Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL BISNIS ROTI GORENG SARI

KATA PENGANTAR
Rasa syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Proposal Wirausaha ini tepat pada
waktunya.
Proposal Wirausaha ini disusun berdasarkan data dan informasi yang didapat
penulis sewaktu menjalankan kegiatan kewirausahaan serta mengikuti Mata Kuliah
pengetahuan bisnis pada Perguruan Tinggi Bina darma.
Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada
Ibu Dinny komalasari, M.Kom. selaku dosen Pengetahuan bisnis dan semua pihak
yang telah memberikan saran, pengarahan, bantuan serta dukungan kepada penulis
secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan guna
memperbaiki apa yang menjadi kekurangan dari Proposal Wirausaha ini. Atas
segalanya penulis mengucapkan terima kasih.

Palembang, 12 april 2015


Penulis,

( EVITASARI )

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG MASALAH


Mengkonsumsi sarapan merupakan rutinitas yang terlupakan di tengah
kesibukan menyiapkan aktivitas di pagi hari. Seringkali kita mengabaikan sarapan
dengan alasan kurangnya waktu, padatnya aktivitas atau bosan dengan menu
sarapan yang kurang variasinya. Sarapan bukan sekedar untuk mengganjal perut
saja, tetapi juga memberikan energy agar otak bekerja lebih optimal, dapat
beraktivitas dengan baik dan tidak cepat mengantuk.
Sarapan merupakan makanan yang dimakan ketika pagi hari sebelum
beraktivitas, makanan itu terdiri dari makanan poko serta lauk pauk atau makanan
lainnya yang dapat dijadikan sumber energy dan gizi. Bagi mahasiswa yang akan
melakukan perkuliahan di pagi hari, tentu saja mereka membutuhkan sarapan agar
tidak mengganggu konsentrasi belajar dan tidak lemas. Penelitian menunjukkan
pelajar yang rutin sarapan pagi memiliki daya ingat dan konsentrasi lebih baik
dibanding yang berangkat dari rumah dengan perut kosong.
Di Perguruan Tinggi Bina darma, mahasiswa yang melakukan kegiatan
perkuliahan di pagi hari cukup banyak dan rata-rata mereka jarang sarapan di
rumah. Hal tersebut karena mahasiswa tidak memiliki waktu sarapan di rumah atau
dirumahnya tidak ada makanan, sehingga mereka lebih memilih sarapan di kantin.
Akibatnya mahasiswa yang akan melakukan perkuliahan di pagi hari terlambat
masuk kelas. Dengan melihat analisa tersebut saya ingin memberikan suatu solusi
untuk kalangan mahasiswa Perguruan Tinggi Bina darma yang membutuhkan
sarapan yang praktis, bergizi dan dengan harga yang terjangkau.
Saya membuka usaha perdagangan Roti Goreng yang menggunakan daging
ayam ditambah sayuran sebagai isinya. Mahasiswa dapat memperoleh sarapan
secara cepat dan bergizi dengan harga terjangkau dan yang paling penting tidak
mengganggu proses belajar.

BAB II
PEMBAHASAN

2. PROFIL BADAN USAHA


A. USAHA ROTI GORENG SARI
Program kewirausahaan ini saya menjalankan program bisnis Roti Goreng.
Usaha Roti Goreng ini saya rasakan mudah dalam proses pembuatannya dan tidak
terlalu mahal pula modal yang diperlukan untuk membuat Roti Goreng ini.
Roti Goreng merupakan bisnis perdagangan makanan yang bertujuan untuk
memudahkan mahasiswa dalam memperoleh sarapan yang bergizi. Roti Goreng
untuk kalangan mahasiswa juga merupakan solusi yang terbaik bagi mereka yang
tidak sempat sarapan di rumah.
Dilihat dari prospek usaha Roti Goreng sangat berpotensi untuk menjadi
usaha sampingan mahasiswa karena waktu kerja tidak menghalangi proses belajar.
Selain itu tugasnya untuk membantu mahasiswa serta menambah pengalaman,
bukan hanya mencari keuntungan.
Kelebihan bisnis ini adalah memberikan sarapan secara praktis dengan
memakai bahan-bahan yang bersih dan sehat serta pengerjaannya dibuat secara
langsung oleh setiap anggota.
Jam operasional kegiatan usaha Roti Goreng pada pagi hari dengan segmen
pasar yaitu seluruh mahasiswa yang berkuliah di Perguruan Tinggi Bina darma yang
membutuhkan makanan secara praktis dan cepat.
Tahap awal yang dilakukan dalam membangun usahanya yaitu dengan
melakukan promosi melalui media komunikasi seperti SMS dan BBM yang dikirim ke
tiap mahasiswa Perguruan Tinggi Bina darma. Sosialisasi dan promosi ini dilakukan
satu minggu sebelum usaha dibuka. saya pun melakukan promosi dari mulut ke
mulut agar lebih banyak lagi mahasiswa yang mengetahui mengenai bisnis Roti
Goreng tersebut.

B. NAMA USAHA ROTI GORENG SARI


Saya menamakan Usaha Roti Goreng ini dengan nama SARI karena SARI
tersebut adalah nama yang saya anggap mudah di ingat dan itu juga dari nama
belakang saya. Selain itu juga nama SARI tersebut sangat mudah diucapkan
sehingga, pengharapan saya adalah dapat gampang diingat oleh banyak orang.
Bentuk perusahaan dari usaha ini adalah masih dalam tahap perusahaan
perseorangan saja. Kita belum memiliki ijin resmi dari pemerintah karena memang
perusahaan ini masih baru mulai berjalan dan masih mencoba untuk masuk dalam
dunia bisnis.
Kedepannya, apabila perusahaan ini dapat memperoleh keuntungan yang
luar biasa dan memiliki pelanggan yang cukup banyak, maka saya pun ingin
meningkatkan perusahaan saya menjadi lebih bergengsi. Ditingkatkan kredibilitas
perusahaan menjadi lebih diakui oleh Pemerintah, Supplier dan Konsumen.

C. LOKASI PEMASARAN
Saya melakukan pengamatan terhadap mahasiswa Bina darma yang belajar
sebagai calon konsumen (target pasar ) sehingga usaha ini memiliki pasar yang
jelas. Setiap usaha yang baru mulai memerlukan ketepatan-ketepatan dalam
pengambilan keputusan. Jika tidak, maka kegagalan akan muncul dalam usahanya.
Ketepatan tersebut dapat diperoleh melalui pendekatan yang sesuai salah satunya
adalah analisis SWOT.
Analisis SWOT adalah mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan. SWOT adalah kependekan dari Strength,
Weakness, Opportunity, dan Threat. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut:

1. Strength atau Kekuatan


a. Konsumen dapat langsung mengorder tanpa harus mencari di luar
kampus
b. Menggunakan pemasaran yang menarik dan agresif sebagai bisnis
baru seperti menggunakan SMS, BBM, dan bertemu secara langsung
c. Usaha ini satu-satunya dalam lingkungan kampus sehingga
memancing rasa penasaran dan keingintahuan calon pelanggan
d. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh mahasiswa di kampus
e. Menawarkan harga yang terjangkau untuk mahasiswa
f. Untuk memperkecil biaya modal, maka peralatan utama
(penggorengan) sudah dimiliki sebelumnya
2. Weakness atau Kelemahan

a. Roti Goreng merupakan produk baru yang belum terlalu dikenal, untuk
menangani kelemahan ini, saya melakukan promosi secara terus
menerus melalui media komunikasi serta pertemuan langsung dengan
konsumen
b. Bahan isi dari Roti Goreng yang tidak tahan lama, untuk mengatasi
kelemahan tersebut saya membatasi pembelian bahan dan
menargetkan penjualan agar bahan habis terpakai sebelum kadaluarsa
3. Opportunities atau Kesempatan

a. Dapat membuka cabang usaha di kampus lain jika usaha roti goreng
ini sudah stabil
b. Dapat berkembang menjadi usaha yang menawari berbagai rasa
seperti rasa jamur, sosis, coklat, dan lain-lain disesuaikan selera pasar
atau konsumen
c. Memperluas pemasaran dengan area penjualan tidak hanya di
Perguruan Bina darma tetapi bisa di tempat lain (dengan sistem titip
jual) dan segmentasi konsumen tidak hanya mahasiswa
d. Belum ada penjualan Roti Goreng di kampus ini, meskipun terdapat
sebuah kantin tetapi belum tentu disukai konsumen. Oleh karena itu
kami berasumsi bahwa pengadaan perdagangan roti goreng ini akan
dapat mengundang para mahasiswa untuk membeli
4. Threats atau Ancaman

a. Kebiasaan individu yang lebih dulu membeli roti kepada penjual yang
telah mereka kenal atau percayai sehingga mempengaruhi keputusan
mereka untuk membeli Roti Goreng. Untuk mengatasi ancaman
tersebut, diantisipasi dengan membuat kemasan yang menarik serta
menggunakan isi roti sesuai permintaan konsumen
b. Adanya pesaing yang menjual Roti Goreng dengan harga yang lebih
murah. Untuk mengatasi ancaman tersebut, saya memberikan
penjelasan kepada konsumen mengenai isi roti serta cara pembuatan
roti goreng agar konsumen mengetahui mengapa kami memberikan
harga yang berbeda dari penjual lain

3. STRUKTUR ORGANISASI
Disini saya telah membuat struktur organisasi sendiri dimana Jam operasional
kegiatan usaha Roti Goreng pada pagi hari dengan segmen pasar yaitu seluruh
mahasiswa yang berkuliah di Perguruan Tinggi Bina darma yang membutuhkan
makanan secara praktis dan cepat.
Tahap awal yang dilakukan dalam membangun usahanya yaitu dengan
melakukan promosi melalui media komunikasi seperti SMS dan BBM yang dikirim ke
tiap mahasiswa Perguruan Tinggi Bina darma. Sosialisasi dan promosi ini dilakukan
satu minggu sebelum usaha dibuka. saya pun melakukan promosi dari mulut ke
mulut agar lebih banyak lagi mahasiswa yang mengetahui mengenai bisnis Roti
Goreng tersebut.

4. PRODUK PERUSAHAAN
A. JENIS PRODUK
Produk yang di pasarkan berupa makanan yang siap santap. Roti goreng
merupakan suatu kegiatan usaha yang bergerak di bidang makanan. Roti goreng
sari di dirikan oleh saya untuk berwirausaha dan sebagai implementasi dari mata
pelajaran pengetahuan Bisnis tentang wirausaha.Teknis pembuatan atau produksi
dari Roti Goreng ini adalah dengan membeli bahan baku yang sekiranya akan
dipergunakan sekali saja dalam proses pembuatan Roti Goreng tersebut sehingga
tidak perlu menyimpan bahan baku pembuatan Roti Goreng tersebut.
Keseluruhan bahan baku yang digunakan untuk memasak Roti Goreng kemudian
menghasilkan Roti Goreng yang siap dijual. Pembuatan Roti Goreng ini dilakukan
pada pagi hari mengingat penjualannya dilakukan pada pagi hari menjelang
masyarakat mulai beraktivitas. Roti goreng yang sudah jadi tersebut kemudian
dimasukkan kedalam kemasan yang menarik dengan menggunakan merek dagang
Roti Goreng yang dibuat oleh kami.

B. KEUNGGULAN PRODUK
1. Pembuatan yang praktis
2. Bahan yang mudah di dapat
3. Masih jarang didaerah masyarakat yang melakukan bisnis roti goreng sehingga
memancing rasa penasaran calon pembeli.

5. TARGET PASAR
A. ASPEK BIAYA
Sumber dana untuk usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan saya ini
adalah dari dana pribadi. saya memberikan kontribusi untuk dimasukkan ke dalam
modal awal pembuatan, pemasaran serta penjualan Roti Goreng Sari ini.
Para anggota penyumbang dana disini diberi peran menjadi pemegang
saham sehingga mereka semua bertanggung jawab dalam usaha Roti Goreng ini.
Hal tersebut dapat memberikan tingkat serius yang lebih tinggi kepada seluruh
anggota perusahaan Roti Goreng ini mengingat bahwa seluruh dana anggota
dimasukkan kedalamnya sehingga apabila perusahaan mengalami kerugian, maka
dia pun akan kehilangan dana yang sudah diinvestasikannya tersebut.
B. RINCIAN BIAYA PERBULAN (ASUMSI):

1. Biaya Pemasaran (promosi) (variable)


a. Pulsa : Rp. 50.000
2. Biaya Modal Produksi (variable)

a. Pembelian bahan baku : Rp. 200.000


b. Pembelian Alat : Rp. 100.000
3. Biaya Operasional (tetap)

a. Biaya Listrik : Rp. 50.000

Rekapitulasi Biaya
1. Biaya Promosi : Rp. 50.000
2. Biaya Modal Awal : Rp. 300.000
3. Biaya Operasional : Rp. 250.000
Total Pengeluaran : Rp. 600.000

C. PROYEKSI PENDAPATAN (ASUMSI)


Pendapatan per hari : 10 roti x Rp. 5000,- = Rp. 50.000,-
*Keuntungan 1 roti adalah Rp. 5000
Pendapatan Keseluruhan selama 22 hari : 22 x 50.000 = Rp. 1.100.000
*Operasional penjualan (1 bulan adalah 22 hari)
Diasumsikan dari proyeksi pendapatan diatas, maka pendapatan bersih setiap bulan
dari usaha Roti Goreng ini adalah sebesar Rp.1.100.000. Pendapatan bersih Rp.
1.100.000 ini tidaklah selalu berjumlah seperti itu tiap bulannya. Adakalanya
penjualan meningkat pada saat-saat tertentu seperti ketika musim ujian di kampus,
banyak mahasiswa yang tidak sempat sarapan di rumah. Oleh karena itu kami
menyimpulkan bahwa pendapatan sebesar Rp. 1.100.000 itu adalah pendapatan
yang paling terendah tiap bulannya.

D. ANALISA TITIK IMPAS


Dalam menghitung analisis titik impas ini, kita terlebih dahulu menentukan jumlah
investasi awal. Investasi awal dapat kita peroleh dari jumlah biaya tetap ditambah
jumlah biaya total variable.
Kemudian setelah diketahui jumlah total nilai investasi awal maka selanjutnya kita
menentukan pendapatan bersih setiap bulannya. Disini kita menggunakan nilai
asumsi pendapatan bersih terendah setiap bulannya.
Investasi awal : Biaya tetap + Biaya variable
: Rp. 250.000 + Rp. 350.000
: Rp. 600.000
Untuk mengetahui Analisa Titik Impas adalah digunakan untuk memperkirakan
seberapa cepat modal yang sudah dikeluarkan dalam usaha Roti Goreng ini segera
dapat kembali kepada para pemegang saham seutuhnya. Semakin cepat
kembalinya modal kepada para pemegang saham, maka semakin bagus investasi
dalam usaha Roti Goreng ini. Apabila semakin lama kembalinya modal dalam usaha
Roti Goreng ini maka diperlukan untuk berfikir kembali apabila ingin meneruskan
usaha Roti Goreng tersebut. Suatu usaha dengan jumlah modal tertentu apabila
pengembalian modalnya cukup lama, maka para investor akan kehilangan suatu
peluang yang dinamakan dengan peluang kesempatan. Peluang kesempatan
tersebut adalah peluang lain untuk para pemegang saham ketika sebelum membuka
usaha Roti Goreng tersebut. Bisa kita ambil contoh daripada uang pemegang saham
digunakan untuk berbisnis lebih baik disimpan di Bank saja, hasilnya lebih jelas tiap
bulannya walaupun keuntungannya tidak seberapa.
Analisa titik impas tersebut adalah:
Pendapatan / modal = Rp. 1.100.000 / Rp. 600.000
= 1.8 bulan atau 2 bulan
Jadi uang para pemegang saham akan kembali dalam jangka waktu 2 bulan setelah
investasi awal dilakukan. Sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan
mengingat angka diatas adalah masih mengambil asumsi pendapatan bersih
terburuk.

KESIMPULAN
Setelah melalui pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa usaha
dari Roti Goreng ini sudah sangat layak untuk dijalankan. Dalam cara
menjalankannya pun terlihat tidak terlalu sulit, sehingga proses penjualannya pun
tidak terlalu memakan waktu dan fikiran terlalu banyak. Setelah itu, modal yang
diperlukan untuk menjalankan usaha Roti Goreng ini pun tidak terlalu banyak,
sehingga tidak akan terlalu menyulitkan kegiatan belajar mahasiswa. Waktu
pelaksanaannya pun dilakukan sebelum jam perkuliahan dimulai.
Akhir kata, besar pengharapan kelompok kami untuk memperoleh keuntungan
dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa dalam kelas entrepreneur ini.
Karena setelah dilakukan penghitungan, ternyata keuntungan yang didapatkan dari
program ini selain manfaat pengetahuan, relasi, kita juga memperoleh keuntungan
dalam bentuk materi. Materi tentunya adalah suatu hal yang sangat berharga,
apalagi apabila materi tersebut diperoleh oleh mahasiswa yang masih belum
memiliki penghasilan sama sekali.

PENUTUP
Laporan Akhir Proposal Wirausaha ini dibuat untuk tugas akhir Mata kuliah
pengetahuan bisnis yang terdiri dari tujuh poin penting berupa tugas yang diberikan
oleh dosen pembimbing. Penulisan proposal akhir proyek wirausaha juga bertujuan
untuk penilaian objektif kewirausahaan agar dapat memberikan nilai akhir yang akan
diperoleh oleh mahasiswa baik secara individu.
Penulis sudah menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan dan sangat
merasakan manfaat dari tugas yang diberikan, yaitu penulis dapat mengetahui cara
berwirausaha, membuat artikel atau jurnal ilmiah, dan dapat melakukan poster
session. Kemudian manfaat yang lebih penting adalah membuat penulis menjadi
lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan serta kehadiran pada
perkuliahan.
Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya
kepada Dosen pembimbing yang telah membimbing dan semua pihak yang turut
membantu menyelesaikan proposal akhir proyek wirausaha ini.