Anda di halaman 1dari 7

M.

Khairurrijal

14/366860/PA/16259

Oven Microwave

Microwave adalah sebuah gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 1 milimeter
sampai 1 meter dan berfrekuensi antara 300 megahertz sampai 300 gigahertz. Oven adalah sebuah
peralatan dapur yang digunakan untuk memasak atau memanaskan makanan, jadi Microwave
oven adalah sebuah peralatan dapur yang menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memasak
atau memanaskan makanan.

A. Bentuk Fisik
Microwave oven yang sekarang beredar dipasaran sangat banyak bentuknya. Teknologi yang
digunakan juga sudah semakin beragam. Pada Gambar dibawah menunjukan sebuah microwave oven
dan komponen-komponen penyusun dari sebuah microwave oven. Berikut adalah gambar dari sebuah
microwave oven yang biasa digunakan di rumah tangga untuk memasak.

B. Komponen-komponen Microwave Oven


1. Magnetron
Magnetron merupakan bagian inti dari microwave oven. Komponen ini akan mengubah energi listrik
menjadi radiasi gelombang mikro. Pada bagian dalam magnetron, electron dipancarkan dari sebuah
terminal central yang disebut katode. Kutub positif yang disebut anode mengelilingi katode menarik
elektron-elektron. Selama perjalanan pada garis lurus, magnet permanen memaksa elektron untuk
bergerak dalam jalur melingkar. Seiring elektron-elektron melewati resonansi di dalam ruangan oven,
elektron-elektron tersebut menghasilkan gelombang medan magnet yang terus-menerus.

2. Waveguide

Waveguide adalah sebuah komponen yang didesain untuk mengarahkan gelombang. Untuk tiap jenis
gelombang waveguide yang digunakan tidak sama. Waveguide untuk gelombang mikro dapat
dibangun dari bahan konduktor.
3. Microwave Stirrer

Komponen yang menyerupai baling-baling ini digunakan untuk menyebarkan gelombang mikro di
dalam microwave oven. Biasanya dikombinasikan dengan sebuah komponen seperti piringan yang
dapat diputar pada bagian bawah. Kombinasi ini memungkinkan kecepatan tingkat kematangan yang
merata saat memasak.

Microwave Stirrer

4. Fuse (sekring)

Berfungsi untuk memutuskan aliran listrik bila terjadi arus kejut atau rangkaian terhubung singkat

5. TCO (Thermal Cut Off)

TCO atau Thermo Switch adalah saklar sensor panas yang bekerja on atau off berdasarkan
temperature pada badan logamnya. Ada 2 macam TCO pada microwave oven yaitu TCO Magnetron
dan TCO Cavity.
Jika temperature magnetron diatas 160° C atau temperature cavity (ruang masak) diatas 100° C pada
saat microwave memasak, saklar TCO yang menempel pada permukaan magnetron dan dinding
bawah cavity akan off sehinggaa sumber daya ke magnetron terputus dan magnetron tidak bekerja.
Saklar thermo akan kembali on bila temperature magnetron dan cavity menjadi dingin kembali yaitu
pada temperature dibawah 60° C. Hal ini untuk mencegah kerusakan magnetron dan timbulnya api
pada cavity.

6. LVT (Low Voltage Transformer)

LVT adalah trafo tegangan rendah yang memberikan tegangan catu yang diperlukan oleh rangkaian
control.

7. Lampu

Lampu ini berfungsi untuk menerangi cavity bila pintu dibuka atau selama memasak.

8. Fan Motor

Fan motor berfungsi mendinginkan panas yang terjadi pada komponen tegangan tinggi seperti
magnetron, HVT dan sebagainya, juga menghilangkan baud an uap air didalam cavity oven.

9. Turn Table Motor

Motor ini berfungsi untuk memutar wadah memasak (coocking tray) agar panas yang dihasilkan pada
makanan merata.

10. Safety Switch

Saklar pengaman (safety switch) digunakan untuk mencegah emisi gelombang mikro pada saat pintu
dibuka. Saklar pengaman ini ada 3 jenis yaitu primary switch, secondary switch (atau door sensing
switch) dan monitor switch.

11. HVT (High Voltage Transformer)

HVT adalah trafo tegangan tinggi yang memberikan tegangan untuk menghidupkan magnetron. HVT
mengubah tegangan 220-230 VAC menjadi tegangan AC 2000 Volt dan tegangan AC 3,2 Volt untuk
heatermagnetron.

12. H.V Capacitor dan H.V Diode

Kapasitor dan diode tegangan tinggi berfungsi sebagai rangkaian pendobel tegangan yaitu mengubah
tegangan AC 2000 Volt menjadi DC 4000 Volt.

13. Relay

Relay adalah saklar on / off yang digerakkan secara listrik. Pada microwave oven biasanya terdapat 2
relay utama yaitu main relay dan power relay.
a. Main relay berfungsi untuk menyambungkan sumber daya ke lampu, fan motor, dan turn table
motor.

b. Power relay berfungsi untuk menyambungkan sumber daya ke HVT

14. Sistem lain (terdapat pada model dengan keistimewaan lengkap)

•Thermistor
Berupa probe (batang) yang diselipkan kedalam makanan untuk mendeteksi temperature makanan.

•Gas Sensor (auto time cooking sensor)


Mendeteksi asap yang ditimbulkan oleh makanan dengan tujuan untuk menentukan waktu memasak
yang diperlukan secara otomatis.

•Weight Sensor
Terletak dibawah wadah memasak yaitu guide roller untuk mendeteksi berat makanan diatas wadak
memasak sehingga dapat menentukan waktu memasak yang diperlukan secara otomatis.

C. Cara Kerja
Berikut adalah cara kerja dari sebuah microwave oven dalam memanaskan sebuah objek:

1. Arus listrik bolak-balik dengan beda potensial rendah dan arus searah dengan beda potensial tinggi
diubah dalam bentuk arus searah.

2. Magnetron menggunakan arus ini untuk menghasilkan gelombang mikro dengan frekuensi 2,45
GHz.

3. Gelombang mikro diarahkan oleh sebuah antenna pada bagian atas magnetron ke dalam sebuah
waveguide.

4. Waveguide meneruskan gelombang mikro ke sebuah alat yang menyerupai kipas, disebut dengan
stirrer. Stirrer menyebarkan gelombang mikro di dalam ruang oven.

5. Gelombang mikro ini kemudian dipantulkan oleh dinding dalam oven dan diserap oleh molekul-
molekul makanan.

6. Karena setiap gelombang mempunyai sebuah komponen positif dan negatif, molekul-molekul
makanan didesak kedepan dan kebelakang selama 2 kali kecepatan frekuensi gelombang mikro, yaitu
4,9 juta kali dalam setiap detik.

Gelombang mikro merupakan hasil radiasi yang dapat ditransmisikan, dipantulkan atau diserap
tergantung dari bahan yang berinteraksi dengannya. Oven microvawe memanfaatkan 3 sifat dari
gelombang mikro tersebut dalam proses memasak. Gelombang mikro dihasilkan oleh magnetron,
gelombang tersebut ditransmisikan ke dalam waveguide, lalu gelombang tersebut dipantulkan ke
dalam fan stirrer dan dinding dari ruangan didalam oven, dan kemudian gelombang tersebut diserap
oleh makanan. Microwave oven dapat membuat air berputar, putaran molekul air akan mendorong
terjadinya tabrakan antar molekul. Tabrakan antar molekul inilah yang akan membuat molekul-
molekul tersebut memanas. Perlu diingat bahwa sebagian besar makanan memiliki kadar air
didalamnya dan jika makanan tersebut memiliki kadar air berarti efek yang sama akan terjadi jika
makanan tersebut dimasukan dalam microwave oven. Selain itu harus dingat juga bahwa molekul
makanan yang lain akan menjadi panas karena ada kontak langsung antara molekul tersebut dengan
molekul air yang memanas.

Melalui perpindahan energi, panas disebabkan oleh pergerakan molekul-molekul. Perpindahan energi
ini dapat terjadi dengan 3 cara berbeda, yaitu:

1. Konduksi

Terjadi karena adanya kontak langsung dengan sumber panas, contoh papan pengorengan yang
menjadi panas setelah bersentuhan dengan sumber api pada kompor.

2. Konveksi

Konveksi terjadi ketika uap panas naik atau uap berputar di dalam ruangan tertutup seperti oven.
Panas uap ini akan memanaskan bagian luar makanan dan diteruskan sampai bagian dalam makanan
tersebut.

3. Radiasi

Terjadi karena adanya gelombang elektromagnetik yang membuat molekul-molekul air bergerak.

D. Tipe Microwave Oven


Dipasaran ada beberapa tipe dari microwave oven, pembagian tipe microwave oven tersebut
didasarkan pada ukuran dari microwave tersebut. Klasifikasinya dapat disebutkan sebagai berikut:

1. Compact Microwave

Compact microwave disebut juga sebagai portable microwave, yaitu tipe terkecil dari mikrowave
oven. Ukuran dari oven jenis ini sekitar 46 cm untuk lebarnya, 35 cm untuk tebalnya dan 30 cm untuk
tingginya. Tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan oven jenis ini antara 500 sampai 1000 watt.
Harga dari microwave oven jenis ini kurang dari $100 US.

2. Medium Capacity Microwave

Microwave jenis ini empunyai ukuran lebih besar dari compact microwave. Untuk tenaga listrik yang
dibutuhkan untuk mengoperasikan oven jenis ini sekitar 1000-1500 watt. Jenis microwave ini
mempunyai kemampuan untuk memasak dan menghangatkan makanan lebih cepat dibanding dengan
compact microwave.

3. Large Capacity Microwave

Jenis oven ini adalah jenis yang terbesar dengan ukuran lebih besar daripada medium microwave.
Tenaga listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan oven jenis ini mencapai 2000 watt. Large
microwave cocok digunakan untuk restoran ataupun tempat-tempat yang membutuhkan makanan
dalam jumlah yang besar.