Anda di halaman 1dari 20

asaCFDSFFFFFLaporan Pendahuluan

Keperawatan Keluarga

Oleh :
Dicki Elfa Wahyudi
1426010031

Pembimbing Akademi

(.............................)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

TRI MANDIRI SAKTI

BENGKU

2018

1
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA
SEKOLAH PADA KELUARGA BAPAK S

A. Latar belakang
Keluarga bapak S (27 tahun) mempunyai 1 orang anak sekolah dan 2 balita.
Anak pertama Bapak S, perempuan (anak R) berusia 6 tahun, duduk di kelas 1
sekolah negeri, sedang adiknya, perempuan berusia 5 tahun, belum sekolah, dan
anak yang terakhir umur 8 bulan. Ketiga anak Bapak S, giginya sudah permanen
walaupun belum lengkap. Anak bapak S seringkali lupa gosok gigi terutama saat
menjelang tidur. Anak perempuan Bapak S (anak M) sering mengeluh sakit gigi,
istrinya Bapak S hanya menganjurkan kumur-kumur air garam jika rasa nyeri gigi
itu datang. Menurut kedua anak Bapak D rata-rata teman-temannya di sekolah
mengeluh sering sakit gigi juga. Sebelumnya sudah ada yang mengajarkan kepada
Anak R cara menggosok gigi . Berat badan Anak R dari Bapak S adalah 18 kg, dan
kurang nafsu makan, dan sering mengalami kurang tidur dan sering terbangun pada
malam hari, dan sulit berkonsentrasi pada saat belajar sehingga prestasi belajar
menurun.

B. Pengkajian
I. Data Umum
a. Nama Kepala Keluarga (KK) : Bapak S
b. Alamat dan telepon : Jalan Bawal RT.7
c. Komposisi Keluarga
Nama Jenis Hubungan Umur Pendidikan
Kelamin dengan KK
1. Bp. S L Kepala 27 th SD
Keluarga
2. Ibu A P Istri/ ibu 25 th SMA
Rumah
Tangga
3. An. R P Anak 6th SD
4. An. M P Anak 5th

2
5 An.G L Anak 8bln
Genogram

Keterangan

= Laki-laki = perempuan

d. Tipe Keluarga : Keluarga Inti


e. Suku : Sikumbang
f. Agama : Islam
g. Status Sosial :
Kurang mampu, kecukupan penghasilan hanya untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari
h. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga Bp. S jarang pergi berlibur ke tempat wisata bersama-sama

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


Tahap perkembangan keluarga saat ini: keluarga Bp. S adalah keluarga dengan
anak usia sekolah
III. Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Rumah Bp. S yang ditinggali saat ini adalah rumah kontrakkan, lantai
rumah terbuat dari semen, dengan ventilasi hanya dari depan rumah
samping kiri dan kanan rumah tidak ada, dinding rumah terbuat dari semen,
jarak rumah satu dengan rumah yang lain rapat, keadaan lingkungan rumah
kurang tertata.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

3
Keluarga Bp. S adalah warga pendatang di lingkungannya, hubungan
dengan tetangga baik dan saling membantu

3. Mobilitas geografis keluarga


Keluarga Bp. S beraktivitas dari pagi sampai sore hari untuk bekerja
sebagai Nelayan
4. Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan Masyarakat
Bp. S sering terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan
tempat tinggalnya, misalnya kerja bakti atau gotongroyong, Ibu P juga
mengikuti arisan RT di tempat tinggalnya
5. Sistem pendukung keluarga
Keluarga Bp. S, jika ada salah satu anggota keluarga bapak S yang sakit
maka yang pertama dilakukan adalah membeli obat warung, jika tidak
sembuh akan mendatangi pelayanan kesehatan

IV. Struktur Keluarga


a. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Bp. S dalam memutuskan permasalahan selalu dengan
bermusyawarah, dan yang mengambil keputusan adalah kepala keluarga
b. Strutur kekuatan keluarga
Bp. S berperan dalam memutuskan masalah terkait kesehatan di
keluarganya.
c. Struktur peran
Formal: Bp. S berperan sebagai suami, mencari nafkah, kepala keluarga
dan ibu P berperan sebagai seorang istri, ibu rumah tangga
d. Nilai dan norma keluarga
Keluarga Bp. S masih memiliki nilai-nilai yang dianut oleh suku
Sikumbang.

V. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Keluarga Bp. S mengembangkan pola kasih sayang dan saling mengasihi
b. Fungsi sosialisasi

4
Keluarga Bp. S dalam kehidupan sehari-hari dapat bersosialisasi dengan
lingkungan sekitarnya dengan baik

c. Fungsi Perawatan Keluarga


Keluarga Bp. S jika ada anggota keluarga yang sakit, keluarga bisa mencari
solusi perawatannya, misalnya Anak R sakit gigi maka ibu P menganjurkan
anaknya untuk kumur-kumur air garam.
VI. Stres dan Koping Keluarga
a. Stressor jangka pendek
b. Stressor jangka panjang
c. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
d. Strategi koping ynga digunakan
e. Strategi adaptasi disfungsional
VII. Harapan Keluarga
VIII. Pemeriksaan Fisik

C. Pengorganisasian Data
1. Bapak S memiliki 3 orang anak terdiri, 2 orang perempuan, 1 laki-laki.
2. Kedua anak Bapak S seringkali lupa gosok gigi terutama saat menjelang tidur.
3. Anak perempuan Bapak S sering mengeluh sakit gigi.
4. Istri bapak S hanya menganjurkan kumur-kumur air garam jika nyeri gigi itu
datang.
5. Menurut kedua anak Bapak S rata-rata teman-temannya di sekolah mengeluh
sering sakit gigi juga.
6. Petugas UKS dari Puskesmas sesekali datang untuk memeriksa kesehatan di
sekolah.
7. Anak R memiliki berat badan 18 kg dan kurang nafsu makan, sering
mengalami kesulitan tidur dan sulit berkonsentrasi dalam belajar sehingga
prestasi belajar menurun.

D. Analisa data
No Data subyektif Data obyektif Etiologi Masalah
1 Ibu P mengatakan: Anak S Ketidakmampu Perubahan

5
 Kedua anaknya mengalami an keluarga pemeliharaan
seringkali lupa gosok gigi bengkak, dalam kesehatan.
gigi terutama saat mengenali
menjelang tidur. masalah
 Anak R sering kesehatan pada
mengeluh sakit gigi. anak R
 Dia hanya
menganjurkan kumur-
kumur air garam jika
nyeri gigi itu datang.
Anak R mengatakan:
 Giginya sering sakit.
 Teman-temannya di
sekolah juga sering
sakit gigi.
 Petugas UKS dari
Puskesmas sesekali
datang untuk
memeriksa kesehatan
di sekolah.
2  Ibu P mengatakan berat BB 18 kg. Anoreksia, Perubahan pola
badan anak R menurun, Mata cekung. ketidakmampu nutrisi: kurang
mungkin karena sakit an keluarga dari kebutuhan.
gigi sehingga malas memenuhi
makan. asupan gizi
 Anak R mengatakan yang memadai.
sakit giginya akan
terasa lebih bila dia
makan, makanya dia
tidak ingin makan.
3 Anak R mengatakan Gigi anak R Peradangan Nyeri
sering sakit gigi, terutama terlihat gigi
saat makan. bengkak.
4  Ibu R mengatakan Mata anak R Sering Perubahan pola
bahwa anak S sering tampak terbangun istirahat tidur.
terbangun malam hari, cekung, malam hari.
mungkin karena lapar tampak
karena menderita sakit lemah.
gigi.
 Anak R mengatakan
sering terbangun
karena merasa lapar,
karena dia memang
tidak mau makan
karena sakit gigi.

6
E. Diagnosa Keperawatan Keluarga
1. Perubahan pemeliharaan kesehatan pada keluarga Bp. S berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenali masalah kesehatan pada anak R.
2. Perubahan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan khususnya pada anak R
pada keluarga bapak S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
memberikan asupan gizi yang memadai.
3. Nyeri berhubungan dengan peradangan gigi.
4. Perubahan pola istirahat tidur khususnya anak R pada keluarga bapak S
berhubungan dengan sering terbangun malam hari sekunder terhadap sakit gigi
dan lapar.

F. Skoring
1 Perubahan pemeliharaan kesehatan pada keluarga Bp. S berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenali masalah kesehatan pada anak R.
No Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
1 Sifat masalah: 1 3/3x1=1 Anak S mengatakan
Aktual: 3 sakit gigi, dari
pengkajian fisik juga
didapatkan bengkak
pada gigi anak R.
2 Kemungkinan masalah 2 1/2x2=1 Anak R sering lupa
dapat diubah: sebagian: 1 menggosok gigi pada
malam hari menjelang
tidur.
3 Potensi masalah bisa 1 2/3x1=2/3 Anak S mengatakan
dicegah: cukup: 2 kalau makan giginya
akan terasa tambah
sakit.
4 Menonjolnya masalah: ada 1 0/2x1=0 Anak R mengatakan

7
masalah tapi tidak bahwa teman-
dirasakan: 0 temannya di sekolah
juga sering sakit gigi.
Jumlah: 2 2/3
2. Perubahan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan khususnya pada anak R pada
keluarga bapak S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memberikan
asupan gizi yang memadai.
No Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
1 Sifat masalah: 1 3/3x1=1 Pada pengkajian fisik,
Aktual: 3 BB anak S 18 kg,
tampak kurus, dan
lemah.
2 Kemungkinan masalah 2 1/2x2=1 Ibu P mengatakan BB
dapat diubah: sebagian: 1 anaknya turun karena
tidak mau makan
karena sakit gigi.
3 Potensi masalah bisa 1 2/3x1=2/3 Ibu P mengatakan BB
dicegah: cukup: 2 anaknya akan kembali
ke semula setelah
sakit giginya sembuh.
4 Menonjolnya masalah: 1 0/2x1=0 Ibu D tahu BB anak R
ada masalah tapi tidak menurun, tetapi
dirasakan: 0 menurutnya itu karena
anak R sedang sakit
gigi, nanti kalau sudah
tidak sakit gigi, Bbnya
akan naik kembali.
Jumlah: 2 2/3

3 Nyeri berhubungan dengan peradangan gigi.


No Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
1 Sifat masalah: 1 3/3x1=1 Anak R mengatakan sakit
Aktual: 3 gigi, apalagi kalau untuk

8
makan.
Gigi anak R terlihat
bengkak.
2 Kemungkinan 2 2/2x2=2 Nyeri bisa dikurangi dengan
masalah dapat memberikan obat baik
diubah: mudah: 2 tradisional maupun obat
medis.
3 Potensi masalah bisa 1 3/3x1=1 Nyeri bersifat sementara.
dicegah: tinggi: 3
4 Menonjolnya 1 2/2x1=1 Sakit gigi ini sangat
masalah: segera dirasakan oleh anak R.
ditangani: 2
Jumlah: 5

4 Perubahan pola istirahat tidur khususnya anak S pada keluarga bapak D


berhubungan dengan sering terbangun malam hari sekunder terhadap sakit gigi
dan lapar.
No Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
1 Sifat masalah: 1 3/3x1=1 Ibu P mengatakan anak R
Aktual: 3 sering terbangun malam
hari.
Anak R mengatakan sering
terbangun malam hari.
2 Kemungkinan 2 2/2x2=2 Setelah sakit giginya
masalah dapat diubah: teratasi, anak R dapat
mudah: 2 makan seperti semula,
maka keluhan lapar akan
menghilang, dan anak R
bisa tidur nyenyak malam
hari.
3 Potensi masalah bisa 1 2/3x1=2/3 Setelah sembuh sakit gigi,
dicegah: cukup: 2 dengan penjadwalan tidur
yang teratur, maka anak R

9
akan dapat tidur dengan
baik.
4 Menonjolnya masalah: 1 2/2x1=1 Ibu P dan anak R
segera ditangani: 2 mengatakan anak R susah
tidur, sering terbangun,
dan ingin agar bisa tidur
nyenyak malam hari agar
di sekolah tidak
mengantuk sehingga nilai-
nilai pelajarannya akan
membaik.
Jumlah: 4 2/3

Diagnosa keperawatan keluarga bapak S berdasarkan prioritas


1. Nyeri berhubungan dengan peradangan gigi.
2. Perubahan pola istirahat tidur khususnya anak R pada keluarga bapak S
berhubungan dengan sering terbangun malam hari sekunder terhadap sakit gigi
dan lapar.
3. Perubahan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan khususnya pada anak R
pada keluarga bapak S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
memberikan asupan gizi yang memadai.
4. Perubahan pemeliharaan kesehatan pada keluarga Bp. S berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenali masalah kesehatan pada anak R.

10
11
F. Rencana intervensi keperawatan
No. Diagnosa Tujuan Evaluasi Intervensi
Keperawatan TUM TUK Kriteria Standar
1 Nyeri Selama 1 kali 1. Selama 1 x
berhubungan kunjungan ke waktu 60 menit
dengan rumah, keluarga kunjungan,
peradangan bapak S dapat keluarga
gigi merawat anak R mampu
yang sedang mengenal
sakit gigi. masalah
kesehatan pada
anggota Respon Sakit gigi adalah 1.1.1 Diskusikan bersama keluarga
keluarga bapak verbal rasa nyeri yang pengertian sakit gigi dengan
S khususnya dirasakan pada lembar balik
anak R gigi karena 1.1.2 Tanyakan kembali pada
Dengan cara : adanya keluarga tentang pengertian
1.1.Menyebutk peradangan gigi. sakit gigi.
an apa itu 1.1.3 Berikan reinforcement positif
sakit gigi atas jawaban yang tepat

1.2. Menyebutk Respon Sakit gigi bisa 1.2.1Diskusikan dengan keluarga


an verbal disebabkan tentang penyebab sakit gigi
penyebab karena tidak rajin dengan menggunakan lembar
sakit gigi menggosok gigi. balik
1.2.2. motivasi keluarga untuk
menyebutkan kembali
penyebab sakit gigi
1.2.3. beri reinforcement positif atas
usaha yang dilakukan
keluarga

12
1.3. Menyebutk Respon Dapat 1.3.1. Diskusi bersama keluarga
an tanda- verbal menyebutkan tentang tanda-tanda sakit gigi.
tanda sakit tanda-tanda 1.3.2. Motivasi kembali keluarga
gigi peradangan gigi: untuk menyebutkan kembali
Gigi terasa nyeri, tanda-tanda sakit gigi
apalagi untuk 1.3.3. Beri reinforcement positif atas
makan dan usaha yang dilakukan
minum dingin. keluarga.

1.4. Menyebuka Respon Dapat 1.4.1. Dorong keluarga untuk


n cara verbal menyebutkan menyebutkan cara mencegah
mencegah cara mencegah terjadinya sakit gigi
terjadinya sakit gigi: 1.4.2. Beri reinforcement positif atas
sakit gigi - Ajarkan anak usaha yang dilakukan keluarga
tentang
pentingnya
menggosok
gigi dengan
benar dan
teratur
- Ajarkan ibu
dan keluarga
tentang
memilih sikat
gigi dan pasta
gigi yang

13
sesuai.
- Anjurkan ibu
untuk
membawa ke
pelayanan
kesehatan :
puskesmas
untuk
mendapatkan
terapi secara
tepat apabila
sakti gigi tidak
bisa diatasi
secara mandiri.

2. Keluarga Respon Keluarga 2.1.1 diskusikan dengan keluarga


memutuskan Verbal mampu akibat sakit gigi
untuk merawat memutuskan 2.1.2 tanyakan kembali pada
anggota untuk merawat keluarga tentang akibat dari
keluarga dengan anggota sakit gigi
Sakit gigi keluarga yang 2.1.3 beri reinforcement positif atas
2.1 menyebutkan sakit jawaban keluarga
akibat tidak
merawat gigi

2.2 ungkapan
keinginan untuk Respon Ungkapan 2.2.1 tanyakan kepada keluarga
merawat verbal keinginan keinginan untuk merawat
anggota merawat anggota anggota keluarga dengan sakit
keluarga dengan keluarga dengan gigi
sakit gigi sakit gigi 2.2.2 fasilitasi keluarga dalam

14
membuat keputusan terkait
perawatan sakit gigi
2.2.3 motivasi keluarga untuk
merawat anggota keluarga
yang sakit gigi
2.2.4 beri penguatan tas pencapain
keluarga

3. Merawat
anggota Respon Cara perawatan 3.1.1 jelaskan pada keluarga tentang
keluarga Verbal sakit gigi perawatan sakit gigi
dengan sakit - Kurangi 3.1.2 anjurkan keluarga untuk
gigi konsumsi menyebutkan cara perawatan
3.1 menjelaskan makanan manis gigi
cara perawatan dan mudah 3.1.3 jelaskan kembali cara
sakit gigi melekat pada perawatan gigi jika
gigi diperlukan.
- Ajak anak-nak 3.1.4 beri pujian atas pencapaian
untuk keluarga
- menggosok
gigi secara
teratur dan
benar pada
pagi sore dan
menjelang
tidur
- Jaga hygiene
oral dengan
baik
- Anjurkan
berkumur

15
dengan air
garam hangat

3.2meredemonstras
ikan cara Respon - Cara 3.2.1 latih keluarga dalam merawat
perawatan Verbal menggosok anak dengan sakit gigi
sakit gigi gigi 3.2.2 anjurkan keluarga untuk
- Cara membuat meredemonstrasikan cara-cara
cairan air perawatan sakit gigi
garam 3.2.3 beri pujian atas usaha keluarga

3.3 melakukan
perawatan Kunjungan Pada kunjungan 3.3.1 kaji kemampuan keluarga
sakit gigi tidak tidak terencana melakukan perawatan gigi
terencana keluarga yang telah diajarkan
melakukan 3.3.2 beri pujian atas usaha yang
peawatan gigi telah dilakukan keluarga
cara mencegah
sakit gigi:
- Ajarkan anak
tentang
pentingnya
menggosok
gigi dengan
benar dan
teratur
- Ajarkan ibu
dan keluarga
tentang
memilih sikat
gigi dan pasta
gigi yang

16
sesuai.
- Anjurkan ibu
untuk
membawa ke
pelayanan
kesehatan :
puskesmas
untuk
mendapatkan
terapi secara
tepat apabila
sakti gigi tidak
bisa diatasi
secara mandiri.

4. Keluarga
mampu Respon 4.1.1 jelaskan pada keluarga cara-
memdifikasi Verbal cara pencengahan gigi pada
lingkungan anak
dalam 4.1.2 anjurkan keluarga untuk
perawatan gigi menyebutkan kembali cara-
dengan cara: cara pencegahan sakit gigi
4.1 menyebutkan 4.1.3 beri pujian atas usaha keluarga
cara
pencegahan

17
4.2 menyebutkan Cara 4.2.1 selalu menyediakan
cara memodifikasi perlengkapan perawatan gigi
memodifikasi lingkungan untuk untuk keluarga
lingkungan mencegah sakit 4.2.2. ganti sikat gigi setiap tiga
untuk gigi bulan sekali atau bila bulu
mencegah sikatnya sudah mekar
sakit gigi

5. Memanfaatkan Respon Fasiliats 5.1.1 diskusikan dengan keluarga


fasilitas Verbal pelayanan fasilitas kesehatan yang dapat
kesehatan guna kesehatan yang digunakan untuk penanganan
menceagah sakit dapat digunakan: sakit gigi
gigi puskesmas, RS, 5.1.2 anjurkan keluarga untuk
praktek dokter, menyebutkan kembali fasilitas
5.1mengidentifikas praktek bidan. kesehatan yang dapat
i fasilitas digunakan
pelayanan 5.1.3 tanyakan kepada keluarga
kesehatan yang fasilitas kesehatan yang akan
dapat digunakan digunakan dalam perawatan
dalam gigi pada anggota keluarga
penanganan 5.1.4 beri pujian atas usaha keluarga
sakit gigi

5.2 memanfaatkan Respon Adanya kartu 5.2.1 Anjurkan keluarga untuk


pelayanan Verbal berobat, tanggal menggunakan fasiliatas
kesehatan dalam kunjungan, dan kesehatan untuk mengatasi
penanganan obat yang sakit gigi sesuai kemampuan
sakit gigi diperoleh 5.2.2 Tanyakan kepada keluarga
tentang pemanfaatan fasiliats
kesehatan dalam penanganan

18
sakit gigi
5.2.3 Minta kepada keluarga kartu
berobat yang telah digunakan
untuk penanganan sakit gigi
5.2.4 Beri pujian jika keluarga telah
memenfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan.

19
20