Anda di halaman 1dari 6

Sri Yuliani 021945586

Tugas 1:

Penawaran agregat merupakan jumlah output yang ditawarkan dalam sebuah perekonomian pada
berbagai tingkat harga. Penawaran agregat terbentuk dari pasar tenaga kerja dan fungsi
produksi.

Jelaskan bagaimana hubungan antara pasar tenaga kerja, fungsi produksi dan kurva penawaran
agregat.

Penawaran agregatif

Penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barangbarang dan


jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu. Penawaran
Agregat (aggregate supply) adalah jumlah barang dan jasa akhir perekonomian, yang dimintaa
pada berbagai tingkat harga yang berbeda.Kurva Penawaran Agregat adalah kurva yang
menggambarkan tentang hubungan antara tingkat harga yang berlaku dalam ekonomi dan nilai
produksi riil atau output (pendapatan nasional rill) yang akan ditawarkan dan diproduksi oleh
semua perusahaan dalam suatu perekonomian.Karena perusahaan yang menawarkan barang dan
jasa memiliki harga fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga kaku dalam jangka pendek,
hubungan penawaran agregat yang berbeda; kurva penawaran agregat jangka panjang (long-run
aggregate supply) LRAS dan kurva penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate
supply) SRAS. Dua faktor yang menentukan penawaran agregat, yaitu keseimbangan di pasar
tenaga kerja dan fungsi produksi. Keseimbangan di pasar tenaga kerja akan menentukan jumlah
tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa. Dan kemampuan
dari tenaga kerja ini menghasilkan produksi nasional tergantung kepada fungsi produksi yang
menerangkan hubungan diantara jumlah tenaga kerja dan faktor-faktor produksi lain untuk
mewujudkan produksi nasional.

Penawaran agregat di dalam suatu perekonomian dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai
berikut :

1. besarnya angkatan kerja,

2. besarnya stok kapital,

3. keadaan atau tingkat tekhnologi,

4. tingkat pengangguran alamiah, dan

5. harga faktor-faktor produksi


Fungsi produksi

Fungsi Produksi adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan antara output (jumlah
produk barang/jasa) dan faktor-faktor produksi (input)

Y= F(k,n)

Dimana:

Y = Jumlah Barang/jasa (output)

K = Persediaan kapital

N = Jumlah tenaga kerja

Dalam jangka pendek , persediaan kapital dianggap konstan sehingga fungsi produksi menjadi Y
– f (N) , produksi barang/ jasa (output) dipengaruhi oleh tenaga kerja .

Kurva fungsi produksi

Pasar tenaga kerja

Harga TK (Upah/Wage) ditentukan oleh demand dan supply TK. Tingkat


upah dinyatakan dalam upah per jam atau per minggu atau per bulan.Kurva permintaan TK:
Jumlah TK yang diminta oleh masyarakat dalam periode tertentu pada berbagai tingkat upah
nyata/riil. Permintaan TK dilakukan oleh rumah tangga perusahaan

W= w /h
Dimana :

W= tingkat upah riil,

w= upah nominal,

h=harga

Berikut kurva hubungan antara Pasar Tenaga Kerja, Rill GDP, dan Tingkat Upah :

1. Dimulai dengan tingkat upah rill yang rendah, maka semakin meningkat tingkat upah, maka
TK ingin bekerja lebih lama

2. Dimulai dengan tingkat upah riil yang tinggi, maka semakin banyak produk seperti TV, HP
dan kesempatan berwisata yang dimiliki oleh TK. Jika tingkat upah meningkat, maka semakin
menurun kesediaan TK untuk menggunakan waktu dan keahliannnya. Hal ini karena TK lebih
ingin menikmati kekayaan yang diperolehnya.

3. Keseimbangan pasar TK ada di titik E dengan upah W* maka jumlah TK yang dapat
digunakan (kesempatan kerja) atau tingkat employment sebesar ON*.

4. Pada tingkat ON*, produk nasional atau output nasional sebebsar Y*

Keterangan :
DN =kurva permintaan TK
SN = kurva penawaran TK dengan backward bending

Permintaan Tenaga Kerja


Permintaan Tenaga kerja adalah Permintaan Tenaga kerja adalah Jumlah TK yang diminta oleh
masyarakat dalam periode tertentu pada berbagai tingkat upah nyata/riil. Didasarkan atas
perilaku perusahaan dalam menggunakan tenaga kerja.

Permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh:

a. Laba Maksimum, keuntungan yang diperoleh

b. Biaya Produksi

Didalam Teori Permintaan tenaga kerja , biaya dicerminkan dari Upah rata-rata (W) sedangkan
pendapatan dicerminkan dari harga (P) dikalikan dengan produktivitas Marginal Tenaga Kerja
(MPL). Maka :

W= P. MPL dan W/P= MPL

Keterangan :

W = Upah

P. MPL = Tambahan nilai produksi

Kurva permintaan tenaga kerja


Mula-mula jumlah permintaan tenaga kerja sebesar N0 dan upah rill sebesar W/P0. pada
kondisi ini, produsen masih memperoleh keuntungan, sehingga produsen menambah permintaan
tenaga kerja sampai di titik keseimbangan yang baru yaitu di titik B dengan julah tenaga kerja
0N1. jika upah naik sehingga upah rill juga naik menjadi W/P 1 keseimbangan akan berada di
titik C. Pada keseimbangan yang baru ini, jumlah tenaga kerja yang diminta turun menjadi 0N2.

Penawaran tenaga kerja (jangka pendek dan jangka panjang)

Analisis suatu persentase jumlah penduduk tertentu yang memilih masuk ke dalam angkatan
kerja maupun jumlah jam kerja yang ditawarkan oleh para angkatan kerja, keduanya tergantung
pada upah pasar. Inilah studi tentang penawaran tenaga kerja dalam jangka pendek.

Analisis jangka panjang tentang penawaran tenaga kerja memperkenalkan kepada individu
waktu yang diperlukan untuk melakukan penyesuaian yang lebih lengkap terhadap perubahan-
perubahan kendala.

Ciri-ciri penawaran tenaga kerja :

• Upah riil mempunyai peranan penting dalam penawaran tenaga kerja.

• Pekerja akan dihadapkan kepada pilihan antara waktu/jam untuk bekerja dan istirahat.

• terdapat hubungan positif antara tingkat upah rill dan jumlah tenaga kerja yang ditawarkan
sehingga apabila upah rill meningkat maka jumlah tenaga kerja yang ditawarkan meningkat.
Maka fungsi penawaran tenaga kerja adalah :

SN= F (W/P)

Dimana :

SN = Jumlah tenaga kerja yang ditawarkan

W/P = Tingkat upah rill

Menentukan gaji

Upah atau gaji adalah Upah adalah semua jenis pembayaran atas jasa-jasa yang disediakan
pekerja untuk perusahaan .Cara menentukan gaji atau upah adalah dengan mengkonversikan
upah nominal dengan indeks harga tahun bersangkutan.

Tabel perhitungan gaji

Tahun Upah Uang Indeks Harga Upah Riil


(1) (2) (3) (4)

Rp

2010 700 100 100/100 x Rp.700 =


Rp.700

2011 1.050 105 100/105 x Rp.1.050 =


Rp.1.000

2012 1.800 150 100/150 x Rp.1.800 =


Rp.1.200

2013 2.080 160 100/160 x Rp.2.080 =


Rp.1.300

Pengangguran (hukum okem)

Pengangguran meningkat setiap terjadinya resesi. secara sederhana ketika ekonomi berada
dalam resesi, pekerjaan akan sulit didapatkan.Pengangguran tidak dipekerjakan tentunya tidak
akan menghasilkan apa-apa, kenaikan tingkat pengangguran akan mengakibatkan penurunan
pada GDP rill. Hubungan Negatif antara Pengangguran dan GDP rill ini disebut dengan
HUKUM OKUN.Arthur Okun ialah tokoh yang menerapkan Hukum Okun

Perhitungan Presentase GDP rill untuk membuktikan bahwa suatu perekonomian sedang
mengalami resesi adalah :

3,5% - 2 ´ Perubahan Tingkat Pengangguran

Keterangan :

Jika tingkat pengangguran tetap sama, GDP riil tumbuh sekitar 3,5 persen. Untuk setiap
poin persentase tingkat pengangguran meningkat, pertumbuhan GDP riil biasanya turun sekitar 2
persen.