Anda di halaman 1dari 2

E.

Manifestasi klinik
Tanda dan gejala tonsilitis seperti demam mendadak, nyeri tenggorokan,
ngorok, dan kesulitan menelan (Smeltzer, 2001). Sedangkan menurut Mansjoer
(2000) adalah suhu tubuh naik sampai 40◦C, rasa gatal atau kering di tenggorokan,
lesu, nyeri sendi, odinofagia (nyeri menelan), anoreksia, dan otalgia (nyeri telinga).
Bila laring terkena suara akan menjadi serak. Pada pemeriksaan tampak faring
hiperemisis, tonsil membengkak, hiperemisis.

Berdasarkan penyebab
Tonslitis Viral
Menyerupai common cold yang disertai dengan nyeri tenggorok. Pada pemeriksaan rongga mulut
tampak luka luk kecil pada palatum dan tonsil

Terapi
Istirahat, Minum cukup, analgetika, diberikan jika gejala berat

Tonsillitis bakterialis
Gambaran detritus , Detritus merupakan kumpulan leukosit bakteri yang mati dan epitel terlepas,
Secara klini detritus akan mengisi kriptus tonsil dan tampak sebagai bercak kuning

Gejala dan tanda


Masa inkubasi 2-4 hari. Ditemukan gejala nyeri tenggorok dan nyeri saat menelan demam dengan
suhu yang tinggi rasa lesu, neri pada sendi sendi, tidak nafsu makan, nyeri ditelinga disebabkan
nyeri alih (reffered pain) melalui saraf n IX Glosofaringeus.
Pada pemeriksaan tampak tonsil membengkak, hiperemis dan terdapat detritus berbentuk folikel,
lacuna atau tertutup membrane semu.
Pembengkakan kelenjar submandibular dan nyeri tekan

Terapi.
Antibiotic spektrum luas penisilin, eritromisin. Antipiretik dan obat kumur yang mengandung
desinfektan

Komplikasi
Pada anak sering menimbulkan komplikasi otitis media akut, sinusitis, abses peritonsil (quincy
throat), abses parafaring, bronchitis, glomerulus nefritis akut, miokarditis, artritis, serta septicemia
akibat infeksi v. Jugularis Interna (sindrom lemierre)

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan pasien tonsilitis secara umum :
1.Jika penyebab bakteri, diberikan antibiotik peroral (melalui mulut) selama 10 hari,
jika mengalami kesulitan menelan, bisa diberikan dalam bentuk suntikan.
2.Pengangkatan tonsil (Tonsilektomi) dilakukan jika:
a.Tonsilitis terjadi sebanyak 7 kali atau lebih / tahun.
b.Tonsilitis terjadi sebanyak 5 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 2 tahun.
c.Tonsilitis terjadi sebanyak 3 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 3 tahun.
d.Tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.
Penatalaksanaan pasien tonsilitis menurut Mansjoer (2000) adalah :
1.Penatalaksanaan tonsilitis akut :
a.Antibiotik golongan penicilin atau sulfanamid selama 5 hari dan obat kumur
atau obat isap dengan desinfektan, bila alergi dengan diberikan eritromisin atau
klidomisin.
b.Antibiotik yang adekuat untuk mencegah infeksi sekunder, kortikosteroid untuk
mengurangi edema pada laring dan obat simptomatik.