Anda di halaman 1dari 23

AUDIT MANAJEMEN FUNGSI KEUANGAN

PENDAHULUAN
Perkembangan ekonomi dewasa ini membawa dampak bagi perkembangan dunia
usaha. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha ini, ilmu akuntansi berkem-bang menjadi
dua kelompok besar yaitu ilmu accounting dan ilmu auditing. Hal ini karena ilmu akuntansi
selalu dituntut untuk terus berbenah diri dan tumbuh agar dapat mengikuti perkembangan
dunia usaha yang semakin kompleks, khususnya dalam pe-nyediaan informasi kuantitatif
terutama yang bersifat keuangan bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Salah satu sub
bidang dari akuntansi yang dikenal luas adalah auditing. Auditing atau pemeriksaan
merupakan sub bidang akuntansi yang meliputi aktivitas pemeriksaan terhadap kebenaran
data-data akuntansi secara bebas.
Perkembangan ekonomi yang semakin lama semakin cepat mendorong perusahaan
untuk meningkatkan kinerjanya supaya tetap bertahan dan berkembang. Pada umumnya
suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba semaksimal mungkin
dengan memperhatikan pangsa pasar serta kesempatan yang ada. Untuk mencapai tujuannya
maka perusahaan berusaha melakukan penjualan secara optimal dari hasil produksinya
dengan selalu memperhatikan besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Dalam aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuannya, para eksekutif perusahaan
mendelegasikan tugas dan tanggung jawab perusahaan dalam tingkat tertentu. Gaya delegasi
bervariatif, dari eksekutif yang menyerahkan kekuasaan penuh sampai eksekutif yang
memperlakukan bawahan sebagai asisten, memberikan mereka suatu wewenang dan
tanggungjawab yang minimum. Akan tetapi, tidak menjadi masalah berapa besar wewenang
dan tanggungjawab yang didelegasikan, eksekutif, bukan bawahan, memiliki akuntabilitas
penuh untuk tugas, pekerjaan, departemen laba dan sebagainya. Maka eksekutif perlu
mengikuti apa yang terjadi dalam perusahaan, divisi, departemen dan tingkat supervisi yang
lebih rendah agar dalam penyelenggaraannya, efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi
perusahaan dapat terus meningkat.
Audit manajemen ataupun pengawasan intern merupakan kebijakan dari prosedur
spesifikasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi manajemen,
bahwa sasaran dan tujuan penting bagi manajemen perusahaan dapat dipenuhi. Menurut
Sukrisno Agoes (1996) manajemen audit adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi
suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah
ditentukan manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan
secara efektif, efisien dan ekonomis.
Untuk memastikan adanya efektifitas dan transparansi penggunaan dana dalam suatu
organisasi atau perusahaan, perlu dilakukan adanya suatu audit, khususnya audit pada
manajemen fungsi keuangan. Audit manajemen fungsi keuangan dimaksudkan untuk
mencari dan menemukan informasi tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan
diwujudkan melalui berbagai kegiatan operasional yang disoroti khusus dari segi keuangan.
Agar audit manajemen atas fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada empat hal
yang mutlak perlu mendapat perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan
keuangan, organisasi dan pengawasan.

Audit manajemen dapat dilakukan pada semua aspek yang ada dalam perusahaan, yang
umumnya meliputi audit manajemen fungsi keuangan, fungsi pemasaran, fungsi sumber daya
manusia, fungsi pembelian, fungsi produksi, audit kepastian mutu dan audit pengolahan data
elektronik (PDE).
Salah satu fungsi manajemen yang memiliki peran yang begitu penting ialah
departemen keuangan. Pada perusahaan berskala besar, kegiatan operasional dan biaya yang
ada begitu kompleks sehingga peran departemen keuangan menjadi sangat penting. Informasi

1
dari fungsi keuangan menjadi input penting manajemen tingkat atas dalam proses
pengambilan keputusan untuk peningkatan kinerja perusahaan.

2
A. Audit Manajemen

1. Pengertian Audit Manajemen

Fungsi pengawasan dan pengendalian manajemen, menimbulkan aktivitas audit


(pemeriksaan). Secara lebih luas audit juga dibutuhkan dalam menilai pertanggungjawaban
manajemen kepada berbagai pihak yang berkepentingan di dalam perusahaan. Dari hasil
audit dapat diketahui apakah laporan yang diberikan oleh manajemen sesuai dengan
kenyataan yang sebenarnya terjadi atau apakah operasi yang berjalan sesuai dengan
ketentuan, peraturan, dan kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.
R.A Supriyono (1990) memberikan definisi audit manajemen sebagai berikut: “Audit
manajemen sebagai suatu proses pemeriksaan secara sistematik yang dilaksanakan oleh
pemeriksa independen untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif atas
prosedur dan kegiatan-kegiatan manajemen, serta mengkomunikasikan hasil
pemeriksaannya kepada atasan manajer yang diperiksa dan disertai dengan bukti dan suati
rekomendasi kemungkinan tindakan koreksi”.
Siagian (2001) mendefinisikan audit manajemen sebagai suatu bentuk pemeriksaan
yang bertujuan untuk meneliti dan menilai kinerja perusahaan yang disoroti dari sudut
pandang peningkatan efisiensi, efektifitas dan ptroduktivitas kerja dalam berbagai
komponennya.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa audit manajemen merupakan
bentuk pemeriksaan untuk menilai, menganalisis, meninjau ulang hasil perusahaan, apakah
telah berjalan secara ekonomis, efisien dan efektif serta mengidentifikasi kekurangan-
kekurangan dan kemudian melaksanakan pengujian dan penelaan atas ketidakhematan,
ketidakefisiensian maupun ketidakefektifan untuk selanjutnya memberikan rekomendasi–
rekomendasi perbaikan demi tercapainya tujuan perusahaan.

2. Tujuan dan Manfaat Audit Manajemen

Dari definisi audit manajemen di atas, dapat diketahui tujuan dan manfaat audit
manajemen, yaitu sebagai berikut :

1. Untuk memberikan informasi kepada manajemen mengenai efektifitas suatu unit atau
fungsi.
2. Untuk mengetahui tindakan yang bersifat perventif, artinya untuk menilai apakah ada
situasi dalam perusahaan yang potensial dapat menjadi masalah di masa depan
meskipun pengamatan sepintas mungkin menunjukkan bahwa situasi demikian tidak
dihadapi perusahaan.
3. Untuk membandingkan hasil kerja perusahaan secara keseluruhan atau berbagai
komponen di dalamnya dengan standar yang mencakup berbagi bidang kegiatan dan
berbagai sasaran perusahaan yang ditetapkan sebelumnya.
4. Untuk dijadikan sebagai upaya investigasi. Bagi manajemen untuk memutuskan
melaksanakan audit manajemen ialah karena ada sinyal elemen bahwa dalam
perusahaan terdapat masalah tertentu yang harus segera diketahui penyebabnya dan
dengan demikian dapat diambil langkah-langkah untuk mengatasinya.

Siagian (2001) mengatakan bahwa kalangan manajemen menunjukkan sambutan


terhadap perkembangan audit manajemen karena jika digunakan dengan tepat maka audit
manajemen bisa memberi manfaat yang besar yaitu:

1. Memungkinkan manajemen mengidentifikasikan kegiatan operasional dalam


perusahaan yang tidak memberikan kontribusi dalam perolehan keuntungan.

3
2. Membantu manajemen dalam peningkatan produktifitas kerja dari berbagai
komponen organisasi.
3. Memungkinkan manajemen mengidentifikasi hambatan dan kendala yang dihadapi
dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan mengambil langkah strategis untuk
mengatasi dan menghilangkannya.
4. Memantapkan penerapan pendekatan kesisteman dalam menjalankan roda
organisasi.
5. Memungkinkan manajemen pada berbagai tingkat menentukan strategi yang tepat.
6. Membantu manajemen merumuskan pedoman teknis operasional bagi para pelaksana
berbagai kegiatan dalam perusahaan yang akan membantu para tenaga kerja
operasional melakukan kegiatan masing-masing dengan tingkat efisiensi dan
efektifitas yang lebih tinggi.
7. Mengidentifikasikan dengan tepat berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi
dalam manajemen sumber daya manusia.
8. Membantu manajemen menilai perilaku bawahan dalam menyediakan informasi bagi
pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan pada berbagai hierarki perusahaan.

Apabila audit manajemen dilakukan secara berkala maka audit manajemen bisa
menunjukkan masalah ketika masalah tersebut masih berskala kecil. Dengan demikian audit
manajemen merupakan alat manajemen yang membantu manajemen dalam mencapai tujuan
karena tindakan korektif dapat dilakukan untuk pemecahan masalah apabila ditemukan
inefisiensi dan inefektifitas.

3. Ruang Lingkup Dan Sasaran Audit Manajemen

Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. Ruang
lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu
dari program/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bevariasi, bisa untuk jangka waktu
satu minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untuk beberapa tahun, sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai.
Sedangkan yang menjadi sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas,
program dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau diidentifikasi masih
memerlukan perbaikan/peningkatan, baik dari segi ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas.
Sasaran pemeriksaaan dapat dibagi menjadi tiga elemen penting, yaitu:

1. Kriteria (Criteria)
Kriteria merupakan standar (pedoman, norma) bagi setiap individu/ kelompok di
dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
2. Penyebab (Cause)
Penyebab merupakan tindakan (aktivitas) yang dilakukan oleh setiap
individu/kelompok di dalam perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif, atau
sebaliknya negatif, program-program/aktivitas berjalan dengan tingkat efektivitas,
efisiensi yang lebih rendah dari standar yang telah ditetapkan.
3. Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang berhubungan
dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukan program/aktivitas berjalan
dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah dari kriteria yang ditetapkan. Sedangkan
akibat positif menunjukan bahwa program/aktivitas telah berjalan secara baik dengan
tingkat pencapaian yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.

4. Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan

4
Audit manajemen dirancang untuk menemukan penyebab dan kelemahan- kelemahan
yang terjadi pada pengolahan program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat yang
ditimbulkan oleh kelemahan tersebut dan menentukan tindakan perbaikan yang berkaitan
dengan kelemahan tersebut agar dicapai perbaikan pengelolaan dimasa yang akan datang.
Berbeda dengan audit keuangan yang menekankan auditnya pada data-data transaksi, proses
pencatatan, dan laporan akuntansi yang dibuat perusahaan.
Perbedaan antara audit manajemen dan audit keuangan dapat dipandang dari beberapa
hal menurut IBK. Bayangkara (2008:6) dalam bukunya “Audit Manajemen Prosedur dan
Implementasi” adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1
Perbedaan Audit Keuangan dengan Audit Manajemen

Karakteristik Audit Keuangan Audit manajemen


Tujuan Dilakukan untuk Ditujukan untuk mencapai
mendapatkan keyakinan perbaikan atas beberapa
bahwa laporan keuangan program/aktivitas dalam
disajikan oleh perusahaan pengelolaan perusahaan
telah disusun melaui proses yang memerlukan
akuntansi yang berlaku perbaikan
secara umum dan
menyajikan dengan
sebenarnya kondisi
keuangan perusahaan pada
tanggal pelaporan dan
kinerja manajemen pada
periode tersebut.
Ruang Menekankan audit pada Ruang lingkup audit
Lingkup data-data akuntansi manajemen meliputi
perusahaan dan proses keseluruhan fungsi
penyajian laporan yang manajemen dan fungsi-
disajikan manajemen. fungsi terkait.
Dasar Mengharuskan penyajian Audit manajemen bukan
Yuridis laporan keuangan suatu keharusan.
Pelaksanaan Dilakukan dalam rangka Dalam rangka menemukan
Audit mendapatkan pengesahan berbagai
secara independen atas kekurangan/kelemahan
kewajaran laporan keuangan pengelolaan perusahaan.
Frekuensi Kebutuhan audit Tidak ada ketentuan
audit berhubungan langsung mengikat yang harus untuk
dengan penerbitan laporan melakukan audit setiap
keuangan, periode tertentu.
Orientasi Dilakukan terhadap data- Menekankan untuk
hasil audit data keuangan yang bersifat kepentingan perbaikan-
historis. perbaikan yang akan
dilakukan pada masa akan
datang
Bentuk Telah memiliki standar. Bentuk laporan bersifat
laporan komprehensif.
audit
Pengguna Berbagai kelompok Ditujukan kepada pihak
laporan pengguna yang berada diluar intern perusahaan.
perusahaan.

5
5. Tipe Audit Manajemen

Menurut Tunggal (2000), terdapat tiga kategori audit manajemen, yaitu :

1. Audit Fungsional (Functional Audit)


Suatu audit fungsional berhubungan dengan satu atau fungsi yang lebih banyak dalam
suatu organisasi. Ia mungkin berhubungan dengan fungsi upah untuk suatu divisi untuk
perusahaan secara keseluruhan. Suatu audit fungsional mempunyai keuntungan
memungkinkan spesialisasi oleh auditor. Staf auditor tertentu dalam manajemen audit
dapat mengembangkan keahlian dalam area, seperti perekayasaan produki. Mereka
dapat lebih efisien menghabiskan semua waktu mereka dalam memeriksa area tersebut.
Kelemahan dalam audit fungsional ialah kealpaan dalam menilai fungsi yang saling
behubungan.

2. Audit Organisasional (Organizational Audit)


Suatu unit organisasional berhubungan dengan unit organisasi secara keseluruhan,
seperti departemen, cabang atau anak perusahaan. Tekanan dalam audit organisasi
adalah bagaimana efisien dan efektifnya fungsi-fungsi berinteraksi. Rencana organisasi
dan metode untuk mengkoordinasikan aktivitas khususnya adalah penting untuk tipe
audit ini.

3. Penugasan Khusus (Special Asignment)


Penugasan khusus audit manajemen timbul karena permintaan manajemen. Terdapat
variasi yang luas untuk audit demikian. Sebagai contoh, audit ini termasuk menentukan
sebab-sebab suatu sistem EDP yang tidak efektif, penyelidikan kemungkinan adanya
kecurangan dalam divisi, dan membuat rekomendasi untuk mengurangi biaya produksi
suatu produk.

6. Karakteristik Audit Manajemen

Audit manajemen mempunyai beberapa karakteristik penting. Karakteristik tersebut


meliputi :
1. Tujuan Pemeriksaan.
Tujuan pemeriksaan manajemen adalah membantu semua peringkat manajemen dalam
meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen dengan cara
mengidentifikasi aspek-aspek sistem dan prosedur serta rekomendasi kepada
manajemen untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan ekonomisasi.

2. Independensi.
Agar manfaat pemeriksaan manajemen dapat dicapai, maka pemeriksaan tersebut
harus bersifat independen.

3. Pendekatan Sistematis.
Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit manajemen perlu digunakan pendekatan
yang sistematis dan metode-metode yang konsisten.

4. Kriteria Prestasi.
Dengan kriteria prestasi pelaksanaan dapat dibandingkan dan dievaluasi.

5. Bukti Pemeriksaan.

6
Auditor harus dapat merencanakan dan melaksanakan prosedur yang dirancang untuk
memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung temuan– temuan dan kesimpulan-
kesimpulan serta rekomendasi yang dibuatnya.

6. Pelaporan dan Rekomendasi.


Karakteristik yang membedakan antara audit manajemen dengan jenis audit lainnya
adalah terletak pada laporan audit. Dalam audit manajemen , laporan audit
menekankan pada temuan-temuan selama pemeriksaan, pembuatan kesimpulan, dan
rekomendasi untuk meningkatkan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen.

7. Prinsip Dasar Audit Manajemen

Ada tujuh prinsip dasar yang harus diperhatikan auditor agar audit manajemen dapat
mencapai tujuan dengan baik. Menurut IBK.Bayangkara (2008:5) dalam bukunya yang
berjudul ”Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi” yang menyebutkan tujuh prinsip
dasar, yaitu :
1. Audit dititik beratkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki.
2. Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.
3. Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuan-temuan yang bersifat positif.
4. Indentifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang
terjadi.
5. Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
6. Pelanggaran hukum.
7. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan.

8. Yang Melakukan Audit Manajemen

Menurut Tunggal (2000) bahwa pihak-pihak yang bisa melakukan audit manajemen
antara lain:

1. Internal Auditor
Apabila perusahaan memiliki komite audit sendiri maka biaya yang dikeluarkan untuk
aktivitas tersebut kecil dibanding dengan menggunakan jasa pihak lain. Internal auditor yang
bekerja untuk perusahaan tertentu tentunya akan berusaha mengembangkan
kemampuannya dalam rangka kemajuan perusahaan tersebut.

2. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah dapat juga diminta untuk melakukan pemeriksaan manajemen. Mereka
biasanya memberi perhatian kedua-duanya, baik audit keuangan dan audit manajemen.

3. Akuntan Publik

Perusahaan juga bisa menunjuk sebuah kantor akuntan publik untuk melakukan pemeriksaan
manajemen. Biasanya penugasan ini terjadi hanya kalau perusahaan tidak mempunyai staf
internal audit atau staf internal audit kurang keahliaannya dalam area tertentu. Sebagai
contoh, suatu perusahaan meminta kantor akuntan menilai efisiensi dan efektifitas dari
sistem komputernya.

9. Tahap-Tahap Audit Manajemen

7
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam audit manajemen. Secara garis besar
dapat dikelompokan manjadi lima menurut IBK Bayangkara dalam bukunya yang berjudul
“Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi” (2008:9) yang menyebutkan lima tahapan
audit manajemen, yaitu :

1. Audit Pendahuluan.
Audit pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan informasi latar belakang terhadap objek
audit yang dilakukan. Di samping itu, pada audit ini juga dilakukan penelaahan terhadap
berbagai peraturan, ketentuan dan kebijakan berkaitan dengan aktivitas yang diaudit, serta
menganalisis berbagai informasi yang telah diperoleh untuk mengindentifikasi hal-hal yang
potensial mengandung kelemahan pada perusahaan yang diaudit. Auditor mungkin
menggunakan daftar pertanyaan, flow chart, tanya jawab, laporan manajemen, dan observasi
dalam pelaksanaan audit pendahuluan.
Daftar pertanyaan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan masalah
yang mempengaruhi efektivitas, efisiensi dan performa operasi. Auditor kemudian akan
menilai jawaban yang diperoleh, kemudian auditor mengumpulkan bukti-bukti untuk
memperkuat jawaban yang diterima.

2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen.


Pada tahap ini auditor melakukan review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen
objek audit, dengan tujuan untuk menilai efektivitas pengendalian manajemen dalam
mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Dari hasil pengujian ini, auditor dapat lebih
memahami pengendalian yang berlaku pada objek audit sehingga dengan lebih mudah dapat
diketahui potensi-potensi terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang dilakukan.
Jika dihubungkan dengan tujuan audit sementara yang telah dibuat pada audit pendahuluan,
hasil pengujian pengendalian manajemen ini dapat mendukung tujuan audit sementara
tersebut menjadi tujuan audit sesungguhnya, atau mungkin ada beberapa tujuan audit
sementara yang gugur, karena tidak cukup (sulit memperoleh) bukti-bukti yang mendukung
tujuan audit tersebut.

3. Audit Terinci
Pada tahap ini auditor melakukan pengumpulan bukti yang cukup dan kompeten untuk
mendukung tujuan audit yang telah dilakukan. Pada tahap ini juga dilakukan pengembangan
temuan untuk mencari keterkaitan antara satu temuan dengan temuan yang lain dalam
menguji permasalahan yang berkaitan dengan tujuan audit. Temuan yang cukup, relevan, dan
kompeten dalam tahap ini disajikan dalam suatu kertas kerja audit (KKA) untuk mendukung
kesimpulan audit yang dibuat dan rekomendasi yang diberikan.Kertas kerja dapat diorganisir
berdasarkan sub unit dari usaha yang diaudit (seperti berdasarkan cabang, bagian), urutan
prosedur audit dilaksanakan (seperti audit pendahuluan, bukti) atau setiap sistem logis yang
mempertinggi pemahaman auditor terhadap pekerjaan yang dilakukan. Tujuan
mengumpulkan bukti-bukti adalah untuk mendapatkan dasar faktual dalam menilai kriteria
performa yang sebelumnya diidentifikasi.

4. Pelaporan.
Tahapan ini bertujuan untuk mengomunikasikan hasil audit termasuk rekomendasi yang
diberikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Hal ini penting untuk meyakinkan
pihak manajemen tentang keabsahan hasil audit dan mendorong pihak-pihak yang
berwenang untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai kelemahan yang ditemukan.
Laporan disajikan dalam bentuk komprehensif (menyajikan temuan-temuan penting hasil
audit untuk mendukung kesimpulan audit dan rekomendasi). Rekomendasi harus disajikan
dalam bahasa operasional dan mudah dimengerti serta menarik untuk ditindaklanjuti.
Walaupun laporan formal dapat dianggap sebagai langkah terakhir dalam manajemen audit.
Laporan informal ini harus dibuat selama audit. Sebagai contoh, apabila auditor menemukan
suatu ineffisiensi yang serius selama survei pendahuluan. Ia harus menyelidiki, menilai dan
melaporkan segera daripada menunggu audit selesai.

8
5. Tindak lanjut
Sebagai tahap akhir dari audit manajemen, tindak lanjut bertujuan untuk mendorong pihak-
pihak yang berwenang untuk melaksanakan tindak lanjut sesuai dengan rekomendasi yang
diberikan. Auditor tidak memiliki wewenang untuk mengharuskan tindak lanjut sesuai
dengan rekomendasi yang diberikan. Oleh karena itu, rekomendasi yang disajikan dalam
laporan audit seharusnya sudah merupakan hasil diskusi dengan berbagai pihak yang
berkepentingan dengan tindakan perbaikan tersebut.
Suatu rekomendasi yang tidak disepakati oleh objek audit akan sangat berpengaruh pada
pelaksanaan tindak lanjutnya. Hasil audit menjadi kurang bermakna apabila rekomendasi
yang diberikan tidak ditindaklanjuti oleh pihak yang diaudit.

10. Laporan Hasil Audit

Hasil akhir dari audit manajemen adalah laporan hasil audit. Laporan audit
manajemen perlu disusun secara cermat, jelas, ringkas dan objektif. Laporan hasil audit
manajemen pada umumnya berisi penjelasan mengenai tujuan dan ruang lingkup penugasan,
prosedur dan pendekatan yang digunakan oleh pemeriksa, temuan-temuan dan hasil
pemeriksaan serta rekomendasi untuk perbaikan.

Laporan hasil pemeriksaan hendaknya meliputi dan disusun secara berurutan sebagai
berikut :
1. Informasi latar belakang
Informasi latar belakang yang disajikan oleh pemeriksa harus dapat memberikan
gambaran latar belakang permasalahan yang sama diantara pemeriksa dan pengguna laporan.
Informasi tersebut antara lain :

a. Kapan organisasi itu didirikan.


b. Apa tujuan pendirian organisasi, pelaksanaan kegiatan atau tujuan program.
c. Apa karakteristik kegiatan dan seberapa luas ruang lingkup aktivitasnya.
d. Siapa yang mengepalai organisasi dan siapa saja yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan kegiatan atau program.
e. Alasan apa yang mendasari dilakukannya audit manajemen.

2. Kesimpulan audit yang disertai dengan bukti-bukti yang mendukung tujuan audit.
3. Rumusan saran yang berhasil diformulasikan.
Saran-saran yang diajukan oleh pemeriksa pada umumnya berupa anjuran yang
berisikan hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan untuk mendorong organisasi melakukan
perbaikan atas kinerja yang akan datang. Rumusan saran harus singkat karena ditujukan
untuk memberikan dasar perbaikan prestasi manajemen di masa yang akan datang,
dirumuskan dengan mengingat prinsip biaya efektifitas serta sifat praktis. Wewenang untuk
melakukan tindak lanjut dan upaya perbaikan tetaplah pada manajemen organisasi.
4. Lingkup pemeriksaan
Lingkup pemeriksaan menunjukkan berbagai aspek kegiatan pihak kedua dan periode
waktu kegiatan yang ditinjau kembali oleh pemeriksa. Lingkup pemeriksaaan harus juga
mengidentifikasi secara jelas seberapa mendalam peninjauan kembali yang dilakukan untuk
masing-masing aspek kegiatan pihak kedua.
Laporan tersebut hendaknya dapat memberikan motivasi kepada unit manajemen yang
diperiksa untuk melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi-rekomendasi yang disajikan
dalam laporan tersebut.

9
B. Fungsi Keuangan
1. Pengertian Fungsi Keuangan

Fungsi keuangan bertujuan untuk mengatur pencarian sumber – sumber dana yang
dibutuhkan bagi perusahaan dan kemudian mengatur penggunaan dari dana yang telah
diperolehnya itu. Sumber dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik
sumber dana intern yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri maupun sumber dana
ekstern yang berasal dari luar perusahaan.
Dalam buku “Manajemen audit” yang ditulis oleh Hamilton (1986:40) menyatakan
bahwa dalam perusahaan skala besar ataupun kecil, fungsi keuangan adalah sebagai alat
utama dalam proses pembentukan keputusan dengan alasan :

1. Bagian keuangan memberikan petunjuk yang berarti untuk meningkatkan siasat


keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang.

2. Pengarahan dan dukungan dapat diberikan oleh bagian keuangan dalam menghasilkan
pendapatan bersih dan pengambilan modal selama periode berjalan.

2. Kegiatan Fungsi Keuangan

Berdasarkan data setiap hari, fungsi keuangan memainkan peranan dalam bidang usaha
yang utama seperti strategi harga dan analisis biaya yang dibutuhkan. Strategi harga dalam
perusahaan adalah merupakan suatu unsur kritik dalam perencanaannya. Pemikiran harga
yang ditingkatkan harus menunjukan bukti peningkatan keuangan yang layak seperti untuk
keuntungan jangka pendek, perkembangan dan peningkatan dimasa yang akan datang.
Fungsi keuangan harus menjamin adanya sistem yang sama untuk penyusunan kegiatan
dan biaya-biaya diluar kegiatan pokok. Hal ini harus disusun dengan baik untuk melengkapi
manajemen dengan peralatan yang memadai untuk memonitor kegiatan organisasi yang
sempurna serta unsur-unsur pelaksanaan.

Audit manajemen terdiri dari dua dasar fungsi yang tetap objektif tetapi berbeda
objeknya, yaitu :

1. Memeriksa dan mengevaluasi keefektifan bagian keuangan dalam pemberian


pengarahan dan penelitian keuangan yang meliputi keseluruhan organisasi termasuk
pelaksanaan dari berbagai macam unit.
2. Pemeriksaan ini adalah untuk mengatur efisiensi di dalam fungsi keuangan yang
berhubungan dengan keuangan, akuntansi, budget dan pedoman kebijaksanaan dan
standar-standar.

3. Prosedur Pengendalian Fungsi Keuangan

Prosedur pengendalian dapat ditetapkan pada suatu jenis transaksi atau diterapkan
secara luas dan diintegrasikan dalam komponen tertentu lingkungan pengendalian dan sistem
akuntansi. Halim (1997) selanjutnya mengklasifikasikan prosedur pengendalian sebagai
berikut :

10
a. Otorisasi yang semestinya dan transaksi dan kegiatan
b. Pemisahan tugas dan tanggung jawab yang memadai
c. Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai
d. Perlindungan yang memadai atas akses dan penggunaan aktiva perusahaan dan
catatan.

Pengecekan secara independen atas pelaksanaan dan penilaian yang semestinya


terhadap jumlah yang harus dicatat.

C. Pengertian dan Lingkup Audit Manajemen Fungsi Keuangan

1. Pengertian Audit Manajemen Fungsi Keuangan

Audit atas fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan menemukan informasi
tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan
operasional disoroti khusus dari segi keuangan.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghindari subjektivitas dalam melakukan
audit manajemen keuangan ialah melakukan analisis hasil yang dicapai dalam perencanaan
rencana untuk satu kurun waktu tertentu secara terus menerus.
Hasil yang nyatanya dapat dicapai itu diuji dengan tiga cara, yaitu:

1. Membandingkan arahan yang terdapat dalam rencana perusahaan dengan hasil


yang benar-benar dicapai melalui implementasi rencana.

2. Meneliti secara cermat rencana induk masing-masing bidang fungsional yang


dimuat dalam rencana stratejik dengan maksud untuk melihat apakah rencana
bidang fungsional yang telah disusun berperan efektif atau tidak dalam upaya
mencapai tujuan perusahaan

3. Proses audit harus bermuara pada penilaian tentang tepat tidaknya struktur
organisasi yang diberlakukan dalam lingkungan perusahaan.

Fungsi bagian keuangan di dalam suatu organisasi adalah mengumpulkan,


menganalisa dan memonitor data dari seluruh kegiatan fungsional dalam perusahaan.
Peranan bagian keuangan sangat aktif, karena pada dasarnya setiap unit kegiatan
membutuhkan biaya. Apabila peranan bagian keuangan menjadi pasif, maka setiap unit akan
berfungsi untuk mengawasi jalannya kegiatan yang utama.
Sewaktu situasi perekonomian cenderung menurun dan keadaan keuangan
perusahaan menjadi pasif, maka pemeriksaan hanya akan berorientasi pada fungsi keuangan
saja. Pada situasi demikian ini tidak menempatkan fungsi keuangan pada manajemen teratas
selama jangka panjang dan pimpinan akan membuat proses keputusan jangka pendek.
Dalam perusahaan besar maupun sedang, fungsi keuangan adalah sebagai alat utama
dalam proses pembentukan keputusan dengan alasan sebagai berikut:
1. Bagian keuangan memberikan petunjuk yang berarti untuk meningkatkan
siasat keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang.Sebagai contoh: bagian
keuangan akan membuat perhitungan agar mengetahui lebih dahulu jumlah
biaya dan besarnya keuntungan atas perluasan perusahaan dalam bidang
pemasaran untuk jangka waktu 3 tahun mendatang.
2. Pengarahan dan dukungan dapat diberikan oleh bagian keuangan dalam bentuk
kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan bersih dan pengembalian modal

11
selama periode berjalan.Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kegiatan
pada bagian anggaran belanja dan mengarahkan maksudnya untuk memonitor
pelaksanaan kegiatan perusahaan terhadap standard kegiatannya.
Dalam sebuah perusahaan, bagian keuangan mempunyai beberapa permasalahan,
antara lain:
a. Berapa banyak perusahaan melakukan investasi dan aktiva apa saja yang
dimasukkan dalam investasi tersebut. Masalah ini merupakan keputusan
investasi perusahaan yang juga merupakan salah satu kegiatan utama fungsi
manajemen keuangan yang disebut fungsi pengguna dana (allocation of fund).

b. Bagaimana cara memperoleh kas untuk membelanjai investasi tersebut, hal ini
merupakan keputusan pembelanjaan yang harus diambil oleh manajer bagian
keuangan yang juga merupakan kegiatan utama fungsi keuangan yang lain, yang
disebut sebagai mendapatkan dana (raising of fund).
Dalam suatu aktivitas perusahaan yang sedemikian berkembang dan tumbuh menjadi
besar, akan timbul masalah lain yaitu pimpinan tidak lagi dapat mengawasi secara langsung
semua aktivitas perusahaan, termasuk aktivitas fungsi keuangan. Rentang kendali antara
pimpinan dan stafnya akan semakin besar.
Untuk itu dirasakan perlu adanya alat bantu yang menjadi penghubung diantara
keduanya sehingga pimpinan dapat mengetahui bahwa perusahaan telah berjalan sesuai
dengan arah yang ditetapkan sehingga tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai. Salah satu
bentuk penilaian terhadap aktivitas atau operasi tertentu, termasuk penilaian atas aktivitas
fungsi keuangan adalah dengan melakukan audit manajemen.

Terdapat dua alasan mengapa suatu organisasi perlu dievaluasi atau dikaji ulang sistem
perencanaan dan pengendalian aktivitas bagian keuangannya yaitu:

1) Evaluasi dapat digunakan sebagai perencanaan di dalam pengambilan keputusan


baik untuk top manajemen, pejabat atau pemberi bantuan kredit dan lembaga
lainnya yang mempunyai hubungan erat dalam kegiatan operasional suatu
perusahaan.

2) Evaluasi dapat digunakan sebagai pedoman atau alat didalam pengawasan,


apakah suatu organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau
tidak.

2. Sasaran Manajemen Fungsi Keuangan

Agar audit manajemen fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada empat
hal yang mutlak perlu mendapat perhatian yaitu:

1. Sasaran Finansial Perusahaan


Dalam pelaksanaan audit yang dapat dijadikan objek pertama audit adalah
pencarian, penemuan, dan pengumpulan informasi tentang tercapai tidaknya
sasaran finansial keuangan. Segi lain yang sangat penting dalam pelaksanaan audit
ialah untuk meneliti apakah tujuan dan berbagai sasaran perusahaan memenuhi
berbagai persyaratan. Seperti kelayakan, kewajaran, dapat dipertanggungiawabkan
secara moral dan etika atau untuk menemukan fakta apakah berbagai komponen
perusahaan memenuhi standar kinerja yang telah ditentukan atau tidak.

2. Perencanaan Keuangan
Perencanaan keuangan sebagai objek audit berarti dua hal, yaitu efektif tidaknya
satuan kerja yang mengurus keuangan perusahaan dalam menyelenggarakan fungsi

12
perencanaan bagi satuan kerja yang bersangkutan dan mencari dan menemukan
fakta tentang mutu rencana yang disusun oleh para manajer satuan bisnis. Dengan
perkataan lain audit harus bias menemukan fakta tentang apakah perusahaan
dikelola dengan pendekatan kesisteman atau tidak dan apakah prinsip sinergi dan
simbiosis diterapkan secara baik atau tidak.

3. Organisasi
Dengan menjadikan organisasi satuan kerja di bidang keuangan sebagai sasaran
audit, informasi yang diperoleh akan mampu memberi masukan penting tentang
apakah organisasi di bidang keuangan itu dikelola dengan efektif atau tidak yang
akan turut menentukan satuan kerja mampu menyelenggarakan fungsi pendukung
yang diembannya atau tidak, dikenali faktor penyebabnya dan diberikan
rekomendasi untuk mengatasinya.

4. Pengawasan
Proses pengendalian atau pengawasan melalui analisis anggaran dan keuangan yang
dimaksudkan untuk mengamankan kekayaan dan sumber finansial perusahaan.
Hasilnya disampaikan kepada satuan-satuan kerja operasional untuk dimanfaatkan
dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja masing-masing.

3. Manfaat Audit Manajemen Fungsi Keuangan

Manfaat audit manajemen fungsi keuangan, antara lain:

1. Mengatur pencarian sumber-sumber dana yang dibutuhkan perusahaan kemudian


mengatur penggunaan dana yang telah diperoleh. Sumber dana yang dibutuhkan dapat
diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber dana intern yang berasal dari dalam
perusahaan itu sendiri maupun sumber dana ekstern yang berasal dari luar perusahaan.

2. Alat utama dalam proses pembentukan keputusan dengan alasan:


a. Bagian keuangan memberikan petunjuk yang berarti untuk meningkatkan siasat
keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang.
b. Pengarahan dan dukungan dapat diberikan oleh bagian keuangan dalam
menghasilkan pendapatan bersih dan pengambilan modal selama periode berjalan.

3. Manfaat audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah
untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
4. Memeriksa dan mengevaluasi keefektifan dan efisiensi bagian keuangan dalam
pemberian pengarahan dan penelitian keuangan yang meliputi keseluruhan organisasi
termasuk pelaksanaan dari berbagai macam unit.
5. Beberapa manfaat ekonomi dari audit laporan keuangan yaitu:
a. Akses ke pasar modal
b. Biaya modal yang lebih rendah
c. Penangguhan inefisiensi dan kecurangan.

4. Ruang Lingkup Audit Manajemen Fungsi Keuangan

Audit manajemen pada fungsi keuangan, bertujuan untuk menilai bagaimana setiap
program atau aktivitas keuangan yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan
sumber daya yang ekonomis dan efisien. Menurut Rusman Efendi (2011), ruang lingkup pada
audit manajemen fungsi keuangan meliputi:

13
A. Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi manajemen keuangan memainkan peranan dalam bidang usaha yang utama
seperti strategi harga dan analisa biaya yang dibutuhkan. Strategi harga dalam perusahaan
merupakan suatu unsur kritik dalam perencanaannya. Pemikiran harga yang ditingkatkan
harus menunjukkan bukti peningkatan keuangan yang layak seperti untuk keuntungan jangka
pendek, perkembangan dan peningkatan di masa yang akan datang.
Fungsi keuangan harus menjamin adanya sistem yang sama untuk penyusunan kegiatan
dan biaya-biaya diluar kegiatan pokok. Hal ini harus disusun dengan baik untuk melengkapi
manajemen dengan peralatan yang memadai untuk memonitor kegiatan organisasi yang
sempurna serta unsur-unsur pelaksana.
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggungjawab manajer
keuangan. Meskipun tugas dan tanggungjawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas
pokok manajemen keuangan antara lain meliputi:
1. Mengambil keputusan investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian
dividen suatu perusahaan.
2. Merencanakan untuk memperoleh dana dan menggunakan dana tersebut untuk
memaksimalkan nilai perusahaan.

Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek,
yaitu:

1. Dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerjasama


dengan para manajer lainnya yang bertanggung jawab atas perencanaan umum
perusahaan.
2. Manajer kuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi
dan pembiayaan, dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.
3. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
4. Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar
keuangan, dimana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga
perusahaan dapat diperdagangkan.

B. Struktur Organisasi

Kedudukan manajemen keuangan dalam struktur organisasi sangat peting. Tanggung


jawab manajemen keuangan tidak hanya mencari dana dan mengelola kas, tetapi juga
bertanggungjawab terhadap keputusan yang dibuat oleh organisasi perusahaan, karena
hampir semua keputusan yang dibuat mempunyai konsekuensi dan bermuara pada bidang
keuangan.
Dalam struktur organisasi, perusahaan biasanya menggunakan bentuk organisasi
fungsional, di mana tugas, wewenang dan tanggung jawab dimulai dari direktur utama. Dalam
menjalankan perusahaan, direktur utama membawahi para direktur fungsional, seperti
produksi dan operasi, direktur pemasaran, direktur keuangan, dan direktur personalia.Fungsi
keuangan dalam organisasi perusahaan biasanya dipisahkan antara dua jabatan, yaitu
bendaharawan (treasurer) dan kontroler (controller).

Tabel 1.1
Tanggung Jawab Bendaharawan dan Kontroler

KONTROLER BENDAHARAWAN
Akuntansi Menempatkan dana

14
Melaporkan informasi keuangan Memelihara hubungan baik dengan
bank
Pengamanan catatan atau arsip Menginvestasikan dana
Menafsirkan data keuangan Hubungan dengan investor
Penganggaran Mengelola kas
Mengendalikan operasi Mengasuransikan aset
Menilai hasil dan membuat Memupuk hubungan baik dengan
rekomendasi investor dan kreditor
Mempersiapkan pajak Menilai kredit dan managih dana
Mengelola aset Menempatkan campuran pendanaan
Melindungi aset Mengelola dana pensiun
Laporan kepada instansi
pemerintah
Daftar gaji

C. Manajemen atas Cash and Marketable Securities

Kas adalah seluruh uang tunai yang ada ditangan dan dana yang ada di bank dalam
berbagai bentuk. Kas juga berfungsi sebagai alat tukar yang memungkinkan manajemen
menjalankan berbagai kegiatan usaha. Menurut Standar Akuntansi Keuangan, kas terdiri dari
saldo kas (cash on hand) dan rekening giro setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang
sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam
jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
Manajemen kas adalah pengelolaan atas sumber daya kas suatu organisasi. Manajemen
kas memberikan kepada manajemen alat untuk berfungsinya suatu organisasi dengan
menggunakan kas atau sumber daya likuid yang dimilikinya dengan cara yang tepat. Motif
perusahaan memegang kas adalah:
a. Motif transaksi, yaitu sebagai media untuk pertukaran dalam rangka membiaya
transaksi normal yang terjadi seperti pembayaran kepada pemasok dan pembayaran
gaji.
b. Motif berjaga-jaga, yaitu motif yang berfokus pada kemampuan kas untuk
menunjang daya beli pada saat timbul kejadian yang tidak diharapkan atau peluang
yang tidak diperkirakan sebelumnya. Saldo untuk pencegahan berfungsi sebagai
cadangan pada saat ketidakpastian meningkat sebagai akibat perubahan industri,
ekonomi, dan dunia. Saldo untuk keperluan darurat ini umumnya disediakan dengan
menggunakan portofolio dari pasar uang dan pasar modal.
c. Motif spekulasi, yaitu motif yang timbul seiring dengan keinginan manajemen untuk
memiliki sejumlah kas yang dapat digunakan untuk mengambil keuntungan dari
kesempatan yang timbul secara tidak terduga. Manajemen harus mempunyai
prediksi bahwa saldo kas tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi
dari operasi normal organisasi.

Di dalam manajemen kas pada dasarnya meliputi kegiatan dalam:


Perencanaan kas (budget kas), yaitu estimasi terhadap posisi kas pada suatu saat
tertentu dalam satu periode tertentu yang akan datang.
Pengendalian kas, yaitu pengendalian uang tunai yang didasarkan pada ramalan jangka
pendek ats kebutuhan uang tunai, ramalan ini akan menentukan kebutuhan minimum dan
maksimum akan uang tunai selama periode tertentu.

15
Pengelolaan saldo kas Marketable Securtities merujuk pada surat berharga yang mudah
diperdagangkan di pasar modal. Surat berharga dapat berupa obligasi (bond), medium term
notes (MTN), surat utang jangka pendek (satu tahun), commercial paper, promisasory
notes, saham (common stock), dan sebagainya.
Investasi dalam surat berharga biasanya dilakukan oleh perusahaan yang
memiliki kelebihan dana. Keputusan ini harus mempertimbangkan banyaknya dana yang
diinvestasikan dan jenis surat berharga yang dipilih. Untuk memilih surat berharga harus
mempertimbangkan beberapa resiko, yaitu:

a. Resiko keuangan, yaitu resiko kembalinya dana yang diinvestasikan dalam surat
berharga.
b. Resiko tingkat bunga, yaitu resiko yang ditanggung sebagai akibat naik turunnya
suku bunga bank.
c. Resiko likuiditas, yaitu resiko yang berkaitan dengat cepat lambatnya surat
berharga laku dipasar.
d. Resiko inflasi, yaitu resiko yang ditanggung sebagai akibat naiknya harga barang.

D. Manajemen atas Capital Expenditure

Capital Expenditure(belanja barang modal) disebut juga sebagai pengeluaran


modal yaitu pengeluaran yang digunakan untuk mendapatkan atau menyempurnakan aktiva
modal, seperti bangunana dan peralatan. Capital Expendituremerupakan pengeluaran dana
oleh suatu perusahaan yang diharapkan menghasilkan manfaat selama periode waktu lebih
dari satu tahun.Pengeluaran modal dilakukan dengan beberapa alasan:
a. Untuk ekspansi tingkat operasi, biasanya melalui akuisisi aktiva tetap. Suatu
perusahaan yang sedang tumbuh seringkali mengganggap penting untuk
mendapatkan aktiva tetap baru dengan cepat,meliputi pembelian fasilitas-
fasilitas fisik, seperti pabrik dan properti.
b. Untuk penggantian, karena pertumbuhan suatu perusahaan lambat maka
dilakukan penggantian atau memperbaharui aktiva-aktiva yang telah usang.
c. Memperbaharui sebagai alternative penggantian
d. Untuk tujuan-tujuan lain,seperti pengeluaran untuk iklan,riset dan
pengembangan, konsultan manajemen & produk-produk baru.

E. Manajemen atas Portofolio dan Laporan Keuangan.

Manajemen portofolio merupakan pengelolaan yang di lakukan oleh beberapa analis


riset dalam mengelola sekumpulan dana investor dengan proses yang sistematis, dinamis dan
berkelanjutan.
Manajemen portofolio investasi mencakup proses perencanaan, inplementasi, evaluasi
dan penyesuaian. Dengan mengikuti kerangka kerja tersebut pengelolaan investasi dapat
memberikan hasil yang optimal. Sistematika proses manajemen portofolio memerlukan
empat langkah utama, yaitu:
1. Menentukan tujuan dan batasan investasi
2. Memformulasikan strategi investasi dalam bentuk alokasi aset
3. Mengimplementasikan strategi dan monitoring
4. Melakukan penyesuaian

Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif


tentang posisi keuangan dan perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.
Laporan keuangan dapat dijadikan media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi
kesehatan perusahaan.Pada umumnya, setiap perusahaan membuat laporan keuangan
dengan alasan:

16
a. Bentuk pertangungjawaban manajemen atas aktivitas-aktivitas yang dilakukan
perusahaan selama periode tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan
dengan perusahaan.
b. Laporan keuangan sebagai alat komunikasi yang dapat memberikan informasi
mengenai aktivitas perusahaan kepada berbagai pihak yang berkepentingan.

5. Strategi Pendekatan Audit Manajemen Fungsi Keuangan

Untuk mencapai tujuan perusahan, para eksekutif mendelegasikan tugas dan


tanggungjawab perusahaan dalam tingkat tertentu, sehingga strategi pendekatan dapat
dioptimalkan dalam mencapai tujuan tersebut.
Berapa besar wewenang dan tanggungjawab yang didelegasikan eksekutif, bukanlah
masalah karena eksekutif memiliki akuntabilitas penuh untuk tugas, pekerjaan, departemen
laba dan sebagainya. Eksekutif harus mengikuti apa yang terjadi dalam perusahaan, divisi,
departemen dan tingkat supervisi yang lebih rendah agar dalam penyelenggaraannya,
efektivitas dan efisiensi perusahaan dapat terus meningkat.

Terdapat tiga pendekatan audit yang yang digunakan dalam fungsi keuangan, yaitu:
1. Audit laporan keuangan (financial statement audit), berkaitan dengan kegiatan
memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas agar dapat
memberikan pendapat apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara wajar
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip akuntansi yang berlaku
umum (GAAP).
2. Audit kepatuhan (compliance audit), berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan
memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi
suatu entitas telah sesuai dengan persyaratan ketentuan, atau peraturan tertentu.
3. Audit operasional (operational audit), berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan
mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas
dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu.

Pemeriksaan manajemen terdiri dari dua dasar fungsi yang tetap objektif tetapi berbeda
objeknya. Objek yang pertama adalah memeriksa atau mengevaluasi keefektivan bagian
keuangan dalam pemberian pengarahan dan penelitian keuangan yang meliputi keseluruhan
organisasi termasuk pelaksanaan dari berbagai macam unit. Objek yang kedua dari
pemeriksaan adalah untuk mengatur efisiensi di dalam fungsi keuangan yang berhubungan
dengan keuangan, akuntansi, budget dan pedoman kebijaksana.

Tabel 1.2 Program Pemeriksaan Manajemen Fungsi Keuangan.


N0 Proses Pemeriksaan Manajemen Ulasan
Objek Keuangan:
1 Langkah pertama dalam proses ini ialah Strategi obyektifitas keuangan
mengadakan pemeriksaan awal dan perusahaan terdiri dari suatu
selajutnya memeriksa objek dari fungsi rangkaian tafsiran dari obyek
keuangan dalam organisasi tersebut. keuangan yang dapat
Keobjektifan keuangan harus dievalusi dipergunakan sebagai
dengan maksud untuk menentukan pendukung dari keseluruhan
bahwa mereka mendukung langsung maksud dan tujuan.
obyek yang lebih penting.
2 Bagian keuangan yang obyektif harus Departemen obyektifitas untuk
ditingkatkan dengan dua tujuan yang fungsi keuangan adalah suatu
harus selalu diingat. contoh dari obyek bagian
Pertama untuk menjamin keobyektifan keuangan yang akan
data yang dijumpai dan yang kedua dipergunakan untuk tujuan yang
untuk menjamin bahwa kegiatan lebih penting. Dalam proses

17
keuangan pada organisasi tersebut terus analisa obyek keuangan,
berjalan dan diperlukan adanya kelompok pemeriksa manajemen
peningkatan dalam pengawasannya. harus hati-hati meneliti dan
Tugas pemeriksaan manajemen dalam mengarahkan kegiatan yang
langkah yang satu dan dua dibuat sesuai sedang dijalankan oleh
dengan pedoman yang sama dari seluruh perusahaan. Langkah-langkah
obyek. Organisasi yakni mendukung untuk melakukan dukungan ini
kegiatan berbagai unit baik perusahaan harus digambarkan lebih teliti
maupun bukan perusahaan yang akan dalam perencanaan maupun
menetukan pedoman obyek atau pengawasan dari berbagai unsur
standard perusahaan yang dirumuskan. pemeriksaan manajemen.
Sebagai tambahan: proses pemeriksaan
harus berhati-hati dalam menganalisa
keseluruhan obyek perusahaan yang
penting dan setiap unit kegiatan yang
berkemampuan serta tetap
berpedomanpada apa yang telah
digariskan.
Perencanaan :
3 proses pemeriksaan manajemen harus Pedoman dasar perencanaan
berhati-hati menganalisa perencanaan tahunan pada bagian keuangan
ihtisar fungsi keuangan. adalah suatu contoh dari bentuk
dan ukuran dasar perencanaan
keuangan. Dasar perencanaan
yang terpisah harus digabungkan
dalam satu wadah oleh fungsi
keuangan untuk mendukung
setiap obyektifitas yang lebih
penting.
4 Di dalam fase proses perencanaan Rencana tindakan bagian
pemeriksaan keuangan harus ukuntansi menunjukkan rencana
memperhatikan mutu dan keefektifan kegiatan dan tindakan yang
dari pimpinan perusahaan. terperinci untuk keuangan setiap
Bagian perencanaan adalah teknik unit. Daftar ini termasuk sub-set
membuat perencanaan melalui obyek dari perencanaan akuntansi
utama di teruskan ke obyek pertengahan budget, dan pajak-pajak yang
dan seterusnya ketingkat yang lebih selalu di hubungkan dengan
rendah dalam organisasi tersebut dan obyek utama. Sub-set itu dibagi
berbagai unit departemen. menjadi departemen akuntansi
dan analisa keuangan dari
perencanaan tindakan.
Orgasisasi:
5 Kebenaran dari fungsi keuangan dalam Di dalam diagram kedudukan
perusahaan ditunjukkan dalam cara orgasasi berbadan hukum. Dalam
fungsi ini pada luasnya struktur pasal ini fungsi keuangan
organisasi perusahaan. Agar fungsi melaporkan pada pimpinan
keuangan memberikan pertolongan yang perusahaan untuk mendapat
berarti dan bermanfaat, maka harus dukungan yang diperlukan untuk
bebas dari kegiatan unit yang lain dan menyelesaikan obyek yang lebih
pada tingkat yang sama seperti pada penting yang terpaksa
setiap unit lain yang lebih utama. membutuhkan bantuan
Analisa bagian organisasi harus di keuangan.
masukkan dalam fumgsi keuangan agar Di dalam diagram organisasi
meningkatkan keberhasilan dan efesiensi bagian keuangan. Fungsi
data keuangan. keuangan yang lebih penting

18
Pemeriksaan manajemen supaya seperti akuntansi budget dan
menganalisa keefektifan organisasi pajak-pajak yang dipisahkan
bagian keuangan dengan menjadi sub-unit. Dalan hal ini
membandingkan rencana organisasi pemecahan akan mengurangi
dengan kemampuan organisasi dalam kesamaan (rangkap) usaha dan
meningkatkan keberhasilan. keberhasilan partner kerja dapat
terkendali dengan baik.
Pengawasan:
6 Fungsi pengawasan dibagi dalam dua Maksud utama dalam
bagian dalam unit keuangan: akuntansi pengawasan fungsi keuangan
dan anggaran belanja atau analisa adalah untuk menjamin berbagai
keuangan bidang akuntansi bertanggung tingkat manajemen menerima
jawab untuk menyusun, memilih, informasi yang diperlukan untuk
mangalisa dan melaporkan hasil kegiatan harian, mingguan, dan proses
bagian keuangan. pembuatan laporan bulanan.
Laporan tersebut memuat susunan dan Bagian keuangan juga harus
laporan-laporan lain yang berhubungan menjamin bahwa data yang
dengan keuangan. diperoleh adalah akurat, dapat
Departemen anggaran belanja dibuktikan kebenarannya dan
bertangungjawab penuh dalam bermanfaat untuk keseluruhan
pelaksanaan system informasi keuangan organisasi. Unsur pemeriksaan
dalam perusahaan, yang akan keuangan yang direncanakan
mengumpulkan data dari berbagai untuk menjamin bahwa
macam kegiatan. obyektifitas utama akan didapat.
Data itu juga harus dipergunakan oleh
setiap unit dalam memonitor dan
mengukur kebarhasilan mereka.

Akuntansi:
7 Pengawasan yang terpenting dalam Setiap pengawasan yang tidak
fungsi akuntansi harus dievaluasi dan efisian agar dicatat di bawah
diperiksa. bagian ulasan dan kemudian di
Pemeriksaan pertanyaan-pertanyaan ikhtisarkan pada perkiraan biaya
untuk bagian penulisan akuntansi terdiri seperti taksiran biaya yang tidak
dari daftar dan penjelasan singkat dari efisien pada bagian keuangan.
berbagai pengawasan akuntansi yang
seharusnya berada pada bagian
akuntansi. Berbagai pertanyaan yang
direncanakan oleh tim pemeriksa
manajemen untuk menetukan kuat-
lemahnya proses pengawasan akuntansi.
Anggaran Belanja & Analisa
8 Keuangan:
Proses pemeriksaan dalam anggaran Pengawasan dengan Tanya jawab
belanja dana analisa keuangan berbeda untuk bagian anggaran belanja
dengan pengawasan mesin yang terdiri dari suatu daftar pedoman
mendetail yang dibutuhkan dalam pengawasan yang direncanakan
akuntansi untuk menjamin keefektifan untuk memonitor efisiensi dan
sumber-sumber keuangan perusahaan. keberhasilan dari data
Anggaran belanja dan analisa keuangan deparetemen anggaran belanja.
dibuat untuk menjamin bahwa informasi Pertimbangan penelitian juga
yang benar dapat diperoleh dan dapat harus termasuk unsur-unsur
dibuktikan kebenarannya. untuk mengevaluasi hasil
keuangan bila dibandingkan

19
dengan standard yang
ditafsirkan.
9 Staf pemeriksaan manajemen harus Pengawasan kelemahan yang
berhati-hati meneliti kembali berbagai telah dimasukkan selama proses
pertanyaan dalam pengawasan dengan pemeriksaan akan dibuatkan
tanya jawab untuk bagian anggaran ringkasaannya seperti pada
belanja. ikhtisar tafsiran biaya pada
Problem yang utama terungkap dalam taksiran biaya yang tidak efisien
langkah ini dapat dimasukkan dalam pada bagian keuangan
analisa keuangan atau budget.
Pada bagian lain problem itu dapat
disebabkan oleh ketidak mampuan unit
pelaksana untuk memperoleh data yang
benar.

6. Program Audit Manajemen Fungsi Keuangan

Proses audit manajemen dibagi atas:


a) Tujuan Keuangan
1. Memeriksa sasaran keuangan untuk menentukan apakah fungsinya secara
langsung mendukung sasaran utama perusahaan.
2. Sasaran departemen keuangan harus memperhatikan dua tujuan, yang pertama
adalah untuk memastikan bahwa tujuan utama dapat dipenuhi, dan kedua untuk
meyakinkan bahwa operasi keuangan memberikan pada perusahaan berupa
pengarahan keuangan dan pengendalian yang diperlukan.
3. Mengetahui apakah perusahaan mencapai standar dan sasaran yang ditentukan.

b) Perencanaan
1. Menganalisa perencanaan fungsi keuangan.
2. Menilai mutu dan efektivitas rencana induk departemen.

c) Organisasi
1. Legitimasi fungsi keuangan dalam perusahaan terlihat pada kedudukan fungsi
tersebut pada struktur organisasi seluruh perusahaan tersebut.
2. Organisasi antar departemen harus diselaraskan dengan berbagai fungsi
keuangan yang utama untuk membuat dan menyajikan data keuangan yang
efektif dan efisien.

d) Pengendalian
1. Akunting
Bidang akunting bertanggungjawab untuk mengumpulkan, menyrotir menganalisa
dan melaporkan hasil keuangan operasi mekanisme pengawasan utama. Pada fungsi
akunting harus dinilai dan diuji dengan mengajukan pertanyaan agar tim audit
manajemen dapat menentukan kelemahan dan kekuatan proses pengawasan
akunting.

2. Anggaran dan Analisa Keuangan


Tanggungjawab utama departemen ini adalah untuk menjalankan sistem informasi
keuangan dalam organisasi yang akan menghasilkan data bagi berbagai unit
operasi. Pengawasan anggaran dan analisa keuangan dibuat untuk memastikan
bahwa informasi yang sesuai dihasilkan oleh bagian ini dan diteruskan pada unit
operasi yang bersangkutan.

20
21
BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan

Audit atas fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan menemukan informasi
tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan
operasional disoroti khusus dari segi keuangan.
Agar audit manajemen atas fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada
empat hal yang mutlak perlu mendapat perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan,
perencanaan keuangan, organisasi dan pengawasan.
Manfaat audit manajemen fungsi keuangan, antara lain mengatur pencarian sumber-
sumber dana yang dibutuhkan perusahaan, alat utama dalam proses pembentukan
keputusan, manfaat audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya
adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, memeriksa dan mengevaluasi
keefektifan dan efisiensi bagian keuangan dan beberapa manfaat ekonomi dari audit laporan
keuangan.
Ruang lingkup pada audit manajemen fungsi keuangan, meliputi fungsi manajemen
keuangan, struktur Organisasi, manajemen atas cash and marketable securities, manajemen
atas capital expenditure, manajemen atas portofolio dan laporan keuangan.
Terdapat tiga pendekatan audit yang yang digunakan dalam fungsi keuangan,
yaitu audit laporan keuangan (financial statement audit), audit kepatuhan (compliance audit),
audit operasional (operational audit).

22
Daftar Pustaka

Agoes, Sukrisno.1996.Auditing:Pemeriksaaan Akuntan. Jilid II, Lembaga Penerbit Fakultas


Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Alexander Hamilton Institute. 1986. Manajemen Audit, Usaha Nasional, Surabaya.
Boynton,William,Raymond N,Johnson,Walter G.Kell.2003.Modern Auditing. Ahli Bahasa:Ichsan
Stiyo Budi dan Herman Wibowo, Erlangga, Jakarta.
Courtemanche,Gil.1997.Pandangan Baru Internal Auditing.Editor:Hiro Tugiman, Kanisius,
Yogyakarta.
Hamilton, Alexander.1986.Manajemen Audit : meningkatkan efektivitas dan efisiensi, Usaha
Nasional, Surabaya.
http//.www.google.com diunduh tanggal 7 Oktober 2014
http://www.ilmu-ekonomi.com/2011/10/peranan-fungsi-keuangan.html
IBK. Bayangkara.2008.Audit Manajemen:Prosedur dan Implementasi, Salemba Empat, Jakarta.
Siagian, P.Sondang.2001.Audit Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta.
Tunggal, Amin Widjaya.2000.Management Audit:suatu pengantar. Cetakan kedua, Rineka Cipta,
Jakarta.

Weston. F.D, dan Copeland. E.T. 1992. Manajemen Keuangan. Ed. Delapan. Alih Bahasa Wasana dan
Kibrandoko,Binarupa Aksara, Jakarta.

23