Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH

AKUNTANSI MANAJEMEN
“KONSEP BIAYA”

DISUSUN OLEH

1. REZKY PUTRI ANDIYANI A21115507


2. WARDAH NURDIN A21115332
3. RADEN WICHAKSONO MK A21115308
4. ANDI MUH DHAIFULLAH DZAKY A21115504

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Sistem
Harga Pokok Pesanan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Kami
berterima kasih kepada dosen pembimbing pada mata kuliah Akuntansi manajemen
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai sistem harga pokok pesanan, perhitungan harga pokok
pesanan, serta industri manakah yang cocok menggunakan harga pokok pesanan. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Makassar, Februari 2017

Penyusun Kelompok 4

2
DAFTAR ISI

hal

Bab I

1.1 Latar belakang ………………………………………………………………. 3

1.2 Rumusan masalah …………………………………………………………… 3

Bab II

2.1 Konsep-Konsep Biaya ……………………………………………………… 4

2.2 Klasifikasi Umum Biaya …………………………………………………… 5

2.3 Biaya Produk vs Biaya Periodik ………………………...…………………. 7

2.4 Klasifikasi Biaya untuk Memprediksi Perilaku Biaya …………………….. 8

2.5 Klasifikasi Biaya untuk Pembebanan Biaya ke Objek Biaya ……………...10

2.6 Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan ………………………….11

Bab III

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………... 15

3.2 Saran ………………………………………………………………………..15

Daftar Pustaka ………………………………………………………………….16

3
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pemahaman terhadap konsep biaya memerlukan analisis yang hati-hati
terhadap karekteristik dari transaksi yang berkaitan dengan biaya. Ada elemen
laporan lain yang sifatnya hampir sama dengan biaya namun sebaiknya tidak
dimasukkan sebagai komponen biaya. Karekteristik biaya dapat dipahami dengan
mengenali batasan atau pengertian yang berkaian dengan biaya.
Dengan pemahaman seperti ini, transaksi yang berkaitan dengan biaya dapat
dengan mudah diidetifikasi sehinnga dapat disajikan dengan benar dalam laporan
keuangan. Dalam makalah ini akan membahas tentang cost yang sebagai dasar
pencatatan nilai dalam akuntansi pada tahap pembebanan.
Dimana pada materi Konsep Biaya mencakup klasifikasi umum biaya terdiri
dari Biaya Produksi dan Biaya Nonproduksi, perbedaan biaya produk dan biaya
periodic, klasifikasi biaya untuk memprediksi perilaku biaya, Klasifikasi Biaya
untuk pembebanan Biaya ke Objek Biaya, Klasifikasi Biaya untuk pengambilang
keputusan.

1.2 Rumusan Masalah


Pada materi Konsep Biaya kita harus dapat mengetahui
1. Perbedaan antara biaya produk dan biaya periodic
2. Bagaimana pola perilaku biaya termasuk biaya variabel, biaya tetap, dan
biaya semivariabel
3. Perbedaan antara biaya langsung dan tak langsung
4. Pengklasifikasi biaya yang digunakan dalam mengambil keputusan

4
BAB II
Pembahasan
2.1 Konsep-Konsep Biaya
Konsep biaya telah berkembang sesuai kebutuhan akuntan, ekonom, dan
insinyur. Akuntan telah mendefinisikan biaya sebagai “nilai tukar, pengeluaran,
pengorbanan pada saat akuisisi oleh penyusutan saat ini atau di masa yang akan
datang dalam bentuk kas atau aktiva lain”
Sering kali istilah biaya (cost) digunakan sebagai sinonim dari beban
(expense). Tetapi, beban dapat didefinisikan sebagai aliran keluar terukur dari
barang dan jasa, yang kemudian ditandingkan dengan pendapatan untuk
menentukan laba, atau sebagai penurunan dalam aktiva bersih sebagai akibat dari
penggunaan jasa ekonomis dalam menciptakan pendapatan atau pengenaan pajak
oleh badan pemerintah. Beban diukur dengan nilai penurunan dalam aktiva atau
peningkatan dalam utang yang berkaitan dengan produksi atau penyerahan barang
dan jasa. Beban dalam arti luas termasuk semua biaya yang sudah habis masa
berlakunya yang dapat dikurangkan dari pendapatan..
Untuk membedakan antara biaya dan beban, bayangkan pembelian bahan baku
secara tunai. Karena aktiva bersih tidak terpengaruh, tidak ada beban yang diakui.
Sumber daya perusahaan hanya diubah dari kas menjadi persediaan bahan baku.
Bahan baku tersebut dibeli dengan biaya tertentu, tetapi belum menjadi beban.
Ketika perusahaan kemudian menjual bahan baku tersebut yang sudah diolah
menjadi barang jadi, biaya dari bahan baku dibukukan sebagai beban di laporan
laba rugi. Setiap beban adalah biaya, tetapi tidak setiap biaya adalah beban;
contohnya saja, aktiva adalah biaya, tetapi bukan (belum menjadi) beban.
Istilah biaya menjadi lebih spesifik bila deskripsinya dimodifikasi menjadi
biaya langsung, biaya utama (prime cost), biaya konversi, biaya tidak langsung,
biaya tetap, biaya variable, biaya terkendali (controllable cost), biaya produk, biaya
periode, biaya bersama (joint cost), biaya estimasi, biaya standar, biaya tertanam
(sunk cost), atau biaya tunai (out of pocket). Setiap modifikasi mengimplikasikan
atribut-atribut tertentu yang penting dalam pengukuran biaya. Setiap biaya tersebut
dicatat dan diakumulasikan saat manajemen membebankan biaya ke persediaan,
menyiapkan laporan keuangan, merencanakan dan mengendalikan biaya, membuat
perencanaan dan keputusan strategis, memilih diantara alternative, memotivasi

5
karyawan, dan mengevaluasi kinerja. Akuntan yang terlibat dalam perencanaan dan
pengambilan keputusan harus bekerja dengan biaya masa depan, biaya penggantian
(replacement costs), biaya diferensial (differential costs), dan biaya oportunitas
(opportunity costs), di mana tidak satupun dari biaya-biaya tersebut dilaporkan
dalam laporan keuangan eksternal.
2.2 Klasifikasi Umum Biaya
2.2.1. Biaya Produksi
Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan
produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan
biaya overhead pabrik (Amin Widjaya Tunggal, 1993:1)
a. Bahan baku (direct materials)
Bahan (materials) dibedakan menjadi bahan baku dan bahan penolong
(indirect materials). Bahan baku adalah semua bahan yang dapat
diidentifikasikan dengan produk jadi, yang dapat ditelusur ke produk jadi,
dan yang merupakan bagian terbesar dari biaya produksi. Bahan penolong
adalah semua bahan yang bukan termasuk bahan baku.
b. Tenaga kerja langsung (direct labor)
Tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja langsung (direct labor)
dan tenaga kerja tidak langsung (indirect labor). Tenaga kerja langsung
adalah semua tenaga kerja yang melaksanakan proses produksi yang dapat
ditelusur ke produk jadi dan merupakan bagian terbesar dari biaya tenaga
kerja. Tenaga kerja tidak langsung adalah semua tenaga kerja yang tidak
dapat dipertimbangkan sebagai biaya tenaga kerja langsung.
c. Overhead pabrik (factory overhead)
Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja langsung. Oleh karena itu, biaya overhead
pabrik terdiri atas biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung,
dan biaya produksi tidak langsung lainnya.

2.2.2 Biaya Non Produksi


Biaya nonproduksi adalah biaya yang berkaitan dengan fungsi desain,
pengembangan, pemasaran, distribusi, layanan pelanggan, dan
administrasi umum. Biaya nonproduksi sering dibagi dalam dua kategori

6
umum: biaya penjualan yang mencakup biaya pemasaran, distribusi,
layanan pelanggan; dan biaya administrasi yang mencakup biaya desain,
pengembangan, dan administrasi umum.
(1) Biaya Pemasaran
Adalah meliputi semua biaya dalam rangka melaksanakan kegiatan
pemasaran atau kegiatan untuk menjual barang dan jasa perusahaan
kepada para pembeli sampai dengan pengumpulan piutang menjadi
kas, meliputi :
1. Biaya untuk Menimbulkan Pesanan
a. Biaya fungsi promosi dan advertensi.
b. Biaya fungsi penjualan.
2. Biaya untuk Melayani Pesanan
a. Biaya fungsi penggudangan dan penyimpanan produk selesai.
b. Biaya fungsi pengepakan dan pengiriman.
c. Biaya pemberian kredit dan penagihan piutang.
d. Biaya fungsi administrasi penjualan.
(2) Biaya Administrasi dan Umum
Meliputi semua biaya dalam rangka melaksanakan fungsi
administrasi dan umum yaitu biaya perencanaan, penentuan strategi
dan kebijaksanaan, pengarahan, dan pengendalian kegiatan agar
berdaya guna dan berhasil guna, meliputi :
a. Biaya direksi dan staf.
b. Biaya fungsi akuntansi.
c. Biaya fungsi keuangan.
d. Biaya fungsi personalia.
e. Biaya fungsi humas dan keamanan.
f. Biaya fungsi administrasi dan umum lainnya.
(3) Biaya Finansial
Yaitu semua biaya dalam rangka melaksanakan fungsi finansial
maksudnya fungsi pemenuhan dana yang diperlukan oleh
perusahaan, misalnya :
a. Biaya bunga.
b. Biaya penerbitan obligasi.
c. Biaya finansial lain.
7
2.3 Biaya Produk vs Biaya Periodik
Umumnya, biaya (cost) diakui sebagai beban (expense) dilaporan laba rugi
dalam periode dimana pendapatan diakui. Contohnya, jika perusahaan membayar
asuransi untuk masa manfaat dua tahun, maka perusahaan tidak membebankan
biaya sebesar 2 tahun tersebut pada tahun pembayaran, tetapi setengah dari
pembayaran tersebut akan dibebankan tahun depan. Alasannya adalah karena kita
mendapat masa manfaat selama dua tahun sehingga setengah dari pembayaran
yang belum dibebankan di tahun pertama akan muncul di neraca sebagai asuransi
yang dibayar dimuka.
2.3.1 Biaya Produk
Biaya produk adalah semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk
memproduksi sebuah produk. Nama lain biaya produk adalah inventoriable
cost.

Biaya produk adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk


memproduksi barang ataupun jasa. Biaya produksi adalah biaya yang
menggabungkan bahan baku dan tenaga kerja. Untuk mengetahui berapa
besar biaya produksi per unit, maka biaya produksi dibagi dengan jumlah
unit yang diproduksi. Sebuah perusahaan yang tahu berapa banyak biaya
produksi untuk menghasilkan barang ataupun jasa akan memiliki gambaran
yang lebih jelas dalam menetapkan harga suatu barang atau jasa.

Contoh biaya produk adalah biaya bahan baku langsung, biaya tenaga
kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

2.3.2 Biaya Periode

Biaya periode adalah semua biaya non pabrikasi yang dikeluarkan


perusahaan untuk menjual unit produk. Biaya periode diakui sebagai beban
segera setelah dikeluarkan.
Biaya periode tidak dibebankan ke produk melainkan dibebankan ke laporan
laba rugisebagai suatu beban pada periode berjalan.
Sebuah biaya periode adalah biaya yang dibebankan pada periode terjadinya.
Biaya periode ini tidak dimasukkan ke dalam harga pokok penjualan pada

8
laporan laba rugi. Sebaliknya, biaya ini dimasukkan ke dalam bagian
penjualan dan biaya administrasi di laporan laba rugi.

Contoh biaya periode adalah :

 Biaya sewa kantor.


 Beban bunga yang tidak dikapitalisasi keaset tetap
 Beban penjualan
 Biaya iklan
 Biaya perjalanan dan hiburan
 Komisi
 Beban penyusutan
 Beban umum dan administrasi
 Gaji dan tunjangan eksekutif dan administrasi

2.4 Klasifikasi Biaya untuk Memprediksi Perilaku Biaya


Perilaku biaya berarti bagaimana biaya akan bereaksi atau merespon perubah-
an aktivitas bisnis. Bila aktivitas bisnis meningkat atau surut, biaya tertentu
mungkin akan ikut naik atau turun atau mungkin juga tetap. Untuk tujuan
perencanaan, manajer harus dapat mengantisipasi apakah yang akan terjadi; jika
biaya menga-lami perubahan, manajer harus tahu sejauh mana perubahannya.
Untuk membantu tugas manajer tersebut, biaya biasanya dikategorikan menjadi
variabel dan tetap.
Perilaku Biaya

Berdasar perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan,


biaya dapat dibagi menjadi tiga golongan : biaya tetap, biaya variabel dan biaya
semivariable.

Untuk keperluan perencanaan dan pengendalian, baik biaya tetap maupun


biaya variabel harus dipecah lagi sebagai berikut :

Biaya Tetap Biaya Variabel


a. Commited Fixed Cost a. Engineered Variable Cost

9
b. Descretionary Fixed Cost b. Discretionary Variable Cost

Biaya Tetap
Biaya Tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan
volume kegiatan tertentu. Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi
perusaha an jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen.
Commited Fixed Cost. Commited fixed cost sebagian besar berupa biaya tetap
yang timbul dari pemilikan pabrik, ekuipmen, dan organisasi pokok.
Perilaku biaya ini merupakan semua biaya yang tetap dikeluar kan, yang tidak
dapat dikurangi guna mempertahankan kemampuan perusahaan di dalam
memenuhi tujuan jangka panjangnya. Contoh : biaya depresiasi, pajak bumi dan
bangunan, sewa, asuransi dan gaji karyawan utama.

Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan
perubahan volume kegiatan. Biaya variabel per unit konstan (tetap) dengan adanya
peru- bahan volume kegiatan.
Engineered Variable Cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik tertentu
dengan ukuran kegiatan tertentu. Merupakan biaya yang antara masukan dan
keluarannya mempunyai hubungan erat dan nyata. Contoh : biaya bahan baku.
Discretionary Variable Costs Yakni merupakan biaya yang masukan dan
keluarannya memiliki hubungan yang erat namun tidak nyata (bersifat artifi sial).
Jika keluaran berubah maka masukan akan berubah sebanding dengan perubahan
keluaran tersebut. Namun jika masukan berubah, keluaran belum tentu berubah
dengan adanya perubahan masukan tersebut. Contoh biaya iklan.
Biaya Semi Variabel
Yakni biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel di dalamnya. Unsur biaya
yang tetap merupakan jumlah biaya minimum untuk menyediakan jasa, sedangkan
unsur variabel merupakan bagian dari biaya semivariabel yang dipengaruhi oleh
perubahan volume kegiatan.

10
2.5 Klasifikasi Biaya untuk Pembebanan Biaya ke Objek Biaya
Biaya langsung adalah biaya yang dapat dipisahkan dan dikenali secara
langsung digunakan untuk memproduksi suatu satuan output, sedangkan biaya
tak langsung adalah biaya gabungan (joint cost) atau biaya – biaya overhead
untuk semua satuan output yang diproduksi.
Biaya dapat secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan objek
biaya. Objek biaya dapat berupa apa pun, seperti produk, pelanggan,
departemen proyek, aktivitas, dan sebagainya, yang diukur biayanya dan
dibebani biaya. Pembebanan biaya secara akurat ke objek biaya sangatlah
penting. Untuk dapat mengevaluasi kinerja dari masing-masing segmen dengan
baik, perlu diketahui biaya-biaya mana yang dapat ditelusuri secara langsung ke
suatu segmen.
Berdasarkan penelusuran ke objek biaya, biaya dikelompokan menjadi dua
kategori yaitu biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect
cost).
a. Biaya Langsung (Direct Cost)
Menurut Hilton (2005) “A cost that can be traced to a particular
department is called a direct cost of a department” Biaya langsung
adalah biaya yang terjadi pada suatu segmen dan terjadinya karena
adanya segmen tersebut. Biaya ini merupakan biaya yang dapat
ditelusuri dengan jelas dan nyata ke bagian segmen tertentu yang akan
dianalisa.
b. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
Menurut Hilton (2005) “A cost that is t directly traceable to a particular
department is called an indirect cost of the department”. Biaya tidak
Langsung adalah biaya yang tidak secara langsung berkaitan dengan
segmen Contoh biaya tidak langsung adalah gaji dan eksekutif
perusahaan.

11
2.6 Klasifikasi Biaya untuk Pengambilan Keputusan
Menurut tujuan pengambilan keputusannya biaya diklasifikasikan menjadi:
a. Biaya relevan, yaitu biaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Oleh
karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
Biaya relevan merupakan data biaya yang di harapkan di masa akan datang
yang berbeda dalam beberapa alternative keputusan atau Biaya relevan
merupakan biaya yang terkait dengan keputusan operasional.
b. Biaya tidak relevan, yaitu biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan
keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan.
Pengklasifikasian biaya untuk pengambilan keputusan meliputi:
a. Biaya promosi penjualan
b. Biaya komisi
c. Biaya legalisasi
d. Biaya perjalanan dinas
f. Biaya gaji dan tunjangan
g. Biaya penyusutan
h. Biaya lain-lain

Sunk cost Bukan Biaya Relevan

Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari dari apapun
keputusan yang dibuat oleh rnanajer. Sunk cost akan selalu sama, tidak memiliki
pengaruh terhadap berbagai alternatif yang dipertimbangkan, biaya tersebut selalu
tidak relevan dan sebaiknya diabaikan. Sebaliknya, future cost yang berbeda di
antara berbagai alternatif yang tersedia adalah biaya relavan.
Salah satu pelajaran konseptual yang sulit bagi para manajer adalah sunk cost
tidak pernah relevan dalam pembuatan keputusan. Godaan untuk memasukkan
sunk cost dalam analisis terutama dalam analisis nilai buku peralatan tua
yang dimiliki oleh perusahaan. Kita akan memfokuskan pada nilai buku peralatan
tua. Kita akan melihat bahwa tanpa memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan
dengan sunk cost, kesimpulannya sama saja--sunk cost tidak dapat dihindari, dan
oleh karenanya dapat diabaikan dalam pembuatan keputusan.

12
Opportunity costs (biaya peluang)
penerapan biaya relevan pada berbagai kondisi
1. Penetapan Harga
Analisis biaya relevan digunakan dalam pengambilan keputusan jangka
pendek untuk menetapkan harga jual untuk suatu pesanan tambahan
diluar produksi yang normal. Suatu pesanan tambahan akan diterima
jika harga jualnya dapat menutup biaya variabel sehingga memberikan
marjin kontribusi (harga jual dikurangi biaya variabel) yang positif.
2. Membuat atau membeli
Keputusan untuk membuat atau membeli mencakup pembandingan
antara dua alternative yaitu membuat sendiri dalam pabriknya atau
membeli dari supplier luar. Biaya relevan dengan keputusan membeli
adalah harga beli per unit, sedangkan biaya relevan dengan keputusan
membuat sendiri meliputi biaya produksi variabel, biaya tetap yang
dapat dihindarkan, dan biaya peluang.
Agar produk jadi sampai di tangan konsumen, ada beberapa langkah yang
harus dijalani.
Pertama, bahan baku diperoleh baik melalui penambangan,
pengeboran, menanam atau memelihara hewan dan sebagainya.
Kedua, bahan baku ini harus diproses untuk dibersihkan dan disiapkan
agar menjadi bahan yang berguna dan sesuai dengan kebutuhan.
Ketiga, bahan-bahan tersebut harus melalui proses pabrikasi
pendahuluan sebelum digunakan sebagai bagian dari barang jadi.
Keempat, proses manufaktur aktual produkjadi dilakukan.
Akhirnya, barang jadi didistribusikan kepada konsumen akhir. Seluruh
tahapan ini disebut value chain (rantai nilai).
3. Bauran produk
Analisis biaya relevan bermanfaat dalam menetapkan kombinasi
yang optimal beberapa produk yang harus diproduksi dan dijual dalam
suatu bauran produk untuk mencapai laba yang maksimum dengan
mempertimbangkan keterbatasan yang ada

13
Menjual atau memproses lebih lanjut
Keputusan untuk menjual atau memproses lebih lanjut mencakup
pembandingan dua alternative yaitu menjual produk tanpa biaya
pemrosesan tambahan atau menjual produk setelah terjadi biaya
pemrosesan tambahan. Tentu saja keputusan akan jatuh pada
alternative yang memberikan keuntungan lebih besar. Faktor penting
yang perlu diperhatikan untuk tipe keputusan seperti ini adalah biaya
tertanam (sunk cost) selalu merupakan biaya yang tidak relevan
4. Keputusan Lini Produk
Keputusan lini produk berhubungan dengan kemungkinan untuk
menarik satu atau lebih produk dari lini produk perusahaan. Dua faktor
yang mesti dipertimbangkan dengan cermat adalah faktor kuantitatif
dan kualitatif. Faktor kuantitatif menyangkut pengurangan dan
penghematan biaya harus melebihi hilangnya pendapatan karena
ditariknya produk yang bersangkutan. Faktor kualitati menyangkut
pengaruhnya terhadap konsumen dan produk lain yang dipertahankan
dalam lini produk
5. Ekspansi / Kontraksi Operasi
Keputusan untuk memperluas kapasitas operasi menggunakan
analisis biaya relevan berkaitan dengan perhitungan biaya yang akan
timbul karena ekspansi operasi, untuk diperhitungkan dengan
pendapatan yang diperoleh dari ekspansi tersebut. Jika pendapatan
tambahan dari ekspansi operasi melebihi biaya relevan dengan ekspansi
6. Pesanan Khusus
Manajer selalu mengevaluasi apakah pesanan khusus dapat
diterima dan apabila diterima berapakah harga yang akan ditetapkan
untuk pesanan khusus ter-sebut. Pesanan khusus adalah pesanan pada
waktu tertentu yang bukan merupa-kan hasil dari kegiatan normal
perusahaan.
7. Penggunaan Sumber Daya yang Terbatas
Manajer terus-menerus dihadapkan pada masalah bagaimana
sumber daya yang terbatas digunakan. Sebagai contoh, sebuah toko
memiliki keterbatasan ruang sehingga tidak dapat menumpuk semua
14
produk yang ada. Perusahaan manufaktur memiliki keterbatasan jumlah
jam mesin dan jumlah tenaga kerja langsung. Pada saat keterbatasan
sumber daya tersebut membatasi kemampuan perusahaan untuk
memuaskan kebutuhannya, perusahaan dapat mengatakan bahwa
mereka meng-hadapi kendala. Karena sumber daya terbatas,
perusahaan tidak dapat memenuhi seluruh ambisinya, sehingga manajer
harus memutuskan bagaimana sumber daya yang terbatas tersebut
digunakan. Biaya tetap selalu tidak terpengaruh oleh pilhan yang dibuat
oleh manajer sehingga manajer harus memilih tindakan yang akan
memaksimumkan total margin kontribusi.

15
BAB III

Penutup

3.1 Kesimpulan

Pada materi “Konsep Biaya” ini kita membahas tentang pengklasifikasian biaya-
biaya. Bagaimana biaya akan digunakan untuuk menyiapkan laporan eksternal,
memprediksi perilaku biaya, membebankan biaya ke objek biaya atau membuat
keputusan akan member tahu bagaimana biaya diklasifikasikan.

Untuk tujuan laporan eksternal, biaya diklasifikasikan sebagai biaya produk atau
biaya periode. Biaya produk dibebankan di persediaan dan ianggap sebagai asset sampai
barang terjual. Pada saat penjualan, biaya produk dibebankan langsung ke laporan laba
rugi sebagai biaya di dalam periodee dumana mereka terjadi.

Untuk tujuan memprediksi bagaimana biaya akan bereaksi terhadap perubahan


aktivitas, biaya diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu biaya variabel, tetap dan semi
variabel,secara total meningkat sesuai proporsi aktivitas. Biaya variabel per unit adalah
tetap, secara total, tetap sama sepanjang level aktivitas berubah dalam rentang waktu
yang relevan.

3.2 Saran

Adanya konsep dan klasifikasi biaya akan mempermudah pemimpin perusahaan


dalam mengelola perusahaanya secara efisien dan efektif. Untuk itu penulis
menyarankan kepada pembaca dan calon pemimpin perusahaan pada khususnya, untuk
lebih mendalami semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi biaya. Khususnya
tentang biaya produksi atau operasional, di sistem industri memainkan peran yang sangat
penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri
dalam pasar global

16
DAFTAR PUSTAKA

Ray H Garrison. dkk. 2014. Akuntansi Manajerial ed 14 buku 1. Jakarta: Salemba Empat
http://tesbuatblok.blogspot.co.id/2013/08/analisis-biaya-relevan.html

17