Anda di halaman 1dari 6

BAB VIII

KONVENSI NASKAH, KUTIPAN DAN DAFTAR KEPUSTAKAAN

A. Konvensi Naskah

1. Pengetikan
a. spasi rangkap, jika kutipan langsung, tergabung dengan teks, diapit tanda petik:
jika kutipan terdiri atau berupa kata, frase, klausa atau kalimat singkat lebih
kecil dari empat puluh kata atau lebih kecil dari empat baris.
b. spasi rapat, berupa kutipan langsung, diketik pada paragraf khusus jika jumlah
kutipan lebih besar atau sama dengan 4 baris atau 40 kata.
c. spasi rangkap, jika kutipan tidak langsung, bergabung dengan teks.

2. Penomoran:
a. Nomor Bab, menggunakan angka Romawi, ditulis secara simetris di bawah
judul bab, dicetak tebal seperti judul bab.
b. Nomor Halaman, angka Arab, dapat ditulis di kanan atas, kanan bawah atau
tengah bawah kertas.
c. Khusus nomor halaman yang berisi judul bab, dapat tidak ditulis meski
dihitung, atau ditulis tetapi menempati posisi tengah bawah

3. Tabel /Grafik/ Gambar


a. Jika dapat, tabel, grafik maupun gambar dibuat pada halaman yang sama.
Tetapi jika tidak, dapat disambung pada halaman berikutnya dengan
memberitahukan bahwa tabel, gambar atau grafik tersebut bersambung.
b. Setiap tabel, grafik dan gambar harus diberi nomor dan nama
c. Tulisan yang memiliki tabel, grafik dan gambar, harus membuat daftar yang
dimuat pada pelengkap pendahuluan, setelah daftar isi.

B. Teknik Mengutip
1. Pengertian:

Mengutip dala kegiatan penulisan ilmiah berarti mengambil pendapat para ahli

dari sumber lain, yang kemudian dijadikan sebagai bagian dari penulisan kita. Teknik

pengutipan dimaksud dibedakan atas: 1) kutipan langsung, 2) kutipan tidak langsung.

Untuk jelasnya perbedaan, penanda, dan teknik pengutipan tersebut dapat dilihat

berikut:

Kutipan langsung: mengambil secara langsung kalimat, frase, atau klausa kalimat
orang lain yang dituangkan ke dalam kalimat pribadi penulis.

Kutipan tidak langsung: menggunakan ide, gagasan orang lain pada karya pribadi .
mengutip secara tidak langsung dapat dilakukan dengan cara memperjelas
maksud kalimat yang ada pada sumber dengan kalimat penulis, tanpa
merubah isinya. Kutipan secara tidak langsung dapat pula berupa
menyimpulkan suatu naskah yang disampaikan dengan bahas sendiri
penulisnya. .
2. Penanda Kutipan: nama penulis
tahun terbit
halaman sumber

3. Wujud Kutipan: Kalimat singkat


Seperangkat kalimat
Berupa bahasa asing
Bahan kuliah
Hasil wawancara
Kutipan pidato
Kutipan yang diambil dari kutipan pada suatu sumber.
4. Teknik:
1) Penanda
a. Penanda tergabung dengan teks: Penanda ditempatkan di awal atau di tengah
kalimat. Nama penulis ditulis secara lengkap, dan bergabung dengan teks,
sedangkan penanda tahun dan halaman sumber di dalam tanda kurung.
Contoh:
… Amran Halim (1975: 25) menyatakan bahwa….
Amran Halim
Soebronto (1990: 23) menyimpulkan bahwa ….
b. Penanda di luar teks:
- jika nama penulis satu kata, maka langsung seluruh penanda
( nama, tahun terbit dan halaman sumber) ditempatkan di akhir
kutipan dan diapit tanda kurung.

- Jika nama penulis terdiri atas dua atau lebih kata, maka yang dibuat
adalah nama terakhir, seluruh informasi dalam tanda kurung di akhir
kutipan.
Contoh:
… mahasiswa tahun kedua lebih baik dari pada mahasiswa tahun
ketiga ( Salimim, 1990: 123).

… ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan


kemajuan belajar ( Halim, 2008: 15).

C. Daftar Kepustakaan:
1). Fungsi:
- Pengakuan bahwa informasi dalam tulisan bukan hanya pikiran penulis tapi
juga pemikiran para ahli
- Informasi lengkap tentang sumber kutipan
- Panduan penelusuran bagi pembaca

2). Sumber:
- kualitas baik, sesuai masalah
- pilih yang paling tepat
- bacaan mutakhir

3). Unsur-Unsur dari berbagai sumber

a. Buku ajar
1. Penulis perorangan:
2. Kumpulan tulisan beberapa penulis/editor
3. Buku yang dikarang oleh lembaga
4. Buku terjemahan

b. Tulisan di Majalah:
1. Artikel yang ditulis penulis
2. Artikel yang ditulis badan/lembaga

c. Makalah yang dipresentasikan dalam seminar/simposium/kongres, tapi tidak


dipublikasi
d. Disertasi/tesis
e. Surat Kabar
f. Makalah informasi dari internet

@. Ururan Penanda Kepustakaan

1. Buku ajar

1. Buku (satu orang penulis)


- nama penulis
- tahun terbit
- Judul buku ( cetak miring/garis bawah)
- Edisi dan volume ( kalau ada)
- Tempat terbit
- Nama penerbit
2.Buku berupa kumpulan tulisan beberapa penulis/editor
- nama penulis
- tahun terbit
- judul tulisan/ bab
- judul buku
- nama editor
- edisi
- nama penerbit
- tempat terbit
- halaman yang dibaca

3. Buku yang dikarang oleh lembaga


- nama lembaga
- tahun terbit
- judul buku
- edisi dan volume
- nama penerbit
- tempat terbit
- halaman yang dibaca.

4. Buku terjemahan:
- nama penulis
- tahun terbit
- judul buku
- penerjemah
- nama penerbit
- tempat terbit
- halaman yang dibaca.

B. Tulisan di Majalah

1. Artikel yang ditulis penulis:


- nama penulis
- tahun penerbitan
- Judul artikel
- nama majalah
- volume majalah
- halaman yang dibaca

2. Artikel yang ditulis badan/lembaga


Cara penulisan sama dengan di atas, hanya nama penulis diganti dengan nama
lembaga
C. Makalah yang telah dipresentasikan dalam seminar/ simposium /kongres,
tetapi tidak dipublikasikan
- nama penulis
- tahun penyajian
- judul makalah
- nama forum penyajian
- kota
- bulan dan tanggal penyajian.

D. Disertasi/tesis
- nama penulis
- tahun penerbitan
- judul disertasi/tesis
- disertasi/tesis
- tempat penerbitan
- universitas

E. Tulisan surat kabar


- nama penulis
- tahun penerbitan
- judul tulisan
- kata ‘dalam’ diikuti nama surat kabar dicetak miring/garis bawahi
- hari diikuti tanda koma
- tanggal
- bulan
- halaman
- kolom.

F. Makalah/informasi dari internet


- Ada nama penulis
- nama penulis
- tahun
- judul artikel
- situs
- tanggal akses.
- Tak ada nama penulis
- judul artikel
- situs
- tanggal akses