Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

Bhia, M.B., 2011, Evaluasi Penggunaan Artesunat Amodiakuin dan


Dihidroartemisinin piperakuin pada pengobatan malaria falciparum tanpa
komplikasi di Purworejo, Tesis, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta.
Dahlan, M. S., 2010, Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam
Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, Penerbit Salemba Medika, Jakarta.
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian, dan Alat Kesehatan: Depkes RI, 2008,
Buku Saku Pelayanan Kefarmasian Untuk Penyakit Malaria, Jakarta,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan : Depkes
RI, 2008, Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia, Jakarta,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan Kota Sorong, 2011, Profil Kesehatan Kota Sorong tahun 2011,
Sorong, Dinas Kesehatan Kota Sorong.
Gargano, N., Ubben, D., Tommasini, S., Bacchieri, A., Corsi, M., Bhattacharyya,
P., et.al., 2012, Therapeutic efficacy and safety of dihydroartemisinin-
piperaquine versus artesunate-mefloquine in uncomplicated Plasmodium
falciparum malaria in India, Malaria Journal, 11:233
Goldsmith RS, 1994, obat-obat antiprotozoa , dalam: Farmakologi Dasar dan
Klinik, Edisi VI, ED. Bertram G. Katzung. Hal:813-834. Penerbit buku
Kedokteran EGC, Jakarta.
Gunawan, C.,A., 2009, ‘Obat Anti Malaria’ dalam P.N., Harijanto, Malaria Dari
Molekuler Ke Klinis, Edisi 2, Ed P.N., Harijanto, 2009, Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta, pp 118-144.
Gunawan S, 2000, Epidemiologi malaria Dalam Malaria, Epidemiologi,
pathogenesis, manifekstasi klinis & penanganan, Ed Harijanto PN, 2000,
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

59
Harijanto, PN, 2000, Gejala klinik Malaria Dalam Malaria, Epidemiologi,
patogenesis, manifekstasi klinis & penanganan, Ed P.N Harijanto, 2000,
cetakan I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Harijanto, P.,N., 2009, Pengobatan Malaria Tanpa Komplikasi (Ringan) Dalam
Malaria dari Molekuler ke Klinis, Ed P.N., Harijanto, 2009, Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta, pp 145-155.
Hasan, 2006, Rasio Efektifitas Biaya Obat Antimalaria Kombinasi Artesunate +
Amodiakuin Dan Kombinasi Sulfadoksin + Pirimetamin Dalam Terapi
Malaria Falsiparum, Disertasi Program Doktor UI cit. Departemen
Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian, dan Alat Kesehatan,
2008, Buku Saku Pelayanan Kefarmasian Untuk Penyakit Malaria,
Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Hasugian, A.R., Purba, H.L.E., Kenangalem, E., Wuwung, R.M., Ebsworth, E.P.,
Maristela, L., et. al., 2007, Dihydroartemisinin-Piperaquine versus
Artesunate-Amodiaquine: Superior Efficacy and Posttreatment
Prophylaxis against Multidrug-Resistant Plasmodium falciparum and
Plasmodium vivax Malaria. Clinic Infect Dis., 44(8): 1067-1074.
Hughes, C., R. Tucker, B., Bannister, and DJ Bradley, 2003, Malaria Prophylaxis
for Long-term Travellers, Vol 6 No 3, Communicable Disease and Public
Health, 200-8.
Kementerian Kesehatan RI, 2011, Epidemiologi Malaria di Indonesia, Buletin
Jendela Data dan Informasi Kesehatan Edisi I.1:1-16.
Laihad F.J., dan Gunawan S., 2000, ‘Malaria di Indonesia’ dalam P.N. Harijanto,
Malaria: Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis & Penanganan,.
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta, pp 17-25.
Laihad, F.J. dan Arbani, P.R., 2009, ‘Situasi Malaria di Indonesia dan
Penanggulangannya’ dalam P.N., Harijanto, Malaria dari molekuler ke
klinis, edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp 1-16.
Lameshow S., Hosmer Jr. D. W., Klar J., Lwanga S.K., 1997, Besar Sampel
Dalam Penelitian Kesehatan, translated from English by Dibyo Pramono,
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

60
Kementerian Kesehatan, 2009, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia,
Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Prabowo, A., 2004, Malaria, Mencegah dan Mengatasinya, Puspa Swara, Jakarta.
Purwaningsih, S., 2000, ‘Diagnosis Malaria’ dalam P.N. Harijanto, Malaria:
Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Penanganan, Penerbit
Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp 185-93.
Siswantoro, H., Avrina, R., Risniati Y., Tjitra E., 2011, efikasi dan keamanan
dihidroatemisinin-piperakuiin (DHP) pada penderita malaria falciparum
tanpa komplikasi di Kalimantan dan Sulawesi, Media Litbang Kesehatan,
Volume 21 Nomor 3
Sucipto, C.D., 2011, Vektor Penyakit Tropis, Gosyen Publising,Yogyakarta.
Susana, D., 2011, Dinamika Penularan Malaria, UI Press, Jakarta.
Tjai, T.H., dan Rahardja, K., 2007, Obat-Obat Penting Khasiat dan Efek-Efek
Sampingnya, 4th , Gramedia, Jakarta.
Tjitra, E., 2004, Pengobatan Malaria dengan Kombinasi Artemisinin, makalah
dipresentasikan dalam Simposium nasional Pengendalian Malaria di
Surabaya, tgl 29-30 Nov 2004.
Tjitra E, 2005, Pengobatan Malaria dengan Kombinasi Artemisinin, Badan
Litbangkes, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Tjitra, E., Hasugian, A.R., Siswantoro, H., Prasetyorini, B., Ekowatiningsinh, R.,
Yusnita, E.A., et.al., 2012, Efficacy and safety of artemisinin-
naphthoquine versus dihydroartemisinin-piperaquine in adult patients with
uncomplicated malaria: a multi-centre study in Indonesia, Malaria
Journal, 11:153
Tjokrosonto S, 1990, Resistensi terhadap obat Antimalaria di Indonesia, Lembaga
Penelitian UGM, Yogyakarta.
White, N. J., and Breman, JG., 2010, Malaria in Dennis L. Kasper and Anthony
S. Fauci, 2010, Harrison’s: Infectious Disease, McGraw-Hill companies
Inc, US., pp 1077-97.

61
World Health Organization, 2005, Susceptibility Of Plasmodium Falciparum To
Antimalarial Drugs: Report On Global Monitoring 1996-2004, World
Health Organization Press, Geneva, Switzerland.
World Health Organization, 2006, Guidelines for Treatment of Malaria, World
Health Organization Press, Geneva, Switzerland.
World Health Organization, 2010, Guidelines for Treatment of Malaria, 2nd
edition, World Health Organization Press, Geneva, Switzerland.
World Health Organization, 2010, Global report on Antimalarial drug Efficacy
and Drug Resistance: 2000-2010, World Health Organization Press,
Geneva, Switzerland.

62