Anda di halaman 1dari 4

SEMBILAN PENGUKURAN KOMPAS GEOLOGI DI LAPANGAN

Kompas geologi adalah salah satu alat yang wajib dibawa oleh ahli geologi di lapangan
dalam mengamati singkapan geologi. Alat ini berbentuk seperti kompas tetapi dapat
digunakan untuk mengukur strike,dip,azimuth,plunge,bearing,dip direction,slope, dip kurang
dari 10,dan rake.

Pada kegiatan praktikum geologi struktur terletak di Daerah Dusun Ngororo, Kecamatan
Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Praktek di lapangan
berfungsi untuk melatih para praktikan dalam pengukuran dengan menggunakan kompas
geologi secara langsung di lapangan.

Sketsa Panorama

Pengukuran kompas di lapangan yaitu

1. AZIMUTH
Adalah untuk menemukan letak arah objek singkapan kepada penembak. Langkah
kerja :
 Buka kompas geologi, Tempelkan posisikan kompas searah dengan badan pengamat
 Arahkan visir dengan objek yang ada dicermin hingga lurus dengan visirnya
 Gerak-gerakkan kompas hingga gelembung dalam nivo mata sapi berada di tengah,
tanpa memindahkan bayangan pada cermin
 Kunci lalu baca arah azimuthnya

Hasil pengamatan dilapangan adalah :

Azimuth pada LP 1 (adanya sesar yang terlihat dari adanya offsite) = N166

Azimuth pada LP 2a (adanya bidang gantung pada daerah sesar) = N120

Azimuth pada LP 4 (adanya kekar shear 1 dan shear 2 yang berpotongan) = N 330

2. STRIKE (JURUS)
Adalah arah kemenerusan dari suatu lapisan. Langkah kerja :
 Amati singkapan yang akan diukur strikenya dan tentukan arah kemana dip
dari singkapan tersebut.
 Dengan kaidah tangan kiri, setelah dip kita temukan maka kita mengetahui
arah strike secara kasar.
 Tempelkan bidang bantu diatas bidang yang akan diukur strikenya, lalu buka
kompas,tempelkan sisi east/west kompas dengan arah pisir sesuai arah strike
yang kita temukan secara kasar.
 Naik turunkan kompas tersebut sampai gelembung nivo mata sapi berada di
tengah lalu kunci. Baca arah yang ditunjukan.

Pengukuran strike dilakukan di:

 LP 1 adanya pergerakan sesar yang ditunjukan adanya offsite, shear gash


fracture dan adanya bidang sesar.

Shear fracture 1 = N198°E/44° gash fracture 1 = N288 E/ 78

Shear fracture 2 = N214°E/59° gash fracture 2 = N 285 E/ 59

Shear fracture 3 = N204°E/59° gash fracture 3 = N 287 E/ 69

Arah umum Shear =


Arah umum gash =
Bidang sesar = N200 E/ 64
 LP 2a adanya bidang gantung pada singkapan pergerakan sesar. Pengukuran
strike = N060 E/ 44
 LP 2b adanya bidang yang nyaris datar untuk pengukuran dip dibawah 10.
N015 E/4
 LP 3b mengukur kedudukan breksi dari batas kontak lapisan, arah
kemenerusan dari breksi tersebut. Strike dip N092 E/ 30
 LP 4 adanya singkapan kekar dengan ditandai adanya shear 1 dan shear 2 yng
saling berpotongan tetapi tidak ada extension dan release joint.
Shear 1 =N005 E/ 55 Shear 2 = N320 E/ 53
Shear 1’ = N 010 E/ 62 Shear 2’ = N320 E/ 76
Shear 1” = N 015 E/ 70 Shear 2” = N280 E/ 72
Arah umum Shear 1=
3. DIP (kemiringan lapisan)
Dip merupakan besar sudut kemiringan dari suatu lapisan terhadap bidang horizontal.
Berikut adalah cara mengukur dip dengan kompas geologi:
 Amati singkapan lalu tentukan arah kemiringan lapisan secara kasar lalu
menentukan arah strike kasarnya.
 Lalu tempelkan bidang bantu pada lapisan yang akan diukur, lalu ukur
strikenya seperti cara sebelumnya lalu beri garis bidang bantu di arah
strikenya. Letakan kompas yang sisi westnya menempel pada bidang bantu
dan tegak lurus dengan garis strike tadi dengan arah pisir menunjukan arah
kemiringan lapisan.
 Geser sudut yang dibelakang sehingga nivo tabung berada di tengah – tengah.
Lalu baca suduh kemiringan lapisan tersebut.

Pengukuran strike dilakukan di:

 LP 1 adanya pergerakan sesar yang ditunjukan adanya offsite, shear gash


fracture dan adanya bidang sesar.

Shear fracture 1 = N198°E/44° gash fracture 1 = N288 E/ 78

Shear fracture 2 = N214°E/59° gash fracture 2 = N 285 E/ 59

Shear fracture 3 = N204°E/59° gash fracture 3 = N 287 E/ 69

Arah umum Shear =


Arah umum gash =
Bidang sesar = N200 E/ 64
 LP 2a adanya bidang gantung pada singkapan pergerakan sesar. Pengukuran
strike = N060 E/ 44
 LP 2b adanya bidang yang nyaris datar untuk pengukuran dip dibawah 10.
N015 E/4
 LP 3b mengukur kedudukan breksi dari batas kontak lapisan, arah
kemenerusan dari breksi tersebut. Strike dip N092 E/ 30
 LP 4 adanya singkapan kekar dengan ditandai adanya shear 1 dan shear 2 yng
saling berpotongan tetapi tidak ada extension dan release joint.
Shear 1 =N005 E/ 55 Shear 2 = N320 E/ 53
Shear 1’ = N 010 E/ 62 Shear 2’ = N320 E/ 76
Shear 1” = N 015 E/ 70 Shear 2” = N280 E/ 72
Arah umum Shear 1=
4. DIP dibawah 10 derajat
Kemiringan lapisan dengan sudut kemiringannya kurang dari 10 sehingga hampir
datar. Langkah kerja :
 Letakan clipboard pada bidang yang akan diukur. Tempelkan sisi west kompas
seperti akan mengukur dip pada bidang bantu. Lalu putar kompas tersebut
secara pelan – pelan hingga kita menemukan arah dimana nivo tabungnya
berada di tengah. Lalu garis (arah strike).
 Letakan kompas tegak lurus garis seperti posisi awal tadi lalu geser sudut yang
dibelakang sehingga nivo tabung berada di tengah.
 Lalu baca sudutnya.

Pengukuran dip dibawah 10 derajat pada LP 2b yaitu dengan arah N015 E/ 4

5. SLOPE

A. LOKASI PENGAMATAN 1
Pada lokasi pengamatan satu terdapat di Azimuth 120° dengan adanya kenampakan
sesar yang terlihat dari adanya offsite lapisan. Pada lokasi pengamatan satu kami
melakukan pengukuran kompas antara lain dip direction, strike/ dip untuk
menentukan shear dan gash, azimut.
B. LOKASI PENGAMATAN 2
Lokasi pengamatan kedua terletak dibawah lokasi pengamatan satu. Pengukuran
kompas geologi pada lokasi ini antara lain strike dip.
C. LOKASI PENGAMATAN 3A
Lokasi ini terdapat di samping kiri dari singkapan kedua. Pada lokasi ini kita mencoba
mengukur kriteria.
D. LOKASI PENGAMATAN 3B
E. LOKASI PENGAMATAN 4
F. LOKASI PENGAMATAN 5
G. LOKASI PENGAMATAN 6