Anda di halaman 1dari 6

Draft

RUMUSAN REKOMENDASI
Konferensi DMO di Jakarta, 6 Agustus 2010

I. PENDAHULUAN
Pembangunan kepariwisataan yang multi-dimensi dan multi-sektor memerlukan dukungan dan
keterpaduan dalam sistem kepariwisataan. Salah satu sistem kepariwisataan yang penting adalah
destinasi pariwisata yang perlu dikelola secara komprehensif, strategis, efisien dan efektif
dengan orientasi kemanfaatan dan tanggungjawab segenap pemangku kepentingan serta
keberlanjutan lingkungan dan kehidupan bagi generasi mendatang.
Pengembangan destinasi pariwisata dilakukan dengan memperhatikan keragaman potensi dan
karakter wilayah serta dinamika masyarakat. Pilihan atas pengelolaan destinasi yang
berkelanjutan serta berbasis proses tersebut merupakan bagian integral dalam Destination
Management System melalui pembentukan dan pengembangan Destination Management
Organization atau Organisasi Manajemen Destinasi yang selanjutnya disingkat DMO. Sebagai
pilihan strategik dan management tools untuk peningkatan kualitas destinasi pariwisata, DMO
dibentuk secara partisipatif, kolaboratif, berkelanjutan melalui proses yang sistimatis, terencana
dan terukur.
DMO berfungsi sebagai penggerak ekonomi, sebagai akselerator citra destinasi, sebagai peneguh
kebanggaan nilai lokal. DMO berperan sebagai katalisator untuk membangun allignment dan
pemantapan tujuan dan proses serta kepentingan bersama dengan muatan lokal. Oleh karena itu,
peningkatan kualitas destinasi pariwisata tidak hanya dalam bentuk intervensi pengembangan
sarana dan prasarana tetapi juga mencakup penataan dan pengelolaan destinasi yang
menghasilkan pelayanan prima serta promosi dan pemasaran destinasi yang optimal dapat
mendatangkan wisatawan. Dengan demikian diharapkan terjadi peningkatan kepuasan wisatawan
dan kemanfaatan para pemangku kepentingan khususnya terwujudnya kesejahteraan masyarakat
setempat.
II. TIGA DIMENSI POKOK (Pendekatan, Kerangka Kerja dan Manajemen Inovasi)
1. Pendekatan Sosio Kultural Dan Lingkungan Kewilayahan Dalam DMO, meliputi:
a. Pendekatan partisipatif segenap pemangku kepentingan khususnya masyarakat setempat
dalam proses perencanaan, pengelolaan hingga pemantauan merupakan dasar
pembentukan dan pengembangan DMO. Pelibatan komunitas pelaku pariwisata dan
peranserta masyarakat setempat yang tersentuh dan akan terkena dampak merupakan
faktor esensial keberhasilan sebuah DMO.
b. Pendekatan kewirausahaan kreatif (entepreneurship) DMO dikembangkan dengan sistem
nilai yang menghormati budaya dan tradisi serta daya dukung ekosistemnya. Model-
model atau bentuk pendekatan komunitas dalam sebuah DMO yang didasarkan pada
sistem nilai dan karakteristik yang menjadi penciri yang hidup dan berlaku dalam
lingkungan masyarakat tertentu. Perhatian lebih ditekankan pada dinamika persepsi dan
nilai yang berlaku di masyarakat yang bersangkutan.
c. Pendekatan pelestarian sebagai wujud tanggungjawab lingkungan yang menekankan pada
konservasi dan penghematan serta penganekaragaman dalam sebuah DMO. Pendekatan
ini dijabarkan melalui upaya-upaya yang dilakukan segenap pemangku kepentingan
secara sinergis dan sistematis yang bermuara pada terwujudnya keberlanjutan bagi
generasi mendatang.

2. Dasar Kerangka Kerja Regulasi dan Kelembagaan dalam DMO serta Kemitraan, Jejaring dan
Supply Chain dalam DMO, meliputi:
a. Aspek formalitas, prosedur dan legalitas mengacu pada ketentuan positif yang berlaku
sesuai dengan kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang secara
jelas terintegrasi dalam proses dan aktifitas DMO.
b. Organisasi bisnis dalam DMO memenuhi aspek legal formal.
c. Hubungan kerjasama antara organisasi bisnis dan stakeholder dalam DMO berlandasakan
pada prinsip-prinsip pengelolaan berbasis tujuan bersama.
d. Jaringan kerjasama baik dalam fungsi internal maupun eksternal dalam aktifitas DMO
berpedoman pada tolok ukur keberhasilan sebuah DMO.
e. Peranan stakeholders dalam DMO tidak diposisikan pada subjek pasif yang hanya
sebagai pelengkap organisasi dalam DMO akan tetapi keberhasilan DMO dibutuhkan
peran aktif stakeholders. Jumlah stakeholder yang terlibat dalam DMO akan sangat
tergantung dari kompleksitas organisasi bisnis, lembaga masyarakat, pemerintah dan
lainnya yang ada dan berkepentingan terhadap DMO.
f. Peranan masing-masing stakeholders dijabarkan dengan menngacu pada aspek fungsi,
tujuan dan sasaran DMO sehingga konflik kepentingan dapat dihindari.

3. Pengkayaan Manajemen, Inovasi, Teknologi dan Informasi dalam DMO, meliputi:


a. Merencanakan struktur dan sistem manajemen yang akan diadopsi dan diterapkan dengan
mengedepankan sisi keunggulan pengorganisasiannnya.
b. Mengedepankan proses manajemen pengelolaan berbasis prinsip akuntabilitas,
transparansi, professional.
c. Menampilkan gagasan-gagasan kreatif dan inovatif dengan wawasan luas dan terukur
dalam upaya menumbuhkan dinamika proses pembentukan dan pengelolaan DMO
d. Menerapkan dan mengaplikasikan instrumen teknologi dan informasi yang akan dapat
mengakomodasi seluruh jaringan dan aktifitas manajemen pengelolaan dalam DMO dan
dinamika peranan, keterlibatan stakeholders jelas dan nyata ditampilkan.
e. Menampilkan rencana program-program dan keterlibatan stakeholders serta proses
komunikasi dalam upaya menjamin keberlanjutan aktifitas bisnis dalam lingkup DMO
masing-masing.

III. TIPOLOGI BERDASAR ORGANISASI DAN SKALA WILAYAH

Skala Nasional Regional Lokal


Organisasi
Struktur Organisasi

Mekanisme Kerja

Sumberdaya

Contoh Bali Pangandaran


Java Promo Kota Tua
Flores Wakatobi
Rinjani Toraja
Toba Bromo-Tengger-Semeru
Bunaken
Raja Ampat
Tanjung Puting
Derawan
Sabang

IV. TIPOLOGI BERDASARKAN TEMA DESTINASI

TemaUtama/Dominan Alam Budaya Campuran/Kombinasi


Aspek-Aspek
Potensi

Proses

Produk

Pasar

Pengelola DMO

Contoh

V. TIPOLOGI BERDASARKAN MANAJEMEN PROSES (Pak Prof. DR. Yuwana)

STAGE INISIASI AWAL IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN


Aspek-aspek
LEADERSHIP
FINANCIAL
ORGANISASI
SUMBER DAYA
VI. LOKASI & TAHAPAN PENGEMBANGAN
LOKASI TAHUN ke-1 TAHUN ke-2 TAHUN ke-3 TAHUN ke-4 TAHUN ke-5
Bali
Java Promo
Rinjani
Toba
Pangandaran
Kota Tua
Flores
Bromo-
Tengger-
Semeru
Toraja
Wakatobi
Bunaken
Raja Ampat
Tanjung
Puting
Derawan
Sabang

VII. PEMBENTUKAN DAN TAHAPAN DESTINASI

VIII. INDIKATOR KINERJA DMO

IX. PENUTUP