Anda di halaman 1dari 5

TUGAS FISIKA BANGUNAN

“VENTILATION”

Disusun oleh:
Monica Firdaus Supriatna (1451010031)

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR


PROGDI ARSITEKTUR 2014/2015
Pengertian Ventilasi
Pada dasarnya, ventilasi udara adalah bagian dari rumah yang berfungsi sebagai
saluran udara dimana udara dapat mengalir dengan baik dari dan ke dalam rumah.
Dengan demikian, udara yang ada di dalam rumah akan tergantikan secara terus
menerus oleh udara dari luar melalui ventilasi tersebut. Hasilnya, udara di dalam rumah
akan tetap terasa sejuk dan segar.

Hal-hal yang bisa di lakukan untuk mengoptimalkan pengkondisian udara di dalam


rumah secara alami ialah:

1. Orientasi Bangunan.

Radiasi matahari adalah penyebab utama tingginya suhu di dalam rumah. Sebisa
mungkin hindari banyak bukaan di arah timur dan barat. Apabila tidak bisa dihindari,
bisa diupayakan adanya barrier terhadap radiasi panas matahari, terutama matahari
sore di arah barat. Barrier bisa berupa tanaman atau vegetasi, atau elemen bangunan
berupa sun shading. Sun shading berupa elemen vertikal (sirip) atau elemen horizontal
(topi-topi/over hang).

2. Perbanyak bukaan.

Bukaan atau ventilasi udara yang dianjurkan adalah paling tidak sebesar 15% dari luas
lantai bangunan.

3. Atur letak bukaan.

Ventilasi udara haruslah berada di kedua sisi bangunan atau ruangan. Tidak akan
banyak manfaatnya apabila bukaan hanya berada di salah satu sisi bangunan. Udara
luar tidak akan bisa masuk ke dalam rumah bila tidak ada lubang yang lain untuk jalan
keluar udara. Jadi, harus dihindari memanfaatkan seluruh kavling hingga ke belakang.
Sisakan sedikit bagian kavling di belakang rumah yang terbuka hingga ke atas, supaya
terjadi ventilasi silang. Dalam satu ruangan pun, sebaiknya, jendela/bukaan tidak
berada pada sisi yang sama. Misalkan suatu bidang dinding mempunyai jendela di sisi
sebelah kiri, sebaiknya bidang dinding yang berseberangan mempunyai jendela di sisi
kanan. Dengan konfigurasi seperti ini, diharapkan seluruh bagian rumah/ ruangan akan
tersentuh oleh aliran udara.

Jenis-jenis Ventilasi
a) Ventilasi alamiah, di mana aliran udara di dalam ruangan tersebut terjadi secara
alamiah melalui jendela, pintu, lubang angin, lubang-lubang pada dinding dan
sebagainya. ventilasi mendasarkan diri pada dua prinsip, yaitu :
 Ventilasi Horisontal, timbul karena udara dari sumber yang datang secara
horizontal. Kondisi ini bisa terjadi bila ada satu sisi (bagian rumah) yang sengaja
dibuat panas sementara di sisi lain kondisinya lebih sejuk. Kondisi sejuk ini
dapat diperoleh bila bagian tersebut kita tanami pohon yang cukup rindang atau
bagian tersebut sering terkena bayangan (ingat prinsip dasar udara yang
mengalir dari daerah bertekanan tinggi atau dingin ke daerah bertekanan
rendah/panas).

 Ventilasi Vertikal, Prinsip dasar ventilasi vertikal adalah memanfaatkan


perbedaan lapisan-lapisan udara, baik di dalam maupun di luar yang memiliki
perbedaan berat jenis. Ventilasi vertikal ini akan sangat bermanfaat untuk
bangunan rumah 2 lantai atau lebih.
Aliran udara terjadi karena perbedaan berat jenis lapisan udara luar dan dalam
bangunan. baik pula sirkulasi udara dalam ruangan.
Syarat-syarat menggunakan ventilasi umum, yakni :
 Toksisitas rendah
 Jumlah kontaminan tidak besar (sedikit) dan tidak terus-menerus
 Sumber merata
 Konsentrasi rendah

b) Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan


udara tersebut, misalnya mesin pengisap udara. Artinya di dalam ruangan rumah harus
ada jalan masuk dan keluarnya udara.
Ada beberapa indikator yang dapat menentukan satu rumah sudah memiliki tata udara
yang cukup bagus atau belum. Salah satunya dengan memerhatikan temperatur ruang
yang dirasakan penghuni. Aman biasanya memiliki temperatur udara berkisar 22–30
derajat Celsius. Selain itu, kecepatan dan volume angin yang masuk ke dalam rumah
juga turut menentukan. Cara perhitungannya adalah dengan menganalisis besaran inlet
atau banyaknya ventilasi udara masuk, serta outlet yakni ventilasi bukaan udara keluar.
Indikator kedua yaitu lokasi rumah dan lingkungan. Dua indikator tersebut merupakan
faktor penentu untuk mengetahui letak ventilasi yang tepat pada sebuah rumah.
Prinsip membuat ventilasi rumah sehat adalah bagaimana membuat lebih mudah
bergerak dari luar ke dalam maupun sebaliknya. Oleh karenanya peletakan bukaan
ventilasi menjadi faktor penting. Agar angin yang masuk bisa mengalir dengan lancar
maka penempatan bukaan ventilasi dilakukan secara berhadapan (cross ventilation).
Kondisi ini mempermudah aliran udara untuk saling bertukar, satu sisi sebagai tempat
pengeluaran udara sisi satunya sebagai tempat masuknya udara begitu pula
sebaliknya. Namun yang perlu diingat agar aliran udara bisa mengalir melintang di
seluruh ruang maka ketinggian lubang ventilasi yang saling berhadapan sebaiknya
dibuat tidak sama.
Selain bergerak secara horizontal, aliran udara di dalam rumah juga bergerak secara
vertikal. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar bahwa udara mengalir dari area bertekanan
tinggi (dingin) ke area bertekanan rendah (panas). Bagian atas rumah cenderung lebih
panas dari bagian bawah hal ini disebabkan karena adanya pemanasan bangunan oleh
sinar matahari (pada bagian atap bangunan). Kondisi ini menyebabkan udara bergerak
dari area bawah ke atas. Agar udara panas ini dapat keluar, dan terjadi aliran maka
perlu ditempatkan lubang angin di bagian atas rumah. Dengan demikian, udara panas
bisa terbuang digantikan udara yang lebih dingin dari bagian bawah rumah.
Ventilasi yang baik dalam ruangan harus mempunyai syarat lainnya, di antaranya:
Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan. Sedangkan luas
lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5%. Jumlah keduanya
menjadi 10% dikali luas lantai ruangan. Ukuran luas ini diatur sedemikian rupa sehingga
udara yang masuk tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit. Udara yang masuk harus
udara bersih, tidak dicemari oleh asap dari sampah atau dari pabrik, dari knalpot
kendaraan, debu dan lain-lain. Aliran udara diusahakan ventilasi silang dengan
menempatkan lubang hawa berhadapan antara 2 dinding ruangan. Aliran udara ini
jangan sampai terhalang oleh barang-barang besar misalnya almari, dinding sekat dan
lain-lain.
Untuk ruangan yang berada di tengah-tengah dan tidak terdapat area bukaan untuk
mengalirkan udara, perlu dilakukan pendekatan yang berbeda. Kita bisa menggunakan
alat untuk membantu sirkulasi udara, misal exhaust fan atau ventilating fan (penyedot
udara). Di pasaran ada berbagai jenis exhaust fan, diantaranya :

1. wall mount (dipasang di dinding),


2. ceiling mount (dipasang di plafond/langit-langit)
3. window mount (dipasang di jendela).

Prinsip peletakan exhaust fan adalah bersilangan dengan bukaan depan. Hal ini
bertujuan agar perputaran udara dapat berjalan secara maksimal.
Perencanaan sistem ventilasi yang baik banyak memberi keuntungan. Di sisi lain,
bukaan ventilasi berfungsi pula memasukkan terang langit sekaligus mendukung sistem
pencahayaan alami di dalam rumah. Sehingga pada waktu siang hari, penggunaan
lampu bisa diminimalkan sekaligus menghemat penggunaan listrik.

Fungsi Ventilasi :
1. Mensuplai udara bersih yaitu udara yang mengandung kadar oksigen yang
optimum untuk pernafasan
2. Membebaskan udara ruangan dari bau2an, asap , debu dan zat2 pencemar lain
dagan cara pengenceran udara
3. Mensuplai panas agar panas badan seimbang
4. Mensuplai panas akibat hilangnya panas ruangan atau bangunan
5. Mengeluarkan kelebihan udara panas yang disebabkan radiasi tubuh, kondisi,
evaporasi ataupun keadaan eksternal
6. Mendisfungsikan suhu udara secara merata

DAFTAR PUSTAKA
http://19design.wordpress.com/2011/04/23/mengenal-lebih-jauh-sistem-ventilasi/
https://septanabp.wordpress.com/2013/06/05/ventilasi-alami/