Anda di halaman 1dari 5

TUGAS METODE PENGENDALIAN PENYAKIT

Globalisation and The Prevention and Control of Non-Communicable Disease : The


Neglected Chronic Disease of Adults

Oleh :

Ni Luh Putu Indah Swandari 1520025010

I Wayan Darsana 1520025013

Ni Komang Ary Priadnyani 1520025034

Ni Luh Putu Ari Handayani 1520025048

Program Studi Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

2018
Beban Global Untuk Penyakit Tidak Menular

Diperkirakan pada tahun tersebut ada sekitar 56 kematian di seluruh dunia. Dimana 60% kematian
disebabkan oleh PTM. :

a. 16 juta kematian disebabkan oleh penyakit kardivaskular :


- Terutama pada penyakit PJK dan stroke
b. 7 juta kematian disebabkan oleh kanker
c. 3-5 juta disebabkan oleh penyakit pernafasan kronis
d. Dan hampir 1 juta disebabkan oleh penyakit diabetes

Selain penyakit karena CVD dan Kanker, Masalah kesehatan mental juga menjadi kontributor
utama terhadap beban penyakit di banyak negara dan berkontribusi secara substansial terhadap
kejadian dan tingkat keparahan banyak penyakit tidak menular. Sedangkan untuk negara Afrika
paling banyak kematian diakibatkan oleh Penyakit Menular. Padan tahun ini 2,8 juta kematian
CVD akan terjadi di China dan 2,6 juta di India. Penyakit tidak menular berkontribusi secara
substansial terhadap kematian orang dewasa dengan tingkat tertinggi di negara-negara Eropa
tengah dan timur, hal ini terjadi juga karena tidak adanya kesetaraan yang diamana ada masyarakat
miskin yang tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan. 10 Pola kematian global akan semakin
didominasi oleh penyakit yang tidak menular; pada tahun 2020, PJK dan stroke diperkirakan akan
menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit tersebut

Penyebab Dari Penyakit Tidak Menular

Penuaan populasi, terutama karena tingkat kesuburan yang menurun dan peningkatan
kelangsungan hidup anak, merupakan faktor penentu epidemi penyakit tidak menular. Selain itu,
perkembangan perdagangan dan pemasaran global mendorong transisi nutrisi menuju diet dengan
proporsi lemak jenuh dan gula tinggi. Pola makan ini, dikombinasikan dengan penggunaan
tembakau dan sedikit aktivitas fisik, menyebabkan aterosklerosis di seluruh populasi dan
penyebaran penyakit menular yang tidak menular.

Pengaruh Globalisasi

Globalisasi secara langsung dan tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan epidemi dari
penyakit menular dan tidak menular. Pengaruh tidak langsungnya diakibatkan oleh status ekonomi
nasional, pendapatan rumah tangga, pengeluaran pemerintah, nilai tukar, dan pendapatan nasional.
Beberapa hal tersebut dapat berpengaruh sebab akan berpengaruh terhadap sumber daya sektor
publik yang tersedia untuk pelayanan kesehatan. Efek negatif secara langsung yang ditimbulkan
dari globalisasi terhadap kesehatan adalah semakin beredarnya produk tembakau, alkohol dll.

Globalisasi dan Pandemi Tembakau

Perusahaan tembakau transnasional secara gencar memanfaatkan potensi pertumbuhan penjualan


tembakau di negara berkembang. Sasaran dari produk tembakau adalah perempuan dan anak
muda. Perusahaan tembakau terus membantah efek negatif yang ditimbulkan dari tembakau.
Pemasaran secara online mengenai produk rokok telah meningkat selama 3 tahun. Melihat hal
tersebut, pihak WTO menerapkan hukum dan peraturan mengenai pengendalian tembakau.

Globalisasi, transisi gizi dan alcohol

Penggantian diet kaya buah dan sayuran atau diet tradisional kearah diet kaya kalori yang
disediakan oleh lemak hewani dan rendah karbohidrat komplek, yang terjadi di semua negara,
semua perubahan tersebut akan memicu terjadinya penyakit tidak menular. Selama 50 tahun
terakhir juga teradi perubahan yang fundamental dan luar biasa dalam tranformasi pertanian
dimana mulai dari pengolahan, distribusi dan perbelanjaan serta konsumsi makanan di luar rumah.
Hal ini juga memicu munculnya penyakit tidak menular karena dalam proses memasak mengikuti
perkembangan yaitu menggunakan oven microwave serta teknik lainnya. Industry akohol hampir
sama global sebagai industry tembakau. Dalam hal ini alcohol memiliki peranan yang komplek
terkait dengan penyakit tidak menular. Seperti ada hubungan antara konsumsi alcohol dan sirosis
hati, beberapa jenis kanker. Alcohol juga dapat mengurangi factor risiko CDV tetapi dalam jumlah
yang sanga rendah jika berlebihan dapat juga memicu terjadinya CDV.

Kebijakan global untuk pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular

Pencegahan

Melalui promosi kesehatan di negara-negara kaya dapat menurunkan angka kejadian kanker paru-
paru dan CDV pada pria, namun terjadi hal yang terbalik di negara Eropa dan di Korea, Chinadan
Yordania epidemic kanker paru-paru meningkat terutama pada wanita, hal ini disebabkan oleh
karena peningkatan konsumsi rokok pada perempuan sebagai wujud gagalnya promosi kesehatan
di negara tersebut.

Pengendalian Tembakau
The Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) menghubungkan ilmu
pengendalian tembakau dengan proses negosiasi politik perjanjian internasional dan kemungkinan
menghubungkan protokol pada prioritas pengendalian tembakau seperti larangan iklan,
perdagangan gelap produk tembakau, pengemasan dan pelabelan, dan aturan produk. Proses
pengembangan FCTC memicu pendekatan sistem perluasan koheren UN untuk pengendalian
tembakau dengan penurunan permintaan sebagai tujuan utama.
Advokasi Global
Advokasi merupakan hal yang jarang terdapat pada skala global untuk pencegahan dan
pengendalian penyakit tidak menular dan apa yang ada disana pembagian perawatan dan faktor
risiko atau penyakit spesifik. Kurangnya advokasi pada promosi kesehatan kontras dengan
pertumbuhan komersial yang dominan dan kelompok konsumen yang menempatkan perawatan
menjadi pusat perdebatan aturan kesehatan dan prioritas biaya. Ikatan badan kesehatan profesional
yang lebih kuat dan lebih luas, kelompok konsumen, industri, dan pendidikan diperlukan untuk
memprioritaskan pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular secara efektif.
Kerjasama dan Interaksi
WHO sudah mulai mengembangkan strategi untuk diet dan aktivitas fisik dalam
hubungannya dengan penyakit kronis. Proses ini sudah memimpin perkembangan aturan makanan
dan konsultasi luas yang sedang berlangsung antara WHO, pemerintah, kelompok konsumen,
multinasional, dan rekan UN untuk menentukan peran yang saling melengkapi dalam memegang
obesitas, CVD, dan diabetes.
Kapasitas dan Sumber Daya
Investasi substansial diperlukan dalam kapasitas negara untuk merencanakan dan
mengelola proyek kesehatan untuk penyakit menular terlebih lagi untuk penyakit tidak menular.
Para donor dan pemerintah enggan berinvestasi di lembaga dan infrastruktur nasional. Komitmen
global diperlukan untuk memastikan kemajuan berkelanjutan dalam pengembangan dan
pelaksanaan kebijakan untuk penyakit tidak menular antara lain aspek kesehatan masyarakat.
Selama dua dekade terakhir, program penelitian penyakit tropis WHO didanai oleh konsorsium
donor telah mengembangkan jaringan peneliti penyakit menular yang mengesankan dan
memberikan model yang berguna untuk upaya penyakit tidak menular. Institut Kesehatan Nasional
Amerika Seikat melalui Fogarty International Centre dan Pusat Penelitian Pengembangan
Internasional Kanada telah mulai berinvestasi secara sederhana dalam penelitian pengendalian
tembakau di negara-negara berkembang. Hal ini perlu diperluas ke aspek lain dari penyakit tidak
menular.
Norma Global dan Standar
Ada kebutuhan yang meningkat untuk menetapkan norma global, keduanya mengikat
secara hukum dan tidak mengikat di banyak bidang untuk menyeimbangkan pengaruh actor kuat
yang tidak terkendali. Profesional kesehatan masyarakat yang relevan perlu menguasai masalah
teknis dalam peraturan perdagangan internasional. Mereka kemudian dapat mempengaruhi badan-
badan seperti WTO, dimana masalah kesehatan semakin dipertimbangkan dan mengembangkan
norma-norma yang dipimpin WHO yang lebih kuat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
perselisihan perdagangan tentang produk dengan efek kesehatan. Perjanjian bukanlah solusi untuk
masalah yang berkaitan dengan transisi nutrisi atau aktivitas fisik. Mekanisme multipihak dan
intergovernment serta tindakan-tindakan yang tidak mengikat lainnya adalah pilihan yang lebih
baik terutama yang berkaitan dengan anak-anak dan pemasaran alkohol dan makanan. Pendekatan
semacam itu sudah digunakan untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan, kualitas lingkungan
dan hak asasi manusia.
Reorientasi Pelayanan Kesehatan
Kehidupan yang tidak terhitung hilang secara premature karena pengelolaan penyakit
menular akut dan jangka panjang yang tidak memadai, banyak diantaranya memiliki perawatan
sederhana dan murah. Di negara-negara kaya, potensi intervensi pencegahan sekunder ini jauh dari
negara-negara miskin. Cara efektif untuk mencegah, mengobati dan memberikan perawatan
paliatif untuk kanker ada tapi tidak diterapkan di banyak negara. Ada banyak kesempatan untuk
mengurangi risik, perawatan, dan manajemen jangka panjang yang terkoordinasi. Misalnya,
berhenti merokok merupakan prioritas bagi semua pasien.