Anda di halaman 1dari 11

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI, STRATIGRAFI, DAN

GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

LAPORAN PRAKTIKUM KALSIMETRI

NAMA : Ahnaf Fairuz Gibran 12216012


M. Alfarisi Faizal 12216015
Hisbat Galih Azizy 12216016
Muhammad Irfan Althoriq 12216039
M. Hamdan Abdillah 12216057
Daniardy Hilman Pradana 12216074
One Salwa Dinar Kandi 12216089
SHIFT : Senin, 15.00-17.00
ASISTEN : 1. Rifati Hanifa Az Zahra 12015019
2. Novika Chandra Bhakti 12015052
3. Raihan Naufal Humam 12015021

FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2018
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 3
A. Latar Belakang ............................................................................................................................ 3
B. Tujuan ......................................................................................................................................... 3
C. Manfaat ....................................................................................................................................... 3
BAB II DASAR TEORI ......................................................................................................................... 4
BAB III METODE PENILITIAN........................................................................................................... 5
A. Alat dan Bahan ............................................................................................................................ 5
B. Prinsip Percobaan........................................................................................................................ 5
C. Prosedur Percobaan ..................................................................................................................... 6
BAB IV DATA DAN ANALISIS .......................................................................................................... 9
A. Deskripsi Batuan ......................................................................................................................... 9
B. Data Percobaan ........................................................................................................................... 9
BAB V KESIMPULAN ........................................................................................................................ 10
DAFTAR REFERENSI ........................................................................................................................ 11
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam dunia perminyakan, pengetahuan tentang batuan karbonat sangat
diperlukan dalam eksplorasi. Batuan karbonat memiliki potensi mengandung minyak
karena batuan kerbonat memiliki pori yang cukup banyak dan beragam akibat dari
aktivitas organisme atau proses kimiawi maupun mekanik di carbonate factory.

Dalam keberjalanan studi Sedimentologi dan Stratigrafi, praktikan memiliki


silabus untuk melakukan praktikum kalsimetri yang tentunya berguna untuk menambah
pengetahuan praktikan dan membiasakan praktikan dengan etika dalam melakukan
percobaan di laboratorium.

B. Tujuan
- Menentukan volume CO2 yang dihasilkan dari reaksi karbonat dan HCl
- Menentukan jenis batuan sampel

C. Manfaat
Praktikum ini diharapkan dapat membuat praktikan mampu mengidentifikasi
batuan yang ada di lapangan berdasarkan persentase kandungan karbonat.
BAB II DASAR TEORI

Batuan karbonat adalah batuan tang terdiri dari lebih dari 50% adalah mineral karbonat
CO3, dan sisanya mineral karbonat klastik yang telah tersemenkan. Batuan karbonat biasanya
terbentuk di lautan yang dangkal, dimana terdapat banyak fosil yang terakumulasi dengan
sedimen lainnya. Batuan karbonat komponennya terdiri dari :

a. Skeletal Grain : material penyusun batu karbonat yang terbentuk dari mikrofosil atau
pecahan mikrofosil.
b. Non-Skeletal Grain : material penyusun batu karbonat yang tidak terbentuk dari fosil
c. Micrite : Matriks yang berwarna gelap dan memiliki ukuran yang sangat kecil
d. Semen : Komponen pengikat antar butir dan mengisi rongga pori

Batuan karbonat ini memiliki porositas sekunder khusus yaitu:

a. Vugs : porositas yang terjadi akibat pelarutas reaksi kimia di dalam batu karbonat
tersebut.
b. Fracture : porositas yang terbentuk karena tekanan dari beban diatasnya.

Kalsimetri adalah sebuah metode untuk menentukan kandungan karbonat di dalam batuan
karbonat tersebut. Alat yang digunakan pada metode kalsimetetri ini adalah kalsimeter. Prinsip
kerjanya adalah dengan mereaksikan batuan karbonat sampel denga nasal klorida (HCl) lalu
dengan menghitung perubahan volume air di dalam tabung reaksi tersebut.
BAB III METODE PENILITIAN

A. Alat dan Bahan


- Sample batuan
- Karbonat murni
- HCl 20% 160ml
- Gelas ukur 25cc
- Labu reaksi
- Gelas kaca kecil / Kolf
- Pinset
- Neraca Analitik / Timbangan digital
- Tumbukan besar
- Alu dan Mortar
- Saringan
- 1 set Kalsimeter yang telah dimodisikasi
- Wadah kertas untuk meletakkan sample halus
- Spatula untuk memindahkan sample ke wadah

B. Prinsip Percobaan
Metode kalsimetri adalah metode yang digunakan untuk mengukur kadar
karbonat pada suatu karbonat. Menentukan kadar karbonat (CaCO3) pada kalsimetri
dilakukan dengan mereaksikannya dengan asam klorida (HCl) sehingga terbentuk gas
karbondioksida CO2.

𝐶𝑎𝐶𝑂3 (𝑎𝑞) + 2𝐻𝐶𝑙 (𝑎𝑞) → 𝐶𝑎𝐶𝑙2 (𝑎𝑞) + 𝐻2 𝑂 (𝑙) + 𝐶𝑂2 (𝑔)

Suatu set perangkat kalsimetri dibuat sedemikian rupa agar sistem percobaan
tertutup sehingga tidak ada gas yang terbuang ke lingkungan. Karbondioksida yang
terbentuk dari reaksi menambah tekanan pada sistem yang terhubung pada burret berisi
air. Tekanan tersebut menyebabkan permukaan air pada burret turun. Besarnya
penurunan permukaan air dapat menentukan jumlah mol gas karbondioksida yang
terbentuk. Persamaan mol pada stoikiometri reaksi digunakan sehingga dengan
menentukan jumlah mol produk dapat ditentukan jumlah mol reaktan yang salah
satunya adalah karbonat (CaCO3).
C. Prosedur Percobaan
1. Ukur dan deskripsikan sample batuan.

2. Hancurkan batuan dengan tumbukan, haluskan dengan alu dan mortar, ayak pada
saringan dan letakkan batuan yang sudah halus ke dalam wadah.

3. Buat wadah kertas untuk membantu langkah penimbangan. Timbang 1 gr batuan


yang sudah dihaluskan dengan neraca analitik.
4. Masukkan HCl sejumlah 20mL ke dalam gelas ukur 25cc (1cc = 1 mL) , lalu
tuang ke dalam labu reaksi.

5. Masukkan batuan halus yang telah ditimbang ke dalam gelas kaca kecil, lalu
masukkan gelas kaca kecil ke dalam labu reaksi dengan hati-hati menggunakan
pinset.

6. Tutup labu reaksi dengan penutup karet yang telah dibasahi sedikit air.

7. Lihat batas air pada buret, catat batas awalnya.


8. Goyangkan labu reaksi sampai batuan halus di dalam gelas kaca kecil bereaksi
semua dengan HCl, lakukan terus sampai batas air di buret tidak turun lagi.

9. Catat batas akhir air pada buret.


10. Lakukan langkah 3 sampai 9 untuk massa yang berbeda ( 0.25 gr, 0.5 gr, 0.75 gr)
dan dengan karbonat murni.
BAB IV DATA DAN ANALISIS

A. Deskripsi Batuan

Batuan ini memiliki warna coklat, keadaan segar ,


ukuran butir lempung , memiliki kemas tertutup,
porositas buruk.

B. Data Percobaan
Dari percobaan yang dilakukan, didapatkan data sebagai berikut :

Sampel Massa Sampel Volume Massa CaCO3


No %CaCO3
(gr) (ml) (gr)
1 0.29445 64 0.29445
2 0.57559 124 0.57559
Karbonat Murni 100%
3 0.7797 163 0.7797
4 0.9788 206 0.9788
5 0.2307 16 0.0593 25.70%
6 Sampel Batuan 0.4997 40 0.1757 35.16%
7 Karbonat 0.7516 61 0.2776 36.93%
8 1.0016 80 0.3697 36.91%
%CaCO3 (sampel batuan karbonat) rata-rata 33.68%

Grafik Perbandingan Hasil Percobaan dengan


Karbonat Murni vs Sampel Batuan
250
206
200
Massa sampel (gr)

163

150 124

100 80 Karbonat Murni


64 61
40 Sampel Batuan
50 16

0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
Volume CO2 (mL)
BAB V KESIMPULAN

Percobaan ini menggunakan karbonat murni dan sampel batuan karbonat dengan
masing-masing terdapat 4 sampel . Hasil percobaan kami yakni mendapatkan rata-rata
kandungan karbonat dari sampel batuan yaitu 33.675% . Dengan menggunakan klasifikasi dari
Pettijohn, yakni :

% Lempung %Karbonat Nama Batuan

0–5 95 – 100 Batu gamping murni

5 – 15 85 – 95 Batu gamping napalan

15 – 35 65 – 85 Napal gampingan

35 – 65 35- 65 Napal

65 – 85 15 - 35 Napal lempungan

85 – 95 5- 15 Lempung napalan

95 – 100 0-5 Lempung murni

Maka sampel batuan yang diuji oleh kami dalam percobaan ini yaitu “Napal
Lempungan” karena kandungan karbonatnya berada di interval 15-35%.
DAFTAR REFERENSI

Nichols, Gary . 2009 . Sedimentology and Stratigraphy 2th Edition . West Sussex : Wiley-
Blackwell

Modul Kalsimetri Praktikum Sedimentologi dan Stratigrafi 2018