Anda di halaman 1dari 12

“CRITICAL BOOK REPORT”

DASAR DASAR PENGUKURAN

Dosen Pengampu :
Drs. Sorgang Siagian, MPd

Disusun :
Vania Lasma ida br Siagian

5173311018

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadiran TUHAN yang telah memberikan


rahmat serta karuniaNya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan
crtical book review ini yang tepat pada waktunya yang berjudul “Dasar - dasar
pengukuran ‘’.Tidak lupa Penulis juga berterima kasih kepada berbagai pihak
yang telah membantu menyelesaikan tugas ini.

Critical book review ini berisikan tentang informasi ilmu ukur tanah.
Penulis sebagai penyusun critical book review ini agar dapat memberikan
informasi kepada kita semua tentang apa itu ukur tanah

Penulis menyadari bahwa crtical book review ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu Penulis harapkan demi kesempurnaan critical book review ini.

Akhir kata, Penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah berperan serta dalam penyusunan critical book review ini dari awal sampai
akhir. Semoga TUHAN senantiasa meridhoi segala usaha kita.Amin.

Medan, 12 Oktober 2017

Penulis

i|Page
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii

DAFTAR ISI .............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1

1.1 LATAR BELAKANG .................................................................................... 1

1.2 TUJUAN ......................................................................................................... 1

1.3 MANFAAT ..................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................ 3

2.1 INDETITAS BUKU ...................................................................................... 3

2.2 RINGKASAN PERBAB ................................................................................ 4

2.3 KEUNGGULAN, KELEMAHAN DAN PERBEDAAN ............................ 24

BAB III PENUTUP ................................................................................................... 26

3.1 KESIMPULAN ............................................................................................ 26

3.2 SARAN ........................................................................................................ 26

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 27

ii | P a g e
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Ilmu ukur tanah merupakan ilmu terapan yang mempelajari dan menganalisis
bentuk topografi permukaan bumi beserta obyek-obyek di atasnya untuk
keperluan pekerjaan pekerjaan konstruksi. Ilmu Ukur Tanah menjadi dasar bagi
beberapa mata kuliah lainnya seperti rekayasa jalan raya, irigasi, drainase dan
sebagainya.

Dalam kegiatan hibah pengajaran ini. Misalnya semua pekerjaan teknik sipil
tidak lepas dari kegiatan pengukuran pekerjaan konstruksi seperti pembuatan jalan
raya, saluran drainase, jembatan, pelabuhan, jalur rel kereta api dan sebagainya
memerlukan data hasil pengukuran agar konstruksi yang dibagun dapat
dipertanggungjawabkan dan terhindar dari kesalahan konstruksi. Ilmu ukur tanah
atau Geodesi bertujuan mengukur bagian-bagian dari permukaan bumi, kalau
panjang bagian tidak melebihi kira-kira 50 km, maka pekerjaan tersebut disebut
Geodesi rendah.

Pada Geodesi rendah yang dipentingkan hanya penentuan titik-titik dari


tingkat rendah, sehingga titik itu dapat dibayangkan dan digambarkan pada suatu
bidang datar yaitu peta.

1.2 TUJUAN

Untuk mengetahui apa itu ilmu ukur tanah, bagaimana cara kerjannya, apa saja
alat yang digunakan, bagaimana cara kerja di lapangan dan bagaimana cara
menggunakannya.

1|Page
1.3 MANFAAT

Kita jadi tahu apa dari pengertian ilmu ukur tanah, ilmu ukur tanah adalah
sebuah metode pengukuran titik-titik dengan memanfaatkan jarak dan sudut di
antara setiap titik tersebut pada suatu wilayah dengan cermat.

Berbagai titik tersebut biasanya adalah permukaan bumi dan digunakan untuk
membuat sebuah peta, batas wilayah suatu lahan, lokasi konstruksi, dan tujuan
lainnya.

2|Page
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 INDENTITAS BUKU

Buku utama :

Judul buku : Ilmu dan Alat Ukur Tanah

Pengarang :Ir. Heinz Frick

Penerbit : Kanisius

Tahun terbit :1979

Kota terbit : Jakarta

Tebal Buku :178 halaman

Ukuran : 18x25 cm

ISBN : 979-413-230-6

3|Page
Buku Kedua (Buku pendamping) :

Judul buku : Teori dan Praktek Ukur Tanah

Pengarang :Muchidin noon dan D.Hidayat

Penerbit : Depenbud

Tahun terbit :1979

Kota terbit : Jakarta

Tebal Buku :105 halaman

4|Page
2.2 RINGKASAN BAB I

BAB I Pengukuran dengan alat penyipat datar.

1.1 Pengetahuan dasar

Menyipat datar adalah menentukan atau mengukur beda tinggi antara dua titik
atau lebih. Ketelitian penentuan ukuran tergantung pada alat-alat yang digunakan
serta pada ketelitian pengukuran dan yang dapat dilaksanakan. Biasanya kayu
sipat merupakan alat pertolongan yang paling sederhana pada penentuan beda
tinggi beberapa titik tertentu.

1.2. Alat penyipat datar

Jikalau kita ingin menentukan beda tinggi pada jarak jauh dengan teliti.
Garis bidik harus kita tentukan dengan suatu alat bidik yang teliti tanpa ada
paralaks dan untuk membaca mistar diperlukan sebuah teropong. Atas dasar dua
ketentuan ini dikonstruksikan semua alat penyipat datar.
Alat-alat penyipat datar yang sederhana terdiri dari sebuah teropong
dengan garis bidiknya (garis vizier) dapat dibuat horizontal dengan sebuah nivo
tabung. Untuk mencari sasaran sembarang feliling alat perryipat datar, maka
teropong dan niveau tabung dapat di sumbu pertama yang dapat diatur pada tiga
sekrup pendatar. dengan sekrup penyetel fokus bayangan rambu ukur dapat
disetel. Dengan sekrup penggerak horisontal bayangan dapat disetel tajam.

1.3 Memeriksa dan mengatur alat peyipat datar.

Statif (kaki tiga) dibuat dari kayu yang kering dan dicat kuning dihubung
kan dengan alat-alat sambungan besi. Karena oleh pengaruh iklim dan suhu
sambungan - sambungan tsb, mungkin sedikit longgar. Walaupun mungkin alat
penyipat datar dalam keadaan baik, hasil atau nilai sipatan menjadi buruk jikalau
statif itu goyah.

Karena itu semua baut dan mur nemikian rupa, sehingga kaki yang dibuat
dari kayu menjadi kaku pada sambungan kepala dan baut memungkinkan
penyetelan kekerasan penggerak engsel antara kaki tiga dan kepalanya.

5|Page
Pada alat penyipat datar kita lakukan 'pengaturan nivo' hanya jikalau
kesalahan yang terjadi begitu besar, sehingga mengganggu bayangan. Kesalahan
yang kecil dapat diabaikan atas dasar peraturan yang masuk akal.

1.4. Teknik Penyipatan datar

Cara ini juga dapat dinamakan 'menyipat datar dari tengah-tengah dan
dapat dilakukan sebagai pengetahuan dasar pada menyipat datar memanjang. Bila
kita ingin mengetahui tinggi titik-titik yang diletakkan di sekitar titik yang
ditempati oleh alat penyipat datar kita menyipat datar pada bidang.

1.5. Menyipat datar memanjang

Cara menyipat datar ini sering dilakukan pada jarak yang jauh. Pada peristiwa ini
kita harus merakukan kontror yang mantap. Kontrol ini tidak hanya menemukan
kekeliruan dalam pembacaan melainkan juga membuktikan ketelitian penguku ran
- pengukuran kita.

Jikalau kita tidak mengetahuitinggi dua titik yang berjauhan jaraknya.


Maka kita menyipat datar bolak-balik. Hasil pengurangan jumlah R dan jumlah V
sebetulnya harus menjadi nol. Tetapi pada prakteknya akan selalu terjadi
perbedaan kecil. Kesalahan akhir ini terdiri dari kesalahan yang sistematis dan
kesalahan yang kebetulan, kesalahan-kesalahan yang tidak dapat dihindarkan.

1.6. Menyipat datar Pada bidang

Jikalau kita ingin mengetahui keadaan tinggi rendahnya suatu daerah dapat
kita menyipat sebanyak mungkin titik-antara sekeliling alat penyipat datar.

Pada nivo tabung yang horisontal garis bidik pada waktu teropong diputar
pada sumbu pertama membentuk suatu bidang yang horisontal pada tinggi garis
bidik. Tinggi garis bidik kita dapatkan dengan menjumlahkan tinggi titik P dengan
tinggi alat penyipat datar J.Jikalau kita kemudian mengurangi hasil ini dengan
misalnya pembacaan rambu ukur V2, maka hasil pengurangannya menjadi tinggi
titik-titik dsb. Titik-titik dengan tinggi diatas bidang tinggi garis bidik tidak dapat

6|Page
diukur. Garis potong bidang tinggi garis bidik atau suatu bidang horisontal lain
dengan lapangan yang miring kita namakan garis-garis kontur.

2.3 KEUNGGULAN, KELEMAHAN DAN PERBEDAAN

KEUNGGULAN BUKU :

Materi yang disampaikan kedua buku cukup jelas, kedua buku cukup mendetail
dalam isi dan materi yang disampaikan. Buku Heinz frick covernya berwarna biru
sehingga menarik untuk dilihat,

KELEMAHAN BUKU :

Buku Muchidin berwarna coklat putih, bukunya kurang menarik dilihat,


mungkin karena sudah lama, isi dari buku Muchidin pun bayak bersalahan dalam
kata-kata sehingga pembaca kebanyakan sulit memahami isinya. Sedangkan buku
Heinz tidak diberi tahu definisi – definisi yang mendetail tentang ilmu ukur tanah.

PERBEDAAN KEDUA BUKU :

Buku Ilmu dan alat ukur tanah dari Heinz Freick dan Teori dan praktek ukur tanah
dari Muchidin, memiliki perbedaan yaitu buku Heinz kurang banyak memberikan
apa saja alat-alat ukur tanah, sedangkan buku Muchidin banyak memberikan
contoh alat tapi alatnya tidak nyata maksud dari tidak nyata ialah cuman sketsa
saja jadi para pembaca tidak paham bagaimana bentuk asli dari alat tersebut.

7|Page
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Menjelaskan tentang pemahaman apa definisi dari alat penyipat datar, kita
juga dapat mengetahui apa saja alat-alat penyipat datar, mengatur dan memeriksa
alat penyipat datar, teknik penyipat datar, menyipat datar memanjang dan meyipat
datar pada bidang. Alat penyipat datar ada beberapa yaitu : waterpass, rambu
ukur, dll. Fungsi dari alat ini ialah untuk membuat peta lokasi suatu bagunan.

3.2 Saran

Semoga dengan penulisan critical book review ini dapat bermanfaat dan
dijadikan sebagai modal dalam mempelajari ilmu ukur tanah sebagai cara untuk
membuat peta situasi.

8|Page
DAFTAR PUSTAKA

Frick,Heinz,1979. lmu dan Alat Ukur Tanah. Jakarta. Kanisius

9|Page