Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI


MAKRO
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah:
“Teori Ekonomi Makro”
Dosen Pengampu :
“Aan Nasrullah, ME.”

Disusun Oleh :
1. M. Darmawan J. S.
2. M. Aziz
3. M. Iqbal

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAHUL ‘ULA


(STAIM)
NGLAWAK – KERTOSONO – NGANJUK
2018

i
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya
penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata
kuliah Teori Ekonomi Makro.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang
penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan
materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga
kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan
menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca. Saya sadar bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk
itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukannya demi perbaikan p
embuatan makalah saya di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik
dan saran dari para pembaca.
Nglawak, 25 Maret 2018
Penulis

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C. Tujuan................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 2
A. Pengertian Pasar ................................................................................... 2
B. Pengertian Keseimbangan Pasar .......................................................... 3
C. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat .................................. 4
D. Agregat demand (permintaan) dan agregat supply( penawaran) ........ 5
E. Keseimbangan Permintaan Dan Penawaran Agregat ........................... 5
F. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro :Adanya Uang Dalam
Perekonomian ....................................................................................... 6
G. Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro: Masuknya Peran Pemerintah .. 9
H. Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro pada Macam-macam Aggregate
Supply (Materi Intermediate) ............................................................. 10
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 12
A. Kesimpulan......................................................................................... 12
B. Saran-saran ......................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada materi ekonomi mikro pernah dibahas mengenai kurva diturunkan
dari kurva utilitas, dan bagaimana kurva penawaran diturunkan dari kurva
produksi. Interaksi antara kurva permitaan (D) dan penawaran (S)
menghasilkan titik keseimbangan pada saat perpotongan kedua kurva, yaitu
titik (p*,q*).
Teori diataslah yang akan dibahas dalam ekonomi makro. Dalam konteks
ekonomi makro, keseimbangan yang dimaksud adalah keseimbangan pasar
yang terjadi ketika Aggregate Demand (AD) bertemu dengan Aggregate
Supply (AS). Dimulai dengan keseimbangan pada pasar yang sederhana
sampai pada bentuk yang kompleks.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian Pasar?
2. Apakah Pengertian Keseimbangan Pasar?
3. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat?
4. Bagaimana Keseimbangan permintaan dan penawaran agregat”
5. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro pada Macam-macam
Aggregate Supply (Materi Intermediate)?

C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Pasar
2. Untuk mengetahui pengertian keseimbangan pasar
3. Untuk Mengetahui Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat.
4. Untuk mengetahui tentang Keseimbangan permintaan dan penawaran
agregat
5. Untuk Mengetahui Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro pada Macam-
macam Aggregate Supply (Materi Intermediate).

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pasar
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur,
hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan
tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang
dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini
merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang
memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan
sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua
orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga
orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu
dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala
geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang
dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal
yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan
pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum
menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar
untuk obat-obatan terlarang.1
Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur
yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa
dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar
peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi
harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah
melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran
dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar
memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber
daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan
untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan
atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan
pertukaran hak (lih. kepemilikan) jasa dan barang.

1
Adji Wahyu, Ekonomi, Jakarta: Erlangga, 2007. Hal. 56

2
B. Pengertian Keseimbangan Pasar
Dalam perekonomian bunga, keseibangan permintaan dan penawaran
uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional
beroendapat bahwa interaksi permintaan dan penawaran uang akan senantiasa
membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan.
Apabila suku bunga berada diatas tingkat keseimbangan, pasokan
unang melebihi permintaan. Mekanisme penyesuaian perjalanan karena pada
tingkat bunga tersebut, oppertunity cost memegang unang menjadi terlalu
tinggi. Masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang dalam portofolio
kekayan nya untuk ditukarkan aset yang memberikan bunga, misal obligasi.
Penurunan permintaan unang diimbangi dengan kenaikan permintaan aset
tersebut. Akibatnya,harga aset tersebut akan naik dan tingkat bunganya
menurun. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dapatan
dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang.bunga tetap.
Mekanisme sebalik nya akan terjadi jika suku bunga berada dibawa
tingkat keseimbangan. Oppertunity cost yang rendah akan mendorong
masyarakat untuk memegang uang lebih banyak dengan cara menjual aset
berimbang bunga. Peningkatan penjualan aset menurun harga dan menaikan
suku bunga hingga permintaan uang sama dengan pemasok uang.
Peningkatan pendapatan akan meningkatkan permintaan uang untuk
trasaksi dan berjaga-jaga tingkat bunga tetap. Menurut ekonomi
konvensional, kelebihan permintaan unag ini akan mendorong bunga naik
sehingga permintaan uang kembali ketingkat yang sama dengan pasokan
uang. Dengan demikian, peningkatan pendapatan kenaikan suku bunga
dipasar uang.kelebihan permintaan yangterjadi di pasar uang disebabkan
peningkatan kebutuhan unang untuk teransaksi karena kenaikan pendapatan.
Mekanisme penyeibangan di pasar uang disebutkan bahwa kenaikan
suku bunga saat terjadi kelebihan permintaan uang ditimbulkan oleh
peningkatan penjualan aset berbunga. Akan tetapi,kelebihan permintaan
disbabkan oleh kenaikan pendapatan, dan tidak ada alasan untuk
meningkatkan penjualan aset berbunga.

3
Apabila mengalami kenaikan pendapatan, memang membutuhkan uang
lebih banyak untuk membiayai kenaikan konsumsi. Akan tetapi, uang
tambahan tersebut diperoleh dengan mengurangi kepemilikan aset berbunga.
Sebaliknya, kepemilikan aset yang merupakan salah satu wujud
tabunganpun cenderung meningkat ketika pendapatan naik. Kenaikan
pendapatan akan sekaligus diaokasikan sebagai peningkatan konsomsi dan
peningkatan tabungan, yang dapat diwujudkan aset berbunga maupun uang.
Jika kenaikan pendapatan tidak menyebabkan penjunalan aset, justru dapat
menyebabkan kenaikan permintaan aset, maka tidak ada mekanisme yang
menyebabkan kenaikan bunga.jika terjadi kenaikan pendapatan, kenaikan
bunga memang di perlukan untuk mencapai keseimbang pasar uang, tetapi
tidak terbentuk sendiri oleh interaksi pasar uang.
Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran uang yang ditimbulkan
oleh perubahan pendapatan akan tetap berlangsung selama pasokanuang tidak
bertambah. Dari teori kuantitas uang jika pendapatan riil bertambah namun
jumlah uang tetap. peredaran uang naik atau harga turun.proses
penyeimbangan permintaan dan penawaran uang juga akan terjadi melalui
proses pergantian portofolio kekayaan. Misal, penurunan ringkat imbal petani
mendorong orang untuk menjual tanah pertanian sehingga haarga jual dan
sewa tanah pertanian menurun. Penurunan harga sewa menurunkan biaya
usaha pertanian pada tingakat pendapatan tetap, sehingga tingkat imbal petani
kembali naik.
Jika kelebihan permintaan uang ditimbulkan oleh kenaikan pendapatan,
tidak akan ada kenaikan penjualan aset produktif. Akibatnya, kenaikan
tingkat imbal tidak terjadi dan kelebihan permintaan uang akan berlangsung
selama pasokan uang tidak bertambah peningkatan ekspektasi laba diperlukan
untuk untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran uang.
C. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat
Bila seluruh individu dikumlahkan secara horizontal menjadi industri
sehingga didapat kuantitas barang A yang ditawarkan dalam suatu
perekonomian (ΣQs), dan jumlah kuantitas barang A yang diminta dalam

4
suatu perekonomian (Σ𝑄𝑑), maka didapat kurva demand agregat dan kurva
supply agreagat dari industri A.
Selanjutnya, bila kuantitas barang dan jasa masing-masing industri di
konversikan dalam satuan yang sama, katakan saja output nasional Y, maka
didapatkan Aggregate Demand (AD) dan Aggregate Supply (AS) nasional.
Secara garis sumbu vertical menggambarkan harga-harga umum P, sedangkan
sumbu horizontal menggambarkan output nasional Y.

Patut diingat bahwa sampai saat ini, kita masih mengasumsikan bahwa
belum ada uang dalam perekonomian.2
D. Agregat demand (permintaan) dan agregat supply( penawaran)
Permintaan agregat menunjukan hubungan antara keseluruhan
permintaan terhadap barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan
agreat adalah ekonimi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penanawaran
agreat menunjukan antara keseluruhan penawaran barang dan jasa yang di
tawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.3
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agareat, maka
perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat
harga,tingkat penganguran dan kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanta
kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat
harga dan output nasional(pendapatan nasional), yang selanjutnya akan akan
mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat agregat cenderung
menaikan harga, tetapi akan menurunkan output nasional dan menambah
pengangguran.
E. Keseimbangan Permintaan Dan Penawaran Agregat
Titik equilibirium permintaan dan penawaran pada dasarnya
merupakan terbentuknya harga equilibirium dan tingkat pendapatan

2
Ibid, hlm. 51
3
Sadono Sukirman.Pengantar Teori Makro ekonomi.Bina Grafika, hlm. 27

5
nyata(pendapatan riil = pendapatan dengan haraga konstanta) nasional
equilibirium. Equilibirium umum pada analisis permintaan penawaran
agregatif terjadi bila pada dasar komoditi, pasar uang dan pasar sumberdaya
manusia dalam keadaan ekuilibirium.
F. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro :Adanya Uang Dalam
Perekonomian
Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan
keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya
keseimbangan umum tetap terjadi pada saat AD=AS.4
Dalam pembentukan Aggregate Demand, ada dua keseimbangan pasar
yang menentukan, yaitu:
1. Keseimbangan pasar uang
2. Keseimbangan pasar barang dan jasa

1. Keseimbangan Pasar Uang: Kurva LM


a. Kurva yang menunjukan L=M
Kurva LM menunjukkan L=M, dimana:
L= jumlah liquiditas (uang) dalam perekonomian yang diedarkan
oleh bank sentral.
M = jumlah uang yang ingin dipegang oleh masyarakat.
Dalam istilah lain juga ditemukan Ms=Md, dimana Md adalah
Money Demand dan Ms adalah Money Supply.
Motif permintaan akan uang menurut John Maynard Keynes :
a. Motif transaksi (transaction motive)
b. Motif berjaga-jaga (precautionary motive)
c. Permintaan Uang Untuk Spekulasi
b. Kurva yang menunjukanhubungan uang dan pendapatan
Semakin kaya orang, maka semakin besar pula keinginannya
memegang uang untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, semakin miskin
orang, semakin kecil jumlah uang yang ingin di pegangnya. Hubungan
yang positif ini dikenal sebagai teori Cambridge akan permintaan uang.

4
Adiwarman karim,Ekonomi Makro Islami, hlm. 51

6
Money demand merupakan porsi tertentu dari kekayaan. Bila Y
besar maka Md (tr) besar, bila Y kecil maka Md (tr) kecil.
Porsi itu sendiri di simbolkan dengan “k” yang relative dari waktu
kewaktu. Perubhan teknologi dapat mengubah “k”, misalnya dengan
adanya ATM. Maka jumlah uang yang di pegang dalam saku berkurang di
bandingkan bila tidak ada ATM, karena bila memerlukan uang ia dapat
menarik dari ATM. Bila kemudian kartu debit telah diterima luas, maka
jumlah uang yang dipegang dalam saku semakin berkurang karena
transaksi dapat dilakukan tanpa fisik uang. Hubungan antara uang dan
kekayaan ini digambarkan dengan grafik berikut. Kemiringan slope kurva
ditentukan oleh besaran ‘k”.
c. Kurva yang menunjukan hubungan uang dan tingkat bunga
Semakin tinggi bunga, semakin orang tertarik menyimpan uangnya
dalam deposito di bank konvensional. Dalam konteks lain, semakin tinggi
bunga obligasi semakin orang tertarik membeli obligasi, konvensional.
Bila orang meningkatkan simpanan uangnya dalam bentuk deposito di
bank konvensional atau membeli obligasi konvensional maka semakin
sedikit uang yang tersedia baginya untuk melakukan spekulasi berjual-beli
saham di pasar saham.

2. Keseimbangan Pasar Barang: Kurva IS


a. Kurva yang menunjukan I=S
Keseimbangan pasar barang digambarkan oleh kurva IS. Sesuai
dengan namanya. Kurva IS menunjukan I = S, di mana:
I = Investasi
S = Saving (tabungan)
Dalam ekonomi mikro dibahas bahwa pendapatan yang diterima
dapat digunakan sebagian untuk konsumsi san sebagian lain untuk
disimpan.
Y = C+S, dimana:
Y = pendapatan
C = konsumsi
S = simpanan

7
b. Kurva yang menunjukan hubungan investasi dengan tingkat bunga
Hubungan antara investasi (I) dengan tingkat bunga (i), dilatar
belakangi oleh praktik yang lazim dilakukan yaitu meminjam kredit dari
bank konvensional untuk melakukan investasi. Semakin tinggi bunga
semakin sedikit jumlah kredit yang mau dipinjam oleh masyarakat dari
bank konvensional, berarti semakin sedikit investasi yang terjadi.
c. Kurva yang menunjukan hubungan tabungan dengan pendapatan
Hubungan antara tabungan (S) dengan pendapatan dilatarbelakangi
oleh kecenderungan orang untuk menggunakan sebagian pendapatannya
untuk ditabung dan sebagian lain untuk keperluan konsumsi. Semakin
kaya orang, semakin banyak tabungannya. Semakin miskin orang semakin
kecil tabungannya. MPC dan MPS sendiri relative stabil dari waktu ke
waktu karena merupakan kebiasaan orang atau pola perilaku orang dalam
menggunakan pendapatannya.
3. Keseimbangan Pasar Barang Dan Pasar Uang
Menurut Mankiw kurva IS dan kurva LM dapat digambarkan dalam
matematisnya sebagai berikut : IS : Y = C (Y-T) + I(r) + G LM : M/P = L
(r,Y) Model tersebut menunjukkan kebijakan fiskal , G dan T, kebijakan
moneter M, dan harga sebagai exogenous. Sehingga hal tersebut
menunjukkan kurva IS hanya menujukkan kombinasi antara r dan Y, hal
ini sesuai dengan persamaan pada pasar barang. Dan kurva LM hanya
menunjukkan kombinasi antara r dan Y yang sesuai dengan persamaan
pada pasar uang. Kedua kurva tersebut dapat kita lihat dari gambar 5
berikut ini.
Interes rate,r

LM

Income, output

Gambar 5. Keseimbangan IS-LM

8
4. Hubungan Kurva IS-LM dengan kurva AS-AD
Kurva IS-LM menggambarkan keseimbangan pasar barang dan
keseimbangan pasar uang. Dengan sumbu horizontal Y (pendapatan nasional)
dan sumbu vertical (tingakat bunga). Sedangkan kurva AS-AD
menggambarkan keseimbangan pasar agregat dalam perekonomian, dengan
sumbu horizontal Y (pendapatan nasional) dan sumbu vertical P (harga-harga
umum).
G. Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro: Masuknya Peran Pemerintah
Dengan wewenangnya pemerintah dapat menarik pajak dan
menjadikanya sebagai tabungan pemerintah. Selain itu, Dengan tabunganya
yang besar pemerintah mempunyai kemampuan yang besar sebagai pembeli.
Katakanlah pemerintah menaikan tabungannya (Sg), dan pada saat yang
sama, menaikan belanjanya yang masuk ke dalam perekonomian.
Y=C+S
Y = (Cg+Ch) + (Sg + Sh), dimana:
Y adalah pendapatan nasional.
Cg adalah konsumsi pemerintah
Ch adalah konsumsi rumah tangga
Sg adalah tabungan pemerintah
Sh adalah tabungan rumah tangga
Kenaikan ini digambarkan dengan bergesernya kurva S dikuadran 3 ke
arah kiri bawah. Dengan mempertahankan asumsi S = 1 maka kurva IS
kuadran 4 bergeser ke kanan atas. Kurva 1 pada kuadran 1 tidak berubah
karena masuknya belanja pemerintah ke perekonomian tidak melalui
mekanisme 1 yang lazim. Ingat bahwa AD adalah penjumlahan horizontal
kurva-kurva demand, termasuk demand pemerintah. Kenaikan belanja
pemerintah berarti kenaikan demand pemerintah, yang berarti pula kenaikan
AD.
Dampak kenaikan AD terhadap pendapatan nasional dan harga (p,y)tentu
ditentukan pada perpotongan kurva AD dengan kurva AS. Bila kurva AS ber
slope positif seperti lazimnya kurva S dalam ekonomi mikro, maka secara
grafis dapat digambarkan sebagai berikut. Titik keseimbangan berubah dari

9
titik 1 (p1, y1) ke titik 2 (p2, y2). Sg kurva IS bergeser ke kanan atas kurva
AD bergeser ke kanan atas, kurva AS ber slope positif p , y .
H. Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro pada Macam-macam Aggregate
Supply (Materi Intermediate)
1. Kurva AS ber-slope positif: tanpa rigiditas dan rigiditas gaji
Pendapat Keynes yang dibangun dalam hal asumsi yang digunakan
dalam kurva AS yang ber-slope positif dalam kenyataannya adalah:
a. Pasar barang kompetitif, dan harga-harga fleksibel
b. Gaji-gaji tidak fleksibel, dengan kata lain ada rigiditas (kekakuan) gaji
nominal.
2. Kurva AS ber-slope horizontal: rigiditas harga
Alternative lain dari asumsi Keynes adalah dengan mengasumsikan
rigiditas terjadi pada harga, bukan pada gaji. Secara lengkap, asumsi
alternative ini adalah sebagai berikut:
a. Harga-harga tidak fleksibel
b. Pasar tenaga kerja kompetitif, dan gaji-gaji fleksibel. Dengan kata lain
tidak ada rigiditas gaji (kekakuan gaji).
Asumsi sticky princes ini secara grafis digambarkan dengan kurva AS
yang horizontal. Rigiditas harga dengan mudah tergambar yaitu dengan
tingkat harga yang tetap pada P.
3. Kurva AS ber-slope vertikal: rigiditas output
Alternative lain adalah dengan mengasumsikan rigiditas pada output,
bukan pada gaji atau pada harga. Kurva AS mempunyai slope yang vertical
pada saat seluruh kapasitas produksi perekonomian telah terpakai. Asumsi
yang digunakan dalam kurva AS yang berslope vertical adalah:
a. Perekonomian berada pada keadaan kapasitas penuh. Dengan kata
lain, ada rigiditas output.
b. Harga-harga fleksibel, dapat turun naik. Dengan kata lain, tidak ada
rigiditas harga (kekuatan harga).
4. Keseimbangan AS-AD
Dampak dari kenaikan AD berbeda-beda pada jenis AS yang berbeda.
Dengan AS yang mempunyai slope horizontal, maka pergeseran AD hanya

10
bedampak pada Y. Bila AD naik maka pendapatan nasional naik , sebaliknya
bila AD turun, maka pendapatan turun. Harga tetap P. Dengan AS yang
mempunyai slope positif maka pergeseran AD berdampak pada P dan Y. Bila
AD naik maka harga naik dan pendapatan nasional naik. Sebaliknya, bila AD
turun maka harga turun dan pendapatan turun.
Dengan AS yang mempunyai slope vertical maka AD hanya berdampak
pada P. bila AD Naik, maka harga naik sebaliknya, bila AD turun, maka
harga turun. Pendapatan nasional tetap Y.5

5
Ibid, hlm. 73

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan paparan dan penjelasan tentang keseimbangan ekonomi,maka
kita ketahui bahwa kesembangan umum ekonomi akan terjadi apabila
komponen-komponen yang dapat mempengaruhi keseimbangan umum itu
semua nya berjalan dengan baik. Seperti keseimbangan pasar barang, pasar
uang, pasokan barang.
Keseimbangan di pasar uang terjadi ketika kualitas yang di minta
uang sama dengan kualitas yang ditawarkan. Permintaan agregat adalah suatu
daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor
ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat
menunjukan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa
yang di tawarkan oleh perusahan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
.
B. Saran-saran
Semoga dengan adanya makalah ini bisa memberikan kemudahan
dalam mempelajari materi ekonomi makro islami, khususnya dalam
pembahasan keseimbangan pasar.
Semoga dengan dipelajarinya makalah ini bisa menambah khazanah
pemikiran dan pengetahuan kita dalam bidang perekonomian, khususnya
pada masalah ekonomi makro.

12
DAFTAR PUSTAKA
Karim,Adiwarman. Ekonomi makro islamiedisi kedua, jakarta: Rajawali Pers,
2013
Wahyu, Adji, Ekonomi, Jakarta: Erlangga, 2007
Sukirman, Sadono.Pengantar Teori Makro ekonomi. Bina Grafika. 2008

13