Anda di halaman 1dari 2

BAB II

PEMBAHASAN

1. Sirup Paracetamol
Pada praktikum kali, kami melakukan pembuatan sediaan larutan sirup paracetamol
dimana zat aktif yang digunakan ialah Paracetamol.

Formula Paracetamol Sirup untuk Anak-anak


No. Bahan Jumlah (mg/ml)
F1 F2 F3 F4
1. Paracetamol 25 25 25 25
2. Propilen Glikol 200 200 200
3. Gliserol 200 200 200
4. Larutan Sorbitol 70% 200 200 200
5. Syrupus simplex 200
6. Na Sakarin 1 1 1
7. Pasta anggur 10% 0,025 ml 0,025 ml 0,025 ml 0,025 ml
8. Aquades qs ad 1 ml qs ad 1 ml qs ad 1 ml qs ad 1 ml

Dari rangkaian formula tersebut kelompok kami membuat sediaan sirup paracetamol
dengan formula yang ke-2 dimana hasil yang didapatkan menunjukkan tidak adanya fenomena
pengkristalan yang terjadi. Kejernihan sediaan nya pun tetap terjaga serta tidak bertumbuhnya
mikroba atau zat kontam lainnya.

Jika dibandingkan dengan formula kelompok lain, secara organoleptis formula yang kami
buat warna nya lebih hijau dari beberapa kelompok. Hal ini disebabkan pemberian zat pewarna
yang kadarnya lebih banyak. Hasil pengamatan lainnya ialah fenomena pengkristalan yang terjadi
pada hari senin tanggal 5 Maret 2018 tepatnya 4 hari setelah pembuatan sediaan larutan sirup
formula. Pada umumnya sediaan obat mengkristal karena larutan sirupnya lewat jenuh atau
terlalu banyak melarutkan zat. Selain itu penambahan gula pada sediaan larutan juga
berpengaruh meningkatkan terjadinya fenomena pengkristalan.
Hasil pembuatan sediaan kelompok formula ke-1 menunjukkan sediaan yang jernih,tidak
adanya pengkristalan dan secara keseluruhan hampir mirip dengan formula ke-2 yang kami buat.
Pada formula ini juga tidak terjadi perubahan apapun pada hari senin. Perbedaan yang ada ialah
pada rasanya dimana formula ke-1 lebih manis karena melibatkan senyawa Na Sakarin sedangkan
formula ke-2 tidak mengandung senyawa Na Sakarin dan hanya memakai syrupus simplex sebagai
pemanis rasa.

Formula ke-3 hasil pengamatannya berbeda dengan formula ke-2 yang kami buat dimana
pada pengamatan hari ke-4 atau hari senin nya terjadi fenomena pengkristalan. Hal ini mungkin
disebabkan tidak adanya propilen glikol yang digunakan sebagai pelarut bersama dengan gliserol
serta larutan sorbitol 70% sehingga senyawa-senyawa didalamnya kurang terlarut sempurna dan
terbentuklah kristal.
Di formula ke-4 yang telah dibuat mendapatkan hasil yang juga terjadi pengkristalan
seperti formula ke-3 tetapi faktor yang menyebabkan nya berbeda. Pada formula ke-4 ini
pengkristalan terjadi pada hari ke-4 setelah pembuatan sediaan akibat pelarut berupa alkohol
polivalen yang digunakan hanyalah propilen glikol serta larutan sorbitol 70% tanpa melibatkan
gliserol sehingga zat-zat yang terkandung didalam sediaan kurang terlarut sempurna.

Jadi kesimpulan dari hasil pengamatan yang kami lakukan pada sediaan larutan sirup
paracetamol ini adalah