Anda di halaman 1dari 6

PENERIMAAN REAGEN DAN ALKES

No. Dokumen Revisi Halaman


RS MUHAMMADIYAH LAB/D/477/2015 0 1 dari 1
KALITIDU
JL. Raya Kalitidu No. 266
Kalitidu – Bojonegoro 62152
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 11 September 2015
dr. Hj. Diana K., M. M Kes
NBM: 992 241
PENGERTIAN 1. Reagen adalah bahan yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan
laboratorium
2. Alkes adalah alat kesehatan yang diperlukan dalam pemeriksaan
laboratorium.
TUJUAN Untuk memastikan bahwa reagen atau alkes yang diterima sesuai
dengan permintaan.
KEBIJAKAN RS Muhammadiyah kalitidu menetapkan bahwa perbekalan
laboratorium yang dibutuhkan dalam setiap pemeriksaan harus
terjamin keberadaan dan kualitasnya untuk mendapatkan hasil
laboratorium yang cepat tepat, dan akurat.
PROSEDUR 1. Petugas laboratorium menerima reagen/alkes dari gudang farmasi.
2. Petugas laboratorium memeriksa terhadap :
a. Kondisi reagen ( ED, kemasan )
b. Menccocokkan barang dengan tanda terima barang dari gudang
farmasi.
3. Koordinator laboratorium meretrun kembali melalui gudang farmasi,
bila barang tidak sesuai dengan permintaan.
4. Petugas laboratorium menandatangani tanda terima barang dari
gudang farmasi bila semua telah sesuai
5. Petugas laboratorium menyimpan reagen pada suhu yang diminta
(suhu dingin 2-8˚ C)
6. Petugas laboratorium menyimpan tanda terima barang dari gudang
farmasi dan mencatat buku stock barang yang datang.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi farmasi
2. Bagian pengadaan
3. Laboratorium

Disiapkan Oleh Diperiksa Oleh


Nama Rukayah, A.MAK Nurul Hidayanti, S.KM
Jabatan Karu Laboratorium Authorized Person
Tanda Tangan

PENGGUNAAN REAGEN DAN ALKES

No. Dokumen Revisi Halaman


RS MUHAMMADIYAH LAB/D/476/2015 0 1 dari 1
KALITIDU
JL. Raya Kalitidu No. 266
Kalitidu – Bojonegoro 62152
STANDAR Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal Terbit Direktur
11 September 2015
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K., M. M Kes
NBM: 992 241
PENGERTIAN 1. Reagen adalah bahan yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan
laboratorium
2. Alkes adalah alat kesehatan yang diperlukan dalam pemeriksaan
laboratorium.
TUJUAN Untuk memastikan bahwa reagen atau alkes yang digunakan dapat
dipertanggungjawabkan.
KEBIJAKAN RS Muhammadiyah kalitidu menetapkan bahwa perbekalan
laboratorium yang dibutuhkan dalam setiap pemeriksaan harus
terjamin keberadaan dan kualitasnya untuk mendapatkan hasil
laboratorium yang cepat tepat, dan akurat.
PROSEDUR 1. Petugas laboratorium mengambil reagen / alkes dari stock.
2. Petugas laboratorium membuka reagen / alkes yang akan
digunakan untuk operasional dengan menandai tanggal buka
reagen dan mencatat pada kartu stock.
3. Petugas laboratorium menyimpan reagen yang telah dibuka pada
kulkas untk reagen operasional.
4. Masing masing penanggungjawab bidang mencatat penggunaan
reagen setiap harinya dan membuat laporan
pertanggungjawaban setiap bulannnya kepada koordinator
laboratorium.
5. Koordinator laboratorium merekap semua laporan
pertanggungjawaban daro masing-masing bidang menjadi satu
untuk dilaporkan kepada bagian keuangan rumah sakit.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi farmasi
2. Bagian pengadaan
3. Laboratorium

Disiapkan Oleh Diperiksa Oleh


Nama Rukayah, A.MAK Nurul Hidayanti, S.KM
Jabatan Karu Laboratorium Authorized Person
Tanda Tangan

PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN

RS MUHAMMADIYAH No. Dokumen Revisi Halaman


KALITIDU LAB/D/464/2015 0 1 dari 2
JL. Raya Kalitidu No. 266
Kalitidu – Bojonegoro 62152
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 11 September 2015
dr. Hj. Diana K., M. M Kes
NBM: 992 241
PENGERTIAN Bahan pemeriksaan adalah bahan yang dapat berupa darah dan
urine yang diperoleh dari pasien sesuai dengan jenis pemeriksaan
yang diminta.
TUJUAN Memberikan pelayanan laboratorium yang cepat, tepat, nyaman dan
memenuhi harapan customer dalam hal pengambilan bahan
pemeriksaan laboratorium.
KEBIJAKAN Setiap petugas laboratorium harus memperhatikan kecepatan,
ketepatan dan kenyaman pasien dalam hal pengambilan bahan
pemeriksaan sesuai yang diharapkan pelanggan.
PROSEDUR 1. Petugas Laboratorium memeriksa kelengkapan
administrasi pasien serta permintaan pemeriksaan laboratorium di
komputer.
2. Petugas Laboratorium melihat jenis pemeriksaan yang
diminta, menentukan jenis bahan yang akan diambil dan
memperkirakan jumlah bahan yang akan diambil.
3. Petugas Laboratorium menyiapkan peralatan yang akan
digunakan untuk pengambilan bahan pemeriksaan.
4. Petugas Laboratorium memanggil pasien sesuai dengan
nomor urut dan menanyakan nama, umur, alamat untuk
dicocokkan dengan identitas pasien yang tertera pada formulir.
5. Petugas Laboratorium mengkonfirmasi lagi kepada pasien untuk
pemeriksan yang membutuhkan syarat puasa, setelah waktu
puasanya cukup. Dan apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan
tertentu, setelah itu Petugas Laboratorium baru bisa mengambil
bahan pemeriksaan atau sampel.
6. Untuk pemeriksaan gula 2 jam post prandial (2 JPP),
setelah pengambilan darah pertama selesai, Petugas
Laboratorium mempersilahkan pasien makan seperti biasa,
kemudian mengingatkan pasien untuk mencatat jam selesai
makan, sebelum tepat 2 jam selesai makan, pasien diminta datang
kembali untuk pengambilan darah dan urin yang kedua sebelum
tepat 2 jam.

PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN

RS MUHAMMADIYAH No. Dokumen Revisi Halaman


KALITIDU LAB/D/464/2015 0 2 dari 2
JL. Raya Kalitidu No. 266
Kalitidu – Bojonegoro 62152
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 11 September 2015
dr. Hj. Diana K., M. M Kes
NBM: 992 241
7. Petugas Laboratorium menulis nama, ttl, No.RM, jam
pengambilan, dan ruang pada tabung/tempat yang akan
digunakan.
8. Petugas Laboratorium melakukan pengambilan bahan
pemeriksaan
Darah dan urin dengan cara :
a. Pengambilan sample Urin
1) Petugas Laboratorium memberi label yang sudah diisi
Nama, ttl, No.RM, pada botol urine
2) Petugas Laboratorium memberikan botol urine tersebut
pada pasien dan menganjurkan kepada pasien agar
urine ditampung ke dalam botol urine dengan volume
minimal 12 cc atau ½ botol urine
3) Petugas perawat menyerahkan botol urine ke
laboratorium
4) Petugas Laboratorium menerima urine yang sudah
ditampung oleh pasien, kemudian dianalisa.
UNIT TERKAIT 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap dan Rawat Jalan
4. HCU
5. Komite Medis

Disiapkan Oleh Diperiksa Oleh


Nama Rukayah, A.MAK Nurul Hidayanti, S.KM
Jabatan Karu Laboratorium Authorized Person
Tanda Tangan

PERLAKUAN UJI KONTROL TIDAK MASUK

RS MUHAMMADIYAH No. Dokumen Revisi No. Halaman


KALITIDU LAB/D/475/2015 0 1 dari 2
JL. Raya Kalitidu No. 266
Kalitidu – Bojonegoro 62152
Ditetapkan
Direktur
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 11 September 2015
dr. Hj. Diana K., M. M Kes
NBM: 992 241
PENGERTIAN
Uji Kontrol adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang
dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus-menerus
agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat.

TUJUAN Mendeteksi kesalahan dan mengetahui sumbernya

KEBIJAKAN Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai


dengan prosedur yang berlaku.

PROSEDUR 1. Petugas laboratorium melakukan uji kontrol setiap hari dengan


menggunakan aturan ”wesgarrd Multiple System”
Untuk mengetahui apakah memenuhi syarat atau tidak perlu dilihat
ketentuan kontrol Westguard Ruler sbb :
1–2S Satu kontrol diluar nilai mean + 2 SD ( tetapi tidak
melampaui + 3 SD ), merupakan ” ketentuan
peringatan ”
1–3S Satu Kontrol diluar nilai mean + 3 SD, merupakan
” ketentuan penolakan ” yang mencerminkan
adanya kesalahan acak
2–2S Dua kontrol berturut diluar nilai mean + 2 SD atau
2 kontrol ( berbeda level ) berada diluar nilai mean
+ 2 SD merupakan ” ketentuan penolakan ” yang
mencerminkan adanya kesalahan sistemik
R–4S Satu kontrol diluar nilai mean + 2 SD dan satu
kontrol lain diluar nilai mean – 2 SD kemudian – 2
SD, merupakan ” ketentuan penolakan ” yang
mencerminkan adanya kesalahan acak
4–1S Empat kontrol berturut – turut diluar nilai mean + 1
SD atau – 1 SD merupakan ” ketentuan
penolakan ” yang mencerminkan kesalahan acak
10 ( X ) Sepuluh Kontrol berturut – turut pada 1 sisi diatas
atau dibawah nilai mean, merupakan ” ketentuan
penolakan ” yang mencerminkan adanya
kesalahan sistemik

PERLAKUAN UJI KONTROL TIDAK MASUK

RS MUHAMMADIYAH No. Dokumen Revisi No. Halaman


KALITIDU LAB/D/475/2015 0 2 dari 2
JL. Raya Kalitidu No. 266
Kalitidu – Bojonegoro 62152
Ditetapkan
Direktur
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 11 September 2015
dr. Hj. Diana K., M. M Kes
NBM: 992 241
3. Apabila kontrol I ditolak, petugas laboratorium harus meneliti
kembali prosedur pemeriksaan dan periksa alat yang digunakan.
4. Apabila semua baik, petugas laboratorium harus melakukan
pemeriksaan ulang kontrol I dengan tabung reaksi, cup, atau
peralatan yang berbeda.
5. Bila masih ditolak, petugas laboratorium mengulangi dengan
bahan kontrol II yang berbeda.
6. Bila masih tetap ditolak, petugas laboratorium mengulangi dengan
menggunakan kalibrator / standar baru.
7. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan kembali dan kalau
masih tetap ditolak, gunakan reagen baru.
8. Apabila masih ditolak, maka ada kemungkinan alat tidak berfungsi
baik.
9. Petugas laboratorium memanggil teknisi alat yang bersangkutan.
UNIT TERKAIT 1. Laboratorium
2. IPS

Disiapkan Oleh Diperiksa Oleh


Nama Rukayah, A.MAK Nurul Hidayanti, S.KM
Jabatan Karu Laboratorium Authorized Person
Tanda Tangan