Anda di halaman 1dari 5

Minggu : I

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


“PEMBERIAN OKSIGEN MELALUI NASAL KANUL”
RUANG LONTRA 2 ATAS BELAKANG (BEDAH TUMOR)
RSUP. DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO

OLEH :

ANDI NUR RAHMAD


NIM : C121 15 712

Mengetahui:

Preseptor Klinik Preseptor Institusi

Jumiaty, S.Kep., Ns Titi Iswanti Afelya, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN DASAR


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
“PEMBERIAN OKSIGEN MELALUI NASAL KANUL”

Nama klien : Ny. R Hari/tanggal : Jum’at/7 April 2017


Umur : 50 Tahun Diagnosa Medis : Ulkus Ca Mammae Sinistra
Suspek Efusi Pleura Sinistra

A. Proses keperawatan
1. Kondisi klien
DO :
- Kesadaran Composmentis
- Keadaan umum Baik
- Klien Nampak Sesak
- Pernapasan 24 x/menit
DS :
- Klien mengatakan sesak pada saat bernapas
- Keluhan sesaknya bertambah berat jika pasien berbaring.
2. Diagnosa keperawatan
- Ketidak efektifan pola napas b.d sindrom hipoventilasi
3. Tujuan
- Meringankan sesak napas
- Mencegah atau mengatasi hipoksia

- Memberi pasokan oksigen selama aktivitas seperti makan, minum, dll tanpa
terputus.

- Memberikan oksigen kadar rendah pada pasien ( Nasal Kanul konsentrasi 24-
45% dengan kecepatan aliran

4. Tindakan keperawatan
- Pemberian oksigen melalui nasal kanul
B. Strategi pelaksaan tindakan keperawatan
1. Fase orientasi
a. Salam terapeutik.
P : “ Selamat pagi, Ibu! Bagaimana perasaannya ibu pagi ini?”
K : ..........
b. Perkenalan diri perawat dan klien
P : “ Perkenalkan, nama saya Andi Nur Rahmad, Ibu bisa panggil saya Rahmad.
Kalau boleh tahu nama Ibu siapa?”
K : ..........
P : “ Oh, dengan Ibu..., Ibu senangnya dipanggil apa?”
K : .........
c. Melengkapi identitas
P : “ Baiklah Ibu, saya yang bertugas diruangan ini. Saya perawat yang akan
membantu merawat Ibu. Hari ini, saya shif pagi mulai dari jam 07.00 sampai jam
14.30 WITA nanti.”
K : ..........
d. Menjelaskan peran perawat dan klien
P : “ Karena ibu merasa sesak nafas, disini saya akan membantu ibu untuk
memasangkan selang oksigen. Saya mengharapkan kerjasama ibu dalam tindakan.
Bagaimana, apakah Ibu bersedia ?”
K : ..........
2. Fase kerja
a. Mengecek program terapi medik
b. Persiapan alat
Nasal Kanul
1. Nasal Kanul
2. Selang Oksigen
3. Humidifier
4. Cairan Steril
5. Sumber Oksigen dengan flow meter
6. Plester
c. Langkah kerja
1) Mencuci tangan
2) Mempersiapkan alat
3) Mengkaji adanya tanda dan gejala hipoksia dan sekret pada jalan nafas
4) Menentukan kebutuhan oksigen klien sesuai dengan program medis
5) Menentukan kebutuhan oksigen klien yang sudah dihunidifikasi
6) Memberikan oksigen sesuai dengan kecepatan aliran pada program medi dan
pstikan berfungsi dengan baik:
 Selang tidak tertekuk
 Ada gelembung udara pada humidifier
 Oksigen terasa keluar dari kanula atau masker
7) Nasal Kanul
 Meletakkan ujung kanul pada hidung klien
 Mengatur selang plastik ke kepala atau ke bawah dagu sampai kanula pas
dan nyaman
 Memberi plester pada kanul di kedua sisi wajah
8) Cek kanul/face mask setiap 8 jam
9) Mempertahankan level air pada botol humidifier setiap waktu
10) Mengecek jumlah kecepatan aliran oksigen dan program terapi setiap 8 jam
11) Mengkaji membran mukosa hidung dari iritasi (nasal kanu)
12) Mencuci tangan
13) Mengevaluasi respon klien
3. Fase terminasi
a. Evaluasi hasil
Subjek :
P : “ Bagaimana perasaan Ibu setelah saya memberikan oksigen?”
K : ..........
Objek :
P : saturasi Oksigen meningkat
K : ..........
b. Rencana tindak lanjut
P : “ Baik Ibu, untuk sementara ibu bernafas menggunakan selang oksigen dulu.
keadaan ibu saya akan pantau terus. Jika ibu masi merasa sesak menggunakan
selang oksigen mungkin akan diganti dengan masker oksigen.
K : ..........
c. Salam terapeutik
P : “ Baiklah Ibu, karena saya sudah selesai memasangkan selang oksigen, saya
permisi dulu, terima kasih atas kerja samanya, jika Ibu perlu bantuan, Ibu bisa
panggil saya diruang perawat. Semoga Ibu cepat sembuh.”
“ Selamat pagi, Ibu!”
K : ..........

Anda mungkin juga menyukai