Anda di halaman 1dari 6

Pengaruh Kadar Kolesterol Tinggi Mengakibatkan Serangan Jantung

Afnia Alfiyanti
Abstract : Penyakit jantung merupakan penyakit yang berbahaya yang
akhirnya dapat meyebabkan kematian. Salah satu penyebab jantung
adalah kadar kolesterol yang tinggi, makanan berkolesterol sebagian
besar terdapat pada daging yaitu antara 220-260 mg per 100 cc.
Penyakit jantung disebabkan oleh penyempitan pembuluh jantung,
sehingga kerja jantung menjadi lemah, hal ini dikarenakan timbunan
kolesterol atau kadar dalam darah tinggi. Untuk menghindari penyakit ini
sebaiknya mengganti makanan yang berkolesterol dengan buah-buahan,
sayur-sayuran dan kacang-kacangan selain itu olahraga dan mengatur
pola makan yang seimbang agar tidak mudah terserang penyakit
jantung akibat kolesterol.

Kata kunci : jantung, penyakit berbahaya, kematian, kolesterol tinggi,


penyempitan pembuluh darah, daging, mengatur pola makan yang
seimbang.

PENDAHULUAN
Makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kondisi fisiologi
tubuh manusia, apabila salah mengkonsumsi makanan maka tubuh tidak dapat
merespon dengan baik akibatnya dapat merusak organ-organ tertentu. Selama ini
orang tidak tahu bahwa tidak semua makanan bergizi dan selalu menyehatkan
tubuh atau memberi efek positif pada tubuh, apabila mereka tidak dapat memilih
makanan yang tepat, makanan tersebut akan membawa banyak bencana yaitu
penyakit yang berbahaya dan akhirnya menimbulkan kematian.
Salah satu makanan yang berbahaya bagi tubuh manusia adalah makanan
yang berkolesterol tinggi, kerena ada organ-organ tertentu yang tidak dapat
menyerap kolesterol misalnya jantung. Jantung merupakan organ yang berfungsi
untuk memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh, apabila terdapat timbunan
kolesterol pada salah satu pembunuhnya maka dapat mengakibatkan jantung
bekerja semakin lemah, yang akhirnya dapat menimbulkan serangan jantung.

PEMBAHASAN
Pada umumya jumlah kolesterol plasma yang normal (kolesterol yang
bebas dan esterfired kolesterol ialah 150 sampai 190 miligram dalam 100
sentimeter kubik. Dalam riet yang telah dibuat oleh para peneliti selama 8 tahun
lamanya terhadap sekelompok manusia usia pertengahan, menunjukkan bahwa
mereka yang kadar kolesterol di bawah 260 mg per 100 cc darah mempunyai
kemungkinan lebih dari dua kali lipat untuk mati sebab penyakit jantung,
dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kadar kolesterol di bawah 220 mg
per 100 cc darah. Bahkan dilaporka bahwa kelompok yang mempunyai kadar
kolesterol tinggi mempunyai kemungkinan 5 kali lipat lebih besar untuk mendapat
penyakit jantung dibandingkan denga mereka yang mempunyai kadar kolesterol
rendah. (Kuantaraf, 2001: 35)
Kolesterol yaitu zat kimia yang tergolong dalam kelompok senyawa
organik yang lebih dikenal sengan lipid. Lipid tersebut meliputi lemak, waxes,
phospolipid, cerebosides, kolesterol dan sterol yang lain. Semuanya ialah zat yang
mempunyai lemak yang tidak dapat larut dalam air, tetapi lebih kurang larut
dalam ether dan solvant organik lainnya. Kolesterol terdapat pada semua sel
binatang, dengan demikian semua makanan yang berasal dari binatang termasuk
daging dimana kadar kolesterolnya yaitu 100 mg per 100 cc. ( Kuantaraf. 2001:
37). Apabila kadar kolesterol ini tertimbun secara terus menerus dalam tubuh
maka akan memperlambat kerja organ-organ tubuh tersebut.
Dilihat dari struktur kimianya, kolesterol merupakan senyawa lemak yang
kompleks. Sebagian besar kolesterol yang beredar dalam tubuh manusia
dihasilkan dari dalam tubuh (di hati), mencapai 80% dari total kolesterol. Sisanya
(20%) diperoleh dari makanan. Meski tampak "jahat" sebenarnya kolesterol
memiliki banyak kegunaan dalam tubuh, di antaranya membuat hormon seks,
membentuk dinding sel dan lain-lain. *********
Kolesterol tidak larut dalam cairan darah. Untuk itu agar dapat dikirim ke
seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut
lipoprotein. Lipoprotein dapat dianggap sebagai 'pembawa' (carier) kolesterol
dalam darah. Jumlah kolesterol yang ada di tubuh kita harus seimbang dengan
kebutuhan. Dengan begitu tubuh kita akan tetap sehat. Tetapi bila jumlahnya
berlebihan, salah satunya akibat terlau sering makan makanan mengandung
kolesterol, maka kadar kolesterol dalam darah akan meningkat.******
Ada beberapa jenis kolesterol yang penting untuk diketahui.
1. Kolesterol LDL (low density lipoprotein)
Kolesterol LDL ini adalah kolesterol yang mengangkut paling banyak
kolesterol di dalam darah. LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat, karena
kadar LDL yang tinggi akan menyebabkan mengendapnya kolesterol dalam arteri.
Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan
merupakan target utama dalam pengobatan.
2. Kolesterol HDL (high density lipoprotein)
Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit. HDL sering disebut
kolesterol baik, karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh
darah arteri kembali ke hati untuk diproses dan dibuang. Jadi HDL mampu
mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi (proteksi) dari
aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).
Selain LDL dan HLD ada lagi satu jenis lemak yang berbahaya, yakni
trigliserida. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah
dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah
dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar
trigliserida dalam darah seperti kegemukan, minum alkohol, makan gula, makan
lemak. Kadar trigliserida yang tinggi banyak dikaitkan dengan pankreatitis atau
radang pankreas. ******
kolesterol tinggi dapat menyumbat aliran pembuluh darah arteri,pada:
- Jantung (terkena serangan jantung)
- Otak (terkena serangan stroke)
- Ginjal (terkena gagal ginjal)
(Yulie, 2009)
Jantung merupakan organ penting dalam tubuh manusia yang berperan
dalam sisrtem koordinasi. Apabila jantung manusia terganggu maka akan
mempengaruhi kelemahan pada organ lain misalnya paru-paru, karena fungsi
jantung yang sangat kompleks yaitu memompa darah ke seluruh tubuh dan juga
paru-paru.
Jika kadar kolesterol di dalam darah melebihi dari nilai normal, maka
risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke akan lebih besar. Kelebihan
kolesterol dapat menyebabkan mengendapnya kolesterol pada dinding pembuluh
darah yang menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang
dikenal sebagai aterosklerosis (proses pembentukan plak pada pembuluh darah).
Jantung memompa darah ke seluruh otot-otot dalam tubuh, jantungpun
mengirim darah ke dinding otot jantung melalui jaringan arteri-arteri yang
dibentuk oleh dua pembuluh koroner utama yaitu pembuluh koroner kanan dan
pembuluh koroner kiri. Lapisan paling dalam dari suatu arteri yaitu “ intima”
dapat menebal usia. Penebalan dan pengerasan pembuluh darah tersebut dikenal
dalam istilah kedokteran yaitu artherosklerosis. Penebalan pada artherosklerosis
dipengaruhi oleh zat yang disebut dengan kolesterol. (Kuantaraf, 2001: 35)
Apabila ada penyempitan pembuluh darah (artherosklerosis) akibat
penumpukan kolesterol, maka berarti terjadi pengurangan pengaliran darah
tersebut. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada intima yang mengakibatkan
scarlike spot, yang disebut athermata. Luka (athermata) ini, cenderung untuk
membentuk penggumpalan darah yang disebut thrombus, yang dapat menyumbat
pembuluh darah jantung yang sempit. Apabila hal ini terjadi, jantung akan
menjadi lemah ataupun darah dapat berhenti bekerja secara mendadak. Kemudian
timbulah serangan jantung. (Kuantaraf,, 2001:35)
Adapun gejala penyakit jantung adalah:
 Rasa tertekan (ditimpa beban, sakit, terjepit, diperas, terbakar ) di dada
yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung
 Tercekik atau sesak
 Berlangsung lebih dari 20 menit.
 Keringat dingin, lemah, berdebar dan bisa sampai pingsan
 Gejala akan berkurang dengan istirahat dan bertambah berat dengan
aktivitas
Jika sumbatan ini menyerang pembuluh darah otak maka akan terjadi
stroke. Gejala serangan stroke tergantung dari derajat serangan, mulai dari yang
ringan sampai berat.
Gejala stroke ringan :
- Bicara tiba-tiba jadi pelo
Gejala yang sifatnya berat :
- kelumpuhan anggota gerak tubuh
- wajah menjadi tidak simetris
- jika terjadi perdarahan otak dapat menyebabkan kematian.
Gejala-gejala stroke memerlukan tindakan yang cepat agar jangan sampai jatuh
pada derajat yang lebih berat. ******
Karena dampak kolesterol yang amat membahayakan kesehatan, maka kadar
kolesterol perlu dikontrol. Untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah, dapat
dilakukan dengan melakukan tes di laboratorium setelah puasa lebih kurang 10
jam. Adapun nilai normal laboratorium untuk kolesterol adalah sebagai berikut:
1. Kolesterol LDL: Nilai normal kolesterol LDL bergantung kepada jumlah faktor
risiko seseorang terhadap PJK. Semakin banyak jumlah faktor risikonya, maka
semakin rendah kolesterol LDL yang harus diturunkan.
- Jika jumlah faktor risiko PJK 0-1 , maka kolesterol LDL < 160 mg/dl
- Jika jumlah faktor risiko PJK > 2, maka kolesterol LDL < 130 mg/dl
- Jika seseorang ada riwayat PJK ataupun Diabetes, maka kolesterol LDL < 100
mg/dl
2. Kolesterol HDL : > 40 mg/dl
3. Trigliserida : <150 mg/dl
4. Kolesterol Total : < 200 mg/dl

PENUTUP
Kolesterol yang tinggi sangat membahayakan kesehatan tubuh utamanya
pada kesehatan jantung. Kadar kolesterol ini diperoleh dari makanan yang berasal
dari hewan misalnya daging. Untuk mengurangi kadar kolesterol pada tubuh
hendaknya mengurangi makanan yang dibuat dari kuning telur, makanan tinggi
lemak, goreng-gorengan (Yulie,2009), makanan tersebut dapat diganti dengan
buah dan sayuran, ikan laut (tuna,mackerel,dan herring), gandum dan sereal.
Selain itu hendaknya sering berolahraga secara teratur, tidak merokok dan banyak
minum air putih.

DAFTAR PUSTAKA
Liwijaya, K dan Kuantaraf, J. 2001. Makanan Sehat. Bandung
Rizki, Yulie. 2009 pmhttp://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/apa-hubungan-
kolesterol-dengan-stroke-dan-serangan-jantung/