahraga.

Aspek psikososial keluarga :


1. Sedikitnya pengetahuan keluarga terhadap penyakit yang dialami pasien dan
pola diet yang diperbolehkan pada pasien dengan hipertensi.

9
2. Anak laki-laki pasien sering pulang larut malam sehingga menimbulkan
kecemasan pasien
Derajat fungsional : 1

V. RENCANA PENATALAKSANAAN PASIEN(Planning)

No Kegiatan Sasaran Hasil yang diharapkan


Rencana kedatangan I
14 Maret 2018
1. Aspek Personal
- Konseling dan edukasi Pasien dan - Pasien dan keluarga mulai
mengenai brochitis, keluarga mengerti mengenai brochitis
penyebab, pencegahan, penyebab, pencegahan, dan
komplikasinya, serta pola komplikasinya
diet yang diperbolehkan - Pasien mau mengurangi
pada pasien dengan jumlah konsumsi rokok.
brochitis
- Memberikan motivasi
kepada pasien untuk
mengurangi jumlah
konsumsi rokok.
2. Aspek Klinis
- Mengevaluasi keluhan Pasien - Keluhan berkurang
pasien - Frekuensi napas normal
- Memeriksa tanda vital - Mengurangi asupan konsumsi
pasien rokok (yaitu rokok/hari)
- Memeriksa fisik pasien - Keluarga mulai ikut memantau
Farmakologi : kepatuhan pasien mengurangi
konsumsi rokok
Non farmakologi - Pasien mulai rutin olahraga
- Pembatasan konsumsi - diluar rumah dan selalu
rokok memberi kabar sehingga

10
- Memberikan contoh pasien tidak khawatir.
gaya hidup untuk
pasien brochitis.
- Olahraga rutin 30-40
menit setiap 3
kali/minggu
Aspek Psikososial
Keluarga dan Lingkungan
3. - Memberikan edukasi
kepada anak dan menantu
pasien untuk mengawasi Pasien
pasien untuk mengurangi dan
jumlah konsumsi rokok. keluarga
- Memberikan edukasi
kepada anak laki-laki
pasien agar merokok
jangan di depan pasien
sehingga pasien tidak
terpengaruh untuk
merokok setiap melihat
anaknya merokok.
Rencana kedatangan II
19 Maret 2018
1 Aspek Personal
- Evaluasi pemahaman Pasien dan - Pasien dan keluarga mengerti
pasien dan keluarga keluarga mengenai pterigum, hipertensi
mengenai hipertensi dan penyebab hipertensi, dan

11
pterigium, penceghan pencegahan komplikasinya
komplikasinya serta diet - Pasien mau berobat secara
yang diperbolehkan pada rutin.
pasien hipertensi
- Evaluasi motivasi pasien
untuk terus berobat secara
rutin.
2 Aspek Klinis
- Pemeriksaan tekanan Pasien - Keluhan berkurang
darah - Tekanan darah menurun
Farmakologi : - Frekuensi nadi normal
- Melanjutkan terapi obat - Frekuensi napas normal
anti hipertensi yaitu - Pasien rutin mengkonsumsi
Amlodipin 1x10 mg obat anti hipertensi sesuai
Non farmakologi : anjuran yang di berikan
- Evaluasi penerapan diet - Pasien dan keluarga
pasien hipertensi menerapkan menu diet pasien
- Evaluasi penerapan seperti menu diet yang
olahraga rutin diberikan
- Pasien rutin olahraga
3. Aspek Psikososial
Keluarga dan Lingkungan
- Evaluasi kesediaan anak Pasien dan - Anak dan menantu pasien
dan menantu pasien keluarga bersedia untuk mengingatkan
mengingatkan dan dan menemani pasien kontrol
menemani pasien kontrol berobat secara teratur serta
berobat secara teratur serta mengawasi pasien minum obat
mengawasi pasien minum - Anak laki-laki pasien dapat
obat membagi waktu kegiatan di
- Evaluasi kebiasaan anak luar rumah dan selalu memberi
laki-laki pasien yang kabar sehingga pasien tidak

12
sering pulang larut malam khawatir.

Rencana kedatangan III


15 Januari 2018
1 Aspek Personal
- Evaluasi pemahaman Pasien - Pasien dan keluarga mengerti
pasien dan keluarga mengenai pterigium, hipertensi
mengenai pterigium dan penyebab hipertensi, dan
hipertensi, pencegahan pencegahan komplikasinya
komplikasinya serta diet - Pasien mau berobat secara
yang diperbolehkan pada rutin.
pasien hipertensi
- Evaluasi motivasi pasien
untuk terus berobat secara
rutin.
2. Aspek Klinis
- Keluhan pasien terkait Pasien dan - Keluhan berkurang
hipertensi keluarga - Tekanan darah menurun
- Pemeriksaan tekanan - Frekuensi nadi normal
darah - Frekuensi napas normal
- Pemeriksaan frekuensi - Pasien rutin mengkonsumsi
nadi obat anti hipertensi sesuai
- Pemeriksaan frekuensi anjuran yang di berikan
napas - Pasien dan keluarga
Farmakologi : menerapkan menu diet seperti
- Melanjutkan Terapi obat menu diet yang diberikan
anti hipertensi yaitu - Pasien rutin olahraga

13
Amlodipin 1x10 mg
Non farmakologi
- Evaluasi penerapan diet
pasien hipertensi
- Evaluasi penerapan
olahraga rutin yang
dilakukan pasien
3. Aspek Psikososial
Keluarga dan Lingkungan
- Evaluasi kesediaan anak Pasien dan - Anak dan menantu pasien
dan menantu pasien keluarga bersedia untuk mengingatkan
mengingatkan dan dan menemani pasien kontrol
menemani pasien kontrol berobat secara teratur serta
berobat secara teratur serta mengawasi pasien minum obat
mengawasi pasien minum - Anak laki-laki pasien dapat
obat membagi waktu kegiatan di
- Evaluasi kebiasaan anak luar rumah dan selalu memberi
laki-laki pasien yang kabar sehingga pasien tidak
sering pulang larut malam khawatir.

Persetujuan Ka. UPTD PKM. Kp. Bali Persetujuan Pembimbing


Tanda tangan: Tanda tangan :

Nama Jelas : dr. Een Endang Sari Nama Jelas: dr. Een Endang Sari
Tanggal : Tanggal :

14
VI. TINDAK LANJUT DAN HASIL INTERVENSI SAAT DI
PUSKESMAS DAN KEDATANGAN I DI RUMAH PASIEN
Tanggal INTERVENSI YANG DILAKUKAN, DIAGNOSIS HOLISTIK
DAN RENCANA SELANJUTNYA
Puskesmas Intervensi yang dilakukan :
21 Desember - Anamnesis dan pemeriksaan fisik
2017 - Diagnosis
- Informed consent untuk rencana melakukan kunjungan rumah
Hasil :
- Kepala terasa sakit, berat, tengkuk terasa pegal
- Keluhan tambahan mata terasa mengganjal, seperti ada lemak.
- Sulit tidur dan terbangun pada saat malam hari
- Tekanan darah 160/100 mmHg
- Ditemukannya selaput di konjungtiva bulbi mata kanan
Penatalaksanaan
- Pemberian obat antihipertensi : Amlodipin 1x10 mg
Rencana selanjutnya :
- Kunjungan rumah
Aspek Personal:
- Konseling dan edukasi mengenai hipertensi dan pencegahan
komplikasinya serta diet yang dianjurkan.
- Memberikan edukasi tentang pterigium
- Memberikan motivasi kepada pasien untuk terus berobat secara
teratur
Aspek Klinis:
a. Keluhan pasien terkait hipertensi dan pterigium
b. Pemeriksaan tekanan darah
c. Pemeriksaan frekuensi nadi
d. Pemeriksaan frekuensi napas
Farmakologi :

15
Terapi hipertensi:
- Amlodipin tab 1x10 mg
Non farmakologi
- Pembatasan asupan garam
- Memberikan contoh menu untuk pasien hipertensi (diet rendah
garam dan rendah lemak)
- Olahraga rutin 30-40 menit dalam 3 kali/minggu
Aspek psikososial keluarga dan lingkungan
- Memberikan motivasi kepada anak dan menantu pasien untuk
menemani pasien kontrol berobat secara teratur serta mengawasi
pasien minum obat
- Memberikan motivasi kepada anak laki-laki agar dapat
mengurangi kecemasan pasien karena ia sering pulang larut
malam, yaitu dengan mengurangi kebiasaan pulang larut malam
dan meminta izin kepada pasien bila ingin pulang larut malam

Kedatangan I Intervensi yang dilakukan :


Rumah pasien Aspek Personal:
28 Desember - Konseling dan edukasi mengenai pterigium dan hipertensi serta
2017 pencegahan komplikasinya.
- Memberikan motivasi kepada pasien untuk terus berobat secara
teratur dan rutin minum obat
Aspek Klinis:
a. Keluhan pasien terkait hipertensi dan pterigium
b. Pemeriksaan tekanan darah
c. Pemeriksaan frekuensi nadi
d. Pemeriksaan frekuensi napas
e. Pemeriksaan GDS, Asam urat, Kolesterol
Farmakologi :
Meneruskan terapi obat antihipertensi
Non farmakologi

16
- Asupan garam menjadi 1 sendok teh/hari
- Memberikan contoh menu untuk pasien hipertensi (diet rendah
garam dan rendah lemak, tingkatkan sayur dan buah)
- Olahraga rutin 30-40 menit dalam 3 kali/minggu
Aspek psikososial keluarga dan lingkungan
- Memberikan motivasi kepada anak dan menantu pasien untuk
menemani pasien kontrol berobat secara teratur serta mengawasi
pasien minum obat
- Memberikan motivasi kepada anak laki-laki agar dapat membagi
waktu kegiatan diluar perkuliahan dan meminta izin bila ada
kegiatan di luar sehingga mengurangi kekhawatiran pasien

Hasil
Aspek Personal:
- Pasien dan keluarga pasien mengerti mengenai hipertensi,
penyebab hipertensi dan pencegahan komplikasinya.
- Pasien mau berobat secara teratur dan rutin minum obat
- Pasien mulai menerapkan makan sesuai menu diet pasien
hipertensi dan mulai olahraga rutin
- Anak laki-laki mulai memberi kabar jika pulang larut malam,
dan mengurangi kebiasaan pulang larut malam tersebut
Aspek Klinis:
- Keluhan nyeri kepala berkurang
- Tekanan darah: 140/90 mmHg
- Frekuensi nadi: 86 x/menit
- Frekuensi napas: 16 x/menit
- GDS : 118 mg/dL, As.urat : 5,2 mg/dL, Kolesterol : 175 mg/dL
Farmakologi :
Terapi obat hipertensi yang diberikan : Amlodipin 1x10 mg
Non farmakologi
- Keluarga bersedia menerapkan contoh menu untuk pasien

17
hipertensi
- Pasien dianjurkan untuk rutin berolahraga, seperti jalan pagi 3
kali seminggu.
Aspek psikososial keluarga dan lingkungan
- Keluarga menerapkan contoh menu diet untuk pasien hipertensi
yang diberikan.
- Anak laki-laki memberi kabar jika pulang larut malam, dan
mengurangi kebiasaan pulang larut malam.

18
VII. KESIMPULAN PENATALAKSANAAN PASIEN DALAM
BINAAN PERTAMA
Diagnosis Holistik pada Saat Berakhirnya Pembinaan Pertama
Aspek personal :
Keluhan : Batuk berdahak dan sesak nafas berkurang
Kekhawatiran : Batuk berdahak yang dirasakan merupakan penyakit berat
Harapan : Keluhan batuk berdahak dan sesak nafas sembuh dan tidak
berulang terjadi kembali.
Persepsi : Penyakit ini merupakan penyakit yang membutuhkan
kepatuhan dari pasien dan keterlibatan keluarga dalam
pengawasannya.
Aspek klinik:
Tekanan darah masih tinggi (140/90 mmHg).
- Diagnosis kerja : Hipertensi stage II dan pterigium gr 2
- Prognosis : Dubia ad Bonam

Aspek psikososial keluarga :


- Pasien sudah berhenti dari merokok
- Keluarga pasien mulai peduli tentang bahaya merokok dan mengawasi pasien
untuk tidak merokok kembali.

Derajat fungsional : 1 Persetujuan Pembimbing


Tanda tangan :

Nama Jelas : dr. Een Endang Sari


Tanggal :

19
BERKAS KELUARGA BINAAN

Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : UPTD Puskesmas Kampung Bali


No Berkas : 01/ KedKomunitas/2018/FKIK/UNIB
Nama Pembina : Fiqih Anansyah/N. Hoirunisa/Merina Selvira Y

Alasan untuk dilaksanakan pembinaan keluarga pada keluarga ini:


 Pasien menderita bronchitis yang sering kali kambuh berulang
 Pasien merupakan perokok aktif selama 71 tahun
 Anak-anak pasien juga merupakan perokok aktif
 Pasien dan keluarga hanya memiliki sedikit pengetahuan yang memadai
tentang bahaya merokok
 Penyakit yang diderita pasien merupakan kondisi yang memerlukan kepatuhan
dan kesadaran pasien untuk berhenti merokok
 Diperlukan adanya peranan anggota keluarga dalam pengawasan kepatuhan
pasien untuk berhenti merokok.

Data Demografi Keluarga


Alamat : Jl. Enggano RT 01, Kelurahan Kampung Bali, Kota Bengkulu.
Tabel 1.Anggota keluarga yang tinggal serumah
No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan Berpartisipasi Keterangan
dalam keluarga (tahun) dalam pembinaan Tambahan
1 Ny. S Ibu P 80 TS Tidak bekerja Ya Pasien
2 Tn. A Anak L 24 SMP Buruh Ya Sehat

20
Diagram 1. Genogram

Keterangan :
 Laki – laki
 Perempuan
 Pasien
 Tinggal serumah

 Meninggal

Data Dinamika Keluarga


Bentuk keluarga : Keluarga Inti
Tahapan siklus hidup keluarga : Usia lanjut sampai meninggalkan dunia

Diagram 2. Family Map

Ny. S
Tn. A
Keterangan

: Pasien

: Istri

: Anak

: Hubungan dekat

21
Tabel 2. Fungsi-fungsi dalam keluarga
Kesimpulan pembina untuk
Fungsi
Penilaian fungsi keluarga yang
Keluarga
bersangkutan
Biologis Pasien adalah pasien lama yang Berdasarkan penilaian
didiagnosis menderita hipertensi stage II. terhadap komponen pada
Anggota keluarga masih belum mengerti keluarga, maka pembina
mengenai apa yang diderita pasien dan dapat menyimpulkan bahwa
bagaimana pengobatan, komplikasi, serta fungsi biologis kurang baik.
pola diet yang diperbolehkan bagi pasien
tersebut.
Psikologis Pasien tinggal bersama anak dan istrinya Berdasarkan penilaian
Anggota keluarga kurang peduli terhadap terhadap komponen pada
penyakit yang diderita pasien, karena keluarga, maka pembina
kurangnya pengetahuan keluarga tentang dapat menyimpulkan bahwa
penyakit pasien. fungsi psikologis kurang
Komunikasi lebih sering dengan menantu baik.
pasien yang membuka toko di rumah
pasien. Anak pasien bekerja sebagai guru
tinggal di dekat rumah pasien. Anak
terakhir pasien lebih sibuk dengan
kegiatannya di luar rumah. Pasien selalu
datang sendiri untuk berobat.
Sosial Pasien dan istrinya tidak bersekolah. Fungsi sosial berjalan
Hubungan dengan masyarakat terjalin dengan baik.
baik. Keluarga ini dikenal baik di
lingkungan sekitar, sehingga tidak sulit
mencari alamat pasien.

22
Ekonomi Kebutuhan primer terutama papan sudah Tingkat ekonomi keluarga
dan cukup terpenuhi, pasien tinggal di rumah tergolong menengah
Pemenuhan sendiri. kebawah
kebutuhan Penghasilan total keluarga dianggap cukup
untuk kebutuhan sehari-hari.
Gaya hidup sederhana, tidak konsumtif
dengan prioritas penggunaan uang sesuai
kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
Alokasi dana khusus untuk kesehatan
belum ada. Selama ini, biaya pengobatan
pasien masih tertanggungi oleh BPJS yang
dimiliki pasien.
Adaptif Anak terakhir pasien kurang peduli Fungsi adaptif keluarga
terhadap penyakit pasien, anak lebih sibuk terhadap keadaan pasien
di luar rumah karena masih menempuh berjalan kurang baik.
masa pendidikan Anggota keluarga belum
menganggap kesembuhan pasien
berhubungan erat dengan dukungan penuh
keluarga sehingga anggota keluarga pasien
jarang menemani pasien berobat dan
kurang peduli dengan penyakit yang
diderita oleh pasien.

23
Data Risiko Internal Keluarga
Tabel 3. Perilaku kesehatan keluarga
Perilaku Sikap & perilaku keluarga yang Kesimpulan pembina
menggambarkan perilaku tersebut untuk perilaku yang
bersangkutan
Kebersihan  Penampilan keluarga cukup bersih dan Kebersihan diri dan
pribadi dan cukup sederhana. keluarga cukup baik.
lingkungan  Keluarga dan pasien mandi 2x/hari. Kebersihan lingkungan
Keadaan rumah tampak teratur. sekitar cukup baik.
 Pencahayaan dan ventilasi didalam rumah
kurang.
 Lingkungan sekitar adalah perumahan
dengan pemukiman yang padat penduduk.
 Rumah pasien memiliki jamban.
 Kamar mandi cukup bersih.
Pencegahan  Aktivitas pasien membantu membersihkan Perilaku pencegahan
spesifik rumah, memasak, dan mencuci. spesifik kurang baik.
 Pasien dan keluarga pergi ke pelayanan
kesehatan jika merasa ada keluhan
kesehatan.
Gizi keluarga  Kebutuhan pangan tercukupi Kualitas dan kuantitas
 Pasien memasak sendiri makanan sehari- makanan keluarga
hari cukup baik.
 Penyediaan makanan dilakukan sendiri
 Pola makan keluarga teratur, biasanya 2-
3x/hari

24
Asah asih asuh  Hubungan antar anggota keluarga cukup Fungsi asah, asih, asuh
baik, tetapi pasien sering merasa cemas dalam keluarga ini
dengan anak terakhirnya karena sering cukup baik.
pulang larut malam.
 Menantu pasien lebih mengerti pasien,
pekerjaan sehari-hari dikerjakan bersama
oleh pasien.
 Anak pasien bekerja sebagai guru, dan rata-
rata tinggal di dekat rumah pasien.
 Kegiatan keagamaan baik, pasien rajin
beribadah.
Kesehatan  Pasien menikah usia 17 tahun. Kesehatan reproduksi
reproduksi  Pasien aktif dalam berhubungan seksual cukup baik.
 Anak pertama pasien lahir setelah 2 tahun
menikah
Latihan  Pasien dan keluarga tidak memiliki Aktivitas fisik dalam
jasmani/ aktivitas fisik khusus yang rutin keluarga kurang baik.
aktivitas fisik dijalankan.
 Aktivitas sehari-hari pasien hanya
dirumah, dan membantu istri memasak,
mencuci, membersihkan rumah, tidur, dan
kadang-kadang mengikuti kegiatan di
lingkungan tempat tinggalnya.
Penggunaan  Pasien sering berobat ke puskesmas Perilaku kesehatan
pelayanan apabila sakit. keluarga bersifat
kesehatan  Jarak rumah ke pelayanan kesehatan kuratif.
(puskesmas) 300 meter. Pasien biasa
berjalan kaki.
Kebiasaan /  Pola makan pasien yang sering Perilaku kesehatan
perilaku mengonsumsi makanan yang asin dan dalam keluarga kurang
lainnya yang berlemak (tinggi garam dan tinggi lemak). baik.
buruk untuk
kesehatan

25
Data Sarana Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Kehidupan Keluarga
Tabel 4. Faktor Pelayanan Kesehatan
Faktor Keterangan Kesimpulan pembina
untuk faktor pelayanan
Pusat pelayanan Pasien berobat ke UPTD Puskesmas kesehatan
Secara umum baik,
kesehatan yang Kampung Bali karena dekat rumah. untuk pusat pelayanan
digunakan oleh kesehatan primer sendiri
pasien dan tidak terlalu jauh, hanya
keluarga rumah sakit rujukan
Cara mencapai Pasien hanya berjalan kaki untuk yang agak jauh.
pusat pelayanan menuju ke puskesmas Pasien juga merasakan
kesehatan tersebut keringanan dalam hal
biaya karena pasien
Tarif pelayanan Karena pasien menggunakan kartu peserta BPJS, dari segi
kesehatan tersebut BPJS maka pasien merasakan ada pelayanan, pasien
dirasakan keringanan saat pasien berobat. merasa puas dengan
pelayanan kesehatan
yang didapat.
Kualitas pelayanan Untuk kualitas pelayanan, pasien
kesehatan tersebut merasa selalu dilayani dengan baik
dirasakan oleh petugas kesehatan setempat.

Tabel 5.Tempat tinggal

Kepemilikan rumah : menumpang /kontrak/ hibah/ milik sendiri


Daerah perumahan : kumuh/ padat dan bersih / mewah

Karakteristik Rumah Kesimpulan pembina untuk tempat


tinggal

Luas bangunan rumah : 8 x 10 m2 Pasien tinggal di rumah bersama


Luas total tanah rumah : 10 x 12 m2 anak, dan istrinya. Tinggal di
perumahan yang padat penduduk,
Jumlah orang dalam satu rumah : 3 orang

26
Bertingkat / tidak bertingkat dengan lingkungan yang cukup
kebersihannya. Penerangan di rumah
Lantai rumah dari : tanah / semen / keramik / cukup. Ventilasi hanya terdapat di
lain-lain* depan rumah dan belakang rumah,
namun ventilasinya tidak terdapat
Dinding rumah dari : papan / tembok /
kawat kasa.
kombinasi*
Terdapat kipas angin untuk
Penerangan di dalam rumah membantu sirkulasi udara rumah.
Jendela: Ada Kebersihan rumah cukup, tata letak
Listrik : Ada/tidak barang dalam rumah kurang teratur.
Sumber air minum dari air sumur,
Ventilasi
limbah dialirkan ke got, memiliki 1
Kelembaban rumah : lembab/tidak
kamar mandi dan memiliki jamban.
Bantuan ventilasi di dalam rumah : ada/tidak
Kondisi rumah secara keseluruhan
Bila ada, yaitu : AC / Kipas angin / exhaust
Cukup Baik.
fan

Kebersihan di dalam rumah


Cukup Bersih

Tata letak barang dalam rumah


Kurang Teratur

Sumber air
Air minum dan masak dari :
Sumur / pompa tangan / pompa listrik / PAM
/belidari tukang air
Air cuci
Sumur/pompa tangan / pompa listrik / PAM
beli dari tukang air

Kamar Mandi Keluarga


Ada / Tidak Ada
Dalam Rumah / Luar Rumah
Jumlah : 1 Buah, ukuran 1,5 x 1,5m2

27
Jamban
Ada / Tidak Ada
Dengan pegangan / Tanpa pegangan
Bentuk jamban : Jongkok / Duduk

Limbah & sampah


Limbah dialirkan ke : tidak ada / got / kali
Tempat sampah di luar rumah : ada / tidak
Kesan kebersihan lingkungan permukiman :
baik / cukup / kurang

28
Diagram 3. Denah Rumah
8M
BELAKANG

WC

DAPUR

KAMAR

RUANG KELUARGA 10 M

KAMAR R.TAMU KAMAR

9M

TERAS+GARASI TOKO

DEPAN
GOT

Diagram 4.Peta rumah dicapai dari puskesmas


SPBU
TPA Kp. Kelawi

Jl. Enggano Jl. Bali

RUMAH Kantor Lurah TPA Kp. Bali


PASIEN

Pkm Kp.Bali
29
Pengkajian Masalah Kesehatan Keluarga

Life style :
- Aktivitas fisik/latihan jasmani kurang
- Konsumsi makanan tinggi garam dan
tinggi lemak

Perilaku kesehatan: Lingkungan


- Latihan jasmani Psikososial ekonomi:
kurang Keluarga pasien
- Kebersihan diri kurang peduli dengan
cukup pengobatan pasien

FAMILY
Sistem
Pelayanan
kesehatan: Pekerjaan:
Pasien :
Pelayanan Tidak bekerja
♂ ,61 th
kesehatan
primer dekat Dengan hipertensi
terjangkau stage II dan
pterigium grade II
Fungsi Biologis: Lingkungan fisik:
Pasien lama Secara umum baik,
didiagnosis hiperrtensi tidak ada masalah
dan keluarga sedikit dengan kondisi
mengerti tentang ligkungan keluarga
penyakit ini.

 Keadaan rumah cukup bersih dan rapi,


ventilasi dan pencahayaan cukup
 Lingkungan rumah padat dan sedikit
bising

30
Diagnosis Kesehatan Keluarga
Masalah internal keluarga
Masalah biologis : -
Masalah psikososial :
- Kekhawatiran pasien terhadap anak laki-laki pasien membuat pasien sering
cemas dan mengalami nyeri kepala.
- Kurangnya pengetahuan keluarga tentang pola diet yang diperbolehkan pada
pasien, komplikasi dan tatalaksana

Masalah eksternal keluarga


Masalah lingkungan rumah : -

Skor Kemampuan Keluarga dalam Penyelesaian Masalah dan


Rencana Penatalaksanaan
Coping Coping score
Hasil yang
No Kegiatan Sasaran Waktu score akhir yang
diharapkan
awal diharapkan
1 Konseling dan Keluarga 3minggu Keluarga memahami 3 5
edukasi kepada dan lebih jauh tentang
keluarga pasien penyakit hipertensi
mengenai grade II, penyebab,
penyakit pencegahan dan
hipertensi stage komplikasinya
II, penyebab,
pencegahan dan
komplikasinya
2 Edukasi dan Keluarga 3 Keluarga bersedia 3 5
konseling anggota dan minggu selalu menemani
keluarga pasien pasien kontrol secara
mengenai berkala
pentingnya

31
kontrol secara
berkala
3 Edukasi dan Pasien 3 Keluarga terus 3 5
konseling dan minggu menerapkan
mengenai keluarga pembatasan asupan
pentingnya garam pada
pembatasan pasiendan pola diet/
asupan garam dan contoh menu yang
pengaturan pola diberikan pembina
dietrendah untuk pasien
lemakpada pasien hipertensi
hipertensi
4 Edukasi kepada Anak 3 Anak laki-laki pasien 2 5
anak laki-laki laki-laki Minggu minta izin kepada
pasien mengenai pasien pasien dan
kebiasaan pulang memberitahu pasien
larut malam dan bila pulang malam
komunikasi karena membuat
dengan pasien tugas
agar pasien tidak
cemas
5 Edukasi tentang Pasien 3 Rumah dan 4 5
pentingnya untuk dan minggu lingkungan sekitar
terus menjaga keluarga rumah selalu bersih
kebersihan rumah dan rapi.
dan lingkungan
sekitar.
6 Edukasi tentang Pasien 3 Pasien dan keluarga 3 5
pentingnya dan minggu mulai rajin berolah
olahraga teratur keluarga raga, seperti jalan
untuk membantu pagi 3 kali seminggu
kesehatan jantung dan mengikuti senam
pasien di puskesmas1 kali

32
seminggu

Persetujuan Pembimbing
Tanda tangan :

Nama Jelas : dr. Een Endang Sari


Tanggal :

33
TINDAK LANJUT DAN HASIL INTERVENSI SAAT
KEDATANGAN KE II DAN III DI RUMAH PASIEN
Tanggal INTERVENSI YANG DILAKUKAN, DIAGNOSIS HOLISTIK
DAN RENCANA SELANJUTNYA
Kedatangan II Intervensi yang dilakukan:
Rumah Pasien 1. Aspek Personal
09 Januari 2018 a. Evaluasi pemahaman pasien dan keluarga mengenai
hipertensi stage II, penyebab, pencegahan dan komplikasinya.
b. Evaluasi motivasi pasien untuk terus berobat secara berkala
2. Aspek Klinik
a. Pemeriksaan tekanan darah
b. Pemeriksaan frekuensi nadi
c. Pemeriksaan frekuensi napas
Farmakologi :
Memberikan terapi obat antihipertensi
a. Evaluasi asupan garam pasien perhari
b. Evaluasi penerapkan contoh menu diet rendah lemak untuk
pasien hipertensi.
c. Evaluasi olahraga rutin yang dilakukan pasien
3. Aspek psikososial keluarga dan lingkungan
a. Mengevaluasi perubahan kebiasaan anak laki-laki pasien yang
pulang larut malam.
b. Evaluasi kesediaan keluarga menemani pasien kontrol berobat
secara berkala
c. Evaluasi kesediaan keluarga untuk mengawasi pasien minum
obat
d. Menilai kebersihan rumah dan lingkungan sekitar rumah
Hasil :
1. Aspek Personal
a. Pasien dan keluarga semakin memahami mengenai hipertensi

34
stage II, penyebab, pencegahan dan komplikasinya.
b. Pasien sudah kontrol ke dokter puskesmas secara berkala
2. Aspek Klinik
a. Tekanan darah : 140/90 mmHg
b. Frekuensi nadi: 84 x/menit
c. Frekuensi napas: 20 x/menit
Farmakologi:
Terapi obat antihipertensi : Amlodipin tab 1x10mg,
Non farmakologi:
- Pasien bersedia terus menerapkan pembatasan asupan garam
per hari (maksimal 1 sendok teh per hari)
- Keluarga terus menerapkan contoh menu diet untuk hipertensi
yang diberikan
- Pasien rajin berolah raga, seperti jalan pagi 3 kali seminggu
dan mengikuti senam di puskesmas 1 kali seminggu
3. Aspek Psikososial keluarga dan lingkungan
a. Anak laki-laki pasien sudah mengurangi pulang larut malam
dan meminta izin bila pulang larut malam serta memberitahu
alasannya kepada pasien.
b. Anak atau menantu pasien menemani pasien untuk kontrol
berobat secara berkala
c. Menantu pasien mengawasi pasien minum obat
d. Keadaan rumah dan lingkungan sekitar rumah tampak bersih

Rencana selanjutnya :
1. Aspek Klinik
a. Pemeriksaan tekanan darah
b. Pemeriksaan frekuensi nadi
c. Pemeriksaan frekuensi napas
Farmakologi :
Meneruskan terapi obat dari puskesmas.

35
Non farmakologi :
- Evaluasi penerapan pembatasan asupan garam.
- Evaluasi penerapkan contoh menu diet untuk pasien hipertensi.
- Evaluasi olahraga rutin yang dilakukan pasien

2. Aspek Psikososial keluarga dan lingkungan


a. Menilai perubahan kebiasaan Anak laki-laki pasien yang
pulang larut malam.
b. Evaluasi kesediaan keluarga menemani pasien kontrol berobat
secara berkala.
c. Evaluasi kesediaan keluarga untuk mengawasi pasien minum
obat.
d. Menilai kebersihan rumah dan lingkungan sekitar rumah.
Kedatangan III Intervensi
Rumah Pasien 1. Aspek Klinik
15 Januari 2018 a. Pemeriksaan tekanan darah
b. Pemeriksaan frekuensi nadi
c. Pemeriksaan frekuensi napas
Farmakologi :
Meneruskan terapi obat antihipertensi
Non farmakologi :
- Evaluasi penerapan pembatasan asupan garam.
- Evaluasi penerapkan contoh menu diet untuk hipertensi yang
diberikan.
- Evaluasi olahraga rutin yang dilakukan pasien
2. Aspek psikososial keluarga dan lingkungan
a. Menilai perubahan kebiasaan pasien.
b. Evaluasi kesediaan keluarga menemani pasien kontrol berobat
secara berkala.
c. Evaluasi kesediaan keluarga untuk mengawasi pasien minum
obat.

36
d. Menilai kebersihan rumah dan lingkungan sekitar rumah.

Hasil :
1. Aspek Klinik
a. Tekanan darah menurun: 130/90 mmHg
b. Frekuensi Nadi: 78 x/menit
c. Frekuensi napas: 18 x/menit
Farmakologis :
Meneruskan terapi antihipertensi yang didapat : Amlodipin tab
1x10 mg
Non farmakologis :
- Pasien terus menerapkan pembatasan asupan garam per hari
(maksimal 1 sendok teh per hari)
- Keluarga terus menerapkan contoh menu diet untuk hipertensi
yang diberikan
- Pasien rutin berolah raga, seperti jalan pagi 3 kali seminggu
dan mengikuti senam di puskesmas 1 kali seminggu
2. Aspek Psikososial
a. Anak laki-laki pasien sudah jarang pulang larut malam
b. Anak atau menantu pasien selalu menemani pasien untuk
tetap kontrol berobat secara berkala
c. Menantu pasien mengawasi pasien minum obat
d. Keadaan rumah dan lingkungan sekitar rumah selalu bersih

37
Kesimpulan Pembinaan Keluarga pada Pembinaan Keluarga Saat
Ini
 Masalah kesehatan keluarga pada saat berakhirnya pembinaan dan
coping score akhir
Coping score Coping score
No. Masalah yang terselesaikan
awal akhir
1 Keluarga lebih memahami mengenai 3 5
penyakit hipertensi stage II dan pterigium
yang dialami pasien, penyebab,
pencegahan dan komplikasinya.
2 Keluarga selalu menemani pasien kontrol 3 5
berkala ke pelayanan kesehatan
3 Keluarga terus melakukan pembatasan asupan 3 5
garam dan menerapkan pola diet/ contoh menu
diet untuk pasien hipertensi seperti yang telah
diberikan pembina
4 Anak pasien mulai jarang pulang larut malam 2 4
5 Rumah dan lingkungan sekitar rumah selalu 4 5
bersih dan rapi.
6 Pasien rajin berolah raga, seperti jalan pagi 3 3 5
kali seminggu dan mengikuti senam di
puskesmas 1 kali seminggu

 Faktor Pendukung terselesainya masalah kesehatan pasien :


- Terdapat jaminan kesehatan untuk berobat
- Keluarga pasien kooperatif
- Pasien mematuhi pola diet yang disarankan dokter
- Menantu pasien yang selalu menemani pasien kontrol ke pelayanan
kesehatan
- Pembinaan diterima dengan baik
- Tersedia waktu yang cukup

38
- Lokasi rumah pasien dekat dengan pusat pelayanan primer

 Faktor penghambat terselesaikannya masalah-masalah kesehatan pasien :


- Anak pasien jarang pulang larut malam tapi terkadang masih, ini membuat
pasien cemas dan dapat mempengaruhi penyakit pasien karena faktor stress.

 Rencana penatalaksanaan pasien selanjutnya:


- Melakukan edukasi terarah dan konseling berulang pada pasien dan
keluarga mengenai penatalaksanaan penyakit hipertensi, termasuk pola
makan, olahraga rutin, minum obat teratur, serta kontrol teratur ke
puskesmas.
- Edukasi dan konseling kepada pasien serta keluarga mengenai pentingnya
mengontrol tekanan darah.
- Edukasi dan konseling pasien serta keluarga mengenai pentingnya
melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan kolesterol total
terkait penyakit hipertensi ini.
- Melakukan edukasi kepada pasien dan keluarganya mengenai pentingnya
memeriksakan diri ke puskesmas jika ada masalah terkait kesehatan
keluarga.

Persetujuan Pembimbing
Tanda tangan :

Nama Jelas : dr. Een Endang Sari


Tanggal :

39
Dokumentasi Kegiatan Kedokteran Keluarga

A. Dokumentasi saat Kunjungan Rumah

Gambar 1.Pasien Gambar 2.Rumah Pasien

Gambar 3. Ruang Tamu Gambar 4. Kamar Tidur

40
Gambar 5. Dapur Gambar 6. Kamar Mandi

Gambar 7. Ruang Keluarga

41
Gambar 8. Pemeriksaan tambahan pada pasien dan keluarga
saat melakukan kunjungan ke rumah pasien

Gambar 9. Pterigium Pada Mata Kanan

42
B. Contoh Menu Hipertensi

Menurut anjuran DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) kebutuhan


kalori per hari pasien penderita hipertensi yaitu 2000 kal/hari

43
44
45
46