Anda di halaman 1dari 3

Jawaban

1. /…..
a. Secara kimia antiok adalah senyawa pemeri elktron. Secara biologis antik
mrupakan snywan menghabat radikal reaksi oksidasi dengan pengikat radikal
bebas dan molekuler sangat reaktif. Antiok bekerja dengan cara mendonorkan
serta elktronnya kepada senywa yang bersifat oksidan sehingga aktivitas
senywa oksidan dpat dihambat.
b. radikal bebas (free radical) adalah atom, molekul atau senywa yang dapat
berdiri sendri yang mempunyai elektron tidak berpasangan. Oleh krn itu sngt
brsifat reaktf dan tdk stabil elektron yang tidak berpasngan slain berusaha
untuk mencara pasangan sehingga mudah beraksi dg zat dalam tubuh
2. Mekanisme antioksidan
a. Antioksidan primer bekerja untuk mencegah pembentukan senyawa radikal
baru, yaitu mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang
berkurang dampak negatifnya sebelum senyawa radikal bebas yang telah
terebntuk menjadi lebih stabil dan kurang reaktif dgn memutus reaksi berantai
dan istilah lain antikosidan adalah (chain-breaking antioxidant)
b. Antioksidan sekunder dengan cara memotong reaksi oksidasi berantai dar
radikal bebas atau dengan cara menangkap radikal bebas
c. Antiksidan tersier enzim-enzim befungsi dalam perbaikan biomulekulel yang
rusak akibat aktivitas radikal bebas kerusakan DNA akibat radikal bebas
dapat dicirikan oleh rusaknya single atau doble pada gugus
3. Metode………………
a. Metode peredaman radikal 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH)
Metode peredaman radikal 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH) didasarkan
pada reduksi dari radikal bebas dpph yang berwarna oleh radikal bebas.
Prosedur ini melibatkan pengukuran penurunan serapan DPPH pada panjang
gelombang maksimalnya, yang sebanding terhadap konsentrasi penghambat
radikal bebas yang ditambahkan ke larutan reagen DPPH. Aktivitas tersebut
dinyatakan sebagai konsentrasi efektif (effective concentration), EC50atau
(inhibitory concentration), IC50 (Amelia, 2011).
b. Metode reducing power
metode ini berprinsip pada kenaikan serapan dari campuran reaksi.
Peningkatan pada serapan menunjukkan peningkatan pada aktivitas
antioksidan Peningkatan pada serapan campuran reaksi
c. Metode uji kapasitas serapan radikal oksigen (ORAC)
Prosedur analisis ini mengukur kemampuan antioksidan dari makanan,
vitamin, suplemen nutrisi atau bahan kimia lainnya terhadap radikal bebas.
Uji ini dilakukan dengan menggunakan trolox (analog vitamin E)
sebagai standar untuk menentukan trolox ekuivalen (TE). Nilai ORAC
kemudian dihitung dari TE dan ditunjukan sebagai satuan atau nilai
ORAC. Semakin tinggi nilai ORAC, semakin besar kekuatan
antioksidannya (Amelia, 2011).
d. Metode tiosianat
Aktivitas antioksidan sampel dengan metode tiosianat ditunjukkan dengan
kekuatan sampel dalam menghambat peroksidasi asam linoleat. Jumlah
peroksida yang terbentuk diukur secara tidak langsung dengan
pembentukan kompleks ferritiosianat yang berwarna merah (Amelia, 2011).
e. Uji dien terkonjugasi
Prinsip dari uji ini adalah bahwa selama oksidasi asam linoleat, ikatan
rangkap dirubah menjadi ikatan rangkap terkonjugasi yang mana
dikarakterisasi oleh serapan UV kuat pada 234 nm. Aktivitas
diekspresikan dengan konsentrasi penghambatan (inhibitory
concentration), IC50 (Amelia, 2011)
4. LC50 Aktivitas antioksidan ditunjukan dg nilai LC50. Nilai LC50 mrupakan
nilai konsentrasi 50% ativitas radikal bebas