Anda di halaman 1dari 7

Business Ethics

“Cases : The General Motors(GM) Bailout”

Disusun oleh:
Era Trianita Saputra
17/417234/PEK/22797
0706241708

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
Review kasus

General Motors juga dikenal dengan GM adalah produsen mobil yang berpusat di Amerika
Serikat. General Motors Group terdiri dari berbagai merk kendaraan bermotor ternama
termasuk Buick, Cadillac, Chevrolet,Daewoo, GMC, Haolden, Hummer, Oldsmobile, Opel,
Pontiac, Saturn, Saabdan Vauxhall. General Motors merupakan produsen kendaraan terbesar
didunia dari segi penjualan tahunan. Berdasarkan analisis Wagoner (CEO GM) terdapat
beberapa faktor yang menyebabkan keadaan GM tidak begitu bagus diantaranya yaitu :
1. Terjadi Resesi Hebat pada tahun 2008 ( yang menjadi faktor yang paling signifikan) yang
mempengaruhi penjualan semua perusahaan otomotif, terutama ketika terdapat
permasalahan yaitu bank rekanan berhenti untuk membantu meminjamkan uang untuk
kerjasama kredit mobil. Pada tahun 2006 GM telah menjual saham mayoritas di GMAC,
perusahaan pembiayaan yang sepenuhnya dimiliki yang telah memberikan pinjaman
murah kepada pembeli mobilnya.
2. Faktor yang lainnya adalah biaya tenaga kerja GM
Pada tahun 2001, GM menjual 8,5 juta kendaraan melalui seluruh cabangnya yang penjualan
terbesarnya berasal dari penjualan tipe SUV. Hal ini lah yang membuat GM tetap melakukan
investasi besar-besaran pada tipe SUV, walaupun pesaing pesaing mereka seperti Toyota dan
Honda memilih untuk memasarkan kendaraan bermotor dengan ukuran yang lebih kecil.
ketika harga minyak dunia naik yang mengakibatkan harga jual kendaraan ikut naik, sehingga
konsumen lebih memilih untuk membeli kendaraan dengan ukuran lebih kecil yang harganya
lebih murah serta lebih irit bbm.
Hal ini mengakibatkan penurunan penjualan SUV yang signifikan dan ikut diperparah dengan
terjadinya badai kathrina pada tahun 2005 yang mengakibatkan harga minyak solar melonjak
naik. GM mencoba mengatasi hal ini dengan memproduksi kendaraan elektrik yaitu EV1,
namun penjualan EV1 tidak sebagus penjualan SUV yang memaksa GM menghentikan
pembuatan EVI. Di lain pihak kompetitor mereka (Honda dan Toyota) sukses dengan penjualan
kendaraan hybrid . Semua permasalahan ini terakumulasi den membuat GM mengalami
kerugian mencapai 80 milyar US Dollar pada akhir 2008. Dengan banyak analis yang
memperkirakan GM akan bangkrut, Rick Wagoner selaku CEO GM mengajukan permohanan
bailout pada 2008 melalui TARP yang diperuntukan bagi instusi Finansial swasta yang
mengalami kesulitan finansial. Namun terlepas dari krisis ekonomi yang semakin tinggi,
banyak yang menentang tentang rencana bailout yang dilakukan pihak GM tersebut.
1. Analisa bailout General Motors berdasarkan teori sistem perekonomian. (John
Locke, Adam Smith, dan Marx)
a. Pandangan john locke.
John Locke mempunyai pandangan bahwa setiap manusia memiliki hak alami
atas hidup, kebebasan dan properti. Sistem perekonomian Amerika Serikat yang
menganut sistem pasar bebas, seolah mengalami pergeseran ketika General Motors
diambil alih kepemilikannya oleh negara. Kasus ini berseberangan dengan teori-
teori yang dikemukakan John Locke, Implikasi teori-teori Locke tergambar jelas
pada sistem pasar bebas bahwa tidak boleh ada campur tangan pemerintah atas
kebebasan setiap individu untuk melakukan pertukaran atas tenaga kerja dan
properti mereka yang dilakukan secara sukarela. Hanya swasta yang dapat
melakukan pertukaran ekonomi dan pemerintah berada di luar pasar ( tidak
mempunyai hak untuk melakukan pertukaran ekonomi). Dalam kasus ini, terdapat
intervensi dari pemerintah yang menggunakan dana publik (wajib pajak) atau
disebut dengan TARP untuk menyelamatkan perusahaan swasta (General Motors).
Hal tersebut dilakukan GM untuk kelangsungan perusahaan dan bisnis, mereka
meminta pemerintah untuk bailout GM, agar tentunya GM tetap berjalan dan tidak
bangkrut. Selain itu GM merupakan perusahaan swasta raksasa dibidang otomotif
dan juga sangat berpengaruh bagi USA. Dengan hal hal yang mendasar ini juga
menjadi dorongan mereka(GM) dan pemerintah USA untuk meminta dan menerima
bailout dalam artian menyelamatkan perusahaan GM ini, walaupun hak GM dapat
dikatakan menjadi hak milik Pemerintah USA.
b. Pandangan Smith.
Menurut pandangan Adam Smith “ketika seorang individu di bebaskan untuk
memenuhi kebutuhannya dalam pasar yang bebas, maka individu tersebut pasti
akan menuju kesejahteraan umum di tuntun oleh invisible hand.”
Bailout merupakan bantuan pemerintah terhadap perusahaan- perusahaan untuk
melunasi kewajiban mereka yang bertujuan untuk mengantisipasi dampak negatif
jika perusahaan tersebut bangkrut. Bailout sendiri biasanya terjadi pada perusahaan
yang bergerak di bidang finansial, dan dilakukan ketika entitas usaha/sektor
tersebut dipertimbangkan sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak
“too big to fail” – dijustifikasi oleh argumen bahwa kegagalan pada beberapa
perusahaan akan menimbulkan kemandekan perekonomian yang harus dihindari
dan diselesaikan segera dalam jangka pendek.
Dalam kasus bailot General Motor, seharusnya pemerintah tidak turut serta
dalam kegiatan perekonomian. karena seluruh kegiatan perekonomian diserahkan
pada pasar bebas. Namun pada akhirnya terdapat kontroversi atas bantuan
pemerintah kepada GM dan membuat berkurangnya benefit perusahaan yang
disebabkan oleh biaya- biaya yang besar namun jika dibandingkan dengan apabila
runtuhnya GM, maka dampak negatifnya kan lebih parah lagi, misalnya hilangnya
pekerjaan bagi karyawan.
c. Pandangan Marx.
Marx berpendapat bahwa hak antara pemilik perusahaan dan pekerjanya adalah
sama. Hal tersebut berarti bahwa hubungan bisnis keduanya harus saling
menguntungkan tanpa ada satu pihak yang dirugikan.
Berdasarkan kasus The GM Bailout, terdapat hubungan yang saling
menguntungkan dari keduanya, dan pemerintah bertindak sebagai pemilik
seperangkat produksi dan GM sebagai masyarakat pekerja penghasil produksi.
Terjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan anatara pemerintah dan
pihak GM. Pemerintah memberi pinjaman yang nantinya pinjaman tersebut akan
dikembalikan GM dari hasil penjualan, sedangkan GM tetap berdiri dan terhindar
dari kebangkrutan karena tertolong oleh pemerintah. Dalam hubungannya dengan
kasus bailout GM, pemerintah bertindak sebagai pemilik seperangkat produksi dan
GM sebagai masyarakat pekerja penghasil produksi. Terjadi hubungan timbal balik
yang saling menguntungkan anatara pemerintah dan pihak GM.
2. Jelaskan ideologi yang tersirat dalam pernyataan surat tersebut kepada kongres
AS yang ditandatangi oleh 100 ekonom terkemuka, Joseph Stiglitz, Bob Corker,
The Republican resolution on the bailout, Robert Higgs dan Michael Winther!
Ideologi adalah sebuah sistem keyakinan normatif yang dimiliki para anggota
kelompok sosial tertentu, sedangkan ideologi bisnis adalah sistem keyakinan normatif
atas masalah-masalah di dalam bisnis khususnya yang diyakini oleh kelompok-
kelompok bisnis tertentu. Beberapa pandangan mengenai bailot yaitu :
a. Michael Winther
Dalam artikelnya mengomentari bailout yang dilakukan pemerintah Amerika
Serikat pada GM. GM adalah produsen kendaraan bermotor yang merupakan bidang
bisnis yang produktif, oleh karena itu kebijakan pemerintah melakukan bailout
terhadap GM merupakan indikasi dari sebuah sistem perekonomian sosialis yang
tentunya berlawanan dengan sistem perekonomian kapitalis (pasar bebas) yang dianut
oleh Amerika Serikat.
b. Joseph Stiglitz
Mengemukakan bahwa setiap pelaku bisnis harus berani untuk mengambil resiko
untuk meraih keuntungan serta berani menganggung kerugian. Menurutnya bailout
merupakan bentuk paham sosialis bagi kaum berada, sehingga bailout terhadap GM
yang dilakukan oleh pemerintah tidak lah tepat, pemerintah seharusnya membiarkan
GM mengatasi permasalahan finansial yang mereka hadapi.
c. Bob Corker
Kebijakan bailout yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat adalah
peringatan bagi setiap warga Amerika Serikat yang menganut sistem pasar bebas. Hal
ini dapat berbahaya bagi sistem perekonomian Amerika Serikat, karena dengan
terjadinya bailout mendorong sistem perekonomian Amerika Serikat selangkah
mendekati sistem perekonomian sosialis. Robert Higgs memandang bahwa kebijakan
bailout yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat selain membantu menyelamatkan
sekaligus juga mengubah paham ekonomi Amerika Serikat menjadi sosialis.
d. Robert Higgs
Berpendapat bahwa kebijakan bailout yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat
selain membantu menyelamatkan dari kebangkrutan sekaligus mengubah paham
ekonomi Amerika Serikat menjadi sosialis.
3. Apakah bailout harus dilakukan ? jelaskan Isu etika yang terkait dengan Bailout
General Motor.
a. Utilitarianism
Berdasarkan prinsip utilitarianism, kebijakan bailout yang dilakukan oleh Amerika
Serikat tidak sesuai dikarenakan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika
Serikat tidak sebanding dengan manfaat ekonomi yang didapatkan oleh pemerintah
Amerika Serikat. Dana yang dikeluarkan sebagian besar berasal dari pajak yang
merupakan salah satu pendapatan negara.
b. Justice.
Dilihat dari keadilan distributif, kebijakan bailout yang diakukan oleh pemerintah
terhadap GM tidak sesuai karena pada mulanya aliran dana untuk bailout (TARP)
hanya diperuntukan bagi institusi finansial swasta, sedangkan GM adalah produsen
kendaraan bermotor. Sehingga kebijakan ini dapat membuka peluang bagi
perusahaan lain (diluar institusi finansial) melakukan hal yang sama seperti apa
yang terjadi pada GM.
c. Rights
Dari prespektif rights, pihak perusahaan (dalam hal ini GM) berhak mengajukan
permintaan bantuan dana dari pihak-pihak yang berpotensi untuk membantu
menyelesaikan masalah finansial yang mereka hadapi, dan terhindar dari
kebangkrutan (pemerintah Amerika Serikat).
d. Caring Perspective.
Dari sisi caring prespective, kebijakan bailout GM merupakan kebijakan yang
tepat. Dengan membuat GM terhindar dari kepailitan, membuat semua pihak yang
berada dalam lingkup GM sebagai produsen kendaraan bermotor terbesar di
Amerika Serikat , dari segi karyawan dari GM tetap mendapatkan hal yang
seharusnya mereka dapatkan (pekerjaan dan penghasilan). Selain itu, cara bailout
yang dilakukan GM kepada pemerintah adalah semata agar perusahaan tetap
berdiri dan bersaing secara global yang .Keputusan pemerintah untuk membantu
juga sangat tepat karena akan ada keberlangsungan usaha dan menyelamatkan para
pekerja di GM seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
4. Menurut anda, apakah baik atau buruk bagi pemerintah untuk mengambil alih
kepemilikn 61 persen GM ? jelaskan dengan teori Lock, Adam Smith dan Marx?
Menurut pendapat saya, kepemilikan saham GM sebesar 61 % oleh pemerintah
Amerika Serikat adalah tidak baik. Hal ini dikarenakan pemerintah seharusnya bertujuan
untuk membantu dan mendukung warganya tanpa ada tujuan untuk mengambil
keuntungan dari bailout tersebut (bertujuan komersil atau mencari keuntungan). Serta
pihak pemerintah hanya sebagai fasilitator saja dan bersifat sebagai penengah,tidak
bertujuan untuk profit.Seharusnya pihak swasta dalam hal ini pihak GM bisa meminta
pertolongan dari lembaga lain selain pihak pemerintah. Hal ini sesuai dengan teori John
Locke yang mengatakan hanya pihak swasta (individu) yang dapat melakukan kegiatan
perekonomian dan pemerintah tidak dapat terlibat di dalam kegiatan perekonomian. Oleh
karena itu kepemilikan pemerintah Amerika Serikat atas GM dapat dikatakan bahwa
pemerintah Amerika Serikat meakukan intervensi pada kegiatan perekonomian dan dapat
berujung pada monopoli yang dilakukan permerintah atas industri kendaraan bermotor.
Hal ini jelas tidak benar dalam sudut pandang Locke yang menganut sistem pasar bebas.
Selain itu, menurut teori Adam Smith yang mengemukakan bahwa ketika seorang individu
di bebaskan untuk memenuhi kebutuhannya dalam pasar yang bebas, maka individu
tersebut pasti akan menuju kesejahteraan umum di tuntun oleh invisible hand. Apabila
kita kaitkan dengan kasus tersebut pemerintah seharusnya tidak turut serta dalam kegiatan
perekonomian. karena seluruh kegiatan perekonomian diserahkan pada pasar bebas.
Menurut marx, kepemilikan sumber daya harus dikuasai negara untuk didistribusikan
kepada rakyat