Anda di halaman 1dari 25

Praktikum Telekomunikasi Analog

PERCOBAAN II
MODULASI DAN DEMODULASI AM-DSBSC

2.1 Tujuan
• Mengetahui dan memahami proses modulasi AM DSB-SC
• Mampu mengetahui karakteristik modulasi AM DSB-SC
• Mengetahui dan memahami proses demodulasi AM DSB-SC

2.2 Alat dan Bahan


• Modul DC Power Supply 1 buah
• Modul Function Generator 1 buah
• Modul CF Transmitter 20kHz 1 buah
• Modul DSB Receiver 1 buah
• Osiloskop Dual Trace 1 buah
• Kabel BNC to banana 2 buah
• Jumper secukupnya
• Kabel banana to banana secukupnya
• Penyangga besi 1 buah
• Software matlab

2.3 Teori Dasar


2.3.1 Prinsip Kerja modulasi AM DSB-SC
Modulasi DSB-SC ( Double Sideband Suppressed Carrier) adalah jenis modulasi
Amplitudo dimana spektrum frekuensi carrier ditekan mendekati nol. Untuk memahami
pernyataan diatas, perhatikan gambar 2.1

Gambar 2.1 Spektrum Frekuensi Gelombang AM

Politeknik Negeri Malang 1


Praktikum Telekomunikasi Analog

Gelombang pembawa yang dimodulasi sinyal informasi, akan menghasilkan


sinyal baru dari proses modulasi. Frekuensi-frekuensi baru disebut side frequency atau
sideband (frekuensi-frekuensi sisi).
Maka gelombang pembawa termodulasi akan mengandung 3 komponen
frekuensi. Pertama, frekuensi pembawa. Kedua, penjumlahan dari frekuensi sinyal
pembawa dan frekuensi sinyal pemodulasi fm yaitu (fc + fm). Ketiga, selisih
frekuensi sinyal pembawa dan frekuensi sinyal pemodulasi (fc – fm).
Amplitudo puncak komponen pembawa merupakan bagian yang terbesar, yaitu
Vc. Sedangkan kedua komponen yang lain mempunyai amplitudo puncak yang sama,

yaitu ½ .m.Vc. Hal ini berarti bahwa jika m = 1, maka setiap satuan daya pancaran DSB-

SC terdiri atas dua pertiga bagian komponen pembawa dan sisanya terbagi pada
komponen bidang sisi atas (USB) dan bidang sisi bawah (LSB).
Kenyataan di atas merupakan suatu kerugian karena komponen pembawa dengan
daya yang terbesar dari ketiga komponen yang ada ini, sebenarnya tidak membawa
informasi apapun. Karena itu, sinyal pembawa (fc) dapat ditekan menjadi nol. Jenis
transmisi DSB-SC (Double Side Band Suppressed Carrier) merupakan jenis transmisi
sinyal termodulasi AM dimana komponen pembawanya telah ditekan menjadi nol. Hal
ini menjadikan AM DSB-SC dapat menghemat daya hingga 66,7% dari total daya yang
di trasmisikan. Gambar 2.2 memperlihatkan sinyal termodulasi AM DSB-SC.

Gambar 2.2 Sinyal DSBSC (a) domain waktu (b) domain frekuensi

Sehingga dapat disimpulkan prinsip kerja modulasi DSB-SC adalah mengatur


amplitudo sinyal carrier agar berubah secara proporsional sesuai perubahan
amplitudo pada sinyal pemodulasi.

Politeknik Negeri Malang 2


Praktikum Telekomunikasi Analog

2.3.2 Karakteristik AM DSB-SC


• Dibuat dengan mengatur agar amplitudo sinyal carrier berubah secara
proporsional sesuai perubahan amplitudo pada sinyal pemodulasi (sinyal
informasi).
• Moulasi AM DSB SC menghasilkan sinyal output termodulasi yaitu LSB (Fc-Fm)
dan USB (Fc+Fm) yang menyampaikan komponen pesan yang sama.
• Dibangkitkan dengan mengalikan sinyal informasi m(t) dengan sinyal carrier
yang dihasilkan oscillator

Gambar 2.3 blok diagram modulasi AM DSB SC


• Memiliki Persamaan Matematis
SDSB-SC(t) = m(t) cos ωct
• Tipe modulasi ini disebut dengan modulasi DSB SC (suppresed carrier) karena
dalam spektrum v(t) tidak ada identitas carrier yang tampak walaupun spektrum
terpusat pada frekuensi carrier 𝑤 C.
• Modulasi AM DSB SC (suppressed-carrier) tidak seperti modulasi AM, karena
gelombang pembawa tidak ditransmisikan. Karena gelombang pembawa
mempunyai amplituda dan frekuensi yang konstan, sehingga tidak
memberikan informasi apapun. Dengan demikian, sebagian besar daya dapat di
optimalkan untuk mentransmisikan sinyal informasi, karena sebenarnya
seluruh informasi dibawa oleh kedua sisi pita sisi .
• Sinyal DSB SC memiliki bandwith sebesar 2x frekuensi informasi berdasarkan
persamaan berikut :
Bandwidth (BW) = fUSB - fLSB = (fc + fm) - (fc - fm) = 2 fm

Politeknik Negeri Malang 3


Praktikum Telekomunikasi Analog

2.3.3 Spektrum sinyal AM DSB-SC

Gambar 2.4 Blok diagram modulasi AM DSB SC


Keterangan :
m(t) : sinyal informasi (modulating signal)
m(t) = Vm cos 2fmt
Vc(t) : sinyal pembawa
Vc(t) = Vc cos(2π fc t)
SDSB SC(t) = sinyal hasil modulasi DSB-SC
SDSB SC(t) = m(t) cos 2π fc t

Pada persamaan diatas, sinyal informasi, sinyal carrier(pembawa) dan sinyal


AM DSB SC bentuk gelombangnya dapat diilustrasikan seperti gambar berikut
dengan menggunakan Oscilloscope yang merupakan fungsi waktu (timed domain).

Vm

Gambar 2.5 Sinyal Informasi

Gambar 2.6 Sinyal Carrier Gambar 2.7 Sinyal hasil modulasi AM DSB SC

Politeknik Negeri Malang 4


Praktikum Telekomunikasi Analog

Cara lain untuk menggambarkan sinyal termodulasi AM DSB SC


dapat diamati dari diagram spektrum frekuensi yang merupakan fungsi
frekuensi atau sering disebut frequency domain, seperti gambar berikut :

Gambar 2.8 Sinyal DSB SC (a) domain waktu ; (b) domain frekuensi

2.3.4 Aplikasi Modulasi AM DSB-SC


Aplikasi AM DSB-SC adalah pada penggunaan AM Stereo. Pada AM Stereo
sinyal informasi pada lower side band diisi dengan audio right + audio left (R+L)
sedangkan upper side band berisi informasi audio right – audio left (R-L). Sedangkan
carrier bertindak sebagai pilot stereo.

Gambar 2. 9 Spektrum AM DSB SC Stereo


Selain itu, aplikasi penting DSB-SC adalah untuk mentransmisikan informasi
warna pada sinyal TV, Radio kontrol lalu lintas udara dan komunikasi radio dua arah.

Politeknik Negeri Malang 5


Praktikum Telekomunikasi Analog

2.4 Prosedur Percobaan


2.4.1 Simulasi MATLAB
1. Dengan menggunakan matlab, buatlah program untuk melakukan proses simulasi
modulasi dan demodulasi AM DSB-SC. Tampilkan sinyal carrier, informasi, sinyal
termodulasi, dan sinyal hasil demodulasi!
2. Ubah nilai amplitudo sinyal informasi sesuai dengan Tabel 2.1
3. Amati sinyal hasil termodulasinya. Bagaimana bentuk sinyalnya? Apa efek
perubahan amplitudo sinyal informasi?
4. Amati sinyal demodulasinya. Bandingkan dengan sinyal informasi awal!

2.4.2 Praktik
1. Siapkan alat dan bahan
2. Letakkan modul power supply, generator fungsi, CF transmitter 20kHz, serta DSB
receiver secara berurutan pada penyangga besi.
3. Beri catu daya masing-masing modul sebesar ±15 V dan sambungkan groundnya!
(jangan nyalakan modul power supply sebelum rangkaian dicek oleh dosen)
4. Ubah switch pada modul CF transmitter ke posisi DSB
5. Sambungkan output function generator ke input CF transmitter . Seperti gambar berikut :

Gambar 2.10 Rangkaian Modul Percobaan Modulasi dan Demodulasi AM DSB SC

Politeknik Negeri Malang 6


Praktikum Telekomunikasi Analog

6. Atur sinyal keluaran function generator sinusoida dengan amplitudo 2Vpp dan frekuensi
2 kHz
7. Letakkan channel 1 osiloskop di input CF transmitter
8. Letakkan channel 2 osiloskop di output CF transmitter
9. Amati sinyal yang dihasilkan
10. Hubungkan output CF transmitter ke input DSB receiver
11. Ubah posisi channel 2 osiloskop ke output DSB receiver
12. Amati sinyal yang dihasilkan
13. Ubah nilai frekuensi dan amplitudo sinyal keluaran function sesuai dengan Tabel 2.2.
Ulangi langkah 7-12!

Politeknik Negeri Malang 7


Praktikum Telekomunikasi Analog

5.2 Hasil Percobaan


Tabel 2.1 Gambar Sinyal Carrier, Informasi, Termodulasi, dan Demodulasi AM
DSB-SC Hasil Simulasi
No Keterangan Gambar Sinyal
1 Sinyal carrier
𝑉𝑐 = 4 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑐 = 20𝑘𝐻𝑧

Gambar 2.11 Sinyal Carrier


2 Sinyal informasi

𝑉𝑚 = 2 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 1 𝑘𝐻𝑧

Sinyal hasil Gambar 2.12a Sinyal Informasi


demodulasi

𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1 𝑘𝐻𝑧

Gambar 2.12b Sinyal Demodulasi

3
Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 4 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 2 𝑘𝐻𝑧

Sinyal hasil Gambar 2.13a Sinyal informasi


demodulasi

𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 4 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2 𝑘𝐻𝑧

Gambar 2.13b Sinyal Demodulasi


4
Sinyal informasi

𝑉𝑚 = 6 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 4 𝑘𝐻𝑧 Gambar 2.14a Sinyal Informasi
Sinyal hasil
demodulasi

𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 6 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 4 𝑘ℎ𝑧
Gambar 2.14b Sinyal Demodulasi

Politeknik Negeri Malang 8


Praktikum Telekomunikasi Analog

Tabel 2.2 Gambar Sinyal Carrier, Informasi, Termodulasi, dan Demodulasi AM DSB-SC
Hasil Praktik
No Keterangan Gambar Sinyal
1.
Sinyal carrier

𝑉𝑐 = 4,08 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑐 = 16 𝑘𝐻𝑧

Gambar 2.15 Sinyal Carrier

2 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 1,96 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 1 𝑘𝐻𝑧

Sinyal termodulasi
𝑓𝐷𝑆𝐵𝑆𝐶 = 16 𝑘𝐻𝑧

Sinyal hasil
demodulasi

𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1,76 𝑉𝑝𝑝


𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1 𝑘𝐻𝑧
Gambar 2.16A Sinyal termodulasi

Gambar 2.16b Sinyal Gambar 2.16c Sinyal


demodulasi sebelum filter demodulasi

Politeknik Negeri Malang 9


Praktikum Telekomunikasi Analog

3 Sinyal informasi
𝑉𝑚 = 4 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 2 𝑘𝐻𝑧

Sinyal termodulasi
𝑓𝐷𝑆𝐵𝑆𝐶 = 16 𝑘𝐻𝑧

Sinyal hasil
demodulasi

𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 3,4 𝑉𝑝𝑝


𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 2 𝑘𝐻𝑧 Gambar 2.17A Sinyal termodulasi

Gambar 2.17b Sinyal Gambar 2.17c Sinyal


demodulasi sebelum filter demodulasi
4 Sinyal informasi

𝑉𝑚 = 6,16 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑚 = 4 𝑘𝐻𝑧

Sinyal termodulasi
𝑓𝐷𝑆𝐵𝑆𝐶 = 15 𝑘𝐻𝑧

Sinyal hasil
demodulasi
Gambar 2.18A Sinyal termodulasi
𝑉𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 1 𝑉𝑝𝑝
𝑓𝑑𝑒𝑚𝑜𝑑 = 4 𝑘𝐻𝑧

Gambar 2.18b Sinyal Gambar 2.18c Sinyal


demodulasi sebelum filter demodulasi

Politeknik Negeri Malang 10


Praktikum Telekomunikasi Analog

2.5 Analisis Hasil Praktikum


2.5.1 Script matlab dan penjelasan masing-masing line
clc; %digunakan untuk membersihkan command window
clear all; %clear workspace

Ac=2; %carrier amplitude (volt) Vp


fc=20000; %carrier frequency (Hz)
Am=1; %message signal amplitude (Volt) VP
fm=1000; %message signal frequency (Hz)
Fs=1000*fc; %sampling rate/frequency, the higher the better (Hz)

t=[0:1/Fs:0.003];%defining the time range & disseminating it into


samples (s)
wc=cos(2*pi*fc*t); %defining carrier cos signal (Volt)
ct=Ac*wc; %defining the carrier signal wave (volt)
wm=cos(2*pi*fm*t);%defining message cos signal (volt)
mt=Am*wm; % defining the message signal (volt)
% Am=(Ac+mt).*wc; %Amplitude Modulated wave, according to the standard
definition
DSB=mt.*wc; %defining of DSB SC modulation (volt)
u=amdemod(DSB,fc,Fs); %Defining of demodulation (volt)

%menampilkan
figure (1) % memposisikan gambar 1
subplot (4,1,1) %menentukan posisi gambar 1 / figure 1 (jumlah
gambar/kolom/urutan)
plot (t,mt), grid on; % menggambarkan sumbu y(mt) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title('signal modulasi'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y /
vertikal

%menampilkan
subplot (4,1,2) %menentukan posisi gambar 2 di figure 1(jumlah
gambar/kolom/urutan)
plot (t,ct), grid on;% menggambarkan sumbu y(ct) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title (' signal carrier'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y
vertikal

%menampilkan
subplot (4,1,4) % menentukan posisi gambar 3 di figure 1(jumlah
gambar/kolom/urutan)
plot (t,u), grid on; % menggambarkan sumbu y(u) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title (' hasil demodulasi AM'); % menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)'); % memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)'); % memberi keterangan pada sumbu y /
vertikal

Politeknik Negeri Malang 11


Praktikum Telekomunikasi Analog

%menampilkan
subplot (4,1,3)% menentukan posisi gambar 4 di figure 1(jumlah
gambar/kolom/urutan)
plot (t,DSB), grid on;% menggambarkan sumbu y(DSB) terhadap sumbu x(t)
% grid on untuk menampilkan garis putus putus
title ('hasil modulasi DSB');% menampilkan judul
xlabel ('waktu (s)');% memberi keterangan pada sumbu x / horizontal
ylabel ('Amplitudo (volt)');% memberi keterangan pada sumbu y/vertikal

2.5.2 Fungsi masing-masing komponen blok modul yang digunakan dalam praktikum.
A. DC Power Supply

Gambar 2.19 Modul PSU


Memiliki fungsi utama sebagai penyuplai tegangan(memberikan catu daya) yang
akan masuk pada modul function generator yang memiliki cara kerja jenis Step-
down yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik sesuai dengan kebutuhan
komponen elektronika yang terdapat pada rangkaian adaptor (DC Power Supply).

Politeknik Negeri Malang 12


Praktikum Telekomunikasi Analog

B. Function Generator

Gambar 2.20 Modul Function Generator


Function Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau
membangkitkan gelombang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk
gelombang pulsa. Fungsi tiap button pada modul function generator pada gambar
2.20 adalah :
1. Button amplitude: digunakan untuk mengatur amplitude sinyal.
2. Button frekuensi pada nomor 2 : digunakan untuk mengatur kelipatan/ skala
frekuensi yang digunakan pada gelombang.
3. Button frekuensi pada nomor 3: digunakan untuk mengatur nilai frekuensi
suatu glombang.
C. Transmitter 16 KHz
Transmitter adalah alat yang digunakan untuk mengubah perubahan sensing
element dari sebuah sensor menjadi sinyal yang mampu diterjemahkan oleh
controller. Transmitter sendiri ada yang berfungsi sebagai pengirim sinyal saja, atau
ada juga yang mengkonversi besaran yang diinginkan. Selain ditransmisikan ke
controller (control room), transmitter juga memiliki display di lapangan yang
digunakan untuk pengecekan secara manual.

Politeknik Negeri Malang 13


Praktikum Telekomunikasi Analog

Gambar 2.21 Modul CF Transmitter 16 Khz


Fungsi tiap bagian pada Modul CF transitter pada gambar 2.21 adalah :
1. Option = kiri untuk AM dan kanan untuk DSB.
2. Bandpass Filter 300-3400Hz = digunakan untuk melewatkan isyarat
dalam suatu pita frekuensi 300-3400Hz dan untuk menahan isyarat
diluar jalur pita frekuensi 300-3400Hz
3. Jalur output Modulasi Fc & DSB-SC = digunakan sebgai transmisi di mana
frekuensi yang dihasilkan oleh modulasi amplitudo yang simetris berada di
bawah frekuensi pembawa dan tingkat pembawa berkurang ke tingkat
praktis terendah.
4. Mixer : digunakan untuk mencampurkan / memadukan sinyal termodulasi
dengan sinyal carrier.
5. Jalur output Modulasi SSB = merupakan jenis komunikasi yang memakai
frekuensi HF(3 – 30 Mhz) menggunakan pemodulasi AM dengan salah satu
sisi band, baik itu sisi band atas USB (sper side band) atau sisi band bawah
LSB (low side band).
6. Amplfier : Digunakan sebagai penguat sinyal sinus maupun kotak
7. Gelombang carrier kotak / Sinus = untuk menampilkan sinyal carrier sinus
maupun kotak.

Politeknik Negeri Malang 14


Praktikum Telekomunikasi Analog

D. DSB Receiver

Gambar 2.22 Modul DSB Receiver


DSB receiver dapat menerima sinyal AM, DSB maupun SSB. Berdasarkan
praktikum, DSB receiver juga berfungsi untuk mengembalikan sinyal hasil modulasi
DSB maupun SSB menjadi sinyal informasi, dengan kata lain DSB receiver juga
berfungsi sebagai demodulator.
Fungsi tiap bagian pada Modul DSB Receiver pada gambar 2.22 adalah :
1. Mixer : digunakan untuk mencampurkan / memadukan sinyal termodulasi dengan
sinyal carrier.
2. Bandpass Filter 300-3400Hz : digunakan untuk melewatkan isyarat dalam suatu
pita frekuensi 300-3400Hz dan untuk menahan isyarat diluar jalur pita frekuensi
300-3400Hz.
3. Osilator : berfungsi untuk menghasilkan sinyal carrier.
4. Output yang menampilkan sinyal demodulasi AM DSB SC

Politeknik Negeri Malang 15


Praktikum Telekomunikasi Analog

2.5.3 Karakteristik Sinyal Hasil Termodulasi AM DSB-SC


Berdasarkan hasil teori, simulasi dan praktik yang telah dilakukan pada
praktikum kali ini dapat di simpulkan, karakteristik sinyal hasil termodulasi AM DSB-
SC adalah :
• Nilai Vmin pada sinyal termodulasi DSB-SC bernilai mendekati 0 . Sehingga
nilai indeks modulasi dari sinyal DSB SC bernilai mendekati 1. Karena nilai
indeks modulasi bernilai mendekati 1 maka sinyal yang dihasilkan tidak
mengalami distorsi seperti over modulation. Pernyataan ini dibuktikan dengan
hasil simulasi dan praktik pada gambar 2.23

(a)

(b)

Gambar 2.23 Sinyal termodulasi AM DSB SC; (a). Hasil Simulasi matlab; (b). Hasil praktikum

Gambar 2.23 (a) menunjukkan bahwa nilai Vmin pada simulasi matlab
nilai nya mendekati nol begitu juga pada gambar 2.23 (b) nilai Vmin pada hasil
praktikum nilainya menekati 0. Hal ini di buktikan dengan sinyal termodulasi
DSB SC yang dihasilkan, pada hasil simulasi dan praktikum terlihat bahwa sinyal
hasil termodulasi AM DSB SC tidak mengalami distorsi, berdasarkan teori, nilai
Vmax−Vmin
indeks moudulasi di dapat dari rumus : . Sehinga didapat nilai indeks
Vmax+Vmin

modulasi yang mendekati 1. Hal ini juga berlaku saat frekuensi sinyal informasi
(fm) dan juga amplitudo sinyal informasi (Vm) di ubah-ubah sesuai tabel 2.1
maupun 2.2.

Politeknik Negeri Malang 16


Praktikum Telekomunikasi Analog

• Sinyal hasil termodulasi AM DSB SC dibangkitkan dengan mengalikan sinyal


informasi m(t) dengan sinyal carrier yang dihasilkan oscillator

Gambar 2.24 blok diagram modulasi AM DSB SC


Sehingga memiliki persamaan matematis
SDSB-SC(t) = m(t) cos ωct
Berdasarkan teori, simulasi dan praktikum, persamaan diatas dapat di buktikan
kebenarannya berdasarkan simulasi yang telah dilakukan menggunakan matlab,
Pada simulasi matlab, untuk menghasilkan sinyal termodulasi AM DSB SC maka
di inputkan persamaan SDSB-SC(t) = m(t) cos ωct. Perhatikan blok diagram
modul CF transmitter yang digunakan praktikum ( gambar 2.25)

Gambar 2.25 blok diagram modulasi AM DSB SC pada modul CF Transmitter

Gambar 2.25 menunjukkan bahwa ooutput sinyal DSB SC ( bagian nomor


2) dihasilkan dari mengalikan sinyal infromasi (bagian nomor 1) dengan sinyal
carier ( bagian nomor 3) yang dihasilkan osilator ( bagian nomor 4).

Politeknik Negeri Malang 17


Praktikum Telekomunikasi Analog

• Dibuat dengan mengatur agar amplitudo sinyal carrier pada spektrum


frekuensi berubah secara proporsional sesuai perubahan amplitudo pada
sinyal pemodulasi (sinyal informasi). Dalam praktikum kali ini, amplitudo
frekuensi sinyal carrier pada spektrum frekuensi ditekan mendekati nol.
Bentuk spektrum frekuensi dari gelombang termodulasi DSB SC domain
waktu didapat dengan mencari transformasi Fourier dari xDSB(t)

Dari persamaan (5) bisa kita interpretasikan:

Term yang pertama menyatakan bahwa xDSB(t) mempunyai spektrum yang sama
dengan m(t) tetapi beramplitudo setengahnya dan posisi spektrumnya bergeser ke
kanan sejauh frekuensi pembawa ωC. Term kedua menyatakan hal sama
sehubungan dengan amplitudonya, tetapi pergeseran spektrumya sekarang ke kiri.

(a)

(b)

Gambar 2.26 Sinyal termodulasi AM DSB SC (a). Domain waktu (b). Domain frekuensi

Politeknik Negeri Malang 18


Praktikum Telekomunikasi Analog

Berdasarkan gambar 2.26 (b) hal ini menunjukkan bahwa amplitudo spektrum
frekuensi berdasarkan hasil simulasi maupun praktikum ditekan mendekati 0. Hal
ini terlihat dari spektrum frekuensi sinyal termodulasi AM DSB SC domain
waktu berdasarkan hasil simulasi dan praktikum.
• Setiap perubahan amplitudo sinyal informasi dan demodulasi dari positiv(puncak
maksimum) ke negativ(puncak minimum) akan terjadi perubahan fasa sebesar
180° pada sinyal termodulasi DSB SC . Hal ini di buktikan berdasakan hasil
simulasi dan praktikum pada gambar 2.27

(a.)

(b.)
Gambar 2.27 sinyal termodulasi AM DSB SC dan sinyal informasi (a). Simulasi (b). Praktikum

Politeknik Negeri Malang 19


Praktikum Telekomunikasi Analog

2.5.4 Spektrum frekuensi sinyal termodulasi AM DSB-SC


Tabel 2.3 Gambar Spektrum frekuensi hasil Simulasi

No Keterangan Gambar Sinyal


1.
Vusb = Vlsb
Vc.Vm
=
2
4∗2
= 2
= 4 Vpp

Fusb = fc+fm
= 20 + 1
= 21 Khz
Flsb = fc-fm
= 20 -1
= 19 Khz

2 Vusb = Vlsb
Vc.Vm
=
2
4∗4
= 2
= 8 Vpp

Fusb = fc+fm
= 20 + 2
= 22 Khz
Flsb = fc-fm
= 20 -2
= 18 Khz

Politeknik Negeri Malang 20


Praktikum Telekomunikasi Analog

3 Vusb = Vlsb
Vc.Vm
=
2
4∗6
= 2
= 12 Vpp

Fusb = fc+fm
= 20 + 4
= 24 Khz
Flsb = fc-fm
= 20 -4
= 16 Khz

Tabel 2.4 Gambar Spektrum frekuensi hasil Praktikum


No Keterangan Gambar Sinyal
1.
Vusb = Vlsb
Vc.Vm
=
2
4,08∗1,96
= 2
= 3,99 ≈ 4 Vpp

Fusb = fc+fm
= 16 + 1
= 17 Khz
Flsb = fc-fm
= 16 -1
= 15 Khz

Politeknik Negeri Malang 21


Praktikum Telekomunikasi Analog

2 Vusb = Vlsb
Vc.Vm
=
2
4,08∗4
= 2
= 8,16 ≈ 8 Vpp

Fusb = fc+fm
= 16 + 2
= 18 Khz
Flsb = fc-fm
= 16 -2
= 14 Khz

3 Vusb = Vlsb
Vc.Vm
=
2
4,08∗6,16
= 2
= 12,5 Vpp

Fusb = fc+fm
= 16 + 4
= 20 Khz
Flsb = fc-fm
= 16 -4
= 12 Khz

Politeknik Negeri Malang 22


Praktikum Telekomunikasi Analog

2.6 Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan analisis teori, simulasi dan hasil praktikum adalah

1. Modulasi AM DSB SC adalah suatu modulasi yang dibuat untuk mengatur agar
amplitudo sinyal carrier pada spektrum frekuensi ditekan menjadi 0 .
2. Modulasi AM DSB SC menghasilkan sinyal output termodulasi yaitu LSB (Fc-Fm)
dan USB (Fc+Fm) yang menyampaikan komponen pesan yang sama.
3. Hasil sinyal demodulasi pada hasil simulasi sama dengan sinyal informasi sehingga
Vdemod = Vm dan Fdemod=Fm , namun terdapat sedikit noise pada tampilan sinyal
awal demodulasi dikarenakan rumus yang digunakan pada matlab menggunakan
floating point perhitungan.
4. Hasil sinyal demodulasi pada praktikum memiliki perbedaan yang cukup significant
pada nilai Vdemod dengan Vm sinyal informasi, namun fdemod= fm. Perbedaan ini
disebabkan oleh adanya resistansi beban pada alat ukur, galat instrumen dan
kesalahan pembacaan alat ukur.
5. Frekuensi DSB SC pada hasil praktikum mengikuti frekuensi pada carriernya
sehingga FDSB SC = Fc.
6. Proses Demodulasi merupakan proses pembentukan kembali sinyal informasi dari
sinyal carier yang sebelumnya telah termodulasi.

2.7 Referensi
1. https://www.scribd.com/doc/245187014/Laporan-lab-sistel-SSB-dan-DSB
2. https://www.scribd.com/document/353600814/MODULASI-AM-DSB-SSB-dan-
DEMODULASI-AMPLITUDO
3. https://documents.tips/documents/laporan-praktikum-562d10dd712bb.html
4. https://www.slideshare.net/FransTutun/modulator?from_action=save
5. http://ipras-net.blogspot.com/2016/03/am-double-sideband-suppressed-carrier.html

Politeknik Negeri Malang 23


Praktikum Telekomunikasi Analog

LAMPIRAN :

𝑉𝑐 = 4 𝑉𝑝𝑝 𝑓𝑐 = 20𝑘𝐻𝑧 𝑉𝑚 = 2 𝑉𝑝𝑝 𝑓𝑚 = 1 𝑘𝐻𝑧

𝑉𝑐 = 4 𝑉𝑝𝑝 𝑓𝑐 = 20𝑘𝐻𝑧 𝑉𝑚 = 4 𝑉𝑝𝑝 𝑓𝑚 = 2 𝑘𝐻𝑧

Politeknik Negeri Malang 24


Praktikum Telekomunikasi Analog

𝑉𝑐 = 4 𝑉𝑝𝑝 𝑓𝑐 = 20𝑘𝐻𝑧 𝑉𝑚 = 6 𝑉𝑝𝑝 𝑓𝑚 = 3 𝑘𝐻𝑧

Politeknik Negeri Malang 25