Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di dalam kehidupan sehari-hari kata listrik merupakan hal yang sudah
tidak asing lagi. Sebagian peralatan rumah tangga banyak yang menggunakan
listrik, misalnya kipas angin, magic jar, setrika, mesin cuci dan lain
sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa energi listrik sudah menjadi
kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Karena manusia terhubung
dengan listrik. Oleh karena itu listrik penting untuk dipelajari.
Listrik dapat dibagi dua, yaitu listrik statis dan listrik dinamis. (Elok
Sudibyp, 2008). Listrik statis mempelajari sifat kelistrikan suatu benda tanpa
memperhatikan gerakan atau aliran muatan listrik. Jika sebuah benda
mengalami kekurangan atau kelebihan elektron maka benda tersebut dapat
dikatakan bermuatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan positif
dan muatan negatif. Jika suatu benda kekurangan elektron maka benda
tersebut bermuatan positif (+), sebaliknya jika suatu benda kelebihan elektron
maka benda tersebut bermuatan negatif (-). Setelah bermuatan listrik, muatan
tersebut akan diam di dalam benda sehingga muatan listrik tersebut dinamakan
muatan listrik statis.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini ialah
1. Bagaimana sifat Muatan Listrik?
2. Apa yang dimaksud dengan Listrik Statis?
3. Apa yang dimaksud dengan Hukum Coulomb?
4. Apakah yang dimaksud dengan Induksi Listrik?
5. Apa prinsip kerja Elektroskop?
6. Apakah yang dimaksud dengan Medan Listrik?
7. Bagaimana proses terjadinya Listrik Statis?
8. Bagaimana peranan Listrik Statis dalam kehidupan sehari-hari?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah
1. Agar pembaca dapat memahami sifat Muatan Listrik.
2. Agar pembaca mengetahui pengertian Listrik Statis.
3. Agar pembaca mengetahui hukum coulomb.
4. Agar pembaca mengetahui induksi listrik.
5. Agar pembaca mengetahui prinsip kerja Elektroskop.
6. Agar pembaca mengetahui Medan Listrik.
7. Agar pembaca mengetahui proses terjadinya Listrik Statis.
8. Agar pembaca mengetahui Medan Listrik.
9. Agar pembaca dapat mengetahui manfaat dan penggunaan Listrik Statis
dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Muatan Listrik


Jika sebuah benda mengalami kekurangan atau kelebihan elektron
maka benda tersebut dapat dikatakan bermuatan listrik. Ada dua jenis muatan
listrik, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Jika suatu benda kekurangan
elektron maka benda tersebut bermuatan positif (+), sebaliknya jika suatu
benda kelebihan elektron maka benda tersebut bermuatan negatif (-). Benda
yang mempunyai jumlah muatan negatif sama dengan jumlah muatan
positifnya disebut benda netral. Jika dua benda bermuatan listrik didekatkan
maka akan terjadi interaksi sebagai berikut:
 muatan listrik yang sejenis maka benda akan saling tolak menolak
 muatan listrik yang tidak sejenis maka benda akan saling tarik menarik
Menggosok permukaan benda dengan benda lainnya dapat
menghasilkan muatan listrik positif maupun negatif, misalnya:
a. Penggaris digosok berulang kali dengan kain wol, setelah itu penggaris
akan bermutan listrik negatif karena muatan elektron dari kain wol
berpindah ke penggaris. Sedangkan kain wol akan bermuatan positif.
b. Batang kaca yang digosok dengan kain sutera atau dengan kain wol,
menghasilkan muatan listrik positif pada kaca dan muatan listrik negatif
pada kain sutera atau kain wol. Karena kain sutera atau kain wol menerima
muatan elektron dari batang kaca tersebut.
c. Ketika ebonit digosokkan berulang kali dengan kain wol, ebonit tersebut
akan menghasilkan muatan listrik negatif karena elektron pada kain wol
berpindah ke ebonit.
Setelah bermuatan listrik, muatan tersebut akan diam di dalam
benda sehingga muatan listrik tersebut dinamakan muatan listrik statis.
Elektroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui
keberadaan muatan listrik pada suatu benda.
Bagian-bagian elektroskop, yaitu terdiri dari:
1. Kepala/Knop
2. Batang logam/konduktor
3. Daun logam yang dapat membuka (mekar) dan menutup (kuncup)
4. Selubung
Induksi dapat membuat elektroskop menjadi bermuatan listrik.
Dengan cara induksi tersebut akan diperoleh muatan listrik yang berbeda
jenis dengan muatan lisrik benda yang digunakan untuk menginduksi.
Elektroskop yang telah bermuatan listrik dan diketahui jenis
muatannya dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan listrik suatu
benda. Suatu benda yang didekatkan pada elektroskop akan berakibat pada
daun logam. Jika daun lebih mekar maka benda tersebut bermuatan sejenis
dengan muatan listrik elektroskop. Sebaliknya jika daun lebih kuncup
berarti benda yang didekatkan bermuatan tidak sejenis dengan muatan
elektroskop.
Menurut Benyamin Franklin, ada dua muatan lisrik :
1. Muatan listrik positif
2. Muatan listrik negatif
a. Sifat Muatan Lisrik
1. Dua muatan yang sejenis apabila didekatkan maka akan tolak
menolak
2. Dua muatan yang tidak sejenis apabila didekatkan maka akan tarik
menarik

b. Interaksi Benda Bermuatan Listrik


1. Ketika penggaris plastik digosok dengan kain wool, maka elektron-elektron
dari kain wool berpindah ke penggaris plastik, sehingga penggaris plastik
tersebut bermuatan listrik negatif.
2. Ketika ebonit digosok dengan kain wool, maka elektron-elektron dari kain
wool berpindah ke ebonit, sehingga ebonit tersebut bermuatan listrik
negatif.
3. Ketika batang kaca digosok dengan kain sutera, elektron-elektron pada
batang kaca tersebut berpindah ke kain sutera, sehingga batang kaca
bermuatan positif

2.2 Pengertian Listrik Statis


Listrik berasal dari bahasa inggris electricity atau electric atau
electrical. Listrik adalah suatu kondisi dari partikel subatomik tertentu,
seperti elektron dan proton yang mengalir melalui penghantar dalam sebuah
rangkaian yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya.
Suatu interaksi dari benda-benda yang bermuatan listrik merupakan
fenomena fisika yang dinamakan listrik statis. Pada listrik statis akan dibahas
mengenai muatan listrik yang berada dalam keadaan diam (statis). Gejala
listrik statis pertama kali ditemukan oleh orang Yunani, yaitu ketika mereka
mengamati peristiwa batu yang dapat menarik benda kecil dan ringan (Sri. S,
2012). Jika penggaris didekatkan pada potongan kertas kecil-kecil maka
potongan kertas tersebut tentu akan tertarik oleh sisir plastik. Gejala
kelistrikan seperti ini disebut dengan listrik statis.

2.3 Hukum Coulomb


Pada tahun 1785, Charles Agustin Coulomb menemukan hukum dasar
tentang gaya listrik antara dua partikel yang bermuatan.
Hasil penelitiannya dikenal dengan Hukum coulomb, yang berbunyi :
“Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan
listrik sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda”.
Secara matematis Hukum Newton dituliskan :

Keterangan :
F = Gaya tarik/tolak dua buah muatan (N)
K = Konstanta (9.109 N.m2/C2)
Q1, Q2 = muatan listrik (C)
R = jarak antara dua muatan (m)

2.4 Induksi Listrik


Induksi listrik adalah peristiwa pemisahan muatan pada suatu benda
karena pada benda tersebut didekati benda lain yang bermuatan listrik.
Contoh :
Benda netral didekati benda bermuatan negatif, maka muatan-muatan
negatif benda netral tertolak menjauh, sedangkan muatan-muatan positif
mendekati benda yang menginduksi.
Benda netral didekati benda bermuatan positif, maka muatan-muatan
positif benda netral tertolak menjauh, sedangkan muatan-muatan negatif
mendekati benda yang menginduksi.

2.5 Elektroskop
Elektroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya muatan listrik pada suatu benda.

Prinsip kerja elektroskop berdasarkan induksi listrik, yaitu jika sebuah


benda bermuatan listrik disentuhkan kepala elektroskop maka muatan yang
sejenis dengan benda bermuatan listrik tadi akan ke daun elektroskop.
Akibatnya kedua daun elektroskop akan bermuatan sejenis sehingga tolak
menolak(daun elektroskop membuka)
2.6 Medan Listrik
Medan listrik adalah daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang
masih dipengaruhi oleh
gaya listrik. Medan listrik digambarkan dengan garis-garis gaya listrik.

Sifat-sifat garis gaya listrik


1. Garis gaya listrik berasal dari muatan positif menuju muatan negatif
2. Garis gaya listrik tidak pernah berpotongan
3. Semakin rapat garis gaya listrik, semakin kuat medan listriknya

Untuk menghitung kuat medan listrik digunakan persamaan :

E = Kuat medan listrik (N/C)


F = Gaya coulomb (N)
Q = muatan listrik (C)

2.7 Proses Terjadinya Listrik Statis


Peristiwa listrik statis dapat terjadi baik pada isolator maupun
konduktor. Peristiwa listrik statis terjadi setelah adanya materi yang menjadi
bermuatan karena proses gesekan (gosokan). Gesekan atau gosokan antara dua
materi ini akan membuat electron dari atom materi yang satu berpindah ke
atom materi yang lain, sehingga kedua materi menjadi bermuatan. Materi akan
menjadi bermuatan positif jika melepaskan elektronnya, , sebaliknya jika
materi tidak melepaskan elektronnya maka materi tersebut akan bermuatan
negatif. Jadi, perpindahan elektron pada peristiwa listrik statis terjadi karena
proses gesekan atau gosokan.
Setelah materi menjadi bermuatan listrik maka terjadilah peristiwa
listrik statis, seperti penggaris plastik bermuatan menarik serpihan kertas.
Penggaris plastik yang awalnya tidak bermuatan atau netral digosok-gosok
dengan kain wol, elektron-elektron yang ada pada kain wol akan berpindah ke
penggaris plastik tersebut. Akibatnya, penggaris plastik disebut sebagai benda
yang bermuatan listrik negatif.
Ketika penggaris tersebut didekatkan ke sobekan kertas, sobekan kertas
akan tertarik oleh penggaris. Hal tersebut menunjukkan bahwa benda yang
bermuatan listrik negatif dapat menarik benda-benda ringan di sekitarnya yang
bermuatan listrik positif.
Pada saat hujan turun, pernahkah kamu melihat petir? Petir adalah
peristiwa alam yang sangat berbahaya dan ditakuti semua orang, karena petir
menimbulkan kilatan cahaya yang diikuti dengan suara dahsyat di udara.
Apabila seseorang tersambar petir, maka tubuh orang tersebut akan terbakar.
Akibat berbahayanya petir, maka gedung-gedung bertingkat yang cukup tinggi
dilengkapi dengan penangkal petir. Apa yang menyebabkan terjadinya petir?
Mengapa gedung-gedung bertingkat yang tinggi dilengkapi dengan penangkal
petir? Temukan jawabannya dengan mempelajari materi ini.
1) Susunan Atom
Thales Militus, seorang ilmuwan Yunani, menemukan gejala
listrik yang diperoleh dengan menggosok batu ambar, yang dalam
bahasa Yunani disebut elektron.
Setelah digosok ternyata batu ambar tersebut dapat menarik
benda-benda kecil yang berada di dekatnya. Sifat seperti ini dalam ilmu
listrik disebut elektrifikasi. Listrik yang terjadi pada batu ambar yang
digosok disebut listrik statis yaitu listrik yang tidak mengalir.
2) Teori Atom
Suatu zat terdiri atas partikel-partikel kecil yang disebut atom.
Atom berasal dari kata atomos, yang artinya tidak dapat dibagi-bagi
lagi. Tetapi, dalam perkembangannya ternyata atom ini masih dapat
diuraikan lagi.

Atom terdiri atas dua bagian, yaitu inti atom dan kulit atom. Inti
atom bermuatan positif, sedangkan kulit atom terdiri atas partikel-
partikel bermuatan negatif yang disebut elektron.
Inti atom tersusun dari dua macam partikel, yaitu proton yang
bermuatan positif dan netron yang tidak bermuatan(netral).
Suatu atom dikatakan netral apabila di dalam intinya terdapat
muatan positif(proton) yang jumlahnya sama dengan muatan negatif
(elektron) pada kulitnya.
Suatu atom dikatakan bermuatan positif apabila jumlah muatan
positif(proton) pada inti lebih banyak daripada muatan negatif(elektron)
pada kulit atom yang mengelilinginya.
Suatu atom dikatakan bermuatan negatif apabila jumlah
muatan positif(proton) pada inti lebih sedikit daripada jumlah muatan
negatif(elektron) pada kulit atom.
Atom yang paling sederhana adalah atom hidrogen yang hanya
tersusun atas 1 proton dan 1 elektron. Karena jumlah proton dan
elektronnya sama, maka atom hidrogen dikatakan sebagai atom netral.
Atom helium terdiri atas 2 proton, 2 netron dan 2 elektron.
Karena jumlah proton dan jumlah elektronnya sama, maka atom helium
juga dikatakan sebagai atom netral.

2.8 Peranan Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari


Gejala listrik statis dimanfaatkan dalam aplikasi sebagai berikut.
1. Penangkal Petir
Sebelum terdengar petir tentu kita lihat kilat. Kilat adalah cahaya
yang timbul karena gerak elektron yang bergesekan dengan udara.
Akibatnya, udara yang dilalui kilat terbelah dan memuai dengan cepat
sehingga dapat menghasilkan suara yang menggelegar, yang disebut petir.
Cara kerja penangkal petir adalah sebagai berikut:
a. Jika di sekitar penangkal penangkal petir terdapat awan bermuatan
negative, batang logam penangkal petir mengalami induksi
sehingga bermuatan positif (muatan hasil induksi berlawanan
dengan muatan benda yang menginduksi).
b. Jika petir menyambar batang logam, muatan negative petir
berpindah ke batang logam dan diteruskan kebumi melalui kabel
penangkal petir.
c. Bersamaan itu, muatan positif logam meloncat keawan petir
sehingga menjadi netral.
2. Generator Van de Graff
Generator Van de Graff menggunakan prinsip listrik statis yang
mampu menghasilkan tegangan sangat tinggi, yakni sekitar 20.000.000
volt, dengan gesekan yang ditimbulkan karet dapat menggerakkan
generator.
3. Cat semprot
Agar mobil dapat dicat dengan rata, maka badan mobil diberi
muatan listrik yang berbeda dengan muatan listrik pada cat. Dengan
demikian cat dapat menempel kuat dan merata pada mobil.
4. Alat penggumpal asap
Untuk menanggulangi polusi udara dari cerobong asap pabrik,
seorang ahli kimia Amerika yang bernamaFrederick Gardner Cottrel
membuat alat penggumpal asap yang terdiri dari dua logam yang
memiliki muatan yang berlawanan sehingga partikel-partikel asap
terinduksi dan terjadi gaya tarik menarik antara partikel sehingga massa
partikel bertambah besar dan membentuk gumpalan hitam yang mudah
dibersihkan.
5. Mesin fotokopi
Mesin fotokopi pertama yang dipasarkan adalah Xerox
Corporation pada tahun 1959 dengan memanfaatkan prinsip muatan
induksi serta gaya Coulomb. Bagian utama mesin fotokopi adalah pelat
foto konduktif yang dalam keadaan gelap tidak menghantar listrik. Pelat
baru aktif jika dikenai cahaya.

2.9 Listrik Dinamis


Listrik Dinamis merupakan pergerakan muatan atau aliran muatan.
 Arus Listrik
Arus listrik merupakan arah gerak muatan-muatan bebas positif.
Jika dalam suatu penghantar,terus-menerus terjadi pemindahan netto
muatan,maka di dalam penghantar itu ada arus listrik.
Didalam penghantar terdapat muatan-muatan bebas yakni electron-
electron yang bergerak jika mendapat gaya dari medan listrik.
Tiap-tiap muatan bebas mendapat gaya dari muatan listrik karena
geraknya mendapat percepatan,namun percepatan yang didapat itu hanya
berlangsung dalam waktu yang singkat. Sebab muatan-muatan itu
mengalami gesekan akibat tumbukan dengan partikel yang diam.
Apa yang menyebabkan arus listrik dapat mengalir?
Beda potensial listrik adalah dorongan yang menyebabkan electron-
electron mengalir dari suatu tempat ke tempat lain.
Apakah jika ada beda potensial arus listrik dapat mengalir?
Walaupun beda potrensial tersedia,electron-electron hanya mengalir
dalam suatu rangkaian jika rangkaian itu tertutup.
Jika sejumlah muatan Q menembus penampang dalam waktu t,maka
kuat arus
I = Q/t.
 Pengukuran Arus Listrik dan Tegangan Listrik
Alat untuk mengukur kuat arus listrik dalam rangkaian disebut
amperemeter atau Ammeter.
Alat yang mengukur tegangan listrik adalah voltmeter.
Amperemeter harus dihubungkan seri pada komponen yang akan
diukur kuat arus listriknya.
Cara memasang Amperemeter :
Titik yang potensialnya lebih tinggi dihubungkan ke terminal “+” dan
titik potensialnya yang lebih rendah dihubungkan ke terminal “-“.
Jika dihubungkan terbalik,jarum penunjuk akan menyimpang dalam
arah berlawanan yaitu membentur sisi tanda nol {0},sehingga amperemeter
dapat rusak.
Dan yang paling penting diperhatikan,ketika memasang amperemeter
seri dengan komponen yang akan diukur kuat arusnya adalah rangkaiannya
harus dipotong.
Untuk memasang voltmeter secara paralel ,kita tidak perlu memotong
rangkaian.
Kita hanya memperhatikan mana ujung komponen yang potensialnya
lebih besar.
Ujung potensial yang lebih besar tersebut dihubungkan keterminal
positif dan yang potensialnya lebih kecil dihubungkan keterminal negative.
 Hukum Ohm
Bunyi hukum ohm “Kuat arus yang mengalir pada suatu kawat
penghantar sebanding dengan tegangan yang memindahkannya”.
Rumus hukum Ohm :
V= R* I
Dimana V=tegangan atau beda potensial(volt)
R=hambatan (ohm)
I=kuat arus(ampere)
Dalam persamaan ini kuat arus yang mengalir dalam suatu kawat
penghantar(yang tidak mengalami perubahan suhu)besarnya :
ü Sebanding dengan tegangan yang menimbulkannya
ü Berbanding terbalik dengan hambatan kawat penghantar
Contoh:
Pada sebuah tahanan listrik sebesar 20 ohm terukur arus sebesar 2 A.
Tentukan besar tegangan.
Penyelesaiannya:
R=20Ω
I=2 A
Maka V=R*I
=20*2
=40 volt.
 Hambatan Listrik (R)
Dengan persamaan
R=Þ* l/A
Keterangan :
R= hambatan (ohm)
L=panjang penghantar(m)
A=luas penampang(m2)
Þ= hambatan jenis (ohm m)
Bahan Hambatan(Þ) (°C)-1
Konduktor
Perak 1,59*10-8 0,0061
Tembaga 1,68*10-8 0,0068
Emas 2,44*10-8 0,0034
Milenium 2,65*10-8 0,00429
Besi 9,71*10-8 0,00651
Air Raksa 98*10-8 0,0009
Semi Konduktor
Silicon 0.1-60 -0,07
Isolator
Kaca 109-1012
Karet padatan 1013-1015
Hubungan Þ dengan kenaikan suhu
ÞT = Þ o (1+α ∆T)
Keterangan:
ÞT=hambatan jenis pada suhu T
Þ○=Mula-mula
Α=koefesiensi suhu (°C)
∆T=Perubahan suhu(T2-T1)
Α merupakan kenaikan Þ setiap kenaikan suhu 1°C
Hubungan hambatan penghantar dengan suhu
RT=R0(1+α∆T)
Keterangan:
RT= hambatan penghantar pada suhu T
R0= hambatan penghantar mula-mula
α= koefisiensi suhu °K(+273)
∆T= kenaikan suhu
 Rangkaian Hambatan
Susunan seri menyebabkan hambatan total ran gkaian menjadi lebih
besar, sedangkan susunan paralel menyebabkan hambatan total paralel
menjadi lebih kecil.
 Hambatan Seri
V=i*R
V1= iR1+iR2+iR3
V=V1+V2+V3
iRS=iR1+iR2+iR3
iRs=i(R1+R2+R3)
Rs=R1+R2+R3
Rs=∑Ri
Karena HAmbatan R menjadi lebih besar maka kuar arus menjadi lebih
kecil.
 Hambatan Paralel
V=iR atau i= ∑Ri
I=i1+i2+i3
V/Rp=V/R1+V/R2+V/R3
Jadi 1/Rp=1/R1+1/R2+1/R3
Hambatan pengganti paralel lebih kecil dari pada hambatan resistor yang
terkecil.
Jadi untuk memperoleh hambatan pengganti paling kecil dari beberapa
resistor maka resistor itu harus disusun paralel.
 Hukum Kirchoff 1
Menurut Hukum Kirchoff 1,”jumlah arus yang masuk pada suatu titik
percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik percabangan itu.
Dengan persamaan ;
∑i masuk=∑i keluar
 Hukum Kirchoff 2
Hukum Kirchoff 2 mengatakan bahwa :
Pada suatu rangkaian tertutup jumlah aljabar ggl (E) sama dengan jmumlah
aljabar penurunan potensial listriknya.
Dengan persamaan :
∑ E =∑ (i.R)
 Energi dan Daya Listrik
Suatu hambatan (R) yang berbeda pada rangkaian listrik tertutup dapat
memiliki energi daya listrik.
1. Energi Listrik
Besarnya energi listrik yang hilang dan berubah menjadi energi bentuk lain
ketika saat hambatan (R) dialiri arus listrik (i) dapat dihitung memakai
persamaan sebagai berikut:
W= V.i.t
Dimana W= besar energi listrik
V=tegangan
I= kuat arus
T=waktu
2. Daya Listrik
Daya listrik adalah besarnya usaha yang dilakukan tiap satuan waktu atau
disebut juga kecepatan melakukan usaha.
Besarnya daya listrik dapat kita ketahui dengan menggunakan persamaan;
P= W/t
Atau
P= V.i
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari makalah pembahasan listrik statis dapat ditarik kesimpulan, yaitu:
a. Listrik adalah suatu kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti
elektron dan proton yang mengalir melalui penghantar dalam sebuah
rangkaian yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya.
b. Benda yang mempunyai jumlah muatan negatif sama dengan jumlah
muatan positifnya disebut benda netral. Jika dua benda bermuatan listrik
didekatkan maka akan terjadi interaksi yaitu muatan listrik yang sejenis
maka benda akan saling tolak menolak, sedangkan muatan listrik yang
tidak sejenis maka benda akan saling tarik menarik.
c. Suatu alat yang digunakan untuk mengetahui keberadaan muatan listrik
pada suatu benda yaitu elektroskop.
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi
pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

3.2 Saran
Sehubungan dengan bahasan makalah ini, kami mengharapkan kritik
dan saran para pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnan
makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.
Kepada rekan-rekan mahasiswa agar lebih meningkatkan, menggali dan
mengkaji lebih dalam tentang bagaimana listrik statis.
DAFTAR PUSTAKA

Sucipto, Erwin. 1988. Fisika (Jilid 2). Jakarta Pusat:Erlangga.

Fahamsyah, Sandy. 2015. Buku Pintar Fisika SMA/MA. Jakarta:Tim Redaksi


Bintang Wahyu

Kamaludin, Agus. 2014. Cara Cespleng Pintar Fisika SMP Kelas 7,8,9.
Yogyakarta:Andi

Barus, PK. 1997. Fisika 2 Untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 2.
Jakarta:Balai Pustaka

Kertiasih, Ni Ketut. "Pengembangan CD Interaktif Listrik Statis dan Listrik


Dinamis Sebagai Media Dalam Proses Pembelajaran di Sekolah."
APTEKINDO 6.1 (2012).

https://joenita.wordpress.com/fisika/listrik-dinamismakalah/
http://blog.uad.ac.id/riadwi/category/materi-fisika-kelas-9-smp/

Anda mungkin juga menyukai