Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN JASA KONSULTANSI STUDI KESIAPAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN


SAMPAH/ TPST 3R

Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak
Kegiatan : Studi Kesiapan Masyarakat Dalam Pengurangan Sampah
Pekerjaan : Jasa Konsultansi Studi Kesiapan Masyarakat Dalam Pengurangan Sampah/
TPST 3R
Lokasi : Kota Pontianak
Hasil : Tersedianya Dokumen Studi Kesiapan Masyarakat Dalam Pengurangan
Sampah

1. Latar Belakang : Meningkatnya masalah persampahan diberbagai kota di Indonesia tidak


lepas dari lajunya urbanisasi yang cukup tinggi dan tidak diimbangi dengan
penyediaan infrastruktur persampahan yang memadai. Permasalahan
persampahan yang mengemuka secara Nasional secara umum didominasi
oleh wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan TPA sehingga
dampaknya tidak saja terhadap pencemaran lingkungan tetapi juga
terhadap kesehatan. Perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang
pesat di daerah perkotaan mengakibatkan daerah permukiman semakin
luas dan padat. Peningkatan aktivitas manusia, lebih lanjut menyebabkan
bertambahnya jumlah timbulan sampah.
Penanganan sampah yang selama ini dilakukan hanya mengangkutnya dari
tempat sampah di permukiman kota dan membuangnya ke tempat
pembuangan sampah akhir atau membakarnya. Cara seperti ini kurang
bisa mengatasi masalah sampah karena masih dapat menimbulkan
pencemaran lingkungan. Permasalahan sampah timbul karena tidak
seimbangnya produksi sampah dengan pengolahannya dan semakin
menurun daya dukung alam sebagai tempat pembuangan sampah. Di satu
pihak, jumlah sampah terus bertambah dengan laju yang cukup cepat,
sedangkan di lain pihak kemampuan pengolahan sampah masih belum
memadai.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
mengamanatkan tentang penanganan dan pengurangan sampah, yaitu
setiap orang mengelola sampah rumah tangga dengan cara mengurangi
dan menangani sampah secara berwawasan lingkungan, amanat ini
diturunkan melalu Perpres Jakstranas Pengelolaan Sampah yang
mengamanatkan pengurangan sampah sebesar 30% pada tahun 2025.
Sementara tingkat pelayanan persampahan menurut data Riskesdas
(Tahun 2013) yang sesuai dan tidak sesuai NSPK baru mencapai 79,80%.
Sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak dewasa ini
telah berkembang cukup pesat dalam sektor pembangunan fisik kota dan
perekonomian. Pesatnya pertumbuhan sektor tersebut berdampak kepada
perkembangan fisik wilayah Kota Pontianak dan peningkatan
pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan akibat urbanisasi. Menurut
data BPS, jumlah penduduk Kota Pontianak pada tahun 2016 yaitu sebesar

1
618.388 orang (Kota Pontianak tergolong sebagai Kota Besar) yang
tersebar di 6 Kecamatan dengan kepadatan penduduk 5.736 orang/km2.
Berdasarkan data kependudukan tersebut dan perkiraan timbulan sampah
3 liter per orang per hari (sesuai SNI-3242-2008 tentang Tata Cara
Pengelolaan Sampah di Permukiman), maka jumlah sampah yang
dihasilkan di seluruh Kota Pontianak adalah sekitar 1.855 m3/ hari.
Kawasan perumahan dan komersial merupakan penyumbang sampah
terbesar di Kota Pontianak. Pengelolaan sampah di Kota Pontianak
merupakan tanggung jawab Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang
mencakup pelayanan sampah dengan jumlah penduduk Kota Pontianak
saat ini. Cakupan pelayanan persampahan khususnya pelayanan angkutan
baru mencapai 60% pada daerah permukiman dari total jumlah penduduk
Kota Pontianak.
Upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan kesiapan serta
peran masyarakat dalam pengurangan sampah secara terpadu dilakukan
dalam bentuk program 3R (reuse, reduce dan recycle). Program 3R
merupakan jembatan untuk mewujudkan pengelolaan sampah secara
terpadu karena selama ini pengelolaan sampah dilakukan secara
konvensional yaitu pewadahan, pengumpulan, pengangkutan dan
pembuangan akhir. Pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan belum
sampai pada tahap pengurangan dan pengolahan sampah sehingga
timbulan sampah yang dihasilkan belum dapat dikurangi. Dengan program
3R pengelolaan sampah yang dilakukan lebih difokuskan pada tahap
pengurangan dan pengolahan sampah, sehingga pengelolaan sampah
secara terpadu dapat diwujudkan.
Pelaksanakan program 3R harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak
melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Melalui upaya
pemberdayaan, masyarakat didorong agar memiliki kesiapan serta
kemampuan untuk memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya secara
optimal serta terlibat secara penuh dalam kegiatan pengelolaan sampah
dalam rangka mengurangi timbulnya sampah. Melalui pendekatan
pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat serta meningkatkan ketrampilan dan kemandirian masyarakat
sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
2. Maksud dan Tujuan : Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengkaji pemberdayaan
masyarakat dalam pengurangan jumlah produksi sampah, maka hal yang
diamati ialah mengenai perilaku dan kondisi sosial yang dialami oleh
masyarakat. Sedangkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk
mengetahui peran serta dan kesiapan masyarakat di Kota Pontianak
khususnya di 4 kelurahan pada Kecamatan Pontianak Barat, 7 kelurahan
pada Kecamatan Pontianak Timur dan 4 kelurahan pada Kecamatan
Pontianak Utara dalam pengelolaan sampah secara terpadu dalam rangka
mengurangi timbulan sampah.
3. Lokasi Pekerjaan : Lokasi Pekerjaan adalah di 4 kelurahan pada Kecamatan Pontianak Barat, 7
kelurahan pada Kecamatan Pontianak Timur dan 4 kelurahan pada
Kecamatan Pontianak Utara.
4. Sumber Pendanaan : a. Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD (Anggaran

2
dan Biaya Pendapatan Belanja Daerah) Kota Pontianak Tahun Anggaran 2018.
b. Total HPS untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebesar Rp
150.000.000,00 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).
5. Nama dan : Nama PA : Ir. Ismail
Organisasi Pengguna Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Jasa Pontianak
6. Lingkup Kegiatan : Berikut ini adalah lingkup dan uraian kegiatan yang harus dilakukan:
a. Identifikasi dan analisis jumlah timbulan sampah serta wilayah yang
paling banyak menghasilkan produksi sampah terbanyak.
b. Identifikasi dan analisis permasalahan serta mengevaluasi sarana dan
prasarana persampahan serta ketersediaan lahan untuk TPS 3R di 3
kecamatan di Kota Pontianak yaitu Kecamatan Pontianak Barat,
Kecamatan Pontianak Timur dan Kecamatan Pontianak Utara.
c. Identifikasi kondisi masyarakat Kota Pontianak dalam pemberdayaan
dan pengelolaan sampah.
d. Pemilihan lokasi prioritas untuk pengadaan TPS 3R di 4 kelurahan pada
Kecamatan Pontianak Barat yaitu Kelurahan Sungaijawi Luar,
Kelurahan Sungaijawi Dalam, Kelurahan Pallima dan Kelurahan
Sungaibeliung; 7 kelurahan pada Kecamatan Pontianak Timur yaitu
Kelurahan Tanjung Hilir, Kelurahan Tanjung Hulu, Kelurahan
Dalambugis, Kelurahan Tambelansampit, Kelurahan Saigon, Kelurahan
Banjar Serasan dan Kelurahan Paritmayor; dan 4 kelurahan pada
Kecamatan Pontianak Utara yaitu Kelurahan Siantan Hulu, Kelurahan
Siantan Tengah, Kelurahan Siantan Hilir dan Kelurahan Batulayang.
7. Pendekatan dan : TPS 3R Berbasis masyarakat merupakan salah satu penyelenggaraan
Metodologi prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dengan metode
pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui:
 Keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah maupun
tinggi, baik dalam proses maupun pemanfaatan hasil, ditujukan
kepada masyarakat yang ada dipermukiman perkotaan.
 Otonomi dan Desentralisasi Masyarakat memperoleh kepercayaan
dan kesempatan yang luas dalam proses perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, pemanfaatan, dan pengelolaan prasarana dan sarana
TPS 3R terbangun.
 Partisipatif, dimana masyarakat dilibatkan langsung secara aktif dalam
proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemanfaatan, dan
pengelolaan TPS 3R.
 Keswadayaan, dimana masyarakat menjadi faktor pendorong utama
keberhasilan kegiatan, baik perencanaan, pelaksanaan, pengawasan,
pemanfaatan, pengelolaan, dan pemeliharaan prasarana dan sarana
TPS 3R terbangun.
Konsep pemberdayaan merupakan salah satu cara efektif dalam
pembangunan masyarakat terutama dalam pengelolaan sampah. Dengan
pemberdayaan diharapkan masyarakat dapat memiliki kemampuan,
kesiapan dan kemandirian dalam mengelola sampah secara terpadu
sehingga dapat mengurangi jumlah produksi sampah.
Pengelolaan sampah dengan mengunakan pola pendekatan berbasis

3
masyarakat yang saat ini dianjurkan adalah Pengelolaan Sampah Terpadu
3R Berbasis Masyarakat. Komponen sistem pengelolaan sampah terpadu
3R berbasis masyarakat ini terdiri dari prasarana dan sarana yang ada di
sumber (rumah tangga), skala kawasan dan prasarana dan sarana di
TPS3R.
8. Jangka Waktu : Jangka waktu penyelesaian pekerjaan adalah 90 (Sembilan Puluh) hari
Penyelesaian kalender.
Pekerjaan
9. Peralatan dan : Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan
Material dari peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan:
Penyedia Jasa a. Komputer : 2 unit
Konsultansi b. Printer : 2 unit
c. Kamera Digital : 1 unit
d. Kendaraan Roda 2 : 2 unit
e. GPS : 2 unit
10. Personil : Kualifikasi (Minimal) Jumlah
Posisi Orang
Pendidikan Sertifikasi Pengalaman
Bulan
Tenaga Ahli:
Tenaga Ahli S1 SKA Ahli 3 tahun 1 Orang
Perencanaan Perencanaan Perencanaan untuk S1 3 Bulan
Wilayah & Wilayah dan Wilayah dan
Kota (Team Kota/ Teknik Kota
Leader) Planologi
Tenaga Ahli S1 Teknik SKA Teknik 3 tahun 1 Orang
Teknik Lingkungan Lingkungan untuk S1 3 Bulan
Lingkungan
Tenaga Ahli S1 Sosiologi 3 tahun 1 Orang
Pemberdayaan untuk S1 3 Bulan
Masyarakat
Tenaga Ahli S1 Sipil SKA Teknik 3 tahun 1 Orang
Sipil Sipil untuk S1 2 Bulan

Kualifikasi (Minimal) Jumlah


Posisi Orang
Pendidikan Pengalaman
Bulan
Tenaga Pendukung:
Operator D3 Semua Jurusan 3 tahun 1 Orang
Komputer 3 Bulan
Surveyor D3 Semua Jurusan 3 tahun 2 Orang
2 Bulan
11. Keluaran : Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah bahwa Konsultan
memberikan
a. Laporan Pendahuluan: 5 (lima) eksemplar dalam format A4.
b. Laporan Akhir: 5 (lima) eksemplar dalam format A4.
c. CD Keseluruhan Kegiatan: 5 (lima) keeping.

4
12. Referensi Hukum : Kegiatan Studi Kesiapan Masyarakat dalam Pengurangan Sampah
didasarkan pada :
a. UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
b. Permen PU Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana
dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga
dan Sampah sejenis Sampah Rumah Tangga
13. Penutup: : a. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan pedoman dasar yang dapat
dikembangkan lebih lanjut oleh konsultan perencana sepanjang
keluaran akhir dapat dihasilkan secara optimal dan sesuai dengan yang
diharapkan.
b. Format laporan diupayakan mengikuti standar pelaporan yang
representatif, baik jenis kertas, tulisan, maupun sampul minimal
mengikuti standar yang berlaku.