Anda di halaman 1dari 28

TUGAS OPERASI TEKNIK KIMIA

TANGKI

OLEH:
KELOMPOK 7

Adha Widoni 1407113105


Ayu Annisya Tri Adriana 1407122081
Deno Febri Fadli 1407114587
Tengku Urai Ani 1407123109

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA S1


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena atas

kehendak-Nyalah makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Makalah ini membahas tentang kegunaan tangki sebagai tempat

penyimpanan fluida serta klasifikasinya. Penulisan makalah ini didasarkan pada

materi-materi yang penulis dapat dari berbagai sumber.

Penulis menyadari, bahwa makalah ini belum bisa dikatakan sempurna.

Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif

agar makalah ini akan menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan

datang.

Pekanbaru, 19 Februari 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................. 1
1.2 Tujuan ......................................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pendahuluan ............................................................................................... 2
2.2 Dasar Pemilihan Material Tangki ................................................................ 2
2.3 Klasifikasi tangki ......................................................................................... 2
2.3.1 Berdasarkan Letaknya ....................................................................... 3
2.3.2 Berdasarkan Bentuk Geometrinya ..................................................... 5
2.3.3 Berdasarkan Tekanannya ................................................................... 11
2.3.4 Berdasarkan Bentuk Tangki .............................................................. 15
2.3.5 Berdasarkan Bentuk Atapnya ............................................................ 16
2.3.6 Berdasarkan Fungsional Operasi ....................................................... 18
BAB III KESIMPULAN..................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tangki dipermukaan tanah ............................................................. 3


Gambar 2.2 Tangki menara ................................................................................ 4
Gambar 2.3Underground tank ............................................................................ 5
Gambar 2.4Open tank .......................................................................................... 7
Gambar 2.5Close tank ......................................................................................... 8
Gambar 2.6 Tangki dengan flat bottom ............................................................... 9
Gambar 2.7 Tangki silindris dengan atap dan dasar yang tertutup rapat ........... 10
Gambar 2.8 Spherical tank .................................................................................. 11
Gambar 2.9 Sketsa fixed cone roof tank ............................................................ 11
Gambar 2.10 Fixed cone roof with internal floating roff .................................... 12
Gambar 2.11 Umbrella tank ................................................................................ 12
Gambar 2.12 Fixed dome roof tank ..................................................................... 12
Gambar 2.13 Tangki horizontal .......................................................................... 13
Gambar 2.14 Plain hemispheriod tank ................................................................ 13
Gambar 2.15 Noded hemispheriod tank .............................................................. 13
Gambar 2.16 Tangki peluru ................................................................................ 14
Gambar 2.17 Tangki bola ................................................................................... 15
Gambar 2.18 Dome roof tank .............................................................................. 15
Gambar 2.19 Rectangular Tank ........................................................................... 16
Gambar 2.20 Doom roof...................................................................................... 17
Gambar 2.21 Floating roof .................................................................................. 17
Gambar 2.22 Penyimpanan bin ........................................................................... 19
Gambar 2.23 Penyimpanan silo........................................................................... 20
Gambar 2.24 Cement silo .................................................................................... 20
Gambar 2.25 Silo bunker..................................................................................... 21
Gambar 2.26 Storage piles .................................................................................. 22

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Teknik kimia melibatkan aplikasi dari ilmu pengetahuan dalam industri
proses yang terfokus pada konversi suatu material ke bentuk lain baik secara
fisika ataupun kimia. Proses-proses ini membutuhkan penanganan dan
penyimpanan material dalam jumlah besar yang terdiri atas bermacam variasi
konstruksi, tergantung pada kondisi material yang digunakan, sifat-sifat kimia dan
fisika material tersebut serta kebutuhan operasi. Untuk penanganan, seperti wadah
penampungan gas dan liquid digunakan tangki. Oleh karena itu, kami sebagai
mahasiswa/i teknik kimia, perlu mempelajari dan mengetahui beberapa hal
tentang tangki liquid dan gas.

1.2 Tujuan
a. Mempelajari kegunaan tangki dalam suatu industri
b. Mempelajari dasar pemilihan material tangki
c. Mempelajari klasifikasi tangki berdasarkan penyimpanan material

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pendahuluan
Tangki penyimpanan atau storage tank menjadi bagian yang penting
dalam suatu proses industri kimia karena tanki penyimpanan tidak hanya menjadi
tempat penyimpanan bagi produk dan bahan baku tetapi juga menjaga kelancaran
ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat menjaga produk atau bahan baku
dari kontaminan ( kontaminan tersebut dapat menurunkan kualitas dari produk
atau bahan baku ). Pada umunya produk atau bahan baku yang terdapat pada
industri kimia berupa liquid atau gas, namun tidak tertutup kemungkinan juga
dalam bentuk padatan ( solid ).
Pada sebagian besar alat proses, tangki sangat diperhatikan dengan
beberapa modifikasi sesuai keperluan yang memungkinkan alat beroperasi pada
fungsi yang dikehendaki.

2.2 Dasar Pemilihan Material Tangki


Biasanya tahap awal dari perancangan tangki adalah pemilihan tipe atau
bentuk yang paling sesuai dengan konsisi operasi yang diinginkan. Beberapa
factor yang mempengaruhi dasar pemilihan material tangki yaitu :
1. Fungsi dan lokasi tangki
2. Sifat alamiah dari fluida yang akan digunakan
3. Suhu dan tekanan operasi
4. Volume yang dibutuhkan atau kapasitas untuk proses yang akan
digunakan.

2.3 Klasifikasi tangki


Storage tank atau tangki dapat memiliki berbagai macam bentuk dan tipe.
Tiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangan serta kegunaannya sendiri. Tangki
dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsional operasi, suhu dan tekanan operasi,
konstruksi material, dan geometri dari tangki itu sendiri.

2
2.3.1 Berdasarkan Letaknya
a. Aboveground Tank
Tangki penimbun yang terletak di ataspermukaan tanah.Tangki penimbun ini
bisa berada dalam posisi horizontal dan dalam keadaan tegak (vertical tank).
Dapat dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara perletakan di atas tanah, yaitu
tangki di permukaan tanah dan tangki menara. Ciri-ciri yang membedakan jenis
tangki menara dengan tangki di permukaan tanah adalah bentuk bagian bawah
tangki.Seperti yang telah tercatat dalam peraturan, bentuk bagian bawah tangki
menara adalah bentuk revolusi sebuah bentuk cangkang yang tidak sempurna,
ataupun kombinasi dari bentuk cangkang tersebut. Desain tangki dengan bagian
bawah rata untuk tangki menara tidak akan memberikan hasil yang baik, dengan
melihat bahwa bentuk dasar yang demikian akan menyebabkan dibutuhkannya
balok penopang yang besar untuk menahan tekuk.

Gambar 2.1 Tangki di permukaan tanah


(Sumber : https://www.fedcenter.gov/_storage/Photos/539.jpg)

3
Gambar 2.2 Tangki menara
(Sumber : http://thumbs.dreamstime.com/x/water-tank-tower-17842959.jpg)

Kelebihan aboveground tank antara lain:


 Mudah dideteksi jika ada keretakan dan kebocoran, sehingga penanganan
bisa dengan cepat dilakukan.
 Tidak memerlukan pompa untuk mengalirkan fluida.
 Mudah dikuras.
 Biaya lebih murah dari underground tank. Baik instalasi, perawatan
maupun penggantian.
Kekurangan aboveground tank antara lain:
 Memakan banyak tempat
 Terpapar langsung terhadap panas dan cuaca buruk

b. Underground Tank
Underground tank yaitu tangki penimbun yang terletak di bawah permukaan
tanah.

4
Gambar 2.3 Underground tank
(Sumber : http://www.jaenvirotanks.com/images/gallery/ugt_18.jpg)

Kelebihan underground tank antara lain:


 Tidak terpapar langsung terhadap panas dan cuaca buruk
 Tidak memakan banyak tempat
 Tidak mengganggu pemandangan
Kekurangan underground tank antara lain:
 Sulit dideteksi jika ada keretakan dan kebocoran
 Memerlukan pompa untuk mengalirkan fluida
 Sulit untuk dikuras
 Biaya lebih mahal dari aboveground tank. Baik instalasi, perawatan,
maupun penggantian

2.3.2 Berdasarkan Bentuk Geometri


1. Open and close tank
a. Open tank
Open tank biasanya digunakan sebagai surge tank diantara operasi,
sebagai vats untuk proses batch dimana material tercampur, sebagai setting
tank, decanter, reaktor, reservoir dan lain-lain. Sebenarnya, tangki tipe ini lebih
murah daripada tangki tertutup dengan konstruksi dan kapasitas yang sama.

5
Untuk memutuskan menggunakan open tank ini atau tidak tergantung pada
fluida yang ditangani dan tergantung pada proses operasinya. Untuk larutan
tidak terlalu encer dengan jumlah besar dapat disimpan dalam sebuah
kolam.Sebenarnya kolam tidak dapat juga dikatakan sebagai tangki.Untuk itu
tempat penyimpanan sederhana dapat dibuat dengan material yang murah,
seperti lempung.Tidak semua tipe lempung dapat digunakan untuk kolam
penyimpanan, tanah liat misalnya dengan sifat yang tak mudah tertembus oleh
air atau kedap air dapat digunakan.
Sebagai contoh penggunaan dari kolam yang terbuat dari lempung pada
proses dimana garam dikristalisasi dari air laut dengan evaporasi dengan
bantuan sinar matahari. Apabila fluida yang digunakan lebih mempunyai nilai
tempat penyimpanan yang lebih baik sangat diperlukan. Tangki sirkular besar
yang terbuat dari baja atau beton banyak digunakan untuk kolam pengendapan
dengan pengeruk yang berputar akan memisahkan endapan ke dasar tangki.
Tangki tipe ini, harus memiliki range diameter dari 100–200 ft dan dengan
kedalaman beberapa feet. Open tank yang lebih kecil biasanya digunakan untuk
bentuk sirkular dan terbuat dari baja ringan, pelat beton, dan kadang-kadang
dari kayu. Material lain dapat digunakan pada penggunaan terbatas dengan
korosi yang cukup tinggi atau masalah kontaminasi sering dijumpai.
Bagaimanapun pada umumnya proses di industri sebagian besar tangki yang
digunakan terbuat dari baja karena harga yang relatif murah dan fabrikasi yang
mudah.
Pada beberapa kasus, beberapa tangki dilapisi dengan karet, kaca, atau
plastik untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Pada industri makanan
umumnya tangki digunakan untuk fermentasi, dimana potongan kayu
digunakan pada pembuatan wine dan sejenis minuman keras lainnya. Redwood
atau Cyprus tank sering digunakan untuk reservoir penampungan air.Kayu juga
digunakan untuk meletakkan baja untuk menangani larutan hidroklorat encer,
asam laktat, asam asetat dan larutan garam. Kayu juga merupakan kebutuhan
mutlak karena harganya yang murah pada proses penyamakan, pemasakan bir,
dan industri fermentasi. Pada industri makanan dan farmasi biasanya

6
diperlukan untuk menambahkan material pada tangki terbuka (open tank)
dalam proses persiapan campuran. Tangki terbuka kecil atau ketel biasanya
digunakan untuk keperluan–keperluan tertentu. Baja yang dilapisi kaca,
tembaga, monel, dan tangki yang terbuat dari stainless-steel biasanya
digunakan untuk ketahan terhadap korosi dan mencegah kontaminasi pada
proses material.

Gambar 2.4 Open tank


b. Close tank
Fluida yang mudah terbakar, fluida yang bersifat toksik, dan gas harus
disimpan pada tangki tertutup. Bahan kimia berbahaya, seperti asam dan
kaustik akan mengurangi resiko yang dapat ditimbulkan jika disimpan pada
tangki tertutup. Minyak yang mudah terbakar dan produk lain yang sejenis
mengharuskan untuk menggunakan tangki dan tangki tertutup pada industri
perminyakan dan petrokimia.
Penggunaan tangki secara luas pada bidang ini telah menghasilkan
usaha yang sangat penting bagi American Petroleum Institute (API) untuk
menstandarisasi perancangan untuk kebutuhan keamanan dan ekonomi.Tangki
digunakan untuk menyimpan minyak mentah dan produk dari industri
perminyakan umumnya dirancang dan dibuat sesuai dengan standar API 12 C,
spesifikasi API untuk tangki penyimpanan minyak mentah. Ini merupakan

7
referensi standar yang digunakan untuk perancangan tangki pada industri
perminyakan, tapi juga berguna sebagai referensi untuk aplikasi lain.

Gambar 2.5 Close tank

2. Tangki dengan flat bottom


Perancangan tangki yang paling ekonomis yang beroperasi pada tekanan
atmosferik adalah tangki silindris yang diposisikan vertikal dengan dasar yang
datar dan tutup berbentuk kerucut.Pada kasus yang menggunakan umpan yang
dipengaruhi oleh gravitasi, tangkinya diletakkan pada ketinggian tertentu dari atas
tanah, dan dengan dasar yang datar yang dilengkapi dengan kolom-kolom dan
penampang kayu bersilang dengan tiang penyangga dari baja.Silindris, dasar yang
datar, tutup berbentuk kerucut dan dilengkapi dengan saluran udara atau lubang
angin yang menyebabkan fluida terekspansi dan terkontraksi sebagai akibat dari
temperatur dan volume yang fluktuatif.
Tangki dengan diameter yang lebih besar dari 24 ft dapat dilengkapi
dengan tutup yang tersendiri, tangki dengan diameter yang lebih besar serta lebih
dari 48 ft, biasanya membutuhkan sekurang–kurangnya 1 kolom sentral sebagai
pendukung. Tangki dengan diameter yang lebih besar biasanya dirancang dengan
kolom yang banyak atau dengan pelampung, atau atap yang berjembatan yang
akan naik atau turun sesuai dengan ketinggian fluida didalam tangki. Jika atap
yang berbentuk kubah digunakan, tekanan 2,5 sampai 15 lb per meter persegi
dapat digunakan.

8
Gambar 2.6 Tangki dengan flat bottom

3. Tangki silindris dengan atap dan dasar yang tertutup rapat


Tangki silindris yang tertutup rapat pada dasar dan atapnya digunakan jika
tekanan uap dari fluida yang disimpan memerlukan perancangan yang lebih kuat
lagi. Ada kode–kode yang dikembangkan oleh American Petroleum Institute dan
American Society of Mechanical Engineer untuk menetukan perancangan tangki.
Tangki tipe ini biasanya memiliki diameter 12 ft. Field–erected tangki memiliki
diameter melebihi 35 ft dan panjangnya 200 ft. Jika harus menyimpan fluida
dengan jumlah besar, tangki yang berbentuk seperti baterai digunakan. Bentuk
atap yang tertutup rapat yang bermacam-macam digunakan sebagai atap pada
tangki yang berbentuk silinder.Atap yang tertutup rapat ada yang berbentuk
hemi–spherical, elips, torispheris, bentuk standar, bentuk kerucut, dan bentuk
torikonikal.Untuk beberapa keperluan tertentu lempengan tipis digunakan untuk
menutup bagian atas tangki.Namun jarang digunakan untuk tangki yang
besar.Untuk tekanan kode tidak diberikan oleh ASME, tangki biasanya
dilengkapi dengan penutup yang standar.seharusnya tangki yang membutuhkan
kode konstruksi dilengkapi oleh ASME-dished atau ellipticaldished. Biasanya
yang sering digunakan sebagai atap untuk pressure tangki berbentuk elips.
Sebagian besar alat proses pada industri kimia dan petrokimia seperti kolom
distilasi, desorber, absorber, scrubber, heat exchanger, pressure–surge tank,
dan separator biasanya menggunakan tangki berbentuk silindris dengan kedua
ujung yang tertutup rapat yang satu dengan yang lainnya.

9
Gambar 2.7 Tangki silindris dengan atap dan dasar yang tertutup rapat

4. Spherical tank
Tempat penyimpanan untuk volume yang besar dengan tekanan yang
sedang biasanya dibuat dalam bentuk lingkaran atau berbentuk
lingkungan.Kapasitas dan tekanan yang digunakan dalam tangki tipe ini
bervariasi.Jarak kapasitas berkisar antara 1000–25000 bbl, dan jarak tekanan
berkisar 10 psig untuk tangki yang lebih besar dan 200 psig untuk tangki yang
lebih yang kecil. Saat gas disimpan di bawah tekanan, volume penyimpanan
yang dibutuhkan berbanding terbalik dengan tekanan penyimpanan. Pada
umumnya, saat sejumlah gas disimpan dalam tangki yang berbentuk bolaakan
lebih ekonomis jika menggunakan volume dengan jumlah besar, operasi
penyimpanan dengan tekanan rendah. Pada penyimpanan dengan tekanan
tinggi volume gas menjadi berkurang, karena itulah tangki bola menjadi lebih
ekonomis.Ketika menangani gas dengan jumlah kecil, lebih menguntungkan
jika menggunakan tangki penyimpanan yang berbentuk silindris karena biaya
pembuatan menjadi faktor yang berpengaruh dan tangki silindris yang kecil
lebih ekonomis dari tangki spherical yang kecil. Walaupun tangki bola
memiliki aplikasi proses yang terbatas, mayoritas tekanan disebabkan oleh
kulit silindris. Head dapat dibuatdatar jika dinding penopangnya sesuai, tetapi

10
lebih banyak dijumpai yang berbentuk kerucut. Head adalah bagian tutup suatu
bejana yang penggunaan disesuaikan dengan tekan operasi bejana.

Gambar 2.8 Spherical tank

2.3.3. Berdasarkan Tekanannya


a. Tangki Atmosferik (Atmospheric Tank)
Terdapat beberapa jenis dari tangki timbun tekanan rendah ini, yaitu :
1. Fixed Cone Roof Tank
Tangki ini digunakan untuk menimbun atau menyimpan berbagai
jenis fluida dengan tekanan uap rendah atau amat rendah (mendekati
atmosferik) atau dengan kata lain fluida yang tidak mudah menguap.

Gambar 2.9 Sketsa Fixed Cone Roof Tank

11
Gambar 2.10 Fixed Cone Roof with Internal Floating Roof

2. Tangki Umbrella memiliki kegunaan yang sama dengan fixed cone roof.
Bedanya adalah bentuk tutupnya yang melengkung dengan titik pusat
meridian di puncak tangki.

Gambar 2.11 Tangki Umbrella

3. Tangki Tutup Cembung Tetap (Fixed Dome Roof) memiliki bentuk tutup
yang cembung dan ekonomis bila digunakan dengan volume >2000 m3.
Bahkan cukup ekonomis hingga volume 7000 m3 (dengan D < 65 m).
Kegunaannya sama dengan fixed cone roof tank.

Gambar 2.12 Fixed Dome Roof

12
4, Tangki Horizontal
Tangki ini dapat menyimpan bahan kimia yang memiliki
tingkatpenguapan rendah (low volatility), seperti air minum dengan tekanan
uap tidak melebihi 5psi, diameter dari tangki dapat mencapai 12 feet (3,6 m)
dengan panjang mencapai 60 feet (18,3 m).

Gambar 2.13 Tangki Horizontal

5. Tangki Tipe Plain Hemispheroid


Tangki ini digunakan untuk menimbun fluida (minyak) dengan
tekanan uap (RVP) sedikit dibawah 5 psi.

Gambar 2.14 Tangki Tipe Plain Hemispheroid

6. Tangki Tipe Noded Hemispheroid digunakan untuk menyimpan fluida


(light naptha pentane) dengan tekanan uap tidak lebih dari 5 psi.

Gambar 2.15 Tangki Tipe Noded Hemispheroid

13
7. Tangki Plain Spheroid
Tangki ini merupakan tangki bertekanan rendah dengan kapasitas
20.000 barrel.

8. Tangki Floating Roof


Tangki ini ditujukan untuk penyimpanan bahan-bahan yang mudah
terbakar atau mudah menguap. Kelebihan penggunaan internal floating roof
ini antara lain:
- Level atau tingkat penguapan dari produk bisa dikurangi
- Dapat mengurangi resiko kebakaran

b. Tangki Bertekanan (Pressure Tank)


Pressure tank atau tangki bertekanan dapat menyimpan fluida dengan tekanan
uap lebih dari 11,1 psi dan umumnya fluida yang disimpan adalah produk-produk
minyak bumi. Terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
1. Tangki Peluru (Bullet Tank) lebih dikenal sebagai pressure vessel berbentuk
horizontal dengan volume maksimum 2000 barrel. Biasanya digunakan untuk
menyimpan LPG, Propane butane, H2, ammonia dengan tekanan di atas 15
psig.

Gambar 2.16 Tangki Peluru

2. Tangki Bola (Spherical Tank)


Merupakan pressure vessel yang digunakan untuk menyimpan gas-
gas yang dicairkan seperti LPG, LNG, O2, N2 dan lain-lain. Tangki ini
dapat menyimpan gas cair tersebut hingga tekanan 75 psi. volume tangki
dapat mencapai 50.000 barrel. Untuk penyimpanan LNG dengan suhu -190
(cryogenic) tangki dibuat berdinding ganda dimana di antara kedua dinding

14
tersebut diisi dengan isolasi seperti polyurethane foam. Tekanan
penyimpanan di atas 15 psig.

Gambar 2.17 Tangki Spherical

3. Dome Roof Tank digunakan untuk menyimpan bahan-bahan yang mudah


terbakar, meledak, dan mudah menguap seperti gasoline. Bahan disimpan
dengan tekanan rendah 0,5 psi sampai 15 psig.

Gambar 2.18 Dome Roof Tank

2.3.4. Berdasarkan Bentuk Tangki


a. Tangki Lingkaran (Circular Tank)
Tangki yang umum digunakan sebagai tempat penyimpanan adalah
tangki yang berbentuk silinder. Tangki ini memiliki nilai ekonomis dalam
perencanaan. Selain itu, dalam perhitungan teknisnya, momen yang terjadi
tidak besar.
b. Tangki Persegi / Persegi Panjang (Rectangular Tank)
Bentuk silinder secara structural paling cocok untuk kostruksi tangki,
tapi tangki persegi panjang sering disukai untuk tujuan tertentu, antara lain
kemudahan dalam proses konstruksi. Desain tangki persegi panjang mirip
dengan konsep desain tangki lingkaran. Perbedaan utama dalam konsep
desain tangki persegi panjang dengan tangki lingkaran adalah momen yang

15
terjadi, gaya geser dan tekanan pada dinding tangki. Sebagai contoh : Sludge
Oil Reclaimed Tank pada Pabrik Minyak Kelapa Sawit.

Gambar 2.19 Rectangular Tank


2.3.5. Berdasarkan Bentuk Atapnya
a. Fixed Roof Tank,
Tangki jenis ini dapat digunakan untuk menyimpan semua jenis produk,
seperti crude oil, gasoline , benzene, fuel dan lain – lain termasuk produk atau
bahan baku yang bersifat korosif , mudah terbakar, ekonomis bila digunakan
hingga volume 2000 m3, diameter dapat mencapai 300 ft (91,4 m) dan tinggi 64
ft (19,5 m). Dibagi menjadi dua jenis bentuk atap yaitu :
b. Cone Roof,
Jenis tangki penimbun ini mempunyai kelemahan, yaitu terdapat vapor
space antara ketinggian cairan dengan atap. Jika vapor space berada pada
keadaan mudah terbakar, maka akan terjadi ledakan. Oleh karena itu fixed cone
roof tank dilengkapi dengan vent untuk mengatur tekanan dalam tangki sehingga
mendekati tekanan atmosfer. Jenis tangki ini biasanya digunakan untuk

16
menyimpan kerosene, air, dan solar. Terdapat dua jenis tipe cone roof
berdasarkan penyanggga atapnya yaitu :
o Supported Cone Roof adalah suatu atap yang berbentuk menyerupai konus
dan ditumpu pada bagian utamanya dengan rusuk di atas balok penopang
ataupun kolom, atau oleh rusuk di atas rangka dengan atau tanpa kolom.
Pelat atap didukung oleh rafter pada girder dan kolom atau oleh rangka
batang dengan atau tanpa kolom.
o Self-supporting Cone Roof adalah atap yang berbentuk menyerupai konus
dan hanya ditopang pada keliling konus. Atap langsung ditahan oleh
dinding tangki (shell plate).

c. Dome Roof adalah atap yang dibentuk menyerupai permukaan bulatan dan
hanya ditopang pada keliling kubah.yang biasanya digunakan untuk
menyimpan cairan kimia. Bentuk dari tangki tipe dome roof dapat dilihat
pada Gambar 2.20.

Gambar 2.20 Dome Roof


d. Floating Roof Tank, yang biasanya digunakan untuk menyimpan minyak
mentah dan premium. Keuntungannya yaitu tidak terdapat vapour space dan
mengurangi kehilangan akibat penguapan. Floating roof tank terbagi menjadi
dua yaitu external floating roof dan internal floating roof. Bentuk dan tangki
tipe floating roof dapat dilihat pada gambar 2.2 di bawah ini.

Gambar 2.21 Tangki Tipe Floating Roof

17
2.3.6 Berdasarkan Fungsional Operasi

1. Tangki Penyimpanan Zat Padat


a. Ditimbun dengan sistem outdoor
 Bahan yang disimpan adalah bahan yang tidak dipengaruhi oleh udara,
hujan, panas dan lain – lain, misal batu bara, batu, kayu, dan
sebagainya.
 Terdapat berbagai metode antara lain:
- penyimpanan dibawah “travelling bridge”
- penimbunan dikanan kiri jalan
- overhead system
- drag scrapper system
 Pemilihannya metode penyimpanan didasarkan pada:
- sifat bahan yang disimpan
- jumlah bahan yang disimpan
- cara handling bahan

b. Ditimbun Dengan Sistem Indoor


Penyimpanan dengan sistem ini dapat dilakukan dengan 2 cara:
1) Penyimpanan indoor dalam bentuk timbunan:
- Untuk menyimpan bahan yang harus dipertahankan tetap kering
- Bahan yang memerlukan perlindungan terhadap atmosfer pada
musim tertentu, misal bahan keramik, mineral, hasil pertanian dan
lain – lain.
Alat yang digunakan untuk mendukung sistem ini, yaitu:
- Monorail crane baik untuk storing maupun delivering
- Conveyor system, misal belt conveyor bersama dengan bucket
elevator
- Conveyor system (belt) yang dilengkapi dengan tripper.
2) Disimpan dalam bin/bunker dan silo
Untuk zat padat yang berbahaya, terlalu mahal atau berharga dan
mudah larut dalam air atau rusak bila ditumpukkan di udara terbuka,

18
maka dilakukan penyimpanan di dalam tempat tertutup seperti bin, silo
atau Hopper.Alat ini berupa bejana berbentuk silinder atau segi empat
terbuat dari beton atau baja.
 Bin:
- Banyak dipakai dan sangat menguntungkan bila feeding
berlangsung secara gravity
- Conical bottom ataupun parabolic bottom yang dijumpai pada
bin mempermudah pengaliran bahan
- Bahan yang disimpan bersifat free flowing
- Penumpanan bahan melalui bagian atas bin yang terbuka
menggunakan monorail crane yang dilengkapi dengan tripper
- Bin tidak terlalu tinggi dan biasanya agak besar
- Pengeluaran bahan berlangsung secara gravity untuk bahan yang
bersifat free flowing sedangkan untuk bahan yang cenderung
menyumbat dipakai mechanical agitator
- Hopper adalah bin kecil dengan dasar agak miring dan
digunakan untuk menumpuk sementara sebelum diumpan
kedalam proses.

Gambar 2.22 Penyimpanan Bin

19
 Silo:
- Alat ini prinsipnya sama dengan bin hanya ukurannya lebih
besar (40 m)
- Cocok untuk menyimpan bahan seperti kapur, semen, dan lain –
lain
- Penumpanan bahan melalui bagian atas dan karena
ketinggiannya digunkaan pengumpan berupa elevator, bucket
atau sistem pneumatics.
- Biasanya tinggi, berdiameter relatif kecil

Gambar 2.23. Penyimpanan Silo

Gambar 2.24 Cement Silo

20
Gambar 2.25 Silo Bunker Peenyimpan Gula

3) Storage piles
Storage pile merupakan cara penyimpanan yang murah dan
sederhana, dimana bahan yang akan disimpan dibuat dalam
tumpukan–tumpukan (piles) ditempat terbuka.Tumpukan–tumpukan
tersebut dibuat langsung dari bahan–bahan yang keluar dari belt
conveyor.Bahan–bahan yang dapat disimpan dengan cara seperti ini
adalah bahan–bahan padat yang tak berpengaruh terhadap keadaan
cuaca. Contoh dari bahan tersebut adalah batubara, kerikil,
pasir.Material di tumpuk dengan menggunakan Reversible Shuttle
Conveyer Material di tumpuk dengan menggunakan multiple
Conveyor.

Gambar 2.26 Storage Piles

21
2. Tangki penyimpanan zat cair
Tangki adalah alat untuk menyimpan fluida, umumnya zat cair.
Tangki yang sangat besar (kapasitasnya) disebut dengan reservoir, karena
besarnya kapasitas maka biasanya tidak tertutup.Atas dasar inilah reservoir
digunakan untuk menyimpan cadangan air.Tangki penyimpan dapat dibedakan
sesuai dengan fase zat, tekanan fluida, volatil atau non volatil, dan suhu.
Dalam penyimpanan zat cair diperlukan perhatian terhadap sifat–sifat
bahan:
 Daya tahan bahan terhadap pengaruh udara luar
 Volatilitas bahan
 Korosifitas bahan
 Jumlah bahan
Tekanan pengeluaran dari tangki ataupun pengisian bahan kedalam tangki
biasanya dikerjakan oleh sistem pemompaan. Karena letak tangki tersebut maka
pengeluaran maupun pengisian dapat dilakukan dengan memanfaatkan gaya
gravitasi.
3. Tanki penyimpanan gas
Tangki bola digunakan untuk menyimpan gas.Sifat gas adalah menyebar
ke segala arah sehingga tekanan didalam tempat itu adalah sama, maka bila dalam
tempat itu terdapat celah atau lekukan yang membuat tekanan dalam tempat itu
tidak sama akan menyebabkan terjadinya kebocoran gas.
. Selain beberapa jenis tangki diatas, juga dikenal silinder gas yang
berfungsi untuk menyimpan gas pada tekanan tinggi. Gas yang disimpan dengan
cara ini disebut gas botol. Tanki bola (spherical tank), pressure vessel yang
digunakan untuk menyimpan gas, gas yang dicairkanseperti LPG, O2, N2 dan lain
– lain bahkan dapat menyimpan gas cair tersebut hingga mencapai tekanan 75
psi,volume tanki dapat mencapai 50000 barrel, untuk penyimpanan LNG dengan
suhu -190 F (cryogenic) tanki dibuatberdinding ganda (double)dimana diantara
kedua dinding tersebut diisi dengan isolasi seperti polyurethane foam,
tekananpenyimpanan diatas 15 psig.

22
BAB III

KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah:

1. Tanki penyimpan merupakan salah satu bagian terpenting, karena akan


mempengaruhi keadaan dari zat yang akan digunakan untuk reaksi atau
produk yang dihasilkan dalam suatu proses
2. Dasar dari pemilihan material tanki adalah fungsi dan lokasi tanki, sifat
alamiah dari fluida yang akan digunakan, suhu dan tekanan operasi serta
volume yang dibutuhkan atau kapasitas untuk proses yang akan digunakan
3. Tanki dapat diklasifikasikan berdasarkan letak, bentuk geometri, tekanan,
bentuk tanki, bentuk atap serta fungsional operasi.

23
DAFTAR PUSTAKA

Brown, G.G., 1953,“Unit Operations Edisikeempat”, New York.

Cendana, Dewi, 2011,“Perencanaan Liquid Storage Tank dengan Pengaruh


Gempa”, Medan, Universitas Sumatera Utara.

Foust, A.S.,1979,“Principles of Unit Operations Edisikedua”, New York.

Lavoisier, Antoni, 2013,“Storage Tank”, http://www.scribd.com/doc/


181164080/Storage-tank, Diaksespada 4 maret 2015.

Lidtantya, 2012, “ Tipe-Tipe Berbagai Tangki Penyimpanan ”, http :// tentang


teknik kimia wordpress. Com/ 2012/ 06/ 06/ tipe-tipe-tanki
penyimpanan/, diakses pada 4 Maret 2015.

McCabe, W.L., Smith, J.L, and Harriot, P., 2001,“Unit Operations of Chemical
EngineeringEdisiKeenam”, New York, Mc Graw Hill Book Co.

Perry, et alk., 1984,“Perry’s Chemical Engineering Hand Book Edisi Keenam”,


London, Mc Graw Hill Kogakusha Ltd.,

Rahayuningsih, Edia, 2002,“Diktat Kuliah OTK1”, Yogyakarta, JurusanTeknik


Kimia FT-UGM.

Widharto ,Sri, 2004, “Inspeksi Teknik Buku 2”, PradnyaParamita.

24