Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENCEGAHAN MALNUTRISI PADA ANAK

OLEH KELOMPOK SD JABON

1. SHINTA MONICA
2. SUUT DYAH CHASANAH
3. HANIK PUJI LESTARI
4. RUCHUS ADHI PRADANA

STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO


PRODI S1 – KEPERAWATAN
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Masalah Sistem Pencernaan


Sub. Pokok bahasan : Pencegahan Malnutrisi
Tempat : Balai Puskesmas Jabon Mojokerto
Sasaran : Siswa SD Jabon Kelas 1 – 6
Hari / Tanggal : Senin , 1 Juni 2018
Waktu : .00 s/d .00
Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab
Media : Leaflet, LCD
Materi : Terlampir

A. Tujuan Instruksional umum (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan para peserta
penyuluhan mampu memahami dan mengetahui tentang pencegahan
malnutrisi.

B. Tujuan instruksional khusus (TIK)


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan para peserta penyuluhan
mampu:
1. Menjelaskan tentang pengertian Malnutrisi
2. Menjelaskan tentang penyebab Malnutrisi
3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala Malnutrisi
4. Menjelaskan tentang akibat Malnutrisi
5. Menjelaskan tentang penatalaksanaan Malnutrisi

C. Materi penyuluhan
1. Pengertian Malnutrisi
2. Penyebab Malnutrisi
3. Tanda dan Gejala Malnutrisi
4. Akibat Malnutrisi
5. Penatalksanaan Malnutrisi

1
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. Media
1. Leaflet
2. LCD
F. Proses kegiatan Penyuluhan
KEGIATAN
NO TAHAPAN WAKTU
MAHASISWA SISWA
1 Perkenalan dan 5  Memberi salam  Menjawab salam
pembukaan Menit  Memperkenalkan diri  Mendengarkan
 Menjelaskan tema yang  Menyimak
akan di sampaikan
2 Inti 15 Menjelaskan Materi  Mendengarkan
Menit Penyuluhan :  Menyimak
a. Pengertian Malnutrisi  Memperhatikan
b. Penyebab Malnutrisi
c. Tanda dan Gejala
Malnutrisi
d. Akibat Malnutrisi
e. Penatalksanaan
Malnutrisi

3 Penutup 10  Tanya jawab  Bertanya


Menit  Menyimpulkan  Menyimak
 Evaluasi  Menjawab
 Memberi Salam

2
G. Setting Tempat

1 Keterangan gambar:
1. Penyaji
3 4 2. Peserta
3. Moderator
2 4. Demonstrator
5. Fasilitator
5 6 6. Observer

H. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a. Persiapan Media:
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat
digunakan dalam penyuluhan yaitu : leaflet, lcd.
b. Persiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan dibuatkan flipchart
dan leaflet dengan ringkas, menarik, lengkap mudah di mengerti oleh
peserta penyuluhan.
c. Persiapan Peserta
Penyuluhan mengenai pencegahan gizi kurang bagi balita. Peserta
telah diinformasikan sebelum dilaksanakan penyuluhan.
2. Evaluasi Kegiatan Penyuluhan
Menilai langkah – langkah yang telah dijadwalkan dalam perencanaan
3. Evaluasi Hasil Kegiatan
Evaluasi perubahan pengetahuan yang dilakukan secara langsung setelah
pemberian penyuluhan, dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut:
a. Cara : Lisan
b. Jenis : Pertanyaan terbuka
c. Waktu : Setelah penyuluhan
d. Soal :
 Coba jelaskan pengertian Malnutrisi menurut adik adik?
 Menurut adik adik apa saja tanda dan gejala dari penyakit Malnutrisi
yang adik adik ketahui?
 Menurut adik adik akibat dari Malnutrisi?

3
MATERI PENYULUHAN
PENCEGAHAN MALNUTRISI

A. Pengertian Malnutrisi
Malnutrisi atau gizi kurang adalah kondisi dimana asupan nutrisi kurang
dari kebutuhan sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan
anak. Keadaan kekurangan gizi akibat kurang mengkonsumsi makanan yang
bergizi atau menderita sakit dalam waktu lama (Ilham, 2009).
Untuk mengetahui status gizi pada anak telah adekuat perlu dilakukan
pemantauan pertumbuhan sebagai indikator status gizi. Pertumbuhan
merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu. Contoh :
anak bertambah berat badannya, anak bertambah tinggi badannya. Anak yang
gizinya seimbang pertumbuhannya akan baik sedangkan anak yang gizinya
tidak seimbang maka pertumbuhannya akan terganggu.
Untuk menilai pertumbuhan perlu dilakukan pengukuran berat badan
(BB) dan umur secara berkala. Adapun cara untuk menilai pertumbuhan anak
menurut KMS adalah :
a. Penilaian pertumbuhan dilakukan dengan
membuat garis yang menghubungan antara dua titik hasil penimbangan pada
KMS.
b. Pertumbuhan disebut baik bila grafik
BB mengikuti garis sejajar N2 atau lebih dibandingkan kurva baku
N1 pada KMS.
c. Sebaliknya pertumbuhan dikatakan tidak
baik bila grafik BB menunjukkan penurunan T3, datar T2 atau naik dengan
peningkatan BB yang kurang mencukupi (T1).
Keadaaan tersebut mencerminkan gizi kurang pada anak dan jika tidak
ditanggulangi akan mengarah ke gizi buruk. Bila masih dalam batas garis hijau
maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk.
Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi adalah
berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering

4
digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan
perkembangan otak. Sementara itu, parameter status gizi yang umum
digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini
dipakai menyeluruh di Posyandu ( Ali, 2009)

B. Penyebab Malnutrisi
1. Asupan nutrisi kurang dari kebutuhan.
2. Pemberian makanan yang nilai gizinya kurang.
3. Anak yang menderita penyakit tertentu dalam waktu lama (seperti :
cacingan, malabsorpsi (gangguan penyerapan), TBC, dll).
4. Tidak mendapatkan ASI Ekslusif sebelum usia 6 bulan.
5. Tidak mendapatkan makanan pendamping ASI (MP ASI) pada usia 6
bulan atau lebih.
6. Kebersihan kurang dan lingkungan kotor. (Soetjiningsih, 1998)

C. Tanda & Gejala Malnutrisi


1. Berat anak yang selalu
menurun
2. Berat badan tidak naik selama
3 bulan dan berada dibawah garis normal pada KMS
3. Kondisi anak lemah
4. Wajah Pucat
5. Pertumbuhan yang terhambat.
6. Anak cengeng dan rewel
7. Perkembangan anak tidak
sesuai dengan umur. (Soetjiningsih, 1998)

D. Akibat Gizi Kurang


1. Proses tumbuh kembang anak
jadi terganggu.
2. Terjadinya penurunan daya
tahan tubuh

5
3. Anak menjadi mudah
terserang penyakit
4. Perkembangan intelektual
terganggu.
5. Menyebabkan kematian bila
tidak segera ditanggulangi oleh tenaga kesehatan. (Soetjiningsih, 1998)

E. PENATALAKSANAAN GIZI KURANG


Nutrisi adalah proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan
zat makanan.
Triguna makanan adalah:
1. Mengandung zat tenaga;
karbohidrat, makanan pokok (nasi, jangung, sagu dan lain-lain).
2. Mengandung zar pembangun;
protein, lauk-pauk (daging, telur, tempe tahu, ikan laut, dan lain-lain)
3. Mengandung zat pengatur;
vitamin dan mineral (sayur dan buah)
Cara menghidangkan makanan bagi keluarga penderita gizi kurang:
1. Sajikan hidangan makanan
sehari-hari berdasarkan triguna makanan.
2. Berikan makanan secara
beragam dan penyajian yang unik.
3. Berikan aneka ragam
makanan dalam porsi kecil tetapi sering.
4. Berikan makanan yang
mudah dicerna.
5. Gunakan garam beryodium.
6. Menu sehari-hari:
- Pagi : nasi, sayur, sop, ikan/ayam.
- Siang : nasi, sayur, bayam, 1 potong tahu/tempe, dan buah.
- Sore/malam: nasi, 1 butir telur, sayur.

6
Daftar Pustaka
Ahmad Khomsan, 2009. Status Gizi Balita. (online). (http://medicastore.com.
diakses pada 21 Oktober 2017)
BKKBN. 2003. Materi Dasar Promosi: Menyiapkan Balita Yang Sehat Dan
Berkualitas. Jakarta
Depkes RI. 2000. Perawatan Bayi Dan Balita. Ed 1. Jakarta : Pusat Pendidikan
Tenaga
Ilham. 2009. Gizi Kurang, (online), (http://healthreference-
ilham..com/2009/03/gizi-kurang.html, diakses 21 Oktober 2017).
Soetjiningsih. 1998. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC
Sutomo, Budi. 2008. Makanan Untuk Balita. Jakarta: PT. Primamedia Pustaka