Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

TUGAS KHUSUS

6.1 Latar Belakang


Hydro Skimming Complex (HSC) terdiri dari unit primary process dan
secondary process. Unit primary process di HSC adalah unit #100 CDU (Crude
Distillation Unit). Prinsip dari proses CDU ini adalah pemisahan fraksi minyak
bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Unit secondary process di HSC terdiri
dari unit Gasoline Plant 1 dan Gasoline Plant 2. Pada Gasoline Plant 1 ini terdiri
dari Naphtha Rerun Unit (#102 NRU) dan Hydrobon PL I #301. Pada Gasoline
Plant 2 terdiri dari Naphtha Hydrotreating (#200 NHDT), PL II #300, dan CCR
#310. Pada tugas khusus ini akan dibahas lebih mendalam mengenai unit #200
NHDT.
Prinsip proses unit #200 NHDT ini adalah untuk menurunkan kandungan
impurities, serta memisahkan heavy naphtha dengan light naphtha dalam naphtha
yang akan digunakan sebagai umpan pada unit platforming II/CCR. Umpan NHDT
terdiri dari cracked naphtha dari Delayed Cooking Unit (DCU), Heavy Naphtha
dari Hydrocracker Unibon (HCU) dan Naphtha dari Destillate Hydrotreating Unit
(DHDT) dengan kapasitas 10,1 MBSD (67,0 m3/jam) dan menghasilkan produk
light naphtha dan Treated Heavy Naphtha. Unit ini beroperasi pada suhu 310 -
350°C dengan tekanan reaktor 50,0 kg/cm2.
Tujuan proses hydrotreating/hydroprocessing adalah:
1. Memperbaiki kualitas produk akhir
2. Pretreating stream (persiapan umpan proses lanjutan) untuk mencegah
keracunan katalis di downstream process:
 Catalytic Reforming (Platforming)
 Fluid Catalystic Cracking (FCC)
 Hydrocracking
3. Memenuhi standar lingkungan (untuk diesel sebelum dikirim ke tangki
penyimpanan produk).
Produk yang dihasilkan dari unit NHDT adalah:
 Gas sebagai produk samping yang dimanfaatkan sebagai umpan unit Amine
atau sebagai fuel gas.
 Light naphtha sebagai komponen blending atau sebagai fuel oil di unit H2
plant.
 Heavy naphtha, sebagai umpan unit platforming II

Gambar 6.1 Diagram Alir Naphtha Hydrotreating Unit-200

6.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan ini adalah:
1. Mengevaluasi reaktor #200 NHDT
2. Mengetahui proses-proses pengolahan di unit HSC

6.3 Rumusan Masalah


Efisiensi dari sebuah unit perpindahan panas merupakan salah satu faktor
penting dari suatu alat Heat Exchanger. Semakin tinggi nilai Rd (dirt factor) akan
menyebabkan efisiensi perpindahan panas tidak maksimal. Salah satu penyebab hal
ini adalah fouling yang diakibatkan fluida yang mengalir pada alat tersebut. Fouling
umumnya didefinisikan sebagai akumulasi bahan yang tidak diinginkan pada
permukaan peralatan. Banyak kerugian yang dapat ditimbulkan oleh fouling
tersebut yaitu akan mengurangi mutu produksi serta kenaikan biaya perawatan.
Lapisan fouling dapat berasal dari partikel-partikel atau senyawa lainnya yang
terangkut oleh aliran fluida. Pada umumnya proses pembentukan lapisan fouling
merupakan phenomena yang sangat kompleks sehingga susah untuk dianalisa
secara analitik. Mekanisme pembentukannya sangat beragam, dan metode-metode
pendekatannya juga berbeda-beda. Penurunan efisiensi peralatan yang diakibatkan
oleh fouling tersebut dapat dihindari yaitu dengan cara melakukan pembersihan,
sehingga diperlukan suatu informasi yang jelas untuk menentukan jadwal
pembersihan.
Pada tugas khusus ini akan mengevaluasi kinerja reaktor 200#NHDT
terhadap keberlanjutan pengoperasian reaktor. Naphtha Hydrotreating Unit
(NHDT) merupakan unit yang berfungsi untuk menghilangkan impurities seperti
sulfur, Oksigen, dan Nitrogen, serta menjenuhkan olefin yang terdapat dalam
stabilized naphtha dari Delayed Coker dan naphtha dari Hydrocracker dengan
bantuan katalis TK-527, TK 431, TK 10. Fluida yang diumpankan ke NHDT berupa
Naphta yang berasal dari Unibon, Crack Naphtha dari Coker, dan Naphtha dari
tangki, yang dimana banyak mengandung senyawa-senyawa seperti sulfur,
nitrogen, bahkan banyak mengandung olefin yang dapat menyebabkan terjadinya
polimerisasi yang dapat menyebabkan fouling didalam Heat exchanger (200 E-1
A/B/C/D) maupun didalam reaktor 200 V-1 & V-101 NHDT. Sehingga terjadi
peningkatan perubahan tekanan (delta P) terhadap waktu. Salah satu upaya untuk
mengangkat fouling tersebut saat proses berjalan yaitu dengan cara menginjeksikan
antifoulant kedalam umpan fluida, sehingga dapat membawa kotoran-kotoran pada
Heat Exchanger dan reaktor NHDT untuk dibuang ke Sour Water Stripper (SWS).