Anda di halaman 1dari 1

Apa yang terjadi pada saat menahan napas

Pada saat menahan napas kita tidak mengeluarkan karbon dioksia (CO2) sehingga terjadi
penumpukan CO2 dalam cairan ekstrselular. Karena CO2 juga dibentuk secara terus-menerus dalam
tubuh melalui proses metabolisme intrasel. Menahan napas juga dapat menyebabkan penurunan
ventilasi yang akan meningkatkan CO2 , konsentrasi H2CO3 (asam karbonat) dan konsentrasi H+
meningkat . Dan semakin rendah kecepatan ventilasi alveolus, semakin tinggi PCO2. Peningkatan
PCO2 menyebabkan pH menurun, menggeser keseimbangan asam-basa menuju asidosis. Asidosis
yang disebabkan oleh peningkatan PCO2 disebut asidosis respiratorik.

Nilai pH normal darah arteri adalah 7,4; sedangkan pH darah vena dan cairan interstisial sekitar 7.35
akibat jumlah ekstra karbon dioksida (CO2) yang dibebaskan dari jaringan untuk membentuk H2CO3
dalam cairan ini. Oleh karena pH normal darah arteri adalah 7,4; seseoang dianggap mengalami
asidosis bila pH turun di bawah nilai ini dan megalami alkalosis bila pH meningkat di atas 7,4.
Seseorang dapat hidup lebih dari beberapa jam dengan batas bawah pH sekitar; dan batas atas pH
sekitar 8,0.

Peningkatan konsentrasi CO2 juga dapat menggeser kurva disosiasi oksigen hemoglobinyang
bermanfaat untuk pengangkutan oksigen. Pergeseran kurva disosiasi oksigen-hemoglobin sebagai
respons terhadap peningkatan CO2 dan ion H+ dalam darah memberi pengaruh penting dalam
meningkatkan pelepasan oksigen dari darah dalam jaringan dan meningkatkan oksigenasi darah
dalam paru. Pengaruh ini disebut efek Bohr. Keika darah melalui jaringan, CO2 berdifusi dari sel
jaringan ke dalam darah. Proses ini menaikkan PCO2 darah, dan kemudian meningkatkan H2CO3
darah dan ion hidrigen. Efek ini menggeser kurve disosiasi oksigen-hemoglobin ke kanan dan ke arah
bawah, yang memaksa oksigen terlepas dari hemoglobin dan dengan demikian meningkatkan jumlah
pengiriman oksigen ke jaringan.

Bila konsentrasi CO2 terus meningkat maka konsentrasi O2 dapat menurun sehingga dapat
menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) atau gangguan fungsi paru seperti emfisema paru.

Sumber :

Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Guyton dan Hall edisi keduabelas