Anda di halaman 1dari 7

ETILEN “TRIPLE RESPON”

LAPORAN PRAKTIKUM FITOHORMON

Oleh :

Reno Astin Andriyani (151810401019)

LABORATORIUM BOTANI

PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS JEMBER
ETILEN “TRIPLE RESPON”

LAPORAN PRAKTIKUM FITOHORMON 2017

Reno Astin Andriyani

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas


Jember

Jln. Kalimantan 37, Jember 68121

Abstrak

Pisang merupakan salah satu komoditi hortikultura yang disukai oleh penduduk
Indonesia. Buah-buahan dan sayuran merupakan komoditi yang mempunyai sifat
mudah rusak atau perishable karena mempunyai karakteristik sebagai makhluk
hidup dan tidak mempunyai kemampuan untuk mempertahankan hidupnya.
Komoditi ini masih melangsungkan reaksi metabolismenya sesudah dipanen. Dua
proses terpenting di dalam produk seperti ini sesudah diambil dari tanamannya
adalah respirasi dan produksi etilen. Hormon etilen juga dapat menginisiasi buah
lain untuk masak. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah gas etilen
yang dihasilkan oleh buah pisang dapat menginisiasi pematangan buah lain dan
memicu triple respone. Percobaan dilakukan dengan perlakuan suhu yang
berbeda. Suhu yang digunakan adalah suhu ruang dan lemari pendimgin (4o). Data
yang diperoleh dianalisis menggunakan tabel untuk mengetahui perkembangan
buah dan bagaimana pengaruh zat etilen yang dikeluarkan oleh buah pisang dapat
mematangkan buah yang lainnya. Berdasarkan percobaan dapat diketahui bahwa
etilen yang dihasilkan oleh pisang dapat memicu buah lain untuk masak.
Sedangkan toples pisang yang diletakkan di kulkas tidak masak sehingga tidak
menghasilkan etilen dan tidak memicu buah lain untuk masak. Gas etilen yang
dihasilkan buah pisang dapat mrmicu triple respone pada kacang hijau yang
berkecambah. Triple respon yang dimaksud adalah menghambat pemanjangan
batang, menebalkan batang dan munculnya kebiasaan membuat lekukan (hook)
yang menyebabkan batang tumbuh secara horizontal atau mendatar.

Kata kunci : Gas Etilen, Buah Pisang, Triple Respon


PENDAHULUAN

Pisang merupakan salah satu komoditi hortikultura yang disukai oleh


penduduk Indonesia, hampir disemua daerah memiliki tanaman pisang dengan
spesifikasi tersendiri. Pisang barangan merupakan pisang yang berasal dari daerah
Sumatera Utara dan biasanya disajikan dalam keadaan segar baik sebagai
makanan penutup maupun buah meja. Produksi pisang di Indonesia terus
mengalami kenaikan dari tahun 1995-2010, dimana mencapai puncak pada tahun
2009 sebanyak 6,3 juta ton/tahun (BPS, 2010) dan volume ekspor pisang dari
tahun 1996-2003 terus berkurang dikarenakan kebutuhan dalam negeri yang terus
meningkat (Murtadha, 2012).

Buah-buahan dan sayuran merupakan komoditi yang mempunyai sifat


mudah rusak atau perishable karena mempunyai karakteristik sebagai makhluk
hidup (Will et al., 1982), dan tidak mempunyai kemampuan untuk
mempertahankan hidupnya. Komoditi ini masih melangsungkan reaksi
metabolismenya sesudah dipanen. Dua proses terpenting di dalam produk seperti
ini sesudah diambil dari tanamannya adalah respirasi dan produksi etilen. Etilen
adalah senyawa organic hidrokarbon paling sederhana (C2H4) berupa gas
berpengaruh terhadap proses fisiologis tanaman. Etilen dikategorikan sebagai
hormon alami untuk penuaan dan pemasakan dan secara fisiologis sangat aktif
dalam konsentarsi sangat rendah (<0.005 uL/L). Hormon etilen juga dapat
menginisiasi buah lain untuk masak dan memicu triple respone. Percobaan ini
dilakukan untuk mengetahui apakah gas etilen yang dihasilkan oleh buah pisang
dapat menginisiasi pematangan buah lain dan memicu triple respone.

METODE

Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 6 Maret 2018 pukul
14.20 sampai 17.00 dan pengamatan dilaksanakan pada hari Selasa 13 Maret 2018
pukul 14.20 sampai selesai.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan antara lain adalah buahtoples plastik dan tutupnya,
dan cawan petri. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
buah pisang, tomat, ranti, cabai besar hijau, kapas, dan kacang hijau.

Prosedur Kerja Praktikum

Disiapkan 3 toples dan dimasukkan masing-masing 1 buah pisang pada toples 1


dan 2

Dimasukan cabai besar hijau dan ranti pada toples 1, 2 dan 3, sedangkan tomat
hanya dimasukkan pada toples yang ke 3 sebagai kontrol

Dimasukkan kacang hijau yang sudah disiapkan dalam petri dish ke dalam 3
toples

Diletakkan toples 1 dan 2 di suhu ruang

Diletakkan toples 3 di kulkas

Diamati setiap hari dalam satu minggu

HASIL

Analisis Data

Percobaan dilakukan dengan perlakuan suhu yang berbeda. Suhu yang


digunakan adalah suhu ruang dan lemari pendimgin (4o). Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan tabel untuk mengetahui perkembangan buah dan
bagaimana pengaruh zat etilen yang dikeluarkan oleh buah pisang dapat
mematangkan buah yang lainnya.
HASIL DAN PEBAHASAN

Etilen merupakan senyawa organik sederhana yang dapat berperan sebagai


hormon yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan kelayuan. Keberadaan
etilen akan mempercepat tercapainya tahap kelayuan (senesence), oleh sebab itu
untuk tujuan pengawetan senyawa ini perlu disingkirkan dari atmosfir ruang
penyimpan dengan cara menyemprotkan enzim penghambat produksi etilen pada
produk, atau mengoksidasi etilen dengan KMnO4 atau ozon. Peningkatan
produksi etilen dapat mempercepat proses pemasakan karena hormon tersebut
(Nurjanah, 2002.

Praktikum ini menggunakan buah pisang, tomat, ranti, cabai besar dan
kacang hijau. Perlakuan yang diberikan adalah menggunakan suhu yang berbeda-
beda. Toples 1 dan 2 dimasukkan buah pisang, tomat, ranti, kacang hijau dan
cabai besar hijau kemudian diletakkan di suhu ruang dan di kulkas. Sebagai
kontrol dimasukkan cabai besar hijau, kacang hijau dan ranti ke dalam toples
diletakkan di suhu ruang. Produk yang digunakan adalah buah-buahan klimaterik
(pisang masak dan pisang yang masih hijau) yang dapat menghasilkan gas etilen,
pisang tersebut diharapkan dapat mengeluarkan gas etilen kemudian memicu buah
lain untuk matang. Peletakan buah di kulkas tidak mempengaruhi kualitas rasa,
kecuali bila buah didinginkan secara berlebihan sehingga proses pematangan
terhenti. Berdasarkan literatur etilen yang disemprotkan di lapangan akan
menyebabkan semua buah matang pada saat yang sama sehingga dapat dipanen.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada toples 1 yang


diletakkan di suhu ruang, tomat, ranti menjadi matang karena inisiasi gas etilen
yang dikeluarka oleh buah pisang. Hari pertama buah pisang masih hijau
kemudian akan matang menjadi kuning, namun pada hari terakhir pengamatan
buah pisang mulai membusuk karena adanya aktivitas mikroorganisme sehingga
buah pisang menjadi kecoklatan. Hasil ini sesuai dengan literatur bahwa gas etilen
dapat memicu pematangan buah. Ethepon atau ethrel (2-chloroethyle phosphonic
acid) dapat berpenetrasi ke dalam buah, kemudian terurai dan membentuk etilen.
Etepon digunakan untuk memacu pematangan pada buah (Murtadha, 2012).

Perlakuan yang kedua adalah meletakkan toples di lemari pendingin.


Berdasarkan hasil pengamatan buah tomat, ranti, cabai besar hijau dan pisang
tidak matang. Kulit buah pisang berwarna kecoklatan, sedangkan cabai dan ranti
tetap berwarna hijau. Kacang hijau didalam petri dish tidak berkecambah. Tujuan
dari pendinginan ini adalah dapat menghambat laju respirasi, memperkecil
kerentanan serangan terhadap mikroorganisme dan mengurangi kehilangan air
(Dewi, 2008).

Berdasarkan literatur etilen yang berlebihan dapat menghambat


pertumbuhan tanaman. Etilen merupakan hormon tumbuhan (fitohormon)
berwujud gas yang biasanya diproduksi olehtanaman dalam jumlah tertentu.
Dengan adanya faktor cekaman lingkungan seperti naungan, kekeringan,
kebanjiran, tekanan mekanis, pelukaan serta infeksi memicu tanaman untuk
memproduksi etilen secara berlebihan yang menghambat pertumbuhan tanaman.
Selain itu etilen juga merangsan triple response yaitu menghambat pemanjangan
batang, menebalkan batang dan munculnya kebiasaan membuat lekukan (hook)
yang menyebabkan batang tumbuh secara horizontal atau mendatar (Kristiani,
2016).

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan dapat diketahui bahwa etilen yang dihasilkan oleh


pisang dapat memicu buah lain untuk masak. Sedangkan toples pisang yang
diletakkan di kulkas tidak masak sehingga tidak menghasilkan etilen dan tidak
memicu buah lain untuk masak. Gas etilen yang dihasilkan buah pisang dapat
mrmicu triplr respone pada kacang hijau yang berkecambah. Triple respon yang
dimaksud adalah menghambat pemanjangan batang, menebalkan batang dan
munculnya kebiasaan membuat lekukan (hook) yang menyebabkan batang
tumbuh
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, N.2008. Pengaruh Perlakuan Pre Cooling Metode Contact Icing dan Suhu

Penyimpanan Terhadap Kualitas Pasca Panen Buah Jeruk Keprok

(Citrusnobili L.). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Alam. Universitas Negeri Islam Malang.

Ichsan, M., Wijaya, I.2017.Proses Pembungaan Mangga

(Mangifera indica L.) Kultivar Gadung Berlandaskan Pada

Penanggulangan Self-Inkompatibel Sporofitik. Agritrop, Vol. 15 (1).

Kristiani, W., Mantiri, F., Simbala, H,.Rumondor, M.2016.Kajian Ethylene

Triple Response Terhadap Kecambah Tiga Varietas Kacang Hijau. Jurnal

Ilmiah Sains Vol. 16 No. 2.

Murtadha, A., Julianti, E., Suhaidi, I. 2012. Pengaruh Jenis Pemacu Pematangan

Terhadap Mutu Buah Pisang Barangan (Musa paradisiaca L.). Ilmu dan

Teknologi Pangan. Vol.I No. 1.

Nurjanah, S. 2002. Kajian Laju Respirasi Dan Produksi Etilen Sebagai Dasar

Penentuan Waktu Simpan Sayuran Dan Buah-Buahan. Jurnal Bionatura,

Vol. 4, No. 3.

Wills, RBH, et al. 1989. Postharvest – an Introduction to the Physiology and

Handling of Fruit and Vegetables. Sydney: NSW University Press.