Anda di halaman 1dari 17

Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG


Geologi struktur adalah salah satu ilmu yang penting dalam geologi karena kita
mengamati struktur – struktur yang terjadi di alam. Secara umum ada tiga struktur
yaitu kekar, sesar dan lipatan. Kekar adalah bidang rekahan yang tidak
memperlihatkan pergeseran yang berarti. Pembentukannya berasal dari tektonisme.
Sesar adalah bidang rekahan yang memperlihatkan pergeseran yang berarti.
Sedangkan lipatan adalah hasil perubahan bentuk seperti lengkungan karena lapisan
tersebut bersifat lentur ketika adanya tekanan.
Pada saat praktikum di dalam lab kita sudah mempelajari secara teoritis tentang
struktur geologi dan adanya tenaga – tenaga yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu
untuk menambah wawasan tentang struktur geologi di lapangan maka diadakan
kegiatan lapangan di Daerah Dusun Ngororo, Kecamatan Nglanggeran, Kabupaten
Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
I.2. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Supaya praktikan dapat menerapkan apa saja yang telah dipelajari di
laboratorium.
2. Supaya praktikan dapat menggunakan kompas geologi dengan benar untuk 9
pengukuran.
3. Agar praktikan dapat merekonstruksi peristiwa geologi untuk mengetahui
penyebab terjadinya struktur.
I.3. ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Alat tulis
2. Clipboard
3. Kompas geologi
4. Topi
5. Kamera
6. HVS
I.4. PENCAPAIAN LOKASI
Untuk sampai ke lokasi kami menggunakan motor. Kami berangkat dari kampus 1
UPN pukul 8.00 pada tanggal 26 Oktober 2014 dan tiba pada pukul 09.30 WIB kira –
Nama : Linda Mahadita
Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 1
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

kira 1,5 jam perjalanan kami. Singkapan berlokasi di Daerah Dusun Ngororo,
Kecamatan Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dari kampus 1 kami menuju ke jembatan layang Janti lalu lurus terus menuju Ringroad
Barat hingga perempatan Jalan Wonosari kami belok ke kiri setelah itu lurus terus
hingga masuk ke Gunung Kidul lalu ikuti jalan tersebut hingga ada penunjuk jalan ke
Nglanggran lalu belok kiri. Ikuti jalan tersebut dan akhirnya sampai disingkapan
geologi struktur.

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 2
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 Pengukuran Azimuth

Adalah untuk menemukan letak arah objek singkapan kepada penembak.


Langkah kerja :
 Buka kompas geologi, Tempelkan posisikan kompas searah dengan badan pengamat
 Arahkan visir dengan objek yang ada dicermin hingga lurus dengan visirnya
 Gerak-gerakkan kompas hingga gelembung dalam nivo mata sapi berada di tengah,
tanpa memindahkan bayangan pada cermin
 Kunci lalu baca arah azimuthnya

(Foto 1. Pengukuran Azimuth)\

Keterangan :

Cuaca : Cerah
Azimuth Foto : N 166 o E

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 3
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

II.2 Pengukuran Strike

Adalah arah kemenerusan dari suatu lapisan. Langkah kerja :


 Amati singkapan yang akan diukur strikenya dan tentukan arah kemana dip dari
singkapan tersebut.
 Dengan kaidah tangan kiri, setelah dip kita temukan maka kita mengetahui arah
strike secara kasar.
 Tempelkan bidang bantu diatas bidang yang akan diukur strikenya, lalu buka
kompas,tempelkan sisi east/west kompas dengan arah pisir sesuai arah strike
yang kita temukan secara kasar.
 Naik turunkan kompas tersebut sampai gelembung nivo mata sapi berada di
tengah lalu kunci. Baca arah yang ditunjukan.

( Foto 2. Pengukuran Strike )

Keterangan :
Cuaca : Cerah
Azimuth Foto Pengukuran : N 120o E

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 4
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

II.3 Dip
Dip merupakan besar sudut kemiringan dari suatu lapisan terhadap bidang horizontal.
Berikut adalah cara mengukur dip dengan kompas geologi:
 Amati singkapan lalu tentukan arah kemiringan lapisan secara kasar lalu
menentukan arah strike kasarnya.
 Lalu tempelkan bidang bantu pada lapisan yang akan diukur, lalu ukur strikenya
seperti cara sebelumnya lalu beri garis bidang bantu di arah strikenya. Letakan
kompas yang sisi westnya menempel pada bidang bantu dan tegak lurus dengan
garis strike tadi dengan arah pisir menunjukan arah kemiringan lapisan.
 Geser sudut yang dibelakang sehingga nivo tabung berada di tengah – tengah.
Lalu baca suduh kemiringan lapisan tersebut.

( Foto 3. Pengukuran Dip)

II.4 Pengukuran Slope

Slope adalah besar sudut kelerengan suatu lapisan batuan terhadap bidang
horizontal.
Langkah kerja :

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 5
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

 Amati singkapan tersebut dan pilih bagian yang akan dibidik untuk diukur
slopenya. Tambahkan lagi tinggi dari singkapan yang akan dibidik kira – kira
setinggi pengamat.
 Buka kompas, posisikan kompas lalu tangan lurus hingga tinggi tertentu.
 Lalu gerakan sudut yang dibelakang sampai nivo tabung ditengah, agar lebih
mudah melihat sudutnya melalui cermin dari dalam kompas.
 Baca sudut yang dibentuk.

( Foto 3. Pengukuran Slope )

II. 5 Pengukuran Dip < 10o

Slope adalah besar sudut kelerengan suatu lapisan batuan terhadap bidang horizontal.
Langkah kerja :
1. Amati singkapan tersebut dan pilih bagian yang akan dibidik untuk diukur slopenya.
Tambahkan lagi tinggi dari singkapan yang akan dibidik kira – kira setinggi pengamat.
2. Buka kompas, posisikan kompas lalu tangan lurus hingga tinggi tertentu.
3. Lalu gerakan sudut yang dibelakang sampai nivo tabung ditengah, agar lebih mudah
melihat sudutnya melalui cermin dari dalam kompas.
4. Baca sudut yang dibentuk.

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 6
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

(Foto 5. Pengukuran Dip < 10o)

II. 6 Pengukuran Bearing

Langkah Kerja Pengukuran :

1. Gunakan clipboard atau papan datar sebagai alat bantu, letakan berhimpit dengan goras-
garisnya.
2. Tempelkan kompas pada bidang bantu, dan arahkan visir kompas sejajar dengan
kelurusan struktur garis yang akan diukur.
3. Gerakan kompas dan bidang bantu tersebut hingga nivo mata sapi berada di tengah lalu
kunci dan baca arahnya.

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 7
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

( Foto 6. Pengukuran bearing)

Keterangan :
Cuaca : Cerah
Azimuth Foto Pengukuran : N 248o E

II.7 Pengukuran Plunge

Langkah Kerja Pengukuran :

1. Setelah bidang menemukan bearing, bidang bantu tersebut tidak boleh bergerak. Lalu
posisikan kompas tadi di pinggir clipboard.
2. Gerakan sudut belakang hingga nivo tabung gelembungnya berada ditengah.
3. Lalu baca nilai plungenya.

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 8
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

( Foto 7. Pengukuran plunge)

Keterangan :
Cuaca : Cerah
Azimuth Foto Pengukuran : N 248o E

II. 8 Pengukuran Rake

Langkah Kerja Pengukuran :

1. Buatlah garis horizontal yang sejajar dengan strike dan memotong goras – garisnya.
2. Letakan busur di titik perpotongan tersebut.
3. Lalu baca sudut lancip yang dibentuk goras – garis terhadap garis horizontal dengan
busur.

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 9
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

(Foto 8. Pengukuran Rake)


Keterangan :
Cuaca : Cerah
Azimuth Foto Pengukuran : N 248o E

II. 9 Pengukuran Dip Direction

Dip direction adalah arah dari kemiringan suatu lapisan.

Langkah Kerja Pengukuran :

1. Letakkan bidang bantu berupa Clipboard pada bidang yang akan diukur dip
direction.
2. Tempelkan sisi “S” kompas pada bidang bantu tersebut
3. Posisikan gelembung pada Nivo Mata Sapi agar berada ditengah
4. Lalu baca arahnya.

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 10
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

(Foto 9. Pengukuran Dip Direction)

II. 10 Lokasi Pengamatan

1. LP 1
adanya pergerakan sesar yang ditunjukan adanya offsite, shear gash fracture dan adanya
bidang sesar.

( Foto 10.1 Pengukuran Strike) (Foto 10.1a. Pengukuran Dip)

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 11
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

(Foto 10. 1b. Pengukuran Dip Direction)

Keterangan :
Cuaca : Cerah
Azimuth : N 166o E
Kedudukan Shear Fracture : N 204 o E/59 o
Kedudukan Gash Fracture : N 287 o E/69 o
Kedudukan bidang sesar : N 200 o E/ 64°
Dip direction : N 189 o E
Nama Sesar Separation : Sesar Kanan Turun

2. LP 2
A. Bidang Gantung

(Foto 10.2.a. Foto Strike) (Foto 10.2.b. Foto Dip)

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 12
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

(foto 10.2.c Foto Slope)

Keterangan :

Cuaca : Cerah
Azimuth Foto 10.2a : N 278 o E
Azimuth Foto 10.2b : N 252 o E
Kedudukan Bidang Gantung : N 160 o E/44 o
Slope : +44°

B. Bidang datar

( Foto 10. 2d. Pengukuran Dip Direction)

Keterangan :
Cuaca : Cerah
Dip direction : N 015 o E/4 o

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 13
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

3. LP 3
A. Pengukuran kedudukan breksi
Kedudukan breksi dapat diukur dari bidang batasnya, dan arah kemenerusan dari
breksi tersebut.

( Foto 10.3a. Foto pengukuran breksi)

Keterangan :

Cuaca : Cerah
Kedudukan breksi : N 092 o E/30 o

B. Pengukuran Goras- Garis

(Foto 10.3b. Pengukuran Bearing) (Foto 10.3c. Pengukuran Plunge)

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 14
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

(Foto 10.3d. Pengukuran rake)

Keterangan :
Cuaca : Cerah
Kedudukan plunge bearing : 35°,N 220°E
Rake : 30°
Nama Sesar : Sesar Kanan Naik

4. LP 4
Adanya kekar yang ditandai oleh adanya shear joint yang saling berpotongan tetapi
tidak ditemukan extension atau release joint karena tenaga endogen belum mencapai
batas dari shear joint.

(Foto 10.4a. Pengukuran Strike) (Foto 10.4b. Pengukuran Dip)

Keterangan :
Cuaca : Cerah
Azimuth Foto pengukuran strike : N 330o E

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 15
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

Kedudukan Shear 1 = N005° E/ 55° kedudukan Shear 2 = N320° E/ 53°


Kedudukan Shear 1’ = N 010°E/ 62° kedudukan Shear 2’ = N320° E/ 76°
Kedudukan Shear 1” = N 015° E/70° kedudukan Shear 2” = N280° E/ 72°

5. LP 5
Pada lokasi pengamatan 5 orientasi lapangan tentang lingkungan disekitar perlu
dilakukan karena untuk menentukan penyebab mengapa dapat terjadi sesar. Sesar
tersebut dapat dilihat dari arah goras – goresnya yang relative turun.
Keterangan :
Cuaca : Cerah
Kedudukan Gores Garis : 8 o , N 345 o E
Rake : 40 o
Kedudukan Bidang Sesar : N 179 o E/62 o
Nama Sesar Separation : Sesar Kanan Turun

6. LP 6
Adanya sesar yang ditandai dengan offsite, adanya goras – garis. Terlihat goras –
garis di footwall dan di hangingwall adanya step shear dan step gash. Sehingga sesar
separationnya adalah sesar separation kanan.

BAB III
Nama : Linda Mahadita
Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 16
Laporan Aplikasi 9 Pengukuran Kompas Geologi

KESIMPULAN

1. Ada Sembilan pengukuran menggunakan kompas geologi yaitu strike, dip, plunge,
bearing, rake, dip kurang dari 10 derajat, azimuth, slope, dan dip direction yang harus
dikuasai oleh para geologis di lapangan.
2. Untuk mengetahui adanya sesar dan arah sesar tersebut kita dapat melihat dari orientasi
lingkungan sekitar sesar, adanya goras- garis, adanya step shear dan step gash dan
adanya offsite.
3. Kekar dapat diketahui dari adanya shear joint – shear joint yang saling berpotongan
membentuk sudut, dan ketika ada tenaga endogen yang lebih kuat maka akan terbentuk
extension joint dan release joint.

Nama : Linda Mahadita


Nim : 111 130 079
Plug :3
Kelompok : 9 17