Anda di halaman 1dari 11

TAHAP TUMBUH KEMBANG USIA REMAJA (12-18 TAHUN)

Masa Remaja (12-18 tahun)


Pada masa remaja ini banyak dijumpai masalah, karena masa ini merupakan
proses menuju kedewasaan dan anak ingin mencoba mandiri. Masalah yang sering dijumpai
adalah perubahan bentuk tubuh.
Perkembangan khusus yang terjadi pada masa ini adalah kematangan identitas
seksual yang ditandai dengan perkembangan organ reproduksi. Masa ini merupakan masa
krisis identitas dimana anak memasuki proses pendewasaan dan meninggalkan masa anak-
anak, sehingga membutuhkan bantuan dari orang tua.

Pertumbuhan dan Perkembangan masa remaja (puber)


A. Pertumbuhan

1. Ciri-ciri fisik

Perbedaan Laki-laki Perempuan


Usia 11 – 16 tahun 10 – 15 tahun
Ciri Terjadi mimpi basah Mengalami menstruasi
khusus
Ciri – ciri tumbuhnya kumis dan payudara tumbuh membesar, tumbuhnya rambut di
kelamin jambang, tumbuhnya ketiak dan di sekitar alat kelamin, serta
sekunder rambut di ketiak dan membesarnya pinggul.
di sekitar alat kelamin,
serta dada menjadi lebih
bidang.

2. Ciri-ciri Psikologis

Usia Ciri-ciri Psikologis


Kurang Mulai memperhatikan penampilan. Mudah cemas dan bingung bila adanya
lebih usia perubahan psikis. Tidak mau dibatasi aktivitasnya. Mulai memilih teman yang
10 – 17 cocok. Tidak mau diperlakukan seperti anak kecil. Selalu ingin mencoba hal-
tahun hal baru. Senang meniru idola atau berkhayal. Mulai bersikap kritis. Mulai ada
perubahan bentuk fisik. Mulai menghasilkan hormon reproduksi. Alat kelamin
mulai berkembang.Hormon pertumbuhan masih terus dihasilkan.

Perubahan Tubuh Selama Masa Remaja


1. Tinggi
Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi yang matang antara usia tujuh belas dan delapan
belas tahun, dan rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun sesudahnya.
2. Berat
Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan perubahan tinggi. Tetapi berat
badan sekarang tersebar ke bagian-bagian tubuh yang tadinya hanya mengandung sedikit
lemak atau tidak mengandung lemak sama sekali.
3. Proporsi Tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun mencapai perbandingan tubuh yang baik. Misalnya,
badan melebar dan memanjang sehingga anggita badan tidak lagi kelihatan terlalu panjang.
4. Organ Seks
Baik organ seks pria maupun wanita mencapai ukuran yang matang pada akhir masa remaja,
tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian.
5. Ciri-ciri Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder yang utama berada pada tingkat perkembangan yang matang pada
akhir masa remaja.

Kondisi – Kondisi yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik Remaja


Pertumbuhan fisik erat hubungannya dengan kondisi remaja. Kondisi yang baik berdampak
baik pada pertumbuhan fisik remaja, demikian pula sebaliknya. Adapun kondisi-kondisi yang
mempengaruhi sebagai berikut :
1. Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Karena
faktor keturunan seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang dari anak lainnya, sehingga ia
lebih berat tubuhnya, jika ayah dan ibunya atau kakeknya tinggi dan panjang. Faktor
lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan
yang dibawa dari orang tuanya.
2. Pengaruh Gizi
Anak yang mendapatkan gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit
lebih cepat mencapai taraf dewasa dibadingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan gizi
cukup. Lingkungan juga dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga
menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan dimasa remaja.
3. Gangguan Emosional
Terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan dan ini akan membawa akibat
berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitary. Bila terjadi hal
demikian pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang
seharusnya.
4. Jenis Kelamin
Anak laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dari pada anak perempuan, kecuali
pada usia 12 – 15 tahun. Anak perempuan baisanya akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat
dari pada laki-laki-laki. Hal ini terjadi karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki
berbeda dengan perempuan. Anak perempuan lebih cepat kematangannya dari pada laki-laki
5. Status Sosial Ekonomi
Anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah, cenderung
lebih kecil dari pada anak yang bersal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.

6. Kesehatan
Kesehatan amat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik remaja. Remaja yang
berbadan sehat dan jarang sakit, biasanya memiliki tubuh yang lebih tinggi dan berat
disbanding yang sering sakit.
7. Pengaruh Bentuk Tubuh
Perubahan psikologis muncul antara lain disebabkan oleh perubahan-perubahan fisik.
Diantara perubahan fisik yang sangat berpengaruh adalah; pertumbuhan tubuh (badan makin
panjang dan tinggi), mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada
perempuan).

B. Perkembangan
1. Perkembangan Motorik
Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak yang mengatur otot memungkinkan
berkembangnya kompetensi atau keterampilan motorik. Keterampilan motorik ini dibagi dua
jenis, yaitu:
a. Keterampilan atau gerak kasar, seperti berjalan, berlari, melompat, naik dan turun tangga;
dan
b. Keterampilan motorik halus atau keterampilan memanipulasi, seperti menulis,
menggambar, memotong, melempar, dan menangkap bola, serta memainkan benda-
benda atau alat-alat mainan (Audrey Curtis, 1998; Elizabeth Hurlock, 1956)
Dari referensi lain, Perkembangan motorik ini, meliputi kemampuan gerak, koordinasi,
keseimbangan dan peningkatan gerak.
a. Gerak Lokomotor
Yang termasuk dalam gerak Lokomotor adalah Berjalan,berlari, melompat,meloncat dan
merangkak
b. Gerak Non Lokomotor
Yang termasuk dalam gerak Lokomotor adalah Keseimbangan, kelentukan dan kekuatan

c. Gerak Manipulatif
Yang termasuk dalam gerak Lokomotor adalah Melempar Bola, menendang,dan menangkap.
Perkembangan keterampilan motorik merupakan faktor yang sangat penting bagi
perkembangan pribadi secara keseluruhan. Kecakapan motorik yaitu kemampuan
melakuakan koordinasi kerja system syaraf motorik yang menimbulkan reaksi dalam bentuk
gerakan-gerakan atau kegiatan secara tepat, sesuai antara rangsangan dan responnya. Dalam
perkembangan masa remaja, perkembangan aspek motorik bukanlah aspek yang mengalami
banyak perubahan, atau tidak terlihat ciri-ciri yang menonjol. Sebagaimana pertumbuhan
internal lebih menonjol pada pribadi remaja dibandingkan dengan pertumbuhan eksternal,
perkembangan fisik, emosi dan sosial pun pada masa ini jauh lebih menonjol dibandingkan
dengan perkembangan motoriknya.
Namun demikian, mengenai pengukuran keterampilan motorik remaja sering ditemui
di universitas-universitas yang memberikan tes beberapa gerakan olahraga untuk calon
mahasiswanya. Dalam tes ini dapat diketahui kemampuan-kemampuan motorik remaja
seperti kecepatan, ketangkasan, kelenturan dan lain-lain yang dapat diukur diantaranya
dengan:
(1) Tes aerobik lari 2,4 km,
(2) Tes shooting bola basket,
(3) Tes passing bola voli,
(4) Tes dribble sepakbola, dan
(5) Tes renang.

Penyusunan suatu tes keterampilan olahraga harus memenuhi berapa persyaratan.


Para ahli menyatakan persyaratan tersebut meliputi: kesahihan (validity), keajegan atau
keterandalan (reliability), objektif, ekonomis, menarik, dan dapat dilaksanakan. (Kirkendall,
1980); (Abdullah, 1988); (Arikunto, 1991).
Suatu alat tes yang sahih berarti alat tes tersebut akan mengukur apa yang seharusnya
diukur. (Safrit, 1981); (Kirkendall, 1980). Alat tes memiliki keterandalan atau keajegan yang
tinggi apabila alat tes tersebut mengukur secara tetap dan apa yang diukur (Kirkendall, 1980;
Safrit, 1981; Abdullah, 1988) dan alat tes tersebut dikatakan obyektif apabila tes tersebut
dilakukan oleh beberapa orang, memperoleh hasil yang sama atau hampir sama (Kirkendall,
1980).
Dibawah ini kemampuan-kemampuan motorik yang dapat dikuasai remaja disesuaikan
dengan indikator-indikatornya.
Konstruk Meteri Indikator
Obstacle run (lari Kelincahan
rintangan)
Melempar bolabasket Kekuatan otot
Tes kemampuan Lompat jauh tanpa  Daya ledak
motorik umum dari awalan  Kekuatan otot
Scott
Konstruk Meteri Indikator
Wall pass. Ketepatan
Lari cepat selama Kecepatan
empat detik
Lompat jauh tanpa  Daya ledak
awalan  Kekuatan otot
Tes kemampuan Melempar bola Kekuaran otot
motorik umum dari softball
Barrow
Zigzag run Kelincahan
Wall pass Ketepatan
Medicine ball put Kekuatan otot
Lari cepat 60 yard Kecepatan

2. Perkembangan Sosial Pada Masa Remaja


Pengertian Perkembangan Sosial
a. Hubungan sosial merupakan hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Hubungan
sosial dimulai dari tingkat yang sederhana yang didasari oleh kebutuhan yang sederhana.
Semakin dewasa, kebutuhan manusia menjadi kompleks dan dengan demikian, tingkat
hubungan sosial juga berkembang menjadi amat kompleks. Pada jenjang perkembangan
remaja, seorang remaja bukan saja memerlukan orang lain demi memenuhi kebutuhan
pribadinya, tetapi mengandung maksud untuk disimpulkan bahwa pengertian perkembangan
sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan
meningkatnya kebutuhan hidup manusia.
b. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri
terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi meleburkan diri menjadi satu kesatuan
dan saling berkomunikasi dan kerjasama.
c. Hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar manusia yang saling
membutuhkan. Hubungan sosial mulai dari tingkat sederhana dan terbatas, yang didasari oleh
kebutuhan yang sederhana. Semakin dewasa dan bertambah umur, kebutuhan manusia
menjadi kompleks dan dengan demikian tingkat hubungan sosial juga berkembang amat
kompleks.
Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja
Pada masa remaja berkembang “social cognition”, yaitu kemampuan untuk
memahami orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik
menyangkut sifat pribadi, minat, nilai-nilai, maupun perasaannya.
Pada masa ini juga berkembang sikap “conformity”, yaitu kecenderungan untuk
menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran atau keinginan orang
lain (teman sebaya).
Apabila kelompok teman sebaya yang diikuti menampilkan sikap dan perilaku yang
secara moral dan agama dapat dipertanggung jawabkan maka kemungkinan besar remaja
tersebut akan menampilkan pribadinya yang baik. Sedangkan, apabila kelompoknya itu
menampilkan dan perilaku yang melecehkan nilai-nilai moral maka sangat dimungkinkan
remaja akan melakukan perilaku seperti kelompoknya tersebut.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial


Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: keluarga, kematangan
anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi
dan intelegensi.
1. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap
berbagai aspek perkembangan anak termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi atau tata cara
kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang yang kondusif bagi sosialisasi anak.
Didalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada
dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan
oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap
lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diartikan oleh keluarga.

2. Kematangan Anak
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu
mempertimbangkan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain,
memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Dengan demikian, untuk mampu
bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah
mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
3. Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial
keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan mmandang anak, bukan sebagai
anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam
keluarga anak itu. “Ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak,
masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku didalam
keluarganya. Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi
normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan
sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dalam ekonomi keluarganya. Dalam hal
tertentu, maksud “mejaga ststus dalam keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya
dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak
menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit
dengan normanya sendiri.

4. Pendidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan
sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial
anak didalam masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang akan datang. Pendidikan dalam
arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga,
masyarakat dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja
diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan (sekolah).

5. Kapasitas Mental, Emosi dan Intelegensi


Kemampuan berfikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar,
memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan
berkembang bahasa secara baik. Oleh karena itu, kemampuan intelektual tinggi, kemampuan
berbahasa baik, pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan
dalam perkembangan sosial anak. Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang
lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai
oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.

Pengaruh Perkembangan Sosial Terhadap Tingkah Laku


Dalam perkembangan sosial anak, mereka dapat memikirkan dirinya dan orang lain.
Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri yang sering mengarah kepenilaian diri dan kritik
dari hasil pergaulannya dengan orang lain. Hasil pemikiran dirinya tidak akan diketahui oleh
orang lain, bahkan sering ada yang menyembunyikannya atau merahasiakannya.
Pikiran anak saling dipengaruhi, oleh ide-ide dari teori-teori yang menyebabkan sikap
kritis terhadap situasi dan orang lain, termasuk kepada orang tuanya. Kemapuan obstraksi
anak yang menimbulkan kemampuan mempersalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa
dengan keadaan bagaimana yang semestinya menurut alam fikirannya. Disamping itu
pengaruh egoisentris sering terlihat, diantaranya berupa:
1) Cita-cita idealisme yang baik, terlalu menitik beratkan pikiran sendiri, tanpa memikirkan
akibat lebih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan
tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan.
2) Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang lain dalam
penilaiannya. Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam
menghadapi pendapat orang lain, maka sikap ego semakin berkurang dan diakhiri masa
remaja sudah sangat kecil rasa egonya sehingga mereka dapat bergaul dengan baik.

3. Perkembangan Bahasa Pada Masa Remaja


Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan
emosioanal dan sosial. Dengan perkembangan bahasa, anak akan lebih mengerti orang lain
dan lebih mudah dimengerti oleh orang lain. Semua ini sangat membantu perkembangan
tingkah laku dan sikap sosialnya. Penggunaan aspek kebahasaan dalam proses pembelajaran
sering berhubungan satu sama lainnya. Menyimak dan membaca erat hubungan dalam hal
bahwa keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi. Berbicara dan menulis erat
hubungannya dalam hal bahwa keduanya merupakan cara untuk mengekpresikan makna.

Perkembangan Bahasa Dalam Pendidikan dan Lingkungan Masyarakat


Bersamaan dengan kehidupan dalam masyarakat luas, anak remaja mengikuti proses
belajar disekolah. Sebagaimana diketahui dilembaga pendidikan, bahasa diberikan
rangsangan yang terarah sesuai dengan kaidah-kaidah yang benar. Proses pendidikan bukan
memperluas dan memperdalam cakrawala ilmu pengetahuan semata, namun juga secara
berencana merekayasa perkembangan sistem budaya, termasuk didalamnya perilaku
berbahasa.
Pengaruh pergaulan dalam masyarakat (teman sebaya) terkadang cukup menonjol,
sehingga bahasa anak (remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang
berkembang dalam kelompok sebaya. Dari kelompok itu berkembang bahasa sandi, bahasa
kelompok tertentu yang bentuknya amat khusus (bahasa prokem).
Perkembangan bahasa anak dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat
dimana mereka tinggal. Hal ini berarti bahwa proses pembentukan kepribadian yang
dihasilkan dari pergaulan dengan masyarakat sekitar, akan memberi ciri khusus dalam
perilaku berbahasa. Bersamaan dengan kehidupannya dalam masyarakat luas, anak (remaja)
mengikuti proses belajar disekolah.

Masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan
mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan keterbatasan kesempatan dan sarana serta
prasarana, menyebabkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa
dipungkiri, dalam era globalisasi sekarang ini penguasaan bahasa asing merupakan hal yang
penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karir seseorang. Namun dengan adanya
hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit-
banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya. Terhambatnya perkembangan
kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek
perilaku dan kepribadian lainnya.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan besar sel diseluruh bagian
tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan menyintesis protein-protein baru.
Menghasilkan penambahan jumlah berat secara keseluruhan atau sebagian. Dan
Perkembangan (development), adalah perubahan secara berangsur-angsur dan bertambah
sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang melalui
pertumbuhan, kematangan, atau kedewasaan, dan pembelajaran. (wong, 2000).
Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala
primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan fisik remaja tersebut bukan saja menyangkut
bertambahnya ukuran tubuh dan berubahnya proporsi tubuh, melainkan juga meliputi
perubahan ciri-ciri yang terdapat pada system pencernaan, system peredaran darah, system
pernafasan, system endokrin dan jaringan tubuh. Baik laki-laki maupun perempuan
perubahan fisiknya mengikuti urutan-urutan tertentu.
Kondisi yang mempengaruhi perkembangan remaja adalah pengaruh keluarga,
pengaruh gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, kesehatan, dan
pengaruh bentuk tubuh. Disamping itu pengaruh lingkungan juga mempengaruhi
perkembangan fisik remaja.

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A.Aziz Alimul, 2006, Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep
dan Proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.

http://semi-yanto.blogspot.com/2011/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia.html
Soetjiningsih, SpAk, 1995, Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: EGC.

http://community.um.ac.id/showthread.php?75057-Hakikat-pertumbuhan-dan-
perkembangan-peserta-didik.
Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: Rosdakarya.
Hurlock, Elizabeth. 2003. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Yusuf, Syamsu. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosdakarya.
http://www.anakciremai.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-fisik-remaja.html