Anda di halaman 1dari 3

AL’ADILAH

161910301106

1. Karena dapat mengetahui bagaimana dasar perencanaan sehingga dapat


merencanakan geometrik jalan agar sesuai dan menghasilkan infrastruktur yang aman,
efisiensi pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan rasio tingkat penggunaan
maupun biaya pelaksanaan (Sukirman, 1999)
2. Jalan mempunyai peran penting dalam mendukung kegiatan masyarakat, sehingga
menjadi acuan perwujudan prasarana transportasi (Iskandar). Sehingga perlu
diperhatikannya aspek keselamatan dalam perencanaan geometrik jalan raya. Jalan
dan keselamatan memiliki hubungan yang sangat erat, karena jalan merupakan
prasarana yang digunakan untuk transportasi. Oleh karena itu, keselamatan
transportasi juga tergantung pada perencanaan maupun topography jalannya. Berikut
aspek keselematan dalam perencanaan geometrik jalan raya :
 Klasifikasi kendaraan
 Penempatan Rambu lalu lintas dan marka
 Jarak pandang
 Alinyemen horizontal
o Topography
o Menentukan Kecepatan rencana
o Menghindari broken back
o R1 > 1,5R2
 Alinyemen vertikal
o Fungsi jalan
o Tebal perkerasan
o Tanah dasar
(Saondang, 2010)
3. Bagian bagian utama jalan :
a. Berguna langsung untuk lalu lintas
 Jalur lalu lintas merupakan keseluruhan bagian perkerasan jalan yang
diperuntukkan untuk lalu lintas kendaraan
 Lajur lalu lintas merupakan bagian dari jalur lalu lintas yang khusus
diperuntukkanuntuk dilewati oleh satu rangkaian kendaraan dalam satu
arah
 Bahu jalan merupakan alur yang terletak berdampingan dengan jalur
lalu lintas yang berfungsi sebagai tempat berhenti pemakai jalan
 Trotoar merupakan jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu
luntas yang khusus dipergunakan untuk pejalan kaki
 Median merupakan jalur yang terletak ditengahjalan guna memisah
arus lalu lintas yang berlawanan arah sehingga mambagi jalan dalam
masing-masing arah
b. Berguna untuk drainase
 Saluran samping merupakan sluran berbentuk trapesium atau segi
empat lainnya yang berfungsi sebagai mengalirkan air dari permukaan
perkerasan jalan ataupun bagian luar sehingga dapat menjaga
konstruksi jalan selalu berada dalam keadaan kering
 Kemiringan melintang jalur
 Kemiringan melintang bahu
 Kemiringan lereng
c. Pelengkap jalan
 Kreb merupakan penonjolan tepi perkerasan yang bertujuan untuk
keperluan drainase, mencegah keluarnya kendaraan , dan memberikan
ketegasan tepi perkerasan
 Pengaman tepi merupakan bagian penegas tepi badan jalan dan
berfungsi sebagai pencegah kendaraan keluar dari badan jalan
d. Konstruksi jalan
 Lapisan perkerasan bahan
 Lapisan pondasi atas
 Lapisan pondasi bawah
 Lapisan tanah dasar
e. Daerah manfaat jalan merupakan suatu daerah yang terdiri dari badan jalan,
saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya
f. Daerah milik jalan merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar
dan tinggi tertentu
g. Daerah pengawasan jalan merupakan sejalur tanah tertentu yang terletak diluar
daerah milik jalan sehingga tidak menganggu pandangan pengemudi dan
konstruksi bangunan jalan
(Sukirman, 1999)